Senin, 14 Oktober 2013

Bacaan Doa Ketika Keluar-Masuk Rumah Dan Melihat Hal Yang Menyenangkan

                                                               بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rumah merupakan salah satu karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus selalu disyukuri. Baik rumah tersebut merupakan milik pribadi, orang tua, mertua, atau bahkan kontrakan. Status tersebut tidak mengurangi sedikit pun kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita. Secara umum, rumah dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, dll ) Serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Namun, pengertian rumah juga dapat ditinjau lebih jauh secara fisik dan psikologis.1. Secara Fisik. Dari segi fisik rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian, bekerja, tempat tidur dan beristirahat memulihkan kondisi fisik dan mental yang letih dari melaksanakan tugas sehari-hari.2. Secara Psikologis.  Ditinjau dari segi psikologis rumah berarti suatu tempat untuk tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya. rumah dalam pengertian psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.

1. Adab Bepergian

  • Adab keluar rumah. Setiap Muslim hendaknya memperhatikan sunnah-sunnah ketika ia akan keluar rumah dan kembali/masuk ke dalam rumah. Misalnya saja doa yang diucapkan, memberi salam, dan lainnya. Sunnah berikutnya adalah mendahulukan kaki kiri ketika keluar rumah, serta memberi salam kepada keluarga. Sebelum keluar rumah hendaknya menentukan niat dan tujuan, serta memastikan barang bawaan tidak ada yang tertinggal.
  • Larangan bagi perempuan. Kaum perempuan yang hendak keluar rumah harus memperhatikan hal-hal berikut: tidak diperkenankan memakai wangi-wangian/parfum, menutup aurat dan merapikan hijab/jilbabnya. Selain itu, haram bagi wanita berpergian tanpa izin orangtua/suami dan dilarang berpergian sampai tiga hari tanpa disertai mahramnya. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra katanya: Rasulullah saw bersabda: “Haram bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat musafir, di mana perjalanannya melebihi dari tiga hari melainkan bersama ayah, anak lelaki, suami, saudara lelaki atau siapa sahaja mahramnya yang lain.(H.R. Bukhari dan Muslim).
  • Adab masuk rumah. Ketika masuk ke rumah hendaknya mendahulukan kaki kanan dan mengucapkan salam kepada keluarga yang berada di rumah. Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau masuk rumah dan menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam pada mereka sebagai salam penghormatan di sisi Allah dan juga untuk mendapatkan berkah yang baik.” (Diriwayatkan dalam Al Adabul Mufrod no. 1095).
  • Membalas salam. Jika diberi salam, maka hendaklah dibalas sebagaimana perintah Allah, وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa': 86). Sebagian ulama mengatakan, jika ada yang memberi salam, maka balaslah dengan yang lebih sempurna atau balaslah dengan yang semisal. Membalas dengan lebih sempurna dihukumi sunnah, sedangkan membalas dengan yang semisal dihukumi wajib (Shahih Al Adab Al Mufrod, 3: 219). Misalnya, ketika memasuki rumah diucapkan salam “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah“, yang lebih sempurna adalah menjawab dengan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.” Yang semisal adalah membalas dengan ucapan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.

2. Do'a Ketika keluar Rumah

  1. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Anas, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa menngucapkan - yakni jika ia keluar rumah  بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ  وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِااللَّه Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tak ada daya maupun tenaga kecuali dengan Allah), maka akan mendapat jawaban: 'Anda akan dicukupi, dilindungi dan diberi petunjuk', serta setan pun akan menyingkir daripadanya, kata setan itu kepada temannya: 'Betapa kamu akan dapat menggoda orang yang telah diberi petunjuk, diberi kecukupan dan perlindungan'!"
  2. Dalam musnad Ahmad yang diterima dari Anas tertera: Bismillahi aamantu billahi, i'tashamtu billah, tawakkaltu 'alallahi la haula wala quwwata illa billah. (Dengan nama Allah, aku beriman kepada Allah, aku berlindung kepada Allah, aku bertawakkal kepada Allah, dan tak ada daya maupun tenaga kecuali dengan Allah)." (Hadits Hasan).
  3. Dan diriwayatkan oleh Ahlus Sunan dari Ummu Salamah, katanya:"Setiap Rasulullah saw. keluar rumanku, maka matanya ditunjukkannya ke arah langit, lalu diucapkannya:      اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
    Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu akan menjadi sesat atau disesatkan, akan menyeleweng atau diselewengkan, akan menganiaya atau dianiaya, akan menjadi bodoh atau diperbodoh orang)." (Menurut turmudzi hadits ini hasan lagi shahih).

3. Do'a Ketika Masuk Rumah

  1. Terdapat perintah dalam ayat Al Qur’an, فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61). 
  2. Diterima dari Jabir, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ "Bila seorang lelaki memasuki rumahnya, lalu ia dzikir kepada Allah waktu masuk itu, begitupun ketika ia hendak makan, maka setan akan mengatakan - kepada sesamanya - 'Tak ada tempat menginap bagi kalian begitupun makan malam'! Dan jika ia masuk tanpa dzikir kepada Allah, maka kata setan: 'Nah, ada tempat menginap bagi kalian'! Kemudian jika waktu hendak makan, ia juga tidak dzikir kepada Allah, maka kata setan: 'Ada tempat menginap dan ada makan malam untuk kalian'!" (H.R. Muslim no.2018). 
  3. Dalam sunan Abu Daud yang diterima dari Abu Malik Asy'ari, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Jika salah seorang di antaramu masuk ke rumahnya, hendkalah ia membaca: ' اَللّٰهُمَّ اَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجْ وَخَيْرَ المُخْرَجِ ، بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا ، وَعَلَى اللهِ رَبَّنَا تَوَكَّلْنَا (Ya Allah, aku memohon sebaik-baik masuk dan sebaik-baik keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah pula kami keluar, serta kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakkal). Setelah itu hendaklah ia mengucapkan salam kepada keluarganya!"
  4. Dan diriwayatkan oleh dari Anas, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepadanya:يَا بُنَىَّ إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ "Anakku! jika kamu pulang pada keluarganmu, maka ucapkanlah salam, agar membawa berkah kepadamu dan kepada keluargamu!"(H.R.Turmudzi no. 2698).
  5. بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah), dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal”. Kemudian mengucapkan salam kepada keluarganya. (HR. Abu Dawud 4/325,dan Al-‘Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, no. 28. Dalam Kitab Shahih: “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk rumah dan makan, syaitan berkata (kepada teman-temannya), ‘Tiada tempat tinggal dan makanan bagi kalian (malam ini)’.” Muslim, no. 2018.

4. Do'a Ketika Melihat Hal Yang Menyenangkan Hati

Bila seseorang menyaksikan hal yang membanggakan hatinya mengenai keluarga, atau harta bendanya, hendaklah ia mengucapkan: " (Ini adalah atas kehendak Allah! Tak ada kekuatan kecuali dengan Allah)." Maka dengan itu ia tidak akan menemukan hal-hal yang tidak baik. Dan seandainya ia menyaksikan hal yang tidak disenanginya, hendaklah ia membaca: " (Segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimanapun).
Mengenai hal ini Allah telah berfirman:                                                             
     وَلَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ إِن تَرَنِ أَنَا۟ أَقَلَّ مِنكَ مَالاً۬ وَوَلَدً۬ا                            
Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH" [Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah]. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan (Q.S.Al-Kahfi:39).
  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Anas, bahwa Rasulullah saw. bersabda:" Setiap seorang hamba diberi karunia oleh Allah, baik mengenai keluarga, harta maupun putra, lalu ia mengucapkan   , maka hamba itu akan dapat melihat penyakitnya, kecuali maut."
  2. Juga diterima dari Anas, bahwa setiap menyaksikan hal yang menyenangkan, Rasulullah saw. membaca: "لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ (Segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimanapun)." (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan menurut Hakim, hadits ini sah isnadnya). 
  3. Dari Aisyah r.a. berkata: “Jika Rasululullah saw. melihat hal yang beliau sukai, beliau membaca doa: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ» “Segala puji bagi Allah Yang dengan nikmat-Nya maka perkara-perkara yang baik menjadi sempurna.” Dan jika Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa salam melihat hal yang beliau tidak sukai, beliau membaca doa: «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ» “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (HR. Ibnu Majah. no. 3803, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Awsath no. 6663, Al-Hakim no. 1840 dan Ibnu Suni dalam Amal al-Yaum wa al-Laiilah no. 378. Al-Hafizh al-Bushiri berkata: Sanadnya shahih dan para perawinya tsiqah)
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah Bermanfaat.
Sumber: 

Fikih Sunnah 4,hal.316-317; Sayyid Saabiq, dan sumber lain yang telah diedit.
http://rumaysho.com/amalan/doa-masuk-rumah-6006

2 komentar:

  1. Sesungguh dengan izin Allah juga saya sampai lagi dan dapat membaca entri ini. Terima kasih Wasiun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan izin Allah juga, saya diberi kekuatan untuk berkongsi, terima kasih kembali anda sering berkunjung ke blog ini, jazaakillahu khaira.

      Hapus