Kamis, 03 Oktober 2013

Adab dan Tata-Cara Agar Doa Kita Dikabulkan Allah

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Banyak dan sering kita berdo'a memohon sesuatu kepada Allah, akan tetapi kita merasa bahwa do'a-do'a itu tidak dikabulkan. Hal ini sering mendatangkan sikap pesimis bahkan tak jarang kita menghentikan permintaan do'a dimaksud. Sebenarnya selain berdo'a, juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar do'a kita di'ijabah Allah. Bahwa terkadang do'a tidak atau belum dikabulkan oleh Allah karena ada alasan syarat yang belum terpenuhi, tapi terkadang juga iradah (kehendak Allah ) yang -memberi jalan lain selain yang kita panjatkan-bkarena Allah Maha Tahu akan hakikat suatu masalah. 
Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: 
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, 
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan 
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).
Hadits ini menyimpulkan, bahwa suatu do'a akan diterima oleh Allah dengan 3 cara, yaitu:
1. Allah  mengabulkan apa yang kita inginkan (Diperkenankan Langsung)
2. Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita asalkan kita mau bersabar dan tawakal (Ditunda)
   a. Ditunda dan dikabulkan di Dunia
   b. Ditunda dan diabulkan di Akhirat
3. Allah akan memberikan kita sesuatu yang lebih baik dari do'a kita (Diganti Dengan Yang Lain). 
“Tidak seorangpun yang berdoa, kecuali akan dikabulkan. Pengabulannya itu bisa segera didunia ini, dan bisa juga ditangguhkan di akhirat kelak, atau bisa juga digantikan dengan pengampunan dosa sesuai dengan kadar doanya itu, dengan syarat ia tidak berdoa untuk sebuah perbuatan dosa, atau memutus tali silaturahim, atau isti’jal (menuntut segera terkabul)”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan isti’jal itu?” Beliau menjawab, “Seseorang yang berkata, “Aku telah berdoa kepada Robku, namun belum juga dikabulkan” (HR. Ath-Thirmidzi).

 1. Beberapa Sebab Penghalang Do'a Dikabulkan

  1. Makanan, minuman dan pakaiannya berasal dari harta haramDari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah Saw bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan  do'anya?." (H.R. Muslim).
  2. Isi doanya berupa dosa dan pemutusan hubungan silaturahim.
  3. Tergesa-gesa meminta pengabulanDari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah Saw menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.' (H.R.Muslim).
  4. Tidak yakin dikabulkanDari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (H.R. At-Tirmidzi). 
  5. Hati kosong/lengahRiwayat Ahmad berbunyi: Dari Abdullah bin 'Amru bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Hati adalah sebuah bejana, dan sebagiannya lebih mampui memuat daripada sebagian yang lain. Wahai manusia, jika kalian memohon kepada Allah 'azza wajalla maka mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabulkan karena sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan mengabulkan do'a seorang hamba yang dipanjatkan dari hati yang lalai." (H.R. Ahmad).
  6. Tidak sungguh-sungguh/seriusDari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan; 'Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau kehendaki, dan rahmatilah aku jika Engkau berkehendak.' Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena Allah sama sekali tidak ada yang memaksa." (H.R. Bukhari). 
  7.  Meninggalkan amar ma'ruf nahi munkarDari Hudzaifah bin Al Yaman dari Nabi Saw beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma'ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-NYa dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do'a kalian tidak lagi dikabulkan." (H.R.At-Tirmidzi). Riwayat Ibnu majah berbunyi; Dari 'Aisyah dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Lakukanlah amar ma'ruf dan nahi munkar sebelum kalian berdoa  namun doa kalian tidak dikabulkan." (H.R.Ibnu Majah).

2.Syarat Dan Adab Agar Do'a Kita Diijabah.

  1. Mencari Yang Halal. Diriwayatkan oleh Hafizh bin Mardawaih dari Ibnu Abbas, katanya: "Saya membaca ayat ini di hadapan Nabi saw  .....يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِى ٱلۡأَرۡضِ حَلَـٰلاً۬ طَيِّبً۬ا   ;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik ... (Q.S. Al-Baqarah:168), Tiba-tiba berdirilah Sa'ad bin Abi Waqash, lalu katanya: "Ya Rasulullah! Tolong Anda doakan kepada Allah agar saya dijadikan orang yang selalu dikabulkan doanya!" Ujar Nabi: "Hai Sa'ad! Jagalah soal makananmu, tentu engkau akan menjadi orang yang makbul doanya! Demi Allah yang nyawa Muhammad berada dalam genggaman-Nya! Jika seorang laki-laki memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima doanya selama empat puluh hari. Dan siapa juga hamba yang dagingnya tumbuh dari makanan haram atau riba, maka neraka lebiih layak untuk melayaninya!"
  2. Menghadap Kiblat jika dapat. Nabi saw. pergi keluar buat shalat istisqa' - minta hujan - Maka beliau berdoa dan memohonkan turunnya hujan sambil menghadap kiblat.
  3. Memperhatikan saat-saat yang tepat dan suasana utama. Seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum'at, sepertiga terakhir dari malam hari, waktu sahur, ketika sedang sujud, ketika turun hujan, antara adzan dan iqamat, saat mulai pertempuran, ketika dalam ketakuatan atau sedang ber-iba hati. Dari Abu Umamah: "Seseorang bertanya:'Ya Rasulullah, doa manakah yang lebih didengar Allah? Ujar Nabi: 'Doa di tengah-tengah akhir malam dan selesai shalat-shalat fardhu'." (Riwayat turmudzi dengan sanad yang sah). Juga diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Jarak yang paling dekat di antara hamba dengan Tuhannya ialah ketiak ia sedang sujud, Maka perbanyaklah doa ketika itu, karena besar kemungkinan akan dikabulkan!" (H.R.Muslim). Dan mengenai iii sangat banyak hadits yang menerangkannya.
  4. Mengangkat kedua tangan setentang bahu. Berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Abbas, katanya: "Jika kamu meminta hendaklah dengan mengangkat kedua tanganmu setentang kedua bahumu atau kira-kira setentangnya, dan jika istighfar ialah dengan menunjuk dengan sebuah jari, dan jika berdoa dengan melepas semua jari-jemari tangan!"
  5. Memulai dengan memuji Allah, memuliakan dan mengucapkan shalawat Nabi. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa'i, juga oleh Turmudzi yang menyatakan sahnya, dari Fudhalah bin 'Ubeid: "Bahwa Rasulullah saw. mendenganr seorang laki-laki berdoa selesai shalatnya tanpa membesarkan Allah dan menucapkan shalawat Nabi, maka sabdanya: 'Orang ini terlalu tergesa-gesa'!" Lalu dipanggilnya orang itu, lalu katanya kepadanya - atau juga kepada orang-orang lain - "Jika salah seorang diantaramu berdoa, hendaklah dimulai dengan membesarkan Tuhannya yang Maga Agung dan Maha Mulia itu serta menyanjung-Nya, lalu mengucapkan shalawat atas Nabi saw., serta setelah itu barulah berdoa; meminta apa yang diinginkannya."
  6. Khusu', menyatakan kerendahan diri dan menyederhanakan suara (antara bisik-bisik dan jahar). Berdasarkan firman Allah swt.  وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِہَا وَٱبۡتَغِ بَيۡنَ ذَٲلِكَ سَبِيلاً۬  dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (Q.S.Al-Isra':110). dan ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعً۬ا وَخُفۡيَةً‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ  Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas ." (Q.S.Al-A'raf:55). Dan telah diterima dari Abu Musa Asy-ari bahwa ketika orang-orang mendoa dengan suara keras, beliau bersabda; "Hai manusia! berdoalah dengan suara perlahan, karena kamu tidaklah menyeru orang yang tuli ataupun berada di tempat yang jauh. yang kamu seru itu ialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, dan tempat kamu memohon itu lebih dekat lagi kepada salah seorangmu dari leher kendaraannya! Hai Abdullah bin Qeis! Maukah kamu kutunjuki sebuah kalimat yang merupakan salah satu perbendaharaan surga? Yaitu: 'Laa haula walaa Quwwata illaabillaah'."
  7. Do'anya tidak mengandung dosa atau memutus tali silaturahim. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa'id Khudri bahwa Nabi saw. bersabda: "Tidak seorang Muslim pun yang berdoa kepada Allah sedang doanya itu tidak mengandung dosa atau bermaksud hendak memutuskan silaturahim, kecuali akan diberi Allah salah satu diantar tiga perkara: Pertama akan dikabulkan-Nya doa itu dengan segera. Kedua adakalanya ditangguhkan-Nya untuk menjadi simpanannya di akherat kelak. Dan ketiga, mungkin dengan menghindarkan orang itu dari bahaya yang sebanding dengan apa yang dimintanya." Tanya mereka: "Bagaimana kalau kami banyak berdoa?" Ujar Nabi saw. "Allah akan lebih memperbanyak lagi!"
  8. Tidak menganggapnya lambat akan dikabulkan Allah. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Tentu doa seseorang akan dikabulkan Allah, selama orang itu tidak gegabah mengatakan: 'Saya telah berdoa, tetapi doa itu tidak juga dikabulkan Allah '!"
  9. Berdoa dengan keinginan pasti akan dikabulkan (Optimis). Berdasarkan hadits yang diriwayakan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah salah seorang diantaramu mengatakan: 'Ya Allah ampunilah daku jika Engkau menginginkannya, ya Allah, beri rahmatlah daku jika Engkau mengingininya dengan tujuan untuk memperkuat permohonannya itu, karena Allah Ta'ala, tak seorangpun yang dapat memaksa-Nya!"
  10. Memilih kalimat-kalimat yang mencakup makna yang luas. Umpamanya  رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". Nabi saw. memandang utama berdoa dengan kalimat-kalimat yang mengandung arti yang luas, dan tidak hendak menggunakan yang lain daripada itu. Bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tak ada sebuah doa pun yang diucapkan oleh hamba yang lebih utama dari: 'Allahumma innii as'alukal mu'afata fid dunya wal akhirah'(Ya Allah, saya memohon pada-Mu keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat'!)"
  11. Menghindari yang tak baik terhadap diri, keluarga dan harta benda sendiri. Dari Jabir, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu berdoa buruk terhadap dirimu, begitupun terhadap anak-anakmu, terhadap pelayan-pelayanmu dan harta bendamu! jangan sampai nanti doamu itu bertepatan dengan suara saat dimana Allah bisa memenuhi permohonan, hingga doa burukmu itu akan benar-benar terkabul!"
  12. Mengulangi doa sampai tiga kali. Diterima dari Abdullah bin Mas'ud: "Bahwa Rasulullah saw. senang sekali berdoa dan istighfar tiga kali." (Riwayat Abu Daud).
  13. Mulai berdo'a untuk diri pribadi, baru mendoakan orang lain. Firman Allah Ta'ala:  رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ  : "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.(Q.S.Al-Hasyr:10). Juga diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, katanya: "Bila Rasulullah saw. teringat akan seseorang lalu mendoakannya maka lebih dulu dimulainya dengan dirinya sendiri!" (Riwayat Turmudzi dengan sanad yang sah).
  14. Menyapu muka dengan kedua belah telapak tangan setelah berdoa. Mengenai ini ada riwayat yang diterima dari berbagai jalan, tetapi semuanya lemah. Hanya Hafizh mengisyaratkan bahwa keseluruhannya itu dapat meningkatkan hadits tersebut ke derajat hadits hasan.
Demikianlah syari'at agama mengajarkan kepada kita, semoga kita dikuatkan untuk mengamalkannya. amin...
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ      
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan  !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber: 
Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
http://www.suara-islam.com/read/index/6662/Mengapa-Doa-Kita-Tidak-Dikabulkan--Ini-Sebabnya

2 komentar: