Minggu, 22 September 2013

Prosedur dan Tata Cara Mendaftar Haji

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Dalil Kewajiban Berhaji 

Haji (Bahasa Arabحج; transliterasi: Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijah).
Kewajiban Haji telah jelas tertera di dalam Al-Qur'an Surah Ali-Imran: 96- 97.
                             .إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٍ۬ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكً۬ا وَهُدً۬ى لِّلۡعَـٰلَمِينَ 
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk [tempat beribadat] manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah [Mekah] yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia
 فِيهِ ءَايَـٰتُۢ بَيِّنَـٰتٌ۬ مَّقَامُ إِبۡرَٲهِيمَ‌ۖ وَمَن دَخَلَهُ ۥ كَانَ ءَامِنً۬ا‌ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلاً۬‌ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, [di antaranya] maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya [Baitullah itu] menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu [bagi] orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari [kewajiban haji], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. 


2. Daftar Tunggu Calon Jama'ah Haji

Sebagai seorang muslim, tentunya kita menginginkan semua Rukun Islam bisa sempurna kita tunaikan. Ibadah haji adalah salah satu poin yang tidak semua kaum muslimin bisa menunaikannya. Tentunya ada banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, mulai dari sisi biaya, kesehatan, kesempatan, niat yang kuat hingga faktor-faktor khusus lainnya.
Dari data website Kemenag RI, diperoleh jumlah pendaftar ibadah haji di Indonesia, tiap bulannya mencapai 40.000 jamaah. Berdasarkan catatan dari tahun 2001 sampai 2013, calon pendaftar jamaah haji Indonesia mencapai 4.998.499 orang.  Jika dikurangi dengan yang sudah berangkat, sampai saat ini jumlah jamaah haji Indonesia yang masih menunggu antrian keberangkatan sebanyak 2,2 juta orang.
Sementara itu, dikutip dari ANTARA News Jumat, 7 Maret 2014  - “Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, mengatakan akumulasi pengurangan jumlah jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2014 ini adalah 40 persen.
Setelah dikurangi  40 persen, Anggito mengatakan kuota haji tahun ini adalah 155.200 orang untuk haji reguler dan 13.600 orang haji khusus.”
Sehingga daftar tunggu ibadah haji, bak ular yang mengekor dan tak tau ujungnya. Bahkan dikota-kota tertentu di Indonesia, para calon jemaah haji mesti menunggu hingga belasan tahun untuk mendapatkan nomor antrian kursi. Lalu bagaimanakah jika kerinduan ke tanah suci itu sudah tak terbendung lagi?
Di masa-masa sekarang, kesempatan untuk dapat pergi berhaji bukan hanya sekedar punya kemampuan saja. Daftar tunggu atau antri yang panjang menjadi problema tersendiri, ketika artikel ini dibuat, disetiap kabupaten daftar tunggu rata-rata 8 tahun ke atas. Hal ini terjadi karena beberapa hal:
1. Animo atau minat orang pergi haji yang meningkat seiring meningkatnya taraf hidup dan meningkatnya kesadaran beribadah di kalangan umat Muslim.
2. Dibukanya Dana Talangan Haji oleh beberapa bank yang memungkinkan orang dapat  mendapatkan nomor porsi dengan hanya membayar DP beberapa juta saja, sisanya pihak bank yang memberikan talangan.
Belakangan beberapa bank menghentikan kucuran Dana Talangan Haji dikarenakan antriannya yang sudah terlalu panjang. Tetapi datang lagi masalah susulan. Jatah kuota haji di setiap negara, termasuk Indonesia dikurangi 20 % oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena adanya pembangunan proyek di sekitar Masjidil Haram, dan ini direncanakan akan berlangsung hingga tahun 2016, maka tambah penjanglah daftar antri yang memang sudah panjang itu.
Apakah dalam kondisi antrian yang panjang ini anda sudah mendaftar haji ? jika sudah, alhamdulillah. Tetapi jika belum, anda akan mengalami masa tunggu yang jauh... lebih lama lagi di waktu yang akan datang. Bulatkan tekad, iringi dengan kesungguhan mengumpulkan uang, dan rajinlah berdo'a.  insyaallah niat anda lebih dekat terkabul.


3. Persyaratan Pendaftar Haji

Setiap warga Negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji mendaftarkan diri ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten / Kota dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Beragama Islam;
2. Mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
3. Berdomisili di Indonesia;
4. Sehat jasmani dan rohani;
5. Calon jemaah haji wanita harus disertai mahramnya;
6. Mengisi Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang ada pada Kantor Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH);
7. Memperoleh porsi dan membayar / melunasi BPIH;
8. Mendaftar pada Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota tempat domisili calon jemaah;
9. Khusus bagi warga Negara Asing yang berdomisili di Indonesia, dan bermaksud menunaikan ibadah haji, selain memenuhi persyaratan di atas pengaturannya dilakukan sebagaimana prosedur warga Negara asing pemukim yang akan berangkat ke luar negeri yaitu dengan persyaratan :
a. Memilki paspor kebangsaan yang berlaku atas namanya dan berangkat haji
menggunakan paspor kebangsaannya;
b. Memiliki dokumen keimigrasian / izin tinggal yang berlaku sekurang-kurangnya 6 bulan;
c. Memiliki izin masuk kembali / re-entry permit;
d. Tidak tercantum dalam daftar cegah tangkal.
Dokumen tahap awal sebagai berikut:
a) Fotokopi buku tabungan;
b) Fotokopi KTP;
c) Fotokopi KK;
d) Fotokopi Surat/Akta Nikah;
e) Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah;
f) Fotokopi Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan (asli dibawa);
g) Fotokopi Surat Keterangan Sehat (asli dibawa).
Masing-masing rangkap satu.


4. Cara Dan Prosedur Mendaftar Haji

Berikut panduan prosedur mendaftar haji sesuai dengan urutan / tahapan birokrasinya.
1. Menyetor uang di bank Sebesar Rp. 25.000.000,00 (mulai 1 jJanuari 2014 naik menjadi Rp. 30 jt, red) untuk mendapat porsi haji.
- Anda akan membuka rekening khusus untuk program haji.
- Bagi yang hendak menggunakan dana talangan, mungkin beberapa bank masih membuka kredit talangan haji.(mulai akhir 2013 dana talangan haji ditiadakan akibat panjangnya daftar antrian haji- red).
2. Membuat Surat keterangan/pernyataan domisili dari lurah bermaterai, sampai mengetahui kecamatan. (Dengan Surat Pengantar dari RT dan RW). 
3. Membuat Surat Keterangan Sehat dari PUSKESMAS setempat.
4. Foto berwarna dengan latar belakang putih, 70% - 80% tampak wajah.
5. Mendaftarkan diri di Kantor Kementrian Agama setempat (Urusan Haji), dengan membawa:
  1. Foto copy buku Tabungan haji (1 lembar) dan diperlihatkan aslinya.
  2. Surat Keterangan Domisili (asli)
  3. Surat Keterangan Sehat dari PUSKESMAS (asli)
  4. Foto Copy Akta lahir / Surat Nikah / Ijasah (2 lembar).
  5. Foto copy Kartu keluarga (2 lembar).
  6. Foto copy KTP (6 lembar).
  7. Pas foto ukuran 3x4 (30 lembar) dan ukuran 4x6 (13 lembar).
6. Setelah terdaftar di Kemenag, anda akan kembali lagi ke bank penerima setoran, untuk mendapatkan nomor porsi.
7. Ke kantor kemenag lagi untuk menyerahkan bukti nomor porsi dari bank.
8. Selesai. Tinggal tunggu kabar kapan berangkat.

4. Tips

1.Jika anda orang yang sibuk, persiapkan bahwa semua dokumen sudah lengkap ketika hendak mendaftar di kemenag, agar tidak bolak-balik karena ada yang kurang atau ketinggalan.
2.Antisiapasi kemungkinan jika pejabat yang berwenang tidak ada di tempat, seperti RT, RW, lurah, dan camat.
3.Tidak foto dengan berbaju putih; karena akan sama dengan background-nya.

JIKA SUDAH BERKETETAPAN HATI, BERTAWAKKALLAH KEPADA ALLAH. 
Semoga diberi kelancaran dan kemudahan untuk segala urusan kebaikan, amin.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
http://yogyakarta.kemenag.go.id/file/file/effi/quxt1393218606.pdf
Dan sumber-sumber lain yang telah diedit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar