Kamis, 29 Agustus 2013

Tata Cara dan Contoh Pembagian Waris Secara Islam

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Keutamaan Hukum Waris Secara Islam

Hukum Kewarisan menurut hukum Islam sebagai salah satu bagian dari hukum kekeluargaan (Al-ahwalus Syahsiyah) sangat penting dipelajari agar supaya dalam pelaksanaan pembagian harta warisan tidak terjadi kesalahan dan dapat dilaksanakan dengan seadil-adilnya, sebab dengan mempelajari hukum kewarisan Islam maka bagi ummat Islam, akan dapat menunaikan hak-hak yang berkenaan dengan harta warisan setelah ditinggalkan oleh muwarris (pewaris) dan disampaikan kepada ahli waris yang berhak untuk menerimanya. Dengan demikian seseorang dapat terhindar dari dosa yakni tidak memakan harta orang yang bukan haknya, karena tidak ditunaikannya hukum Islam mengenai kewarisan. Hal ini lebih jauh ditegaskan oleh rasulullah Saw. Yang artinya:
“Belajarlah Al Qur’an dan ajarkanlah kepada manusia, dan belajarlah faraidh dan ajarkanlah kepada manusia, karena sesungguhnya aku seorang yang akan mati, dan ilmu akan terangkat, dan bisa jadi akan ada dua orang berselisih, tetapi tak akan mereka bertemu seorang yang akan mengabarkannya (HR. Ahmad, Turmudzidan An Nasa’I”).

1. Materi Pendukung Tata Cara Pembagian Waris

Untuk dapat membagi waris secara benar, perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan persiapan dan tata aturan sebelum membagikan waris. Ada baiknya anda membaca postingan saya sebelumnya, yakni :
'Aul, Radd. dll.
Setelah dipahami penjelasannya, mulailah belajar menganalisa contoh-contoh kasus pembagian waris dengan berbagai variannya.


2. Metode dan tahapan membagi warisnya, adalah:

1. Inventarisir siapa saja ahli waris yang beroleh bagian.
2. Tentukan bagian masing-masing ahli waris.
3. Jika jumlah bagian total belum bulat, samakan penyebutnya.
4. Jika penyebut sudah sama dan jumlah bagian sudah bulat, jadikanlah masing-masing ke bentuk persen agar lebih mudah dipahami.

3. Contoh - Contoh Cara Pembagian Waris Islami

silsilah keluarga
Grafik Silsilah Kelurga
Di dalam sebuah keluarga besar terdiri dari seorang bapak/kakek, ibu/nenek, suami, isteri,  anak laki-laki, dan 2 anak perempuan, bagaimanakah cara pembagian warisnya jika salah satu dari mereka mati ?
(Status ahli waris bisa berubah sesuai atau dinisbatkan dengan si mati).

Soal 1. Jika (C)suami meninggal dunia, siapa sajakah ahli warisnya, dan berapakah bagiannya ?
waris jika suami meninggal
Gambar 1. Tata Cara Pembagian Waris.
Penjelasan:
-Sisa 13 harus dibagi rata menjadi 4 (2 bagian untuk anak perempuan+2 bagian untuk seorang anak laki-laki).
-Kalau tidak bulat hasilnya, kalikan saja 13 x 4, kalikan juga hasil bagian ahli waris lain dan penyebutnya dengan angka yang sama: 4.
Mudah kan ?

Soal 2. Bagaimana jika (A) bapak yang meninggal dunia, siapa saja ahli warisnya, dan berapa bagian masing-masing ?

metode membagi waris
Gambar 2. Penyelesaian Soal 2

Penjelasan:

Kolom A. Status ahli waris harus selalu dinisbatkan dengan si mati. Karena yang meninggal bapak maka terjadi perubahan status:                              "Ibu" berubah menjadi "isteri (nya si mati)".   "Suami" berubah menjadi "Anak (nya si mati)". B2 tidak dapat karena cuma besan - D bukan ahli waris karena menantu - E,F,G, dalam hal ini adalah cucu, tidak mendapat bagian waris karena terhalang oleh bapaknya (C).
Kolom B,C dan D rasanya cukup mudah dipahami.
    Soal 3. Jika yang meninggal adalah E (Anak Laki-laki) siapa sajakah ahli warisnya, dan berapa bagian masing-masing ?
    Penjelasan: 
    Kolom A. (C) "Suami" berubah menjadi "Bapak (nya si mati)". (D) "Isteri " berubah Menjadi "Ibu (nya si mati)". F dan G berubah menjadi "Saudara perempuan (nya si mati)".
    tahapan membagi waris
    Gambar 3. Penyelesaian soal 3.
    Kolom B. Mestinya ibu mendapat bagian 1/3 karena si mati tidak punya anak, tetapi karena si mati memiliki 2 saudara atau lebih ( di sini F dan G) maka bagian ibu menjadi 1/6. (Q.S. An-Nisa: 11). Akan halnya saudara-saudara perempuan, mereka tidak mendapat bagian karena terhalang oleh "Bapak", kehadiran mereka hanya mengurangi bagian ibu dari 1/3 menjadi 1/6.
    Soal 4.
    Assalamu'alaikum wr.wb ustaz yg dirahmati Allah.
    Ibu sy wafat 15 thn yg lalu saat itu msh ada kakek&nenek. Namun saat itu warisan belum dibagi. Kemudian ayah sy wafat 1 tahun yg lalu dg meninggalkan istri (tanpa anak) & selama menikah dg beliau tidak ada aset yg bertambah hanya menyewa tanah untuk berkebun (lahan produktif). Saat ini kami ingin membagi warisan. Kami 3 bersaudara. 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Bagaimana pembagian warisan mengingat kami belum berniat menjual aset-aset (tanah & rumah) yg org tua tinggalkan. Apakah ibu tiri & nenek (dr ibu) masih dapat hak waris? 
    Sy minta arahan dr ustaz. 
    Jazakumullah khairan katsiro.
    Jawab:
    'Alaikum salam wr. wb. 
    Terima kasih telah memberi kesempatan saya untuk membantu menyelesaikan masalah waris pada keluarga anda.
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian waris menurut hukum Islam, diantaranya:
    1. Yang disebut HARTA WARISAN adalah : semua harta peninggalan dari si mati (saja), baik dari perolehan, peninggalan, pemberian atau dari jalan manapun yang telah dinyatakan sah sebagai milik ybs. jadi pisahkan dulu, mana yang harta milik ayah, dan mana yang milik ibu.
    2. Jika yang meninggal lebih dari satu orang dengan ahli waris yang berbeda, maka proses pembagiannya dipisahkan berdasarkan urutan kronologis kematian.
    A. DATA INPUT:
         * Yang meninggal: ibu dan ayah.
         * Ahli waris: kakek (ayahnya ibu anda), nenek (ibunya ibu anda), ayah, isteri (ibu tiri anda), anak laki-laki dan anak perempuan 
         * Harta pusaka : rumah dan tanah.
    B. PERTANYAAN:
         [1].Cara pembagian waris keluarga anda
         [2].Waktu pembagian: jika belum berniat menjual harta pusaka.
         [3].Apakah ibu tiri dan nenek dari ibu masih dapat hak waris ?
    C. JAWABAN:
    [1]. Cara pembagian waris dalam keluarga anda adalah,sbb.:
          1.A. Ketika ibu anda meninggal dunia (lihat lampiran tabel 1)
          1.B. Ketika ayah anda meninggal dunia (lihat lampiran tabel 2)

    [2]. Waktu pembagian waris:
         - Jika memungkinkan, sebaiknya harta warisan dibagikan secepatnya, agar para ahli waris sempat menikmati hak bagiannya, disamping mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. 
         - Akan tetapi jika karena alasan tertentu hendak ditunda, silakan saja asal semua ahli waris menyepakatinya, dan tidak ada kekhwatiran ada kemudharatan/kerugian.
    [3]. -Ibu tiri tidak mendapat waris jika yang meninggal adalah anak tiri, tetapi jika yang meninggal adalah suaminya, maka dia beroleh bagian waris karena statusnya sebagai "Isteri" (lihat tabel 2).
         - Nenek dari ibu mendapatkan waris jika ibu anda yang meninggal (karena ibu anda adalah anaknya- tabel 1), tetapi jika yang meninggal dunia adalah ayah anda, si nenek tidak mendapat bagian, kerena ayah anda adalah "menantu." (tabel - 2).
    SARAN:
    Sebaiknya saat pembagian warisan, dibuatkan semacam berita acara yang ditandatangani semua ahli waris dan para saksi, untuk menghindari pengingkaran, sengketa dan tuntutan di kemudian hari.
    Semoga bermanfaat.

    Soal 5.
    Assalaamu'alaikum. Wr. Wb.
    Selamat siang pak Ustadz. Terimakasih atas responnya. Saya mengirim infaq dengan maksud meminta bantuan pak ustadz atas masalah pembagian waris menurut islam .
    Adapun kronologisnya sebagai berikut :
    Pada saat ibu saya meninggal, hal2 yang ditinggalkan adalah :
    - Bapak saya
    - Harta yg didapat selama pernikahan bpk ibu sebesar 250jt rupiah. 
    -4 anak laki2 dan 6 anak perempuan.
    - kedua orangtua ibu .
    Selama hidup ibu saya adalah bekerja sebagai ibu rumah tangga.
    Sepeninggal ibu, 2 anak laki dan kedua orang tua ibu meninggal dunia.
    Kemudian bapak saya menikah lagi dengan ibu baru dan dikaruniai 1 anak perempuan dan 1 anak laki. Kemudian Bapak saya meninggal dunia dengan harta yang ditinggalkan selama menikah dengan ibu baru tsb sebesar 150jt rupiah. Pekerjaan ibu baru adalah juga ibu rumah tangga. Saat meninggal kedua orang tua dari bpk saya sdh meninggal duluan.
    Dengan kronologis tersebut mohon bantuan ustadz bagaimana pembagian warisnya.
    Atas bantuan ustadz kami ucapkan terimakasih.
    Wass. Wr. Wb.
    Jawab.
    'Alaikum salam Wr. Wb.
    Ibu xxx yang dirahmati Allah, terima kasih ibu telah menghubungi kami dan berkomitmen dengan pembagian waris berdasarkan syari'at Islam. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pembagian waris ini, diantaranya:
    1. Bahwa yang dimaksud harta warisan adalah harta peninggalan yang sah menjadi milik si mati (saja), bukan harta gono-gini sebagaimana yang dipakai dalam hukum adat dan hukum waris negara (KHI). Hitunglah berapa kira-kira besaran saham (kepemilikan ibu anda dalam 250 juta itu), jika sulit, bisa diambil kesepakatan dengan semua ahli waris, hal ini dibenarkan menurut syari'at, (silakan baca artikel kami, ( Harta Gono-Gini )
    Untuk pembagian waris kasus keluarga anda, silakan anda cari tahu kepemilikan saham masing-masing alm./almarhumah; saya akan berasumsi bahwa 250 juta yang pertama milik ibu semua, dan 150 juta yang kedua adalah milik bapak semua; anda cukup memperhatikan prosentase perolehan masing-masing ahli waris.
    2. Bahwa yang dimaksud ahli waris adalah orang yang mempunyai hubungan keluarga, perkawinan, serta masih hidup saat pewaris meninggal dunia. Maka 2 saudara laki-laki sekandung anda yang meninggal sebelum bapak, hanya mendapat bagian dari warisan ibu saja, yang bagiannya diserahkan kepada ahli warisnya.
    INPUT DATA: (Kasus I):
    1. Pewaris: ibu
    2. Harta warisan: Rp. 250 juta.(belum dipilah berapa yang milik ibu)
    3. Ahli waris: 
       - Suami
       - Ayah
       - Ibu
       - 4 Anak laki-laki
       - 6 Anak perempuan
    INPUT DATA (Kasus II): 
    1. Pewaris: Bapak
    2. Harta Warisan: Rp. 150 juta (belum dipilah berapa yang milik bapak)
    3. Ahli Waris: 
       - Isteri (kedua):
       - 3 Anak laki-laki
       - 7 Anak perempuan
    PERTANYAAN:
       - Bagaimana pembagian warisnya ?
    JAWABAN:
    A. Saat Ibu meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya adalah, sbb.:
    Keterangan:
    - Anak laki-laki dan perempuan mendapat sisa (ashabah) sebesar 5/12, dengan komposisi bagian anak laki-laki = 2x bagian anak perempuan. 
    - Karena 5 tidak bisa dibagi 12, maka 12-nya dikali jumlah bagian anak =14 (lihat kolom X); dan bagian ahli waris yang lain juga mengikuti dikalikan 14.
    B. Saat bapak meningal dunia, maka ahli waris dan pembagian warisnya adalah sbb.:

    Keterangan:
    - Kolom x adalah jumlah bagian untuk semua anak, = 13.
    - Sisa untuk anak 7/8 tidak bisa dibagi 13, maka 13 dikalikan 8, perolehan waris isteri juga dikali 13 agar imbang.
    Demikianlah ibu xxxyang bisa saya bantu, jika ada hal yang ingin ditanyakan lagi jangan segan untuk menghubungi 0856 xxxxxxxx   tanpa harus memberi infaq lagi. Semoga Allah memberi hidayah dan rahmatNya kepada kita semua, amin. Allaahu a'lam.
    Saya cukupkan dulu, kiranya metodenya bisa dimengerti, dan contoh-contohnya bisa mewakili untuk soal-soal yang sejenis. Semoga Bermanfaat.
    Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.

                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
          “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
    Sumber: 
    Fikih Sunnah 14, Sayyid Sabiq, Penerbit: PT.Al-Ma'arif, Bandung.
    Al-Fara'id, A.Hassan, Penerbit: Pustaka Progressif

    234 komentar:

    1. sy mau share sbb: bapak & ibu meninggal kan 3 anak laki2 dan 2 anak perempuan dan satu anak perempuan sdh meninggal sebelum kedua orang tua meninggal namun mempunyai anak 1 orang laki2,untuk pembagian waris nya bagai mana...? apakah anak laki2 dari saudara perempuan yg sdh meninggal lebih dulu itu mendapat hak waris ....?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Silakan lihat jawabannya di " Forum Konsultasi....."

        Hapus
    2. Alaikum salam Wr. Wb.
      Saudara Arief,
      1. Ibu dari 2 cucu laki-laki telah sah memiliki bagian waris; karena dia masih hidup tatkala pewaris (kakek dan nenek) meninggal dunia. Besaran bagian warisnya adalah 20% (dibagi rata untuk 5 anak).
      2. 2 cucu laki-laki tsb. mempunyai hak waris bagian (milik) ibunya yang belum sempat dibagikan sebagaimana point. 1.
      3. Ini hanya perkara: Hak waris yang tertunda atau terlambat dibagikan.
      Hikmahnya, jika ada pewaris meniggal dunia, hendaklah segera diurus pembagian warisnya. Hal ini bisa menghindari (jejak pusaka yang makin sulit dilacak + ahli waris tidak sempat menikmati bagian warisnya karena satu dan lain hal).
      Terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi, semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    3. Assalaamualaiakum wr.wb. saya mau bertanya sbb: kakak laki2 saya meninggal dunia dua minggu setelah isterinya.kakak saya meninggalkan 3 orng anak lk2 dan 5 orng anak perempuan dan ibu masih ada, 3 tahun kemudian ibu saya meninggal dunia, Misalkan harta warisannya bernilai rp. 600.000.000,-Bagaimanaa cara membagi warisannya,brp bagian masing2?

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb. Silakan lihat jawabannya di "Forum Konsultasi..... nomor 18."

        Hapus
    4. Rani
      Assalaamualaikum wr.wb.sebelumnya minta ma'af di jawaban no 18. warisan ibu saya dari kakak saya yg meninggal itu 1/8 apa 1/6? terus terang kemarin anak2nya kakak saya menyelesaikan warisannya di Pengadilan Agama Cibinong Bogor hasilnya ibu mendapat 1/6 dari harta kakak saya setelah di bagi dua dulu dg isterinya yg sdh meninggal ktnya harta gono gini.padahal isteri kakak saya itu hanya sbg ibu rumah tangga.malah klo beli apa2 dulu selalu kerja sama dg ibu saya ,tapi anak2nya sepertinya keberatan membagi 1/6 langsung dari harta kakak saya seperti yg di sarankan oleh bpk kyai setempat,malah ingin ke pengadilan.Pertanyaan saya apa cara paengadilan itu sudah sesuai dg syariat islam? apa boleh seperti itu?

      BalasHapus
    5. Assalamuallaiku Ustadz,
      saya mau bertanya tentang pembagian warisan yang ditinggalkan oleh kakek saya.
      jadi kakek saya punya sebidang tanah (beserta rumah),
      kakek saya hanya mempunyai 2 anak perempuan yaitu anak 1 (ibu saya) dan anak 2 (tante saya).
      kakek dan nenek sudah meninggal, ibu dan bapak saya sudah meninggal. dan tante saya sudah meninggal (oom masih hidup). saya 4 bersaudara (3 laki, 1 perempuan), sedangkan tante saya mempunyai 2 anak perempuan.
      info tambahan :
      tanah tersebut diurus , ditempati dan dipelihara oleh ibu saya dan anak2nya (termasuk saya selalma 40 thn lebih) sedangkan keluarga tante tinggal di sulawesi.
      pertanyaan saya,
      1. siapa sajakah yg termasuk ahli waris
      2. bagaimanakah pembagian warisannya menurut islam
      3. ada yang bilang warisan tersebut langsung dibagi 2 kubu (yaitu keluarga ibu dan keluarga tante), ada yg bilang warisan tersebut dibagi semua cucu2 dengan pembagian cucu laki 2 kali dari cucu perempuan. yang mana kah yang benar menurut sariat islam

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb., silakan lihat jawabannya di "Forum Konsultasi, Informasi Dan Tanya-Jawab Masalah Waris." (nomor 19)

        Hapus
    6. Assalamualaikum.. saya mau tanya, sebidang tanah beserta rumah kira 600 m2.pembagiannya gimana? Anak2 ada 7 orang. Anak pertama laki2 dan yg lainya perempuan semua. Wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam Wr. Wb. silakan lihat jawabannya di "Forum Konsultasi dan Tanya- ....." (nomor 25)

        Hapus
    7. Assalamu'alaikum,
      Ayah Saya meninggal 12 th silam, bagaimana status harta warisan ayah dan Bilakah waktunya membagi warisan kepada ahli waris, bagaimana halnya kalau hal tersebut tidak dilaksanakan sampai saat ini dan bagaimana mengutarakannya karena saya merasa sungkan kepada Ibu. Wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        Sdr Henhazz yang dirahmati Allah,
        1. Setiap hak harus ditunaikan atau diserahkan kepada yang berhak, sementara membaginya dengan hukum islam adalah wajib (fardhu) makanya dinamakan ilmu fara'idh (Ilmu tentang kewajiban /ketetapan Allah dalam hal waris)
        2. Sebaiknya ketika seseorang meninggal dunia, dan pengurusan jenasah telah selesai, segeralah dibicarakan pembagian harta warisnya, untuk menghindari hilang/berkurangnya objek waris, meninggalnya saksi atau menyusulnya ahli waris sebelum sempat menikmati hak bagiannya. Belum lagi generasi berikutnya yang tidak paham silsilah dan menginginkan harta pusaka, tentu akan menambah runyam masalah dan hubungan kekeluargaan. Membagi segera lebih utama, tetapi penyerahan objek waris bisa kapan saja, yang penting sudah tertulis jelas, siapa saja ahli warisnya, dan berapa-berapa bagiannya.
        3. Anda bisa memberi pengertian kepada ibu dengan membacakan surat An-Nisa ayat 13 dan 14, atau anda meminta tolong orang yang disegani ibu untuk menjelaskannya.
        Semoga bermanfaat, jika masih ada yang belum jelas, silakan pergunakan fasilitas "Konsultasi Pribadi".

        Hapus
    8. saya dan istri saya mempunyai 3 orang anak perempuan,, saya mau membaginya ,, bagaimana caranya..wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sdr Adetirta, alangkah baikanya jika pertanyaannya dibiasakan diawali dengan salam, karena itu etika /adab orang Islam.
        Anda dan istri serta anak-anak masih hidup,belum boleh bagi-bagi waris, kecuali sosialisasi jumlah pembagian kalau kelak ada yang meninggal dunia.
        1.Jika anda meniggal lebih dulu, istri dapat 1/8, 3 anak 2/3 dibagi 3
        2. Jika isteri meninggal lebih dulu, anda dapat: 1/4, 3 anak dapat 2/3 dibagi 3
        3. Jika salah satu anak meninggal dulu sebelum menikah, isteri anda dapat 1/6, sisanya yang 5/6 menjadi bagian anda.
        Jika ada yang perlu di diskusikan lebih lanjut, silakan gunakan fasilitas "Konsultasi Pribadi", Semoga bermanfaat.

        Hapus
    9. asalamualaikum wr wb

      Tahun 2000 Bapak saya sudah meninggal dan meninggalkan 3 anak laki di istri yg pertama dan istri pertama meninggal, dan menikah lagi dg istri yg ke 2 mempunyai 2 orang anak 1 laki dan 1 perempuan, dan meninggalkan 5 HA Tanah, dan Th 2008 anak No 2 Menjual tanah 1HA keorang lain tanpa persetujuan ahli waris dalam tata cara islam bagaimana pembagian harta warisnya tolong jawabanya atau ke email : budi.widiarto@yahoo.co.id

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
        Sdr. Budi Widiarto yang dirahmati Allah Ta'ala,
        Ada 2 tahap pembagian waris sesuai urutan kematian pewaris.
        1.Ketika isteri pertama meninggal dunia, bagilah harta milik si isteri kepada para ahli warisnya, yakni: 1.Suami (25%), dan 3 anak laki-laki (@25%).
        2. Ketika suami/bapak anda meninggal dunia th.2000, bagilah semua harta milik bapak anda kepada para ahli warisnya, bagiannya adalah: 1.isteri ke-2 (12,5%), 2. Tiga anak laki dari isteri pertama (@ 19,44%), 3. Anak-anak dari isteri kedua, anak laki (19,44% +anak perempuan :9,72%).
        3.Anak yang telah menjual sebagian tanah warisan, bagian warisnya dipotong hasil penjualan, jika tidak mencukupi itu dianggap hutang, kecuali ahli waris yang lain mengikhlaskan,
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    10. Assalamu'alaikum wr.wb.
      Ustadz,saya mau tanya,bagaimana cara membagi warisan dari kakak istri saya yang telah meninggal,dan dia tidak punya anak kandung,hanya anak pungut,perlu diketahui kakak istri saya adalah istri muda,karena kakak ipar saya tidak mempunyai anak,anak dari suami kakak ipar saya dari istri tua jadi ngerecokin,menambah keruh suasana,sedangkan saudara kandung dari istri saya ini merasa kalau anak dari istri pertama tdk punya hak atas warisan dari kakak saya,kakak ipar saya ini meninggalkan seorang suami,tiga orang saudara kandung yangmasih hidup,(dua perempuan satu laki-laki)yang ingin saya tanyakan adalah:
      1. berapakah hak suami,dan apa dasar hukumnya
      2. Adakah hak dari saudara almarhumah,kalau ada berapa dan apa dasar hukumnya
      3. adakah hak anak pungut,kalau ada berapa dan apa dasar hukumnya
      4. adakah hak anak suami dari istri pertamanya,kalau ada berapa dan apa dasar hukumnya
      saya sangat membutuhkan jawaban dari bapak demi kelangsungan dan kerukunan hidup keluarga untuk ke depannya supaya tidak terjadi pertentangan dan demi ketenangan almarhumah di alam kubur
      sekian dan terima kasih sebelumnya atas bantuan bapak
      Wassalaamu'alaikum wr.wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        1.Bagian suami= 1/2 (Q.S. An-Nisa: 12).
        2.Bsgian Saudara-saudara= 'ashabah sisa setelah diambil yg lain (Q.S.An-Nisa:176).
        3.Dalam syari;at Islam, anak pungut bukan ahli waris, dia tidak ada hubungan keturunan ataupun perkawinan (hakikatnya tetap orang lain).
        4.Anak dari isteri petama tidak ada hubungannya dengan almarhumah; mereka bisa mewarisi jika bapaknya yang meninggal dunia.
        PEMBAGIAN WARISNYA, sbb:
        1. Suami ------------------ : 1/2---- 4/8 (50%)
        2. Saudara laki-laki-----: sisa--- 2/8 (25%)
        3. Saudara perempuan: sisa--- 1/8 (12.5%)
        4. Saudara perempuan: sisa--- 1/8 (12.5%)
        Semoga bermanfaat

        Hapus
    11. Assalamualaikum wr.wb.
      Ustad, saya mau tanya, ibu punya 2 anak dr 2 pernikahan ( 1. Laki2 ikut suami/cerai. 2. Perempuan ikut ibu/suami meninggal). Bapak punya 1 anak laki2 ikut istri/cerai. Kemudian nikah punya 7 anak kandung ( sulung laki2 adik2nya 6 perempuan ). Bapak meninggal meninggalkan warisan rumah + tanah kira2 600 m2. Ibu nikah lagi/cerai punya 1 anak perempuan ikut ibu. Setelah ibu meninggal bagaimana cara pembagian warisan yang diatas. Wassalamualaikum...

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
        Sejujurnya saya agak kurang paham dengan keterangan anda yang penuh liku-liku. Menurut pemahaman saya, bapak anda total punya 8 anak (7 laki-laki dan 1 perempuan); sementara ibu memiliki 2 anak (1 laki-laki+1 perempuan). Mohon dikoreksi kalau saya salah/keliru.
        PEMBAGIAN WARISNYA:
        Jika tidak ada ahli waris dari golongan orang tua bapak dan ibu, maka semua warisan dibagikan kepada anak masing-masing, yakni:
        AHLI WARIS BAPAK:
        [1]. 7 anak laki-laki, masing-masing mendapat bagian 13,33 %
        [2]. 1 anak perempuan mendapat 6,66%
        AHLI WARIS IBU:
        [1]. 1 anak laki-laki mendapat 2/3 bagian, dan 1 anak perempuan 1/3 bagian.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    12. Sama-sama, terima kasih juga telah mampir ke blog ini, semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    13. Assalamualaikum.
      Saya perjelas lagi,soal pertanyaan saya pd 29 01 14 jam 14 28, ibu saya menikah I. Punya anak 1 laki2 ( cerai / anak ikut suami I ). Kemudian ibu nikah yg II. Punya anak 1 perempuan ( suami meninggal/ anak ikut ibu saya). Kemudian ibu nikah yg III. Punya anak 1 laki2 + 6 perempuan ( suami/bapak meninggal meninggalkan warisan rumah + tanah 600 m2).kemudian ibu nikah IV. Punya anak 1 perempuan ( cerai/anak ikut ibu). Setelah ibu meninggal gimana pembagian warisan dr bapak saya diatas. Apakah anak2 dari pernikahan ibu yg I,II dan IV mempunyai hak waris dari peninggalan bapak? Mdh2an yah pak ustad, wassalam....

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        [1] Ketika bapak anda/suami ke-3 ibu meninggal, yang berhak dapat warisan adalah ibu anda, orang tua bapak (jika ada) dan semua anak-anak bapak. Anak dari pernikahan ke-1, 2 dan 4 tidak mendapat waris, karena tidak ada hubungan nasab dengan bapak.
        [2] Ketika ibu meninggal dunia, barulah semua anak ibu dari perkawinan 1 - 4 mendapatkan hak waris.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    14. Asskum wr wb. Ustad yang saya takdimi. Izinkan saya mau bertanya... Saya akan membagi warisan harta tinggalan orang tua saya dengan ahli waris sebagai berikut.
      Saya memiliki saudara 7 orang (5 laki-laki dan 2 perempuan) Kakak perempuan lain bapak dengan kami berenam. pertanyaannya berapa bagian kakak perempuan yang lain bapak dan yang sebapak dan se ibu dengan kami?? Terima kasih. salam takdim dari saya. Imam Ropii

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Bapak Imam Ropii yang dirahmati Allah, saya perlu data tambahan:
        - Siapakah yang meninggal, bapak atau ibu anda ?
        - Berapa jumlah saudara yang se-ibu dan berapa yang sekandung?
        Saya segera jawab jika data susulan datang, terima kasih.

        Hapus
    15. Assalamu'alaikum wrwb.
      Saya mau tanya Ortu (bapak) saya meninggal dengan meninggalkan Istri dan anak 5 (laki2 4 perempuan 1) bagaimana cara menghitung pembagian warisannya. Bagaimana jika sebagian dari penerima warisan menginginkan untuk tidak menerima dan memberikan pembagian warisannya kepada yang lain.
      Terima kasih atas jawabannya
      Wassalamu'alaikum wrwb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        [1] Bagian warisnya adalah:
        - Isteri = 12.5 %; setiap anak laki-laki: 19.44 %; dan anak perempuan: 9.72 %.
        [2] Bagian waris diberikan kepada orang lain/saudara sangat baik, karena menurut hadits, itu amalan yang mendapat 2 pahala, yakni pahala shadaqah dan pahala silaturahim, namun hendaklah diperhatikan hal-hal sbb.:
        1. Beritahukan dulu besaran bagian masing-masing ahli waris, sebagai tanda bahwa waris telah dibagikan secara prosedur islam.
        2. Pemberi shadaqah hendaklah memperhatikan kecukupan untuk keluarga/ahli warisnya, juga mintakan ijin dan keikhlasannya; karena hakekatnya pemberian itu akan mengurangi hak ahli warisnya.
        3. Lebiih aman jika dibuatkan surat keterangan semacam "berita acara", untuk menghindari jika ada pengingkaran atau tuntutan dari generasi berikut di kemudian hari.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    16. Assalamualaikum wr wb
      kepada Bapak yg terhormat

      Saya punya petanyaan mengenai hak waris
      skitar 3 minggu yg lalu ayah saya meninggal
      ayah mempunyai anak 1 laki laki dan 2 perempuan
      serta 1 istri (ibu saya)
      saya adalah anak laki2 dan anak sulung dan sudah beristri namun belum diberi keturunan,
      adik2 saya dua2nya perempuan dan belum menikah.
      Dan 1 anak perempuan dari istrinya yang dulu yang telah
      lama dicerai
      anak perempuan bapak ( kaka tiri saya) dari istrinya yg dulu telah mempunyai
      1 anak perempuan, tetapi telah lama bercerai dengan suaminya
      Sekarang dia tinggal dengan ibunya, dan tidak pernah sekalipun
      mau tinggal sama ayah saya sekalipun, ayah hanya memberikan biaya kuliah
      dan menikahkannya sekali waktu itu.
      sekarang saya dan ibu saya meneruskan usaha (toko) bapak yg sudah dirintis dengan ibu saya dulu
      Harta peninggalan ayah saya adalah satu buah toko
      satuu kontrakan kecil dibelakangnya
      dan satu rumah
      yg sekarang saya tinggali bersama ibu dan adik2 saya
      dan sebagian uang tabungan hasil usaha ayah dan ibu saya selama ini.
      Dan suatu saat saya memang merencanakan untuk mengontrakan toko ini
      dan menjual rumah tersebut untuk pindah ke tempat lain.
      Pertanyaannya bagaimana saya membagi waris kepada kaka tiri saya yg perempuan itu?
      mohon penjelasannya dan saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya
      assalamualaikum wr wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam Wr. Wb. sudah dijawab di "Forum Konsultasi....."

        Hapus
    17. Assalamu'alaikum wr wb,
      Pak Ustad, m0h0n ijin , bila Bapak berkenan, b0lehkah saya bertanya, tentang pembagian warisan menurut Islam..

      Nenek saya meninggal dengan meninggalkan
      * (1 anak laki laki yaitu bapak saya yang telah duda)
      * Cucu nenek : 1 perempuan dan , 1 laki laki
      Bagaimana pembagian nya sesuai dengan syariat Islam..

      Terima kasih banyak atas jawabannya..

      Sem0ga Allah SWT membalas kebaikan Pak Ustad..

      Wassalamu'alikum wr wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        Sdr Rednow Solo, Bertanya dibolehkan selama belum dilarang !!!
        Jika ahli waris hanya bapak, tidak ada orang tua/suami nenek, maka bapak anda mendapat ashabah, artinya: mengambil semua harta warisan nenek (100 %), cucu terdinding karena ada bapak.
        Amiiin.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    18. assalamualaikum pak ustadz
      sebelum ibu saya menikah dengan bapak saya, bapak saya sudah punya 2 anak perempuan. sebelum menikah dengan ibu saya bapak saya hanya punya sebidang tanah. setelah menikah dengan ibu saya dan usahanya bapak ibu saya sukses maka bapak ibu saya punya tanah yang banyak. sekarang bapak saya sudah meninggal bagaimana pembagian warisannya. karena semuanya tanah dibunyikan nama bapak. terimakasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Bagilah semua harta ayah untuk semua ahli warisnya, antara lain :
        - orang tua ayah (jika masih hidup saat ayah meninggal)
        - Isteri (ibu anda)
        - Semua anak ayah, termasuk 2 anak perempuan dari pernikahan terdahulu.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    19. ustazd saya mau tanya : bagai mana pembagian harta 3 orang anak, orang tuanya meninggal dan satu ahli warisnya laki2 meninggal duluan sebelum orang tuanya apakah anak 2 ahli warisnya dapat........ustazd tolong jelaskan...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sebaiknya membuka pertanyaan dengan salam, OK ?
        Anak yang meninggal dunia duluan tidak mendapatkan hak waris, kecuali kalau dua anak yang masih hidup adalah perempuan, maka cucu dari anak laki-laki bisa mendapat bagian waris.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    20. Assalamualaikum.... Pak Ustad.
      Mohon pencerahannya dan petunjuk terkait pembagian warisan:...???
      Kami ada 5 saudara; 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki (saya dan juga anak bungsu), kami semua telah bekeluarga, Ibu saya meninggal dunia setelah + 50 thn menikah, selanjutnya ayah saya menikah lagi dg seorang janda beranak 3 (1 laki, 2 perempuan) dan mendptkan seorang anak perempuan.
      Bagaimana cara pembagian warisan dari keluarga yg ada tersebut diatas..?
      demikian Pak Ustad,... Wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        Ketika ibu anda meninggal, maka bagilah harta milik ibu(saja) kepada ahli warisnya, dengan pembagian sbb.:
        [1]. Suami (bapak anda)......................:25 %
        [2]. 4 Anak perempuan masing-masing: 12,5 %
        [3]. 1 Anak laki-laki ...........................: 25%
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    21. assalamu'alaikum ustazd,,,,,,,maaf saya mau tanya,,,,
      1. bagaimana pembagian waris apabila ada orang tua meninggal dan ahli warisnya 1 anak
      laki-laki dan 4 anak perempuan.
      2. Apakah seorang anak angkat berhak mendapatkan warisan dari orang tua angkatnya?

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        [1]. anak- anak berserikat dalam 'ashabah. yakni: anak laki-laki mendapat 1/3 bagian,dan 4 anak perempuan masing-masing 1/6 bagian.
        [2]. Menurut kaidah Islam, anak angkat bukanlah ahli waris. dia tidak mendapatkan hak waris karena tidak ada hubungan keturunan maupun dari perkawinan.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    22. Assalamualaikum WW,
      Ustad Saya mau tanya hak waris , Saya anak tunggal ayah sudah meninggal,memiliki Ibu kandung, dan seorang istri bersaudara 8 orang, anak 2 orang perempuan bagaiman pembagian waris jika saya tidak ada?

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb. MOhon maaf telat menjawabnya karena terselip.
        Ini adalah masalah radd (ada sisa harta sementara tidak ada ahli waris 'ashabah). Selah melalui prosedur berliku, maka jika anda meninggal dunia, ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
        [1].ibu=17,5 %
        [2].Isteri = 12,5 %
        [3].2 anak perempuan, masing-masing=35 %.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    23. Assalamu'alaikum wr wb,
      Pak ustadz.... ibu saya meninggal dunia tahun 1982, dengan meninggalkan sebuah rumah dengan pekarangan kira2 1500m2, 2 buah sawah. Kira-kira tahun 1985/ 1986...ayah sy membaginya menjadi beberapa bagian u ke 12 anaknya (7 anak laki-laki dan 5 anak perempuan), 2 buah sawah u 2 orang anak laki-laki, tanah pekarangan rumah u 5 anak laki2 dan rumah beserta tanah di belakangnya u anak2 perempuan....Dan pada tahun 1994 ayah sy meninggal. Alhamdulillah pak ustad pembagian tanah tidak bermasalah, yg sekarang jd pertanyaan bagaimana caranya anak2 perempuan membagi rumah beserta halaman belakang ? Salah seorang dr kami ingin mendirikan bangunan di area tempat kosong tsb. Terima kasih ustadz semoga Allah senantiasa merahmati kita semua aamiin

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Ini paling sering terjadi pada masyarkat kita dimana orang tua menghibahkan sebagian besar hartanya dikala masih hidup, dan pada saat orang tua mati sudah tidak ada lagi yang bisa dibagikan.Ibnu Abbas r.a. telah mengingatkan: agar hibah tidak melebihi 1/3, karena hakekatnya hibah = wasiat jika ditinjau dalam hal kerugian untuk ahli waris. Coba telusuri harta lain milik ayah yang bisa dibagi jika ada, jika tidak, hendaknya diantara saudara saling bermusyawarah dan saling mengikhlaskan,
        Amiin.....

        Hapus
    24. 'alaikum salam wr. wb.
      Jika ahli warisnya terbatas seperti yang anda sebutkan; tanpa ada orang tua almarhum/almarhumah, maka pembagian warisnya adalah sbb.;
      [1]. 6 Anak perempuan masing-masing mendapatkan 10 %
      [2]. 2 Anak laki-laki masing-masing mendapatkan 20 %
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    25. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Yth. P Ustadz, saya mau tanya tentang pembagian warisan. Pada tahun 1977 ibu saya meninggal & meninggalkan 5 anak laki2. Pada saat itu bapak belum membagi warisan karena hanya 1 anak yg sudah dewasa sementara yg lain masih sekolah SMA, SMP, &SD. Tahun 1998 bapak saya kawin lagi & mempunyai anak 2 perempuan. Tahun 2002 bapak saya meninggal. Sepeninggal bapak saya sampai dengan tahun 2012 belum dilakukan pembagian warisan. Pada tahun 2013 ibu saya yg kedua meninggal. Bagaimana pembagian warisannya, apakah ibu ke-2 yg meninggal setahun yg lalu diperhitungkan mendapatkan warisan juga karena meninggalnya belakangan setelah bapak sekitar 10 tahun & warisannya di serahkan kepada anak kandung ibu ke-2 atau bagaimana. Bagaimana rincian pembagian warisan terhadap 7 saudara kami (5 laki2 seibu sebapak & 2 perempuan sebapak). Trimkasih banyak. Wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        1. Pisahkan mana harta peninggalan ibu, bapak, dan istri kedua bapak.
        2. Bagikan harta pusaka almarhum kepada ahli waris masing-masing:
        A.Ketika Ibu meninggl, ahli waris dan bagiannya:
        - Suami (bapak anda): 5/20
        - 5 Anak laki-laki, masing-masing 3/20
        B.Ketika bapak anda meninggal:
        - Isteri (kedua):12/96
        - 5 Anak laki-laki masing-masing: 14/96
        - 2 anak perempuan, masing-masing: 7/96
        C.Jika ibu tiri anda meinggal, ahli warisnya:
        - 2 orang anak perempuan masing-masing 1/3
        [3]. Bagian waris yang belum diterima/diberikanhingga orangnya menyusul meninggal dunia, diberikan kepada ahli waris msing-masing.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    26. Assalamualaikum wr,wb
      pak ustadz saya mau bertanya. saudara saya meinggal tahun 2011, dahulu dia menikah 3x. istri pertama cerai( ada 1 anak, laki2), kemudian dia menikah lagi (ada 3 anak, 2 perempuan 1 laki2),cerai, kemudian dia menikah dengan istri yg terakhir sampai dia menibnggal( 2 anak laki2,1 anak perempuan). total anak ada 7(4 laki2, 2 perempuan). sampai ssat ini, harta waris belum di bagi, karena masih ada rumah(+-800jt) dan kebun(+-200jt) yg belum terjual.saat meninggal, dia meninggalkan uang sebesar +-106jt(sudah terpakai oleh salah 1 anak laki2)dan ada hasil penjualan rumah sebesar 22juta. saat ini, keluarga saudara saya tersebut sering ribut di karenakan masalah harta warisan itu, sebaiknya bagaimana cara membagi nya secara adil? apakah harus menunggu semua harta terjual kemudian hasilnya di bagi, ataukah sudah boleh duit hasil penjualan rumah sebesar 22jt itu dibagi terlebih dahulu? dan duit senilai 106jt yang terpakai oleh salah satu anak almarhum itu diperhitungkan,untuk kemudian di potong setelah ada pembagian harta waris rumah dan kebun terjual? terimakasih wassalamualaikum, wr,wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        [1]. Hitung semua peninggalan alm. harga bisa juga menggunakan taksiran .
        [2]. Ahli waris dan bagiannya adalah, sbb.:
        - Isteri (ketiga): 12,5 %
        - 4 Anak laki-laki, masing-masing : 15,9 %
        - 3 Anak perempuan, masing-masing: 7,95 %
        [3]. Anak yang sudah mengambil bagian, potong dari bagian warisnya, jika ada lebih, silakan diberikan kelebihannya, jika kurang maka itu dianggap hutang, kecuali para ahli waris lain mengikhlaskan.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    27. Asalamualaikum.....

      saya mau bertanya, nenek saya telah meninggal beberapa tahun yg lalu.
      tapi yg di bagi hartanya kakek saya, alasannya karna harta tersebut didapat dari hasil jerih payahnya dengan nenek. dan kakek saya membaginya menjadi setengah untuk dirinya dan setengannya lagi untuk anak-anaknya. yang saya mau tanyakan, benarkah metode pembagiannya seperti ini? dan maohon di jelaskan! terimah kasih sebelumnya. wasalamm.........

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        - Hukum waris Islam tidak mengenal istilah harta gono-gini atau gini-gitu secara otomatis; dimana isteri mengambil bagian terlebih dahulu sekian dan sekian sebelum harta dibagikan. tetapi hukum waris Islam megakui adanya harta perolehan dari usaha bersama antara suami-isteri sesuai dengan proporsi/besaran sahamnya.
        - Jika dulu komposisi saham dalam usaha bersama kakek dan nenek sebesar 50:50, maka sahlah cara yang ditempuh kakek.
        - tetapi jika proporsinya meragukan, anda bisa meminta kakek menunjukkan bukit-bukti, saksi, atau membicarakan ulang dengan cara kekeluargaan.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    28. Assalamu'alaikum wr.wb ustaz yg dirahmati Allah.
      Ibu sy wafat 15 thn yg lalu saat itu msh ada kakek&nenek. Namun saat itu warisan belum dibagi. Kemudian ayah sy wafat 1 tahun yg lalu dg meninggalkan istri (tanpa anak) & selama menikah dg beliau tidak ada aset yg bertambah hanya menyewa tanah untuk berkebun (lahan produktif). Saat ini kami ingin membagi warisan. Kami 3 bersaudara. 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Bagaimana pembagian warisan mengingat kami belum berniat menjual aset-aset (tanah & rumah) yg org tua tinggalkan. Apakah ibu tiri & nenek (dr ibu) masih dapat hak waris?
      Sy minta arahan dr ustaz melaui email ke tantisutrisni@gmail.com
      Jazakumullah khairan katsiro.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr.wb.
        Jawaban sudah dikirim ke email penanya (Fasilitas Konsultasi Pribadi)

        Hapus
    29. 'Alaikum salam wr. wb.
      Semua Harta peninggalan almarhum diberikan kepada keponakannya yang laki-laki saja, karena mereka adalah golongan AHLI WARIS ('Ashabah); Adapun keponakan yang perempuan tidak beroleh bagian waris karena termasuk golongan ULUL ARHAAM (Kerabat yang tidak mewarisi, kecuali jika tidak ada golongan ahli waris).
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    30. Assalamualaikum wr.wb.
      Pak ustad saya mau nanya bagaimana cara pembagian warisan antara anak kandung dengan anak tiri terhadap warisan yang ditinggalkan oleh kedua orang tua kandung yg sudah meninggal. Misalnya warisan sebesar rp.100 juta.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Salah satu sebab orang mendapat warisaan adalah karena mempunyai hubungan nasab (keturunan); anak kandung mendapatkan warisan karena adanya sebab tersebut, sementara anak tiri tidak memiliki hubungan nasab.
        Misalnya;
        Seorang laki-laki menikah dengan seorang janda beranak 1(si A), dari pernikahannya lahirlah seorang anak (si B); ketika suami atau isteri meninggal, anak yang beroleh waris sbb.:
        * Ketika bapaknya meninggal, anak yang dapat waris hanya si B
        * Ketika ibunya meniggal, anak yang daat waris A dan B
        Pembagian harta waris harus menyertakan kronologi dan siapa saja ahli warisnya.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    31. Assalaamualaiakum wr.wb.
      Saya mau bertanya, bagaimana pembagian menurut Islam.
      kasusnya begini, seorang suami memiliki anak 9 orang (7 laki-laki dan 2 perempuan) dari istri pertama. Asetnya sebuah rumah. Ketika istrinya meninggal, suami itu kawin lagi dan memiliki tambahan 2 anak laki-laiki. Dari perkawinan dengan istri kedua hartanya bertama yakni dua unit rumah dan sebidang ladang (keduanya atas nama istri kedua/bukan hibah). Saat ini suami itu telah meninggal dunia.
      Pertanyaan:
      1. Bagaimana pembagian harta warisannya?
      2. Apakah istri kedua beserta 2 anaknya mempunyai hak pada rumah dari istri pertama suami tersebut?
      3. Apakah anak-anak dari istri pertama, mempunyai hak pada dua unit rumah dan ladang dari ibu tirinya tersebut?
      Mohon penjelasannya..wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        - Ketika suami meninggal, maka harta pusakanya adalah semua yang menjadi milik suami, baik dari peninggalan, perolehan, pembelian maupun pemberian.
        - Ahli warisnya adalah isteri kedua + semua anak-anak dari perkawinan pertama dan kedua +ortu (jika masih hidup ketika suami meninggal)
        - Jika ahli waris hanya tinggal anak dan istri saja, maka pembagiannnya adalah:
        [1]. Isteri..............................................: 12,5 %
        [2] 9 Anak laki-laki, masing-masing.......; 8,75 %
        [3]. 2 Anak perempuan masing-masing..: 4,37 %
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    32. assalamualaikum pak,
      kakek/nenek saya mempunyai anak 2, 1 laki (paling besar) dan 1 perempuan (ibu saya), kemudian anak laki2 nya meninggal, (setelah kakek/nenek meninggal terlebih dahulu). sementara warisan belum dibagi. kini tinggal ibu saya yg masih hidup, nah, apakah pembagian harta waris jika dibagi saat ini masih menggunakan hukum 2 bagian untuk laki-laki dan 1 bagian untuk perempuan? dan bagaimana pula jika nanti setelah anak kedua nya meninggal (ibu saya) tapi masih belum dibagi, sementara tnggallah cucu2 dari kedua anak tersebut, apakah masih menggunakan hukum 2 bagian utk anak laki2 dan 1 bagian utk perempuan? terimakasih utk info buat yg awam ini pak, assalamualaikum....

      BalasHapus
    33. Assalamualaikum wr.wb.
      Pak ustad, saya mau nanya bagaimana pembagian warisan secara islam antara anak TIRI dengan anak KANDUNG terhadap warisan yang ditinggalkan oleh kedua orang tua setelah mereka meninggal. Warisan an. Ibu kandung bagaimana? Dan an. Bapak kandung bagaimana? Misalnya warisan sebesar rp.100 jt. Wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Alaikum salam wr. wb.
        Jawabanya sama untuk pertanyaan yang sama, lihatlah di jawban atas sebelum ini.

        Hapus
    34. 'Alaikum salam wr. wb.
      [1]. Harta pusaka kakek dan nenek dibagikan kepada anak laki-laki 2/3, sisanya untuk anak peempuan 1/3. Komposisi 2;1 ini berlaku tetap.
      [2]. Ibu anda anda ambil 1/3, sisanya yang 2/3 diserahkan kepada ahli waris kakaknya.
      [3]. Segeralah bagi warisanya jangan ditunda-tunda lagi, khawatir hilang/berkurangnya barang pusaka, meninggalnya ahli waris sebelum menikmati bagiannya, dan kemungkinan sengkera / gugatan dari generasi yang jauh.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    35. Assalamualaikum wrwb.

      Pak Ustad,, saya mau bertanya cara pembagian waris bagaimana,, saat ini saya masih mempunyai ibu, yang tinggal di rumah peninggalan bapak saya,, saya punya saudara laki2 2 dan perempuan 4,, waktu itu ibu saya juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,,

      Bagaimana cara perhitungan warisnya,, mengingat rumah itu akan di jual terima kasih,, oh ya rumah masih at nama bapak saya

      Waalaikumsalam wrwb.
      Sri Wiati

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        1.Jika ibu ikut andil dalam pembelian rumah, hitunglah berapa persen sahamnya, pisahkan sebelum membagi bagian milik ayah almarhum.
        2.Jika rumah murni hasil pembelian ayah, maka rumah 100 % dijadikan pusaka yang dibagikan kepada ahli warisnya, sbb:
        [1]. Ibu..............................: 1/8 (12,5 %)
        [2]. 2 Anak laki-laki............: masing-masing 14/72 (19,44 %)
        [3]. 5 Anak Perempuan......: masing-masing 7/72 (9,73 %)
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    36. pak ustad,,, tolong saya nyelesain tugas ini .
      Seorang meninggal dunia dengan warisan senilai 200 juta ahli warisnya adalah :
      1) Seorang istri
      2) Ibu
      3) 2 orang anak perempuan
      4) Seorang anak lelaki
      5) Seorang nenek
      6) Seorang saudara perempuan sekandung
      7) Seorang paman
      Harta tersebut belum dizakati ,biaya urus jenazah Rp.600.000 ,hutang Rp.400.000 ,wasiatnya 2 juta .hitunglah bagian masing-masing

      BalasHapus
      Balasan
      1. MEMBAGI WARISAN KELUARGA:
        Mana salamnya mbak Lhia Aulia ?
        A. Sebelum harta dibagi, ambillah dulu untuk biaya perngurusan jenasah+bayar hutang+wasiat. Sisanya barulah merupakan harta yang siap dibagikan.
        B. Ahli waris dan bagian dari pertanyaan ini adalah, sbb.:
        [1]. Isteri..................................................: 12/96 (12,5 %)
        [2]. Ibu...................................................: 16/96 (16,66 %)
        [3]. 2 Anak perempuan, masing-masing..: 17/96 (17,70 %)
        [4]. 1 Anak laki-laki..............................: 34/96 (35,41 %)
        Adapun:
        - Nenek : 0 (terhalang ibu)
        - Sdr Perempuan dan paman: 0 (terhalang anak laki-laki)
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
      2. maaf,,,pak uztad..
        terima kasih banyak...
        wassalamualaikum...

        Hapus
      3. Maaf untuk apa ?
        Terima kasih kembali mbak Lhia Aulia
        'Alaikum salam wr. wb.

        Hapus
      4. assalamu'alaikum..
        mau bertanya lagi nihh,,pak uztad..
        trus 96 itu dari mana n apa dah bener klu sisa harta yang siap d.bagikan itu berjumlah Rp.192.000.000 ???
        mohon bantuannya pak uztad.
        wassalam..

        Hapus
    37. 'Alaikum salam wr. wb.
      Angka 96 adalah persamaan matematik yang dihitung melalui proses yang agak rumit. Di sini saya hanya menuliskan jawabannya secara singkat. Jika anda ingin jawaban yang lebih detail, silakan menggunakan fasilitas KONSULTASI WARIS PRIBADI, jawaban bisa dikirim ke email. terima kasih.

      BalasHapus
    38. Assalamu'alaikum wr.wb Pak Ustad,

      Saya ingin bertanya soal pembagian waris:
      Seorang Suami memiliki silsilah :
      1. Istri pertama (Hidup) Cerai memiliki 1 anak perempuan
      2. Istri Kedua (meninggal) memiliki 1 anak Perempuan dan anak laki-laki
      3. Istri Ketiga Memiliki 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan

      pertanyaannya Harta yang dibagi harta keseluruhan atau harta permasing-masing istri yang dibagikan, mohon diberikan contoh perhitungan dalam persentase. Supaya tidak ada kesalahan pahaman antar anak dan istri. Karena pemahaman istri ketiga mengira yang berhak menerima waris adalah anak-anaknya.

      Terima kasih atas perhatiannya

      Assalamu'alaikum wr.wb Pak Ustad

      Salam,
      Husna

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr. Husna yang dirahmati Allah:
        1. Karena yang meninggal suami, maka yang dibagikan adalah SEMUA HARTA SUAMI, mulai dari sebelum menikah hingga menikah3 x dan meninggal.
        2. Ahli warisnya adalah:isteri ke-3 + 3 anak perempuan + 4 anak laki-laki. bahkan ortu suami jika masih hidup.
        3. Pembagian warisnya adalah, sbb:
        [1]. Isteri (ke-3).........................................: 12,5 %
        [2]. 3 Anak perempuan (masing-masing)...: 7,95 %
        [3]. 4 Anak laki-laki (masing-masing.).....: 15,9 %
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    39. Assalamuallaiku Ustadz,
      saya mau bertanya tentang pembagian warisan yang ditinggalkan oleh kakek saya.
      jadi kakek saya punya sebidang tanah (beserta rumah),
      kakek saya mempunyai 6 anak laki2 dan salah satu diantaranya adalah ayah saya.
      kakek dan nenek sudah meninggal, 2 diantara 6 bersaudara diatas sudah meninggal (termasuk bapak saya). dan tersisa 4 yg masih hidup (1 diantara 4 bersaudara yg masih hidup murtad dr islam). saya 4 bersaudara (2 laki, 2 perempuan),
      info tambahan :
      tanah tersebut diurus , ditempati dan dipelihara oleh ibu saya dan salah satu saudara alm. ayah sy (termasuk saya selama 40 thn lebih).
      pertanyaan saya,
      1. siapa sajakah yg termasuk ahli waris
      2. bagaimanakah pembagian warisannya menurut islam
      3. ada yang bilang warisan dibagi semua cucu2 dengan pembagian cucu laki 2 kali dari cucu perempuan.
      4. untuk ibu saya pembagiannya seperti apa?
      5. apakah hak untuk alm. ayah sy teteap sama dgn hak saudaranya yg masih hidup?
      yang mana kah yang benar menurut sariat islam

      BalasHapus
      Balasan
      1. PEMBAGIAN WARIS KAKEK:
        'Alaikum salam wr. wb. Sdr. Achmad Mustakim.
        [1]. Ahli waris kakek adalah semua anaknya yang masih hidup waktu kakek meninggal; minus yang murtad, haknya hilang.
        [2]. Jika yang 5 orang waktu itu masih hidup semua saat kakek meninggal, bagilah harta kakek menjadi 5 (masing-masing anak mendapat 20 %). Jika pembagian dilakukan belakangan, maka bagian ahli waris yang telah meninggal diberikan kepada ahli waris masing-masing.
        [3]. Cucu terhalang (mahjub) mendapat waris jika ada ahli waris: anak laki-laki.
        [4]. Ibu anda bukan ahli waris kekek yg meninggal. Keluarga anda menerima bagian jatah waris dari alm. bapak anda saja.
        [5]. Hak ayah anda sama jika ayah anda meninggal setelah kakek. Tetapi jika ayah anda meninggal lebih dulu dari kakek, bagian hak waris ayah anda gugur.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    40. Assalamuallaiku Ustadz,
      terima kasih atas jawaban yg saya terima, semoga dapat bermanfaat bagi kami sekeluarga, amin.
      dan ada sedikit lagi yg menjadi pertanyaan sy ustadz, yaitu :
      1. Apakah ada aturan dlm islam yg memuat bahwa warisan yg diterima anak2 dari saudara yg telah meninggal dunia itu tdk akan sama (yg hidup 20%, yg telah meninggal >20%), krn itulah yg menjadi bahan perdebatan dlm keluarga alm. ayah sy..
      2. dan jika hak alm. ayah sy tetap sama dgn saudara2nya yg masih hidup, aturan seperti apa..
      kami hanya ingin mencari jalan terbaik menurut islam, agar tdk ada lg permasalahan dibelakang hari nanti dan mendapat ridho dari allah swt.
      terima kasih sebelumnya
      wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. AHLI WARIS MENINGGAL SEBELUM MENIKMATI BAGIAN
        Alaikum salam wr. wb.
        1.Tidak ada aturan seperti itu. ahli waris tetap ahli waris.Masalahnya adalah TELAT MEMBAGIKANNYA.
        2. Besaran bagian waris berdasarkan statusnya sebagai ahli waris dan keudukannya; bukan berdasarkan sudah mati atau masih hidup saat warisan dibagikan (bagaimana kalu membaginya diundur ?). JIika ayah anda meninggal lebih dulu dari kakek, barulah hak warisnya gugur.
        Dalil dan prinsip dasar waris Islam seperti itu.
        Baarakumullaahu .

        Hapus
      2. 'Alaikum salam wr. wb.
        1. Harta kakek yang 1,5 M dibagi rata 5 ahli waris, yakni 5 anak laki-laki termasuk alm. ayah anda. maka masing-masing beroleh: 20 % atau Rp. 300 jt.
        2. Bagian ayah anda yang 300 juta dibagikan kepada ahli warisnya, sbb.;
        [1]. Isteri..............................................: 6/48 atau 12.5 % (Rp.37.500.000,00)
        [2] 2 Anak laki-laki, masing-masing......: 14/48 atau 29,16% (Rp.87.500.000,00)
        [3]. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/48 atau 14,58 % (Rp.43.750.000,00)
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
      3. Assalamu alaikum, ustad. Kalau alm.Aki n nini Meninggal kan 1M pada alm. Ayah saya. Brapa bagian yang didapat istri, 1 orang anak perempuan ýang sudah menikah, dan 2 org anak laki laki yg masih lajang?

        Hapus
    41. Jika bpk dan ibu saya meninggal, dan status saya (perempuan) dan adek saya (laki2) adalah anak angkat secara hukum (akte kelahiran binti dan bin nya alhm). Bagaimana pembagian warisannya?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Silakan membaca postingan blog ini tentang Hukum Anak Angkat http://www.jadipintar.com/2013/08/Kedudukan-Hukum-dan-Hak-Waris-Anak-angkat-Anak-Pungut-Adopsi.html
        Semoga anda istiqamah

        Hapus
    42. Assalamu'alaikum wr.wb ustaz yg dirahmati Allah.
      Nenek saya meninggal 7 tahun yg lalu, kemudian kakek menikah lg dengan nenek tiri saya. ibu saya adalah anak tunggal dari pernikahan kakek dan nenek, dan ibu mempunyai 2 org anak satu perempuan dan satu laki-laki. 1 tahun yg lalu kakek meninggal. dari pernikahan kakek dan nenek tiri saya tidak mempunyai keturunan. Kakek meninggalkan sebidang tanah beserta bangunannya dan sawah. Bagaimana pembagian harta warisannya ustaz? apakah nenek tiri saya mendapat harta warisannya atau semua jatuh ke ibu saya sebagai anak tunggal?

      Sy minta arahan dr ustaz melaui email ke aerodinamic90@gmail.com
      Jazakumullah khairan katsiro.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr Alfi yang insyaallaah juga dirahmati Allah.
        [1]. Pisahkan dulu mana harta milik kakek anda dan man yang milik nenek.
        Yang milik nenek, hasil penjualannya diberikan kepada ahli warisnya, yakni:
        - Suami (kakek anda) : 1/4
        - Anak perempuan (ibu anda): 1/2
        - Orang tua nenek, jika tidak ada saudara nenek (lk/pr): bagian tergantung siapa ahli warisnya.
        Yang milik kakek, dibagikan kepada ahli warisnya, yakni:
        - Anak perempuan (ibu anda) : 1/2 (4/8)
        - Isteri (nenek tiri anda) : 1/8
        - Sisanya 3/8, cari apakah ada ahli waris lain seperti ortu kake, atau saudara kakek ? (maaf cucu dari anak perempuan tidak termasuk ahli waris menurut kaidah waris Islam). Jika sama sekali tidak ada ahli waris lain selain yang 2 orang tadi, sisa harta diberikan kepada anak perempuan (ibu anda). silakan lihat artikel saya: http://www.jadipintar.com/2013/08/cara-membagi-harta-warisan-yang-bersisa.html
        [2]. Mhn maaf jawaban lewat email untuk pemakai konsultasi waris pribadi saja,
        Wa iyyaakum.

        Hapus
    43. Assalamu'alaikum Pak Ustad...
      Mohon pencerahannya...
      Ayah saya sudah wafat 7 th yl. Meninggalkan 1 orang istri (ibu saya) dan 3 orang anak (semuanya laki2).
      Warisan yg ditinggalkan 1 rumah (ditempati ibu saya) dan beberapa bidang tanah.
      Salah satu anaknya katakanlah si X menginginkan bagi waris dan kami pun sudah menjual sebagian tanah dan membagikannya sesuai hukum waris.
      Masalahnya, si X meminta kepd ibu & anaknya yg lain agar mau menjaminkan rumah utk pinjaman. Saya menolaknya takutnya bermasalah dikemudian hari, karena pengalaman kl si X pinjam ke bank, ibu sy lah yg hrs nyicil. Karna ibu sy selalu dirongrong si X mslh keuangan & warisan sy usul bagiin semua warisan termsk rumah yg msh ditempati ibu sy, dengan niat agar ibu sy ga selalu diganggu mslh warisan.
      Pertanyaan...
      Apakah boleh membagi warisan rumah yg msh ditempati ibu sy?
      Bagaimana sebaiknya sikap sy?
      Adakah hukum waris yg kami langgar?
      Demikian. Terima kasih.
      Wassalamu'alaikum.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr Fiaz, ketika seseorang meninggal dunia, maka harta warisannya berhak untuk segera dibagikan.
        - Pisahkanlah dulu mana dan berapa harta yang milik bapak anda dan mana yang milik ibu anda.
        - Bagikanlah harta yang menjadi milik ayah anda saja, sementara yang menjadi milik ibu tetap menjadi milik ibu.
        - Pembagian bisa dilakukan segera, sementara eksekusinya (pembagian real) bisa menyusul kemudian, yang penting sudah ada kejelasan siapa dapat apa dan berapa.
        Saran saya segerra bagi waris milik ayah anda sebelum semuanya dihabisi x, kalau ditunda-tunda terus, si X akan menganggap dia berhak memakai milik ayahnya bukan milik saudara-saudaranya.
        Anda tidak melanggar apapun.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    44. Assalamu'alaikum warrahmatullohi wabarakatuh

      Pak Ustad yang saya hormati,

      Kedua orang tua kami telah lama meninggal, yang lebih dahulu berpulang rahmatulloh adalah ayah kemudian beberapa tahun kemudian ibu. Kami sebelumnya 5 bersaudara, 3 laki-laki dan 2 perempuan, namun sebelum kedua orang tua kami meninggal, 1 dari saudara laki-laki kami meninggal sehingga tinggal 4 saudara, 2 laki-laki (termasuk saya) dan 2 perempuan.
      Kami memilki harta peninggalan salah satunya adalah mobil. Akhirnya kami sepakat menjualnya dgn harga 25.000.000 rupiah dan terjual.
      Kakak perempuan kami menginginkan uang hasil penjualannya dibagi 4 (rata) namun sempat terucap oleh saya untuk dibagi sesuai hukum islam.
      Saya memahami mengapa kakak kami berkata seperti itu karena sekarang beban ekonomi untuk menghidupi 3 orang anak menjadi tanggungannya dikarenakan beberapa bulan lalu, suami kakak kami telah meninggal dunia.
      Bagaimana tanggapan Pak Ustad mengenai hal ini dan bila perhitungan secara islam bagaimana perinciannya dan bilamana jika hasilnya ada pecahan, apakah diperbolehkan untuk dibulatkan ?. Terimakasih.

      Wa alaikum salam warahmatullohi wabarakatuh.

      BalasHapus
      Balasan
      1. SAUDARA PEREMPUAN MINTA BAGIAN SAMA.
        'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr. Yudhi Permadi yang dirahmati Allah, jika mobil itu adalah milik orang tua anda, maka ahli warisnya adalah 4 orang anak yang masih hidup ketika orang tua anda meninggal, sehingga ahli waris dan bagiannya MENURUT HUKUM WARIS ISLAM adalah sbb.:
        [1]. Anak laki-laki (I): ...... 2/6 (33,33 %).
        [2]. Anak laki-laki (II): ..... 2/6 (33,33 %).
        [3]. Anak Perempuan (I): .1/3 (16,66 %).
        [4]. Anak Perempuan (II):. 1/3 (16,66 %)
        Jika setelah pembagian waris dilaksanakan, maka para ahli waris bisa menimbang tingkat beban dan kebutuhan saudaara yang lain, bolehlah sebagian bagian warisnya disedekahkan untuk saudaranya itu, dengan ikhlas. Semuanya itu hanya masalah komunikasi dan hubungan kasih sayang antar sesama saudara saja. Dengan cara ini insyaallah telah tercapai dua kebaikan:
        1. Menjalankan syari'at agama dalam pembagian waris keluarga.
        2. Sedekah kepada saudaara, yang pahalanya ganda; yakni pahala sadaqah dan pahala silaturahim.
        Semoga bermanfaat.
        Selamat Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

        Hapus
    45. istri meninggal tidak punya anak
      assalamualikum wr. wb
      saya mempunyai seorang kakak berumur per saat ini sekitar 50 thn. bekeluarga sekitar 2 tahun yang lalu pada saat usia ybs. 48 thn. belum lama ini meninggal tidak mempunyai anak. sebelum kawin kakak saya sudah mempunyai rumah dan perlengkapan rumah seperti lemari dan inventaris masak berjumlah puluhan juta. saat meninggal kakak meninggalkan seorang suami dan ayah saya sedangkan ibu saya telah meninggal sepuluh tahun yang lalu.
      pertanyaan saya apakah orang tua saya tsb. mendapatkan warisan dari harta yang ditinggalkannya. kl dapat berapa bagian hak ayah saya.
      atas informasi ustad saya ucapkan terima kasih.
      wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        1.Seluruh harta milik kakak anda alm. adalah harta pusaka yang diwariskan kepada ahlinya..
        2. Pembagian warisnya adalah sbb.:
        - Suami 1/2 atau 50 % (Q.S. An-Nisa:; 12)
        - Ayah: 1/2 atau 50 % sebagai 'ashabah/sisa (Q.S. An-Nisa: 11).
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    46. asslm...... keluarga istri saya berkeinginan untuk segera menjual rumah warisan bapaknya. ibunya masih hidup dan setuju atas kesepakatn tersebut. jumlah saudara mereka ada 5 orang yang terdiri dari 2 orang laki laki sudah berkeluarga dan masing2 punya anak dan 3 orang perempuan juga sudah berkeluarga dan punya anak. salah satu anak perempuan sudah berbeda agama (murtad) tapi memiliki 1 orang anak perempuan yang masih beragama islam. pertanyaan saya bagaimana cara membaginya dan berapa bagian masing-masing?. terima kasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. HAK WARIS ANAK YANG MURTAD
        'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr. Herman yang dirahmati Allah, Anak yang murtad menurut syariat agama Islam hak warisnya telah terputus, maka pembagian waris untuk keluarga isteri anda adalah sbb.:
        [1]. Isteri (ibu mertua anda):1/8
        [2]. Anak Perempuan:1/8
        [3]. Anak laki-laki:1/4
        [4]. Anak laki-laki:1/4
        [5]. Anak laki-laki:1/4
        Tentang anak perempuan dari saudara yang murtad (cucu alm.), dia juga tidak mendapatkan warisan, karena:
        1. Terhalang ahli waris "anak laki-laki"
        2. Cucu dari anak perempuan tidak terhitung sebagai ahli waris.
        3. Terputusnya nasab si ibu (sebagai tambahan penguat)
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    47. Assalammu'alaikum Wr Wb,
      Saya mau bertanya mengenai hukum pembagian ahli waris menurut kaidah Islam. Ada tetangga saya, Suaminya meninggal pada saat dia hamil tua. (sebelum anaknya lahir). Yang menjadi permasalahan, si almarhum (suami) baru mengambil over kredit sebuah rumah KPR BTN. (sebelum meninggal). Sudah dibuat akta jual beli di hadapan notaris atas nama almarhum. Kemudian pihak keluarga alm. ingin menjual over kredit lagi rumah itu (Ibu dan saudara2 alm) tanpa sepengetahuan istri alm. Pertanyaan saya, hak istri terhadap rumah ini apa saja? Dan kalau harus dibagi bagaimana pembagiannya. Si Istri sudah melahirkan seorang anak perempuan. Jadi almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan. Mohon bantuannya.
      Wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. WARIS UNTUK ISTERI DAN ANAK YANG BARU LAHIR
        'Alaikum salam Wr.Wb.
        1. Harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris bukan hanya rumah, tetapi semua harta milik sah almarhum meliputi rumah, tanah, tabungan, kendaraan, dll.
        2.Mengenai rumah yang masih kredit, ada 2 kemungkinan, sbb.:
        a. Jika rumah tetap terus dicicil, sisa kredit yang harus dilunasi diambil dari harta warisan suami. dan rumah masuk menjadi objek warisan.
        b.Jika rumah dijual (over kredit), maka hasil penjualannya ditambahkan sebagai harta warisan/pusaka si suami.
        3.Pembagian warisannya adalah sbb.:
        -Isteri : 1/8 (Q.S. an-Nisa: 12)
        -Anak perempuan: 1/2 (Q.S.an-Nisa: 11)
        -Sisa 3/8 dibagikan kepada keluarga suami, secara prioritas:
        1.Orang tuanya .(bapak, ibu, kakek, nenek) jika tidak ada maka untuk:
        2. Saudara kandung almarhum, dll.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    48. Assalamualaikum wr.wb.....
      Saya mau tanya, Ayah saya meninggal 9 tahun yang lalu, Ibu saya alhamdulillah sehat, saya perempuan dan kakak saya satu perempuan juga....
      Belum lama peninggalan ayah saya berupa sawah terjual senilai +/- 1M, sementara kami belum menjual rumah peninggalan mengingat rumah tersebut masih kami tinggali bersama dengan Ibu saya juga....
      Mohon bantuannya, mengenai pembagian hasil penjualan sawah tersebut, dan bagaimana sebaiknya mengenai rumah yang kami tinggali, saya dan kakak saya masing2 sudah berkeluarga....
      Terimakasih...

      BalasHapus
      Balasan
      1. AHLI WARIS TANPA ASHABAH
        'Alaikum salam wr. wb.
        Mbak/ibu, sebelum waris dibagi ada beberapa ketentuan sbb.:
        1. Inventarisir semua harta benda yang menjadi milik ayah (saja), hitung berapa jumlahnya jika dirupiahkan dengan taksiran harga jual saat objek waris dibagikan.
        2. Jika angka taksiran sudah didapat, maka pembagiannya adalah sbb.:
        [1]. Isteri (ibu anda).......: 1/8 atau 3/24 atau (12,5%)
        [2]. Anak perempuan (I).: 1/3 atau 8/24 atau (33,33%)
        [3]. Anak perempuan (II): 1/3 atau 8/24 atau (33,33%)
        Sisa ...........................: 5/24 (20,83%).
        Harta waris tidak terbagi penuh karena tidak ada ahli waris ashabah (golongan laki-laki), coba cek barangkali ada ahli waris bapak yang lain yang akan menghabiskan sisanya, dengan urutan prioritas sbb.:
        1. Ayah alm. (kakek anda)
        2. Kakek alm. (kakek buyut anda)
        3. Saudara alm.
        4 Keponakan laki-laki dari saudara laki-laki alm.
        5.Paman alm.
        6. Sepupu laki-laki alm.
        Mengenai objek waris, tidaklah harus dijual untuk dibagikannya, para ahli waris bisa saling menukar, saling menebus atau saling menambahi jika menghendaki objek tidak dijual ke pihak lain.
        Semoga bemanfaat.

        Hapus
    49. Assalamu'alaikum wr.wb.
      Pak ustad saya mau tanya:ibu saya sdh meninggal dan mempunyai anak dr suami pertama tetapi sdh meninggal ada 4 anak:3laki-laki dan 1perempuan,dan mempunyai 3anak lagi dr suami kedua2perempuan dan 1 laki-laki saya adalah anak per pertama dr suami kedua waktu ayah saya menkh dg ibu saya ank2 dr suami pertama ada yg msh kcl dn waktu itu suami pertama meninggal mempunyai htg dn ayah saya yg melunasi,membsrkan dan menikahkan anak dr suami pertama dan skrg ibu mempunyai sebdg tanahpemberian dr kakek trs ayah wkt itu memangun kontrakan dn kos-kosan di tanah tsb dn mempunyai beberapa perhiasan membali wkt menkh dg ayah saya bagaimana tata pembagianx sblmx saya ucapkan terima kasih smg bs membari pencerahan dan petunjuk

      BalasHapus
      Balasan
      1. WARIS IBU DENGAN ANAK KANDUNG DAN ANAK TIRI.
        Alaikum salam wr. wb.
        1. Jika pemberian ayah anda kepada anak tirinya sebagai shadaqah, maka tidak mengurangi bagian waris anak tirinya, tapi jika waktu itu diniatkan sebagai hutang, bisa mengurangi hak bagian anak tiri.
        2. Apa yang dimiliki oleh suami pertama, maka itu menjadi hak waris bagi ahlinya, yakni isteri (ibu anda) dan 4 anaknya.
        3.Apa yang sah menjadi milik suami kedua, maka itu menjadi hak waris bagi ahlinya; yakni isteri (ibu anda) dan 3 anaknya termasuk anda.
        4.Segala yang sah menjadi milik ibu anda (perolehan, simpanan, pemberian, warisan dll.) maka itu menjadi bagian ahli warisnya, yakni ke-7 tujuh anaknya saja, (jika orang tua ibu sudah meninggal).
        5. Tugas keluarga memisahkan mana milik suami pertama, mana milik suami ke-2 dan mana yang sah miliknya ibu.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
      2. assalamualaikum
        saya mau tanya ustadz pada saat pembagian warisan ibu saya yang perempuan didalam keluarganya tidak diikut sertakan, hanya petugas pengurusan tanah dari kelurahan datang untuk minta tanda tangan tidak dijelaskan untuk apa. sekarang telah terbit sertifikat tanah, namun untuk pembagian tanah nya atau pembagian warisnya masih belum sesuai. bagaimana caranya untuk meminta kekurangan hak waris orang tua kami, terima kasih ustad wassalamualaikum

        Hapus
      3. 'Alaikum salam Wr. Wb.
        Kasus ini adalah permasalahan niat baik saja
        1.Saat pembagian waris, mestinya semua ahli waris hadir dan menyaksikan.
        2.Orang yang minta tandatangan mestinya menjelaskan untuk apa, yang diminta tanda tangan juga mesti menanyakan serupa.
        3. Jika dianggap bagiannya kurang, bermusyawarahlah sesama keluarga, jika buntu, minta bantuan orang yang punya kapasitas dan pengaruh, jika masih buntu juga, bisa menempuh jalur hukum atau diikhlaskan.

        Hapus
    50. Assalamu'alaikum warrahmatullohi wabarakatuh.

      Dear Pak Ustad yang saya hormati ,

      Kedua orang tua saya telah meninggal dunia . Bapak saya meninggal duluan pada tahun 1980 dan menyusul Ibu pada tahun 2004. Orang tua saya meninggalkan harta berupa rumah orang tua yang kira2 harganya 700 Juta. Saya 5 saudara (3 kaka perempuan , 2 laki-laki/termasuk saya) . Belum lama ini seminggu yg lalu kaka saya (yg pertama) meninggal dunia dan meninggalkan anak 1 (laki2). Saat ini rumah tersebut ditempati oleh kaka saya yang nomer 3 (saya nomer 4) karena faktor ekonomi.
      Saya pernah mengutarakan pendapat bagaimana status harta waris milik orang tua, tetapi kaka saya secara sepihak mengatakan bahwa rumah orang tua boleh dijual dengan pembeli anaknya sendiri.
      Mohon bimbingan dan pencerahan dari pak Ustad untuk :
      1. Bagaimana cara pembagian harta waris tersebut ?
      2. Apakah harta waris kaka saya yg meninggal otomatis jatuh ke anaknya ?
      3. Bagaimana cara berbicara dengan kaka saya karena jika kita berdiskusi selalu emosinya naik .

      Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih .

      Wassalamualaikum wr wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. BOLEHKAH MENJUAL RUMAH WARISAN ORANG TUA ?
        'Alaikum salam Wr. Wb..
        Bapak Turmuzi yang dirahmati Allah, Saya coba bantu menurut syari'ati Islam, sbb.:
        1.Jika orang tua saat meninggalnya, sudah tidak memiliki orang tua lagi (kakek dan nenek anda), maka semua harta dibagikan kepada 5 anaknya sebagai 'ashabah, perinciannya sbb.:
        [1]. Anak perempuan (I): 1/7 (14,28%).
        [2]. Anak perempuan (II): 1/7 (14,28%).
        [3]. Anak Perempuan (III):1/7 (14,28%).
        [4]. Anak Laki-laki (IV): 2/7 (28,57%).
        [5]. Anak laki-laki (V): 2/7 (28,57%).

        2. Ya. Kakak anda sudah berhak mendapatkan bagian itu, hanya karena belum dibagikan, haknya belum sempat dinikmati. bagian beliau diberikan kepada anaknya laki-laki + suami (kalau ada).
        3.Mintalah bantuan orang yang dihormati dikalangan keluarga masyarakat anda; tokoh msyarakat/sesepuh, kyai, atau orang lain yang diperkirakan saudara-saudara anda bisa mendengarkan dan menerima nasihatnya.
        Semoga bermanfaat, salam untuk keluarga.

        Hapus
    51. Assalamu'alaikum wr.wb. Pak ustadz
      saya mau tanya ustadz rencana kami jual rumah peninggalan ayah, dan keluarga saya masih ada Ibu, 2 anak laki2 dan 1 perempuan. Anak laki2 pertama sudah menikah dan mempunyai 2 anak, Anak laki2 ke dua sudah menikah tp blm dikaruniai anak & yg terakir anak perempuan blm menikah..
      Bagaimana perhitunganya & apakah anak laki pertama yg sudah punya anak nilai pembagianya berbeda dgn anak ke dua?

      BalasHapus
      Balasan
      1. APAKAH BAGIAN YANG SUDAH PUNYA ANAK DAN BELUM, BERBEDA ?
        "alaikum salam Wr. Wb.
        1. Objek ahli waris dalam msalah ini adalah anak-anak almarhum, bukan cucunya, jadi sudah punya anak atau belum, TIDAK membedakan perolehan waris,
        2. Pembagian warisnya adalah sbb.:
        - Isteri (ibu anda)..: 5/40 (12,5%).
        - Anak laki-laki ..(I):14/40 (35%).
        - Anak laki-laki .(II):14/40 (35%).
        - Anak perempuan : 7/40 ( 17%).
        Semoga bermanfaat, salam untuk keluarga.

        Hapus
    52. Assalamualaikum pak ustadz
      Saya mau tanya ada suami istri tidak mpunyai anak dan mengangkat seorang anak perempuan lalu suami meninggal dunia bagaimana pembagian warisan.suami mmempunyai 2saudara yg msih hidup 1kakak perempuan dan 1kakak laki2 dan 5saudara yg sudah meninggal dunia

      BalasHapus
      Balasan
      1. STATUS WARIS ANAK ANGKAT
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        Sdr Annisa, dalam hukum Islam, anak angkat itu tetap dianggap anak orang lain, tidak memiliki hak perwalian dan pewarisan. silakan anda baca artikel kami http://www.jadipintar.com/2013/08/Kedudukan-Hukum-dan-Hak-Waris-Anak-angkat-Anak-Pungut-Adopsi.html.
        Maka harta alm. suami yang meninggal itu dibagikan kepada :
        - Isteri ....................: 1/4 (25%)
        - 1 Sdr. Laki-laki.....: 1/2 (50%)------> sebagai 'ashabah
        - 1 Sdr. Perempuan: 1/4 (25%)-----> Sebagai 'ashabah.
        Adapun saudaranya yang meninggal terlebih dahulu, dia tidak mendapat bagian, karena bukan disebut ahli waris lagi.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    53. Assalamualaikum pak ustadz
      Saya mau tanya ada suami istri yang tidak mempunyai anak lalu mengangkat seorang anak perempuan lalu suami meninggal dunia bagaimana pembagian harta waris?.suami mempunyai 7saudara 5 laki2 dan 2perempuan.yang masih hidup 1kakak perempuan dan 1kakak laki2.

      BalasHapus
      Balasan
      1. AHLI WARIS BERTAMBAH.
        Alaikum salam wr. wb.
        Anda bertanya hal yang sama tapi ahli warisnya bisa bertambah dengan cepat. saya akan menjawab dengan asumsi saudara-saudara almarhum sederajat statusnya (kandung/sebapak/se-ibu)
        - Isteri......................................: 12/48 (25%).
        - 5 Saudara laki-laki, masing2.: 6/48 (12,5%)
        - 2 Saudara permpua, masing2: 3/48 ( 6,25%).
        Ayooo suami siapa lagi yang mau meninggal ?

        Hapus
    54. Assalamu'alaikum wr.wb. Pak Ustaz....
      Kami bersaudara kandung 7 orang, 3 laki dan 4 perempuan dan tidak ada saudara dari lain ayah atau lain ibu), kedua org tua kami sudah meninggal. Warisan orang tua kami: satu rumah dan 3 kavling tanah (2 ha, 1, ha, dan 1 ha). Lebaran tahun depan kami akan musyawarah membagi warisan yakni tanah. Selama org tua kami masih hidup, ayah saya berpesan agar rumah tidak boleh dimiliki oleh siapapun dari kami (jadi milik bersama). Semasa hidup ortu kami, dua saudara kami telah mendapat kaviling untuk membangun rumah. Pertanyaan: (1) Bagaimana cara membagi warisan tersebut?; (2) apakah pesan org tua untuk tidak ada yg memiliki rumah merupakan wasiat? dan apakah rumah tersebut tidak boleh dipindahtangankan (dijual?); (3) apakah kavling tanah yg telah dibagikan kepada 2 saudara kami merupakan bagian yg diperhitungkan dalam pembagian warisan atau tidak termasuk bukan warisan tetapi hadiah / pemberian)? Mohon penjelasan....Wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. APAKAH PESAN ORANG TUA ITU WASIAT ?
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        Saran saya, segeralah inventarisir semua peninggalan orang tua, berapa taksiran harganya kalau dirupiahkan, dan bagilah mumpung ahli waris masih pada hidup, untuk menghindari sengketa di kemudaian hari/kemudian generasi.
        1. 3 Anak laki-laki, masing-msing mendapat 2/10 (20%); sementara 4 anak perempuan masing-masing mendapat 1/10 (10%).
        2. Wasiat berbentuk harta boleh dilaksanakan manakala tidak bertentangan dengan kaidah agama dan tidak mempersulit ahli waris. Jika bisa dijamin tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari, silakan dimiliki bersama setelah dibagi waris masing-masing, sehingga tahu berapa saham A, B, C dst atas rumah itu. Tapi bisa juga salah satu ahli waris membayari rumah tersebut (menambahi kalau kurang), bukankah cara begitu rumah peninggalan masih di tangan keluarga sendiri ?
        3. Sesuatu yang telah diberikan saat almarhum hidup itu dinamakan hibah (pemberian) yang TIDAK MENGURANGI hak waris manakala si pemberi meninggal. Maka jika hendak memberi hibah hendaklah adil diantara anak-anaknya, atau minimal ada keikhlasan para ahli waris.
        Semoga bermanfaat.. Salam untuk keluarga.

        Hapus
    55. . Wr. Wb.Bapak ustadz yang terhormat. Mohon pencerahnya untuk masalah pembagian waris sbb:Pada saat ibu saya meninggal, harta yang ditinggalkan oleh ibu bpk sebesar 250jt. Semasa hidupnya ibu sebagai ibu rumah tangga. Anak yang ditinggalkan 4 laki dan 6 perempuan. Kedua orang tua dari ibu masih hidup. Sepeninggal ibu, 2 anak laki meninggal dunia dan kemudian kedua orang tua ibu juga meninggal dunia. Sehingga tersisa 2 anak laki dan 6 anak perempuan. Kemudian bpk saya menikah lagi dengan ibu baru dan mendapat 1 anak perempuan dan 1 anak laki2. Kemudian bapak saya meninggal dunia dimana harta yang ditinggalkan semasa dengan ibu baru ini adalah 150jt. Ibu baru ini juga adalah ibu rumah tangga.Mohon bantuan bapak Ustadz mengenai pembagian warisnya tentunya berdasarkan hukum islam.Atas penjelasannya diucapkan terimakasih.Wass. Wr. Wb.Pria1960@yahoo.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. MEMBAGI WARIS KEDUA ORANG TUA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA
        'Alaikum salam wr. wb.
        1. Untuk harta pusaka ibu, bagilah milik ibu kepada:
        - Bapak: 28/168.
        - Ibu ....: 28/168.
        - Suami: 42/168.
        - 4 Anak laki-laki, masing-masing: 10/168.
        - 6 Anak perempuan, masing2.....: 5/168.
        2. Untuk harta pusaka BAPAK, bagilah milik bapak kepada:
        - Isteri : 13/104.
        - 3 Anak laki-laki, masing-masing: 14/104.
        - 7 Anak perempuan, masing 2 ..: 7/104.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    56. Assalamu'alaikum wr wb pa ustat mau tanya dong bapak saya sudah meninggal 10 tahun lalu,klo ibu saya baru 1 tahun,sebelum meninggal ibu berpesan klo rumah kejual warisannya harus di bagi rata,sedang kan saya anak perempuan dari ke 3 saudara laki2 saya,trus apa yg saya lakukan harus ikuti amanat orang tua apa ikutin sariat islam

      BalasHapus
      Balasan
      1. TURUTI WASIAT ATAU SYARI'AT?
        'Alaikum salam wr. wb.
        1. Wasiat, nasihat orang tua, suami, ulama atau siapapun hendaklah dijalankan manakala tidak bertentangan dengan hukum Allah dan rasul-Nya. Wasiat alm. ibu anda tidak sejalan dengan ketentuan Allah dalam pembagian waris.
        ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ لَا تَدۡرُونَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ لَكُمۡ نَفۡعً۬ا‌ۚ فَرِيضَةً۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمً۬ا
        [Tentang] orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat [banyak] manfa’atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S.An-Nisa:11).
        2. Saran saya: bagilah terlebih dulu sesuai ketentuan agama, yakni: 3 anak laki-laki masing-masing 2/7 bagian, dan anda yang perempuan 1/7 bagian.
        3.Jika setelah pembagian di atas, ada saudara yang hendak berbagi sebagian perolehannya, maka itu adalah shadaqah yang berpahala ganda.
        Insyaallah, cara demikian menyelamatkan orang tua dan memberi keberkahan pada ahli warisya.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    57. Satrio Hartoko14 Oktober 2014 22.53

      Assalamu'alaikum wr.wb. pak Ustadz,
      Mohon pencerahan untuk pembagian waris berdasarkan hukum Islam atas penjualan sebuah rumah warisan dari kedua orang tua kami yg sudah meninggal, dimana kami terdiri dari 10 bersaudara (6 perempuan dan 4 laki-laki). Atas penjelasannya kami haturkan banyak terimakasih. Wass.wr.wb. shartoko@yahoo.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. PEMBAGIAN WARIS UNTUK 10 SAUDARA.
        'Alaikum salam wr. wb.
        Ahli waris dan bagiannya adalah, sbb.:
        - 6 Anak perempuan, masing-masing:1/14 (7,14%).
        - 4 Anak laki-laki, masing-masing: 2/14 (14,28%).
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    58. Assalamualaikum
      Pak Ustadz saya mau bertanya soal pembagian waris sebagai berikut:
      Bapak saya sudah meninggal dunia dan meninggalkan harta sebesar 225jt dan didalam keluarga kami tinggal:
      Ibu (ibu tiri)
      anak laki-laki 3 (1 anak dari ibu tiri)
      anak perempuan (1)
      mohon bantuannya pak ustadz untuk penyelesaian pembagian waris ini,semoga pencerahan dari pak ustadz berdasarkan hukum islam bisa berguna bagi keluarga kami
      terima kasih,
      wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. BAGIAN WARIS IBU TIRI DAN ANAK TIRI:
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        Ahli waris dan bagiannya adalah:
        [1]. Isteri: 12,5% (Rp. 28,125 jt)
        [2]. Anak laki-laki (1): 35% (Rp. 78,75 jt)
        [3]. Anak laki-laki (2): 35% (Rp.78,75 jt)
        [4]. Anak perempuan:17,5% (Rp. 39,375 jt).
        Ket: anak tiri bukan ahli waris alm. bapak, dia mewarisi jika ibunya yang meninggal.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    59. Assalamualaikum wr.wb

      Bagaimana membagi warisan 1.5M dengan keterangan sbb:
      1 ayah pertama meninggalkan warisan tersebut diatas. Sedangkan ibu dan ayah tiri juga sudah meninggal.
      2 kami bersaudara 16 org 12 dari bapak pertama ( 7 laki2 5 perempuan dan salah satu saudara laki2 jg telah meninggal dengan anak 5 org 1 laki2 dan 4 perempuan) dan 4 org dari bapak kedua (2 laki2 dan 2 perempuan. Salah satunya laki2 juga sudah meninggal) jadi tinggal 14 org.

      bagaimana pembagiannya secara islam
      wassallamualaikum wr.wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. SIAPA SAJA AHLI WARISNYA?
        'Alaikum salam wr. wb.
        Harta pusaka seseorang mesti dibagikan kepada ahlinya. Jika yang akan membagi harta warisan bapak pertama, maka ahli warisnya adalah : Orang tua+ isteri +anak-anak dari bapak pertama tersebut. yakni:
        [1]. Isteri 19/152 (12,5%).
        [2]. 7 Anak laki-laki, masing-masing: 14/152 (9,21%).
        [3] 5 Anak perempuan masing-masing: 7/152 (4,6%).
        Dengan catatan:
        1. Saat meninggal bapak sudah tidak memiliki ortu.
        2. Bapak meninggal lebih dulu dari anak lakinya

        Hapus
    60. AHLI WARIS MENYUSUL MENINGAL
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Ahli waris dan bagiannya adalah sbb.:
      [1]. Isteri: 12,5% (Rp.3,75jt)
      [2].3 Anak laki-laki masing-masing: 29,16% (Rp.8,75jt)
      Catatan:
      1. Pembagian di atas adalah dengan asumsi bahwa pekarangan itu mutlak milik bapak, jika ada saham dari ahli waris lain, maka harus dipisahkan sebagai harta bukan warisan.
      2. Bagian anak laki-laki yang sudah menyusul meninggal diberikan kepada ahli warisnya (anak perempuan + ........)

      BalasHapus
    61. Assalamualaikum wr.wb.
      Pak ustadz yang saya a hormati. Semoga anda selalu diberi kesehatan dan selalu dlam lindungan allah swt. Amin.

      Pak ustadz, saya mau bertanya sedikit nih.
      Alm.kakek & nenek saya meninggal kan harta warisan. Dan ahli warisnya ada 9 orang (sekarang tinggal 7 orang, karena yang 2 orang sudah meninggal. Termasuk 1 diantaranya adalah ayah saya). Ayah saya meninggalkan 1 org istri, 1anak perempuan yang sudah menikah, dan 2 anak laki laki yg masih lajang.

      Pertanyaan saya. Bagaimana cara pembagian warisan dari kakek nenek yang harusnya jatuh ke ayah saya namun sudah meninggal. Bagaimana persenan yang didapatkan istri, 1 anak prempuan , dan 2 anak laki laki nya ayah saya? Mohon jawaban nya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb.

      BalasHapus
      Balasan
      1. APAKAH AYAH DAPAT BAGIAN WARIS ORTUNYA?
        'Alaikum salam Wr. Wb, terima kasih atas do'anya Mbak Vika, demikian juga anda semoga sehat selalu.
        1. Jika kedua anak kakek dan nenek meninggalnya sebelum kakek dan nenek, mereka berdua tidak mendapatkan bagian waris, tetapi jika mereka meninggalnya setelah kakek dan nenek, mereka MENDAPATKAN BAGIAN WARIS.
        2. Ahli waris bapak anda dan bagiannya, sbb.:
        - Isteri 5/40 (12,5%).
        - 2 Anak laki-laki masing-masing: 14/40 (35%).
        - Anak perempuan : 7/40 (17,5%).
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    62. assalammmualaikum wr wb pak ustad...

      saya minta pencerahannya...kakek saya mempunyai anak 7 orang 3 pria 4 perempuan..ke 3 anak cowo kakek semasa idupnya kata kakek telah diberikan harta dari kakek...ke 3 anak cowo kakek meninggal duluan sebelom kakek..semasa idup kakek telah menghibahkan secara lisan sebuah rumah kepada ibu saya (anak perempuan) dan ketika dlm proses pengurusan surat hibah yg mo diteken lurah dan camat kakek meninggal tetapi surat hibah tsb sempat diteken kakek beserta anak laki laki kakek tertua (sebelom meninggal) dan beserta 4 anak perempuan kakek...sampai skrang surat hibah itu belum diteken lurah dan camat
      jadi pertanyaan saya 1. apakah rumah yg dihibahkan kakek ke ibu saya itu sah pak ustad?
      2. peninggalan kakek selain tanah kosong ada 3 rumah lagi...sekarang anak laki laki dr paman tertua menuntut atas semua harta peninggalan kakek termasuk rumah kakek...apakah anak laki laki paman tertua ada hak terhadap peninggalan harta kakek padahal kakek telah bilang anak laki laki semua telah mendapat bagian ?jika emang anak laki laki paman tertua berhak berapa porsi pembagiannya karena semua anak perempuan kakek masih idup...wassalam

      BalasHapus
      Balasan
      1. APAKAH CUCU KAKEK ADA HAK WARIS ?
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        1. Walaupun belum terbit aktanya, secara Islam sudah sah karena sudah disaksikan ahli waris lainnya.
        2. Cucu dari anak laki-laki adalah ahli waris pengganti, jika tidak ada lagi anak laki-laki kakek, Statusnya 'ashabah (menghabiskan sisa).
        Maka ahli waris harta kekek dan bagiannya adalah, sbb.:
        - 4 Anak perempuan berserikat dalam 2/3 (Q.S. An-Nisa: 11).
        - Sisanya yang 1/3 untuk cucu dari anak laki-laki (jika cucunya laki dan perempuan, maka cucu laki mendapat 2 kali bagian perempuan)
        * Bagian di atas Dengan catatan: nenek sudah meninggal.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    63. assalammmualaikum wr wb pak ustad...
      saya mau bertanya masalah pembagian warisan peninggalan alm. bapak saya, sekaranga saya masih ada ibu, 2 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.
      yang mau saya tanyakan seandainya sebidang tanah dijual seharga Rp. 100 jt. pembagian menurut ajaran islam masing-masing berhak dapat berapa ya.
      Dan sebenarnya hasil penjualan tanah tersebut akan dipergunakan untuk beribadah Umroh ibu saya
      (istri Alm). apakah boleh dipergunakan untuk ibadah umroh.
      Mohon penjelasannya pak Ustat,
      1. Pembagiannya 1 orang istri Alm, 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.
      2. Apakah boleh uang tersebut dipergunakan untuk ibadah umroh.
      agar saya tidak mengerti dan ibadah ibu saya tidak sia-sia
      Terima kasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. UANG WARISAN BOLEH UNTUK UMRAH
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        1. Ahli waris dan bagiannya:
        - Isteri (ibu anda): 1/8 atau 12,5% (Rp. 12.500.000)
        - 2 Anak laki-laki, masing-masing: 1/4 atau 25% (25. jt).
        - 3 Anak perempuan, masing-masing: 1/8 atau 12,5% (12,5jt)
        2. Kalau sudah jadi hak, terserah mau digunakan untuk apa saja boleh, apalagi untuk umrah itu suatu kebaikan, syukur2 anaknya juga pada umrah (?)
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    64. Assalamu'alaikum wr.wb ustaz
      Kakek saya meninggal dengan meninggalkan seorang istri (tanpa anak dari hasil pernikahan mereka), tetapi istrinya memiliki 3 anak dari pernikahan sebelumnya. Alm.Kakek memiliki 5 saudara kandung perempuan dan 2 saudara kandung laki-laki. Kakek meninggalkan sebidang tanah, yang didapat dari pembagian warisan orangtuanya, dan ketika menikah dengan nenek secara bersama-sama kemudian mendirikan rumah diatasnya. Yang ingin kami tanyakan, siapa sajakah ahli waris dari sebidang tanah tersebut serta bagiannya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. AHLI WARIS KAKEK
        'Alaikum salam Wr. Wb.
        Ahli waris kakek dan bagiannya adalah, sbb:
        - Isteri : 9/36
        - 5 Saudara perempuan, masing-masing: 3/36
        - 2 Saudara laki-laki, masing-masing : 6/36

        Hapus
    65. Assalamu'alaikum wr.wb ustaz,
      Ibu punya suami pertama dan punya anak 3 org. perempuan, suami pertama meninggal dan ibu menikah lagi dengan suami ke-2 punya anak 1 orang laki-laki, dan sekarang ibu dan suami ke-2 sudah meninggal..,mintah petunjuk pembagian hak waris
      Terimakasih ustaz

      BalasHapus
      Balasan
      1. MEMBAGI WARISAN ORANG TUA
        'Alaikum salam wr. wb.
        Terus terang agak sulit membagi waris dengan data yang minim, tapi saya menggunakan asumsi bahwa ibu dan bapak anda saat meninggalnya sudah tidak memiliki orang tua lagi, maka pembagian warisnya:
        1.Ketika Suami (I) meninggal, ahli waris dan bagiannya:
        - Isteri: 1/8
        - 3 Anak perempuan: 2/3 dibagi rata.

        Saya tidak bisa melanjutkan, karena antara suami (II) dan isterinya tidak diketahui siapa yang meninggal duluan.

        Hapus
    66. Assalamu'alaikum wr wb,
      Pak Ustad, m0h0n ijin , bila Bapak berkenan, b0lehkah saya bertanya, tentang pembagian warisan menurut Islam..
      Almarhum bpk sya pekerja keras,, beliau mempunyai sebidang tanah + beberapa rumah (kontrakan) hasil lelah keringat beliau,,
      Beliau meninggal dunia pd thn 2011,, beliau mempunyai 6 orang anak laki2 dr istri 1 (ibu kandung sy)/istrinya hanya 1??
      Anak pertama (abang kandung sya) meninggal pd thn 2012 akhir,,mempunyai 2 orang anak laki2,, anaknya skrng ikt sma ibu sya?? Seluruh cucu dr almarhum bpk sya ada 8 anak(7 orng laki2+1 orang perempuan) Pertanyaan sya?? Apakah smua cucu2 ini mendapatkan atau tidak?
      Dan bagaimana cara pembagian warisan.. yg termasuk katagori ahli waris?? Anak apa cucu??
      Bagaiman cara pembagian warisan dr alhmarhum bpk sy tsb: mohon maaf pak cara penjumlahan yg di atas sy blm ngerti,,1/3,,1/4,,12,5% apa itu artinya.. Contoh 100jt di ahli waris 6,,mendapkn berapkah setiap ahli warisnyya,,
      Mohon maaf apa bila ada kata2 yg kurang baik pak ustad..
      Sekian dan. Trimakasih
      Wassalamu'alaikum wr wb!!

      BalasHapus
      Balasan
      1. AHLI WARIS DAN BAGIANNYA
        'Alaikum salam wr. wb.
        Jika di misalkan harta peninggalan bapak berjumlah 100 jt, maka ahli waris dan bagiannya adalah sbb.
        - Isteri (ibu anda) mendapat 6/48 atau 12,5% atau Rp. 12,5 jt.
        -6 Anak laki-laki, masing-masing mendapat: 7/48 atau 14,58% atau Rp. 14,58 jt.
        -Cucu tidak mendapat hak waris karena terhalang anak laki-laki.
        -Bagian anak pertama diberikan kepada (ibu+2 anak laki-laki +isteri (jika ada).
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
      2. 'Alaikum salam wr. wb.
        1. Maksud di luar nikah itu berzina atau kawin sirri ? Jika berzina, si anak hanya mendapat waris dari pihak ibunya, Jika nikah sirri, secara hukum Islam pernikahannya sah, status anak juga sah dan mendapat bagian yang sama sebagaimana anak dari isteri pertama.
        2.Ibu tidak boleh menghibahkan sesuatu yang bukan miliknya. Peninggalan ayah harus dibagikan sebagai waris dulu, baru ibu boleh menghibahkan apa yang telah sah menjadi miliknya.
        3.Ahli warisnya: ibu (8/48) + 2 orang isteri masing-masing 3/48 + 2 anak laki-laki masing-masing: 17/48

        Hapus
    67. assalamu alaikum,,pak sy mau bertanya bagaimana untuk isteri yang belum mempunyai anak apakah ada harta yang diterimanya

      BalasHapus
      Balasan
      1. BAGIAN ISTERI YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK
        'Alaikum salam wr. wb.
        Pertanyaan anda terlalu singkat amat, menrima dari siapa ?suami, orang tua atau saudaranya ? kalau dari suami ya dia ada DAPAT,1/4 bagian.

        Hapus
    68. TIDAK ADA ISTILAH GONO-GINI DALAM WARIS ISLAM.
      "Alaikum salam Wr. Wb.
      Itulah perbedaan hukum waris islam dengan hukum adat/negara/barat yang menganut prinsip gono-gini. Dalam Hukum waris yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, Harta warisan besarnya ditentukan oleh PEMILIKAN RIIL si mati, maka dari itu semua yang secara sah menjadi milik ibu (dari pembelian, pemberian, warisan dan perolehan) dihukumi HARTA IBU yang dibagikan kepada ahli warisnya. jika di dalam kepemilikan ibu ada bercampur saham bapak (tiri) silakan dipisahkan berapa sahamnya, lalu ambillah saham ibu untuk dibagikan kepda ahli warisnya (2 anak perempuan+suami + orang tua alm. [jika ada]).
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    69. Aslm ustad saya mau nanya
      Ayah saya telah meninggal 2 tahun yang lalu
      Saya 2 bersaudara laki n peremapuan
      (Tetapi hub saya saya diangkat oleh tante dr usia 3bln, mamak kandung saya dgn mama asuh adik kakak) hingga saat ni...
      Yg ingn saya tanyakan apakah saya berhak menerima warisan tersebut brp jumlah besarnya yg saya trima..

      BalasHapus
      Balasan
      1. ANAK ANGKAT BUKANLAH AHLI WARIS
        'Alaikum salam wr. wb.
        Menurut hukum waris Islam, seorang anak mewarisi harta orang tua kandungnya, Akan halnya anak angkat tetap dianggap sebagai orang lain. Namun anak angkat masih dimungkinkan mendapatkan hibah atau wasiat dari orang tua yang mengangkatnya.

        Hapus
    70. Assalamu alaikum wr.wb pak ustadz
      saya minta tolong diberikan perhitungan berapa bagian hak waris kami peninggalan ayah dan ibu kami 7 bersaudara kandung terdiri dari 4 anak laki-laki dan 3 anak perempuan
      terima kasih sebelumnya pak ustadz

      BalasHapus
      Balasan
      1. MEMBAGI WARISAN UNTUK 7 BERSAUDARA
        'Alaikum salam wr. wb.
        Pembagian warisnya tinggal dibagi 11, yakni 4 anak laki-laki masing-masing mendapat 2/11 dan 3 anak perempuan masing-masing mendapat: 1/11 (9,09%).
        Gampang kan ?
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    71. Assalamualaikum wr,wb

      Terima kasih pa ustad sudha menjawab pertanyaan saya, sangat bermanfaat sekali.

      Wassalamu'alaikum wr wb

      BalasHapus
    72. 'Alaikum salam wr. wb.
      Amin, teruslah jadi penegak hukum-hukum Allah.
      Salam untuk keluarga.

      BalasHapus
    73. Assalamualaikum pak Ustadz
      Mohon pencerahannya...Orang tua kami sudah meninggal dan meninggalkan sebuah rumah. Kami 4 bersaudara perempuan semua (saya bungsu) berencana untuk menjual rumah tsb dikarenakan selalu dalam keadaan kosong. Saat ini saya sedang membutuhkan dana untuk suatu kebutuhan. Apakah bisa jika saya meminta bagian saya atas rumah tsb diberikan terlebih dahulu, dengan cara kakak pertama saya bersedia memberikan bantuan dana. Dengan asumsi jika kelak rumah itu terjual maka bagian saya akan dikurangi sejumlah bantuan yg telah kakak saya berikan. Apakah ini bisa disebut sebagai pembagian waris atau malah jatuhnya pinjaman? Terimakasih sebelum dan sesudahnya..

      BalasHapus
      Balasan
      1. BAGIAN WARIS ATAU PINJAMAN?
        'Alaikum salam wr. wb.
        Yang anda lakukan adalah pinjaman, karena waris belum dibagikan atau minimal disepakati besaran bagian masing-masing dan tinggal menunggu pembeli saja. Yang begini pun namanya masih tetap pinjaman. Semoga Allah memberikan jalan keluar dan kemudahan atas segala urusan dan kesulitan anda, amin.

        Hapus
    74. Assalamualaikum........
      Saya dilanda kebingungan. Saya memiliki kakek. Pada saat kakek saya hidup, beliau tidak mempunyai anak. Namun mengangkat anak dari adik kakek. Dan sudah dibuatkan surat kenal lahir dari kecamatan dan ditanda tangani walikota juga. Anak tersebut jadi ayah saya. Dan sekarang sudah meninggal juga. Saat ayah saya meninggal, salah 1 adik dari kakek saya meminta rumah dan tanah yang saya tempati. Pertanyaannya...apakah dengan surat kenal lahir dari almarhum ayah saya masih berlaku dan masihkah saya sebagai anaknya mendapatkan hak sebagai pemilik rumah yang saya tempati?dan ibu saya masih sehat. Nenek juga masih sehat. Terima kasih

      BalasHapus
    75. Assalamualaikum wr. wb. pak Ustadz,
      Tante saya (adik kandung dari ayah saya) baru saja meninggal dunia. Almarhumah adalah janda dan tidak memiliki keturunan. Selain itu Almarhumah memiliki 2 saudara laki-laki yang semuanya sudah meninggal dunia dan 2 orang saudara perempuan yang masih ada.
      Dari saudara laki-laki yang pertama ada keturunan 1 orang perempuan dan 2 orang laki-laki, dari saudara laki-laki yang ke-2 ada keturunan 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki.
      Pertanyaannya, siapakah ahli waris almarhumah dan bagaimana pembagian warisannya?
      Terima kasih sebelumnya.
      Wassalamu'alaikum wr wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. WARISAN ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN
        'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr. Benggol Martonohadi, Menurut kaidah Islam, dalam kasus anda, maka ahli waris dan bagiannya adalah:
        1. 2 orang saudara perempuan, masing-masing 3/9 atau 33,33%
        2. 3 orang keponakan laki-laki dari saudara laki-laki mendapatkan sisa, masing-masing: 1/9 atau 11,11%.
        Catatan:
        1.Pembagian di atas jika almarhumah sudah tidak memilki orang tua.
        2.Keponakan perempuan atau keponakan laki-laki dari saudara perempuan dalam kaidah islam tidak dikategorikan ahli waris, tetapi ulul arhaam (bisa menerima waris jika tidak ada satu pun ahli waris).
        Semoga bermanfaaat.

        Hapus
      2. Terima kasih banyak pak Ustadz. Betul-betul mencerahkan kami.

        Wassalamu'alaikum wr. wb

        Hapus
    76. Assalamualaikum wr,wb
      Pak Ustad saya mau bertanya perihal pembagian warisan,kami 6 bersaudara 3 laki-laki dan 3 perempuan semua sudah berkeluarga dan Ibu masih ada
      Tolong di jelaskan persentasenya menurut Hukum Islam
      supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari
      dan apakah perlu dibuatkan surat perjanjian/persetujuan semua pihak tentang pembagian ini
      mengingat harta tersebut berupa sebidang tanah dan rumah akan terkena gusur oleh pelebaran pool Bus way
      Terimkasih Pak Ustad
      Wassalammualikum wr,wb

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Sdr Suryono Marzuki yang dirahmati Allah, menurut hukum waris Islam, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
        ---Ibu: 9/54 (16,66%)
        - 3 Anak perempuan, masing-masing: 5/54 (9,25%)
        - 3 Anak laki-laki, masing-masing: 10/54 (18,51%).
        * Pembagian di atas dengan catatan jika orang tua bapak anda sudah tidak ada.
        * Sebaiknya memang dibuat semacam berita acara, agar tidak terjadi saling klaim dan perselisihan anak keturunan berikutnya.
        Salam untuk keluarga.

        Hapus
    77. Assalamualaikum. Saya punya bu dhe (panggilan dari keponakan untuk orang yang di anggap kakak perempuan dari orang tua). Orang tua bu dhe (ayah dari bu dhe) adalah kakak laki2 dari kakek saya. Orang tua bu dhe sudah meninggal. Bu dhe punya saudara perempuan tapi sudah meninggal. Adik laki2 bu dhe juga sudah meninggal, tapi masih ada istri, anak dan cucu. Hanya saja istri, anak dan cucu nya beragama kristen. Bu dhe pernah dapat amanat untuk tidak boleh menjual rumah. Sementara sebelum adik laki2 nya meninggal, pernah minta rumah itu untuk menjadi klinik. Tapi karena adik laki-laki nya sudah pindah kristen berikut istri, anak dan cucu nya, dari garis keturunan bu dhe tidak ada yang bisa. Kalau di ambil dari saudara laki2 orang tua juga sudah meninggal semua. Keluarga islam yang ada adalah sepupu dari bu dhe saja. Karena orang tua dari sepupu bu dhe yang merupakan adik dari orang tua bu dhe juga sudah meninggal semua. Di siso lain, adik ipar bu dhe yang beragama lain itu merasa rumah adalah hak dari beliau, karena dia satu2 nya yang punya anak keturunan. Sedangkan bu dhe pernah bilang tidak mungkin memberikan waris ke keluarga yang sudah pindah agama lain.

      BalasHapus
    78. Alaikum salam wr. wb.
      1. Orang non-Islam tidak bisa mewarisi harta orang Islam, demikian pula sebaliknya.
      2. Jika rumah itu milik ayahnya budhe, maka warisannya dibagi kepada:
      - Anak perempuan (budhe) 1/2
      - Sisanya diberikan kepada ahli warisnya yang lain dengan urutan prioritas sbb.:
      1. Ortu kakek
      2. Anak lain yang juga ISlam
      3. Cucu dari anak laki-laki
      4. Saudara kakek
      5. Keponakan laki-laki dari kakek
      6. Paman kakek
      7. Sepupu laki-laki kakek
      Keterangan: jika ada didapat ahli waris ashabah (sisa) di nomor tertentu, maka urutan di bawahnya gugur.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    79. Assalamualaikum

      pak ustd maaf sblum nya saya mau bertanya
      ayah saya meninggal tapi dia memiliki 3 org istri .tapi sblum ayah ninggal istri kedua meninggal sekarang tinggal 2 istri
      dari istri pertama memiliki 4 anak
      istri kedua 2 anak . Istri ke tiga 3 anak . Menurut pandangan islam bagai mana pak ustrad

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Menurut kaidah hukum waris Islam, maka ahli waris dan pembagaiannya adalah sbb.:
        - 2 (Dua orang) istri berbagi 1/8; masing-masing 1/16.
        - Sisanya diberikan kepada 9 anak tergantung jenis kelaminnya.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    80. Assalamualaikum wr.wb

      Pak Ustad saya mau bertanya tentang pembagian tanah waris terhadap 8 bersaudara terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan,mohon penjelasan dri pak ustad menurut pandangan islam,
      Terimakasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Jika kedua orang tua sudah meninggal dan ahli waaris hanya 8 anak, maka harta pusaka dibagi 12 (perempuan=x1 + laki-laki=x2), jadi perolehannya, sbb.:
        - 4 anak perempuan masing-masing mendapat: 1/12 (8,33%).
        - 4 Anak laki-laki masing-masing mendapat : 2/12 (16,66).
        Peganglah persentase tersebut, baik jika dibagikan dalam bentuk luas tanah ataupun dalam bentuk uang hasil penjualan.
        Semoga bermanfaat.

        Hapus
    81. Assalamualaikum Wr Wb,
      Mohon penjelasannya,
      Almarhum ayah saya mendapat warisan dari hasil penjualan sebidang tanah milik almarhum kakek (kakek terlebih dahulu meninggal). Almarhum ayah meninggalkan:
      - 1 istri
      - 3 anak laki-laki
      - 2 anak perempuan
      Dari bagian almarhum ayah saya, siapa sajakah yang menjadi ahli waris? dan dari bagian almarhum ayah, berapakah bagian masing?

      Terima kasih.
      Wassalam.

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Bagian warisan untuk ayah anda digabungkan dengan harta peninggalan ayah yang lain, lalu dibagikan kepada ahli warisnya dengan komposisi sbb.:
        1. Isteri: 8/64 (12,5%).
        2. 3 Anak laki-laki, masing-masing: 14/64 (21,87%).
        3. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/64 (10,93%).
        Pembagaian di atas, dengan catatan ayah anda sudah tidak memiliki ibu lagi (nenek anda sudah meninggal).

        Hapus
    82. عليكم السلام ورحمة الله وبركاته
      Sdr GI SLty, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membagi warisnya, yakni:
      1. Yang dimaksud harta warisan paman adalah semua harta milik paman (saja).
      2. Surat wasiat dinyatakan batal jika untuk ahli waris, sementara jika menyangkut pembagian harta, ketentuannya sudah diatur oleh syari'at agama Islam.
      3. Harta warisan paman dibagikan jika paman sudah meninggal dunia.
      Berdasarkan krononologi dan data di atas, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
      1. Isteri (ke-2): 4/32 (12,5%).
      2. 1 Anak laki-laki: 14/32 (43,75%)
      3. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/32 (21,87%).
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    83. Assalamualaikum Wr. Wb.
      Pak ustad saya mau nanya bagaimana jika seorang pewaris memiliki ahli waris yang terdiri dari ibu, bapak, 2 oarang anak perempuan,1 orang anak laki-laki, dan istri dan kemudian harta yang ditinggalkan sebesar Rp. 100 juta. Maka berapa bagian dari masing-masing ahli waris?

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
        Mbak Dila, menurut hukum waris Islam, maka pembagiannya sbb.:
        1. Bapak: 16/96 (16,66%)
        2. Ibu: 16/96 (16,66%)
        3. Isteri: 12/96 (12,5%)
        4. Anak Perempuan: 13/96 (13,54%)
        5. Anak Perempuan: 13/96 (13,54%)
        6. Anak laki-laki: 26/96 (27,08%)
        Faham ya?

        Hapus
    84. Assalamualaikum WR WB,

      Ustad, saya mau tanya, Ibu punya 5 anak dr 2 pernikahan : 4 anak (3 perempuan dan 1 laki-laki) dari suami pertama yang sudah meninggal sejak kami masih kecil dan 1 anak perempuan (terahir/bontot dan belum menikah) dari Suami kedua.
      Ibu saya meninggal 2 bulan lalu, Bapak yang kedua masih hidup dan tinggal dengan adik perempuan yang terahir dirumah peninggalan yang sudah ada sejak Ibu dan Alm. Ayah kami hidup (4 ank dari suami pertama sudah menikah dan berumah masing-masing)
      Setelah ibu meninggal bagaimana cara pembagian warisan yang diatas dan emas-emas Ibu, mengingat bapak kedua kami berkeberatan apabila kami berbagi harta disaat beliau masih hidup. Perlu diingatkan juga disini Ibu yang bekerja dirumah sedangkan Ayah kedua kami membantu pekerjaan Ibu.

      Wassalamualaikum WR WB

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Yang dimaksud harta warisan ibu anda adalah semua apa yang menjadi milik alm. ibu melalui 4 jalan: Penghasilan, pembelian, warisan dan pemberian. Untuk usaha bersama bisa dihitung besaran saham masing-masing, atau jika sulit bisa dibagi 50:50 atau berapa saja sesuai kesepakatan dengan bapak anda.
        Jika sudah ketemu jumlahnya dan sudah dibayarkan hutang dan wasiat ibu (jika ada), dan ibu sudah tidak memiliki orang tua lagi, maka pembagiannya menurut hukum waris Islam, sbb:
        1. Suami: 6/24 (25%).
        2. 4 Anak Perempuan, masing-masing: 3/24 (12,5%).
        3. 1 Anak Laki-laki: 6/24 (25%).

        Hapus
    85. assalamu alaikum . . .
      sya punya soal kya gni bisa d'bantu untuk cara menghitunga.x ???
      harta abdullah 56.000.000
      meninggalkan ahli waris
      - istri
      - 2 anak laki-laki
      - 2 anak perempuan
      - bapa
      - ibu
      - kakek dari bapa'
      - sawdara laki2

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Menurut hukum waris Islam, ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
        1. Bapak dan Ibu masing-masing: 24/144 (16,66%).
        2. Isteri: 18/144 (12,5%).
        3. 2 Anak perempuan, masing-masing: 13/144 (9,02%).
        4. 2 Anak laki-laki, masing-masing: 26/144 (18,05%).
        Keterangan:
        1.Kakek terhalang mendapat waris (mahjub) karena ada bapak.
        2. Saudara laki-laki juga mahjub karena ada bapak dan anak laki-laki.
        Gampang kan?

        Hapus
    86. 'Alaikum salam wr. wb. (yang lengkap ya?, kalau cuma nulis saja kan tidak sesulit menjawabnya)
      Apa pun jenis dan jumlah warisan yang ditinggalkan ayah anda, maka bagian dan komposisinya menurut hukum waris Islam, sbb.:
      1. 2 Isteri, masing-masing: 5/80 (6,25%).
      2. 6 Anak perempuan, masing-masing : 7/80 (8,75%)
      3. 2 Anak laki-laki, masing-masing: 14/80 (17,5%)

      BalasHapus
    87. Asalamu'alaikum...mau tanya pak gimana cra pmbagian waris jika ibu saya masih hidup dg 10 anak yaitu 6 anak laki2 dan 4 anak perempuan dg harta waris misal 700jt.dan bagaimana jika ibu saya juga akan memberikan bagiannya pada anak2nya saya tggu jwbanya pak,triakasih. Wasalamu'alaikum...

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        1. Pembagian waris dilaksanakan jika pewaris telah meninggal dunia, jika masih hidup itu disebut hibah. Dalam kasus anda, jika ibu telah meninggal dan ahli warisnya hanya 10 anak saja (ibu tidak mempunyai suami dan orang tua) maka pembagiannya:
        - 6 Anak laki-laki masing-masing mendapat: 1/8 (12,5%).
        - 4 Anak perempuan masing-masing mendapat: 1/16 (6,25%).
        2. Pemberian dikala pemilik masih hidup (hibah) diperbolehkan selama adil atau merata atau ada keikhlasan dari anak yang lain.

        Hapus
    88. Assalammu'alaikum... permisi, ikut copy atikelnya ya... :)
      terima kasih

      BalasHapus
      Balasan
      1. 'Alaikum salam wr. wb.
        Monggo................

        Hapus
    89. Assallamuallaikum wr.wb pak ustadz

      Ibu saya mempunyai rumah warisan dari kakek nenek kmi, kebetulan ibu saya anak tunggal tpi mereka sdh meninggal semua
      Kmi mempunyai 8orang bersaudara 4laki 4perempuan
      Tpi sblm orang tua saya meninggal rumah tersebut dihibahkan ke saudara perempuan saya
      Karna yg lain sdh mendapatakn bagian hibah dri orang tua

      Tpi saudara perempuan saya yg di hibahkan rumah tadi baru meninggal jga, mempunyai 2 anak laki2 dan 2anak perempuan?

      Jadi siapa kah yg berhak menerima waris dri rumah hibah tersebut?
      Apakah saudara2 saya yg telah meninggal tadi mendapatakan bagian dari rumah tersebut .
      Terima kasih.
      Walaikumsalam wr.wb

      BalasHapus
    90. 'Alaikum salam Wr. wb.
      1. Hibah rumah itu sdh sah menjadi milik si penerima, dan ketika penerima meninggal, yang mewarisi objek hibah dan seluruh hartanya adalah ahli warisnya saja.
      2. Ahli waris dari saudara anda (si penerima hibah) adalah:
      - 2 Anak laki=laki.
      - 2 Anak perempuan
      - Suami (jika ada)
      - Orang tua (jika ada)/
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    91. Ass wr wb Pak Ustazd

      Saudara Bapak sy ada 5 orang dan semua udh meninggal dunia, salah satu kakaknya meninggal paling terakhir (suaminya meninggal duluan)tdk memiliki keturunan dan meninggal harta rumah. sy adalah anak dari saudaranya yang laki2, hal yg ingn sy tanyakan bagaimana cara membagi harta warisan tsb, terima kasih.
      wass wr wb

      BalasHapus
    92. Alaikum salam wr. wb
      Agar dapat membantu membagikan warisan harus diketahui dulu siapa saja ahli warisnya.

      BalasHapus
    93. Ass wr wb Pak ustazd
      kakak saya terlebih meninggal daripada ayah dan ibu saya berjarak sepuluh tahun lebih sedangkan kami anaknya perempuan semuanya tinggal lima orang lagi.
      Bagaimana pembagian warisan untuk anak kakak yang meninggal itu,mohon penjelasan pak ustazd,terima kasih.
      Wass wr wb

      BalasHapus
    94. Alaikum salam Wr. Wb.
      Warisan kakak sudah tentu dibagikan kepada ahli warisnya, hanya saya kurang bisa mengerti informasi ibu, siapa sajakah ahli waris kakak ibu, ada berapa anaknya, apa saja jenis kelaminnya, apakah masih punya suami ? mohon disusulkan tambahannya sebelum dijawab, terima kasih.

      BalasHapus
    95. Assallamuallaikum Wr.wb

      Mau tanya pak. Bagaimana caranya pembagian Waris Jika Ayah saya meninggal dan Ibu saya masih
      hidup dengan 7 orang anak yaitu: 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Mohon penjelasan pak Ustd. terima kasih.
      Wassalamualaikum Wr.wb

      BalasHapus
    96. Alaikum salam wr. wb.
      Jika alm. ayah anda sudah tidak mempunyai orang tua lagi, maka ahli waris dan bagiannya adalah sbb.:
      1. Isteri (ibu anda):10/80 (12,5%).
      2. 3 Anak laki-laki masing-masing 14/80 (17,5%).
      3. 4 Anak perempuan masing-masing: 7/80 (8,75%).
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    97. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Bagian waris orang yang telah meninggal.
      Jika anak laki-laki meninggal sebelum meninggalnya kedua orang tua, mereka tidak mendapatkan bagian waris. tapi jika meninggalnya setelah meninggalnya orang tua, mereka mendapatkan bagian waris sebagaimana orang yang masih hidup.
      2. Jika orang tua yang meninggal terlebih dahulu, dengan ahli waris, 3 anak laki dan 2 perempuan, maka bagian warisnya adalah:
      - 3 anak laki-laki masing-masing: 1/4.
      - 2 orang perempuan masing-masing: 1/8
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    98. Assallamuallaikum Wr.wb
      Mohon bantuan pencerahannya bapak.
      Saya sedang bingung soal hak waris. Ayah saya baru saja meninggal dunia. Beliau meninggalkan 1 istri dan 3 anak perempuan. Yang jd permasalahannya, ayah mempunyai 9 saudara. 1kakak perempuan meninggal dan 1 kakak laki" yg sudah meninggal. Dan 1adik laki" meninggal, 5 adik laki" masih hidup dan 1 adik perempuan yg msh hidup.
      Ayah mempunyai sebidang sawah yg diperoleh dari 20% hasil waris dari orang tua ayah. Dan 80% hasil tabungan bersama ibu.
      Yg jd persoalannya sekarang. Keluarga dari ayah menuntut hak waris atas hibah dari orang tua mereka. Yg dulu diberikan sama (sesuai hukum islam) hak nya masing".
      Saya bingung bagaimana penyesaiannya. Dikarenakan, ayah tidak mempunyai anak laki" dan saudara kadung ayah minta hak waris. Apa saya harus memberikan semuanya? Padahal itu juga hasil tabungan ibu (gono gini). Dan bagaimana cara pembagiannya.
      Mohon pencerahan bapak. Terima kasih.

      BalasHapus
    99. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
      Mau tanya pak. Bagaimana caranya pembagian Waris Jika Ayah saya meninggal dan Ibu saya masih
      hidup dengan 3 orang anak yang semuanya perempuan. mohon penjelasan pak ustd. terima kasih
      Wassalamualaikum Wr.wb

      BalasHapus
    100. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Yang dibagikan sebagai warisan ayah adalah: sebidang sawah+ separuh tabungan + apa saja harta yang secara sah menjadi milik ayah (silakan anda hitung sendiri jumlah nominalnya). Adapun yang milik ibu atau sudah diberikan kepada anak-anak, sudah menjadi milik masing-masing, statusnya bukan harta warisan dari ayah.
      2. Pembagian waris dan ahlinya adalah sbb.:
      1. Ibu: 33/264 (12,5%).
      2. 3 ANak perempuan, masing-masing:176/264/3 (22,22%).
      3. 5 Saudara kandung laki-laki, masing-masing:10/264 (3,78%).
      4. Saudara kandung perempuan: 5/264 (1,9%).
      Gampang kan?

      BalasHapus
    101. Sdr. Shandy Ariantono
      'Alaikum salam wr.wb.
      1. Bagi semua harta yang milik ayah (saja).
      2. Ahli waris dan bagiannya adalah:
      - Isteri (ibu anda): 9/72
      - 3 Anak perempuan masing-masing: 16/72
      - Sisa: 15/72
      Keterangan:
      Berikan sisa kepada ahli waris ashabah bapak, misalnya kakek, saudara laki-laki, keponakan laki2 dari sdr laki-laki, paman, sepupu laki-laki dari paman. Jika tidak ada satu pun dari golongan mereka, sisanya dibagi hanya untuk 3 anak, isteri tidak ada tambahan lagi.

      BalasHapus
    102. Assalamualaikum wr.wb, ustadz
      Alm ayah meninggalkan sebidang tanah dan rumah, sementara rumah itu saya yg membangun atas persetujuan ayah semasa hidup. Taksiran tanah dan rumah adalah 300jt..jadi, warisan ayah atas tanah dan rumah atau keduanya??saat ayah hidup ayah menghibahkan keduanya untuk saya, dgn disaksikan kakak perempuan dan istri ke2.sementara ayah meninggalkan istri ke2(tanpa anak) dan anak laki2 2 dan perempuan 4. Bagaimanakah pembagian secara islam ya ustadz??mohon pencerahannya..waalaikum salaam..

      BalasHapus
    103. Ass.wr.wb pak ustad
      mohon pencerahannya 6 th yg lalu sy berumah tangga dg istri pertama dianugerahi seorang anak 1 laki", pada saat itu kami berencan membeli sebidang tanah tp dilarang o/ mertua dg alesan lebih baik bangun di tanah beliau akhirnya kami turuti dgn tidak ada perjanjian apapun lalu 2th kmudian istri sy meninggal krn sakit, dan sy skrg sdh menikah lagi masih menempati rmh tsb yg ingin sy tanyakan status rmh tsb sdangkan sy msh punya tgg jwb anak laki dr istri 1 tolong pencerahannya!!!

      BalasHapus
    104. Alaikum salam wr. wb.
      Sdr FIrman Hadi, saran saya:
      1. Segera bagikan warisan isteri anda secepatnya, yakni semua harta yang menjadi milik isteri anda saja.
      2. Untuk status tanah sebaiknya anda tayakan lagi ke mertua, apakah dulu niatnya diberikan kepada isteri atau hanya diberi tumpangan saja. jika diberikan, maka itu menjadi harta warisan isteri, jika hanya dipinjami, maka itu masih hak milik mertua. Adapun jika pembagungan rumah itu atas biaya anda, maka bangunan non tanah dihitung milik anda.
      3. Pembagian waris isteri anda adalah sbb:
      1. SUAMI: 1/4
      2. Orang tuanya, masing-masing 1/6
      3. Sisanya buat anak lelaki
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    105. Assalamualaikum wr.wb.
      Mohon petunjukny, ayah sy sudh 3th meninggal, tp hrta warisanny blm dibagikn sampai skrg, sy 3org brsaudara 2 laki-laki dan seorg perempuan. Semua sudh berkluarga, akn tetapi kakak sy yg kedua laki2 blm punya anak sampe skrg, trus kakak sy meninggal krn kcelkaan dan meninggalkn seorg istri, nah pertanyaanny apakh istri kakak laki2 sy itu mendptkn bagian harta almrhum ayh sy? pdhal harta warisan ayh sy blm dibagikn kpd pr ahli warisny 3org, sdgkn istri kakak sy itu org lain/diluar ahli waris? Jk mndptkn bagian, brp kah besar bagian mbak ipar sy itu? Trmksh.

      BalasHapus
    106. 'Alaikum salam Wr.wb.
      Ketika seseorang meninggal dunia, maka harta peninggalannya secara hukum sudah menjadi milik para ahli warisnya, baik itu dibagi segera maupun ditunda. Almarhum kakak anda jika meninggal setelah alm. bapak, dia pun sudah berhak mendapatkan harta warisnya, dan isterinya telah berhak pula menjadi pewaris dari harta suaminya.
      Besarnya bagian isteri yang alm. suaminya tidak memiliki anak adalah 1/4 dari total harta yang ditinggalkan sebagaimana tertera dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 12.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    107. Assalamualaikum wr WB
      Salam pak ustad,...
      Ada yang mau saya tanyakan mengenai hak waris,
      Saya Dan istri mempunyai rumah Dan tanah, mempunyai anak 1 laki2 Dan 1 perempuan. Masih di bwh 5tahun.
      Beberapa waktu Lalu istri meninggal, kemudian anak2 di rawat oleh ibu bapak Dari istri (mertua) saya. Krn sy tugas di luar daerah, rumah tanah saya jual. Dan di ketahui oleh ortu sy Dan mertua, sy ingin membagi ke anak2 saya yg di rawat oleh mertua.
      Sy saya tanyakan, hasil warisan tsb pembagian nya bagaimana ya pak ustad, apakah saya juga mendapatkan warisan tsb? Atau hanya full ke anak2 saya? Atau mertua sy juga menerima hak waris tsb? Toh hasil penjualan tsb kan juga pasti yg menerima mertua, krn anak yg di bawah umur. Untuk spt ini bagaimana ya pak ustad. Terimakasih
      Wasalamualaikum...

      BalasHapus
    108. 'Alaikum salam wr. wb.
      Bapak yang dirahmati Allah, menurut hukum Islam, pembagian dan ahli waris isteri bapak adalah sbb.:
      1. Yang dibagi sebagai warisan adalah hanya harta milik isteri almarhumah saja, baik berasala dari pendapatan, penerimaan, pemberian maupun pembelian, sementara yang menjadi milik bapak, tidaklah ikut dibagi.
      2. Ahli waris isteri anda adalah sbb.:
      - Bapak:6/36 atau 16.66%.
      - Ibu: 6/36 atau 16,66%.
      - Suami:9/36 atau 25 %.
      - Anak Perempuan:5/36 atau 13,88%.
      - Anak laki-laki: 10/36 atau 27,77%.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    109. assalamualaikum wr wb...
      salam pak ustad...

      saya punya tante yg sudah meninggal 4 bulan yg lalu tetapi dia tidak memiliki suami dan anak,dia punya saudara kandung ada 5, 3 laki2, 2 perempuan., yang masih hidup tinggal 3, 2 perempuan, 1 laki2. sedangkan anak dari saudara tante saya yg sdh meninggal duluan menuntut pembagian harta warisan untuk dibagikan kepada dia. apakah saudara tante saya yg sdh meninggal deluan dari tante saya dapat diberikan harta warisan. dan cara pembagiannya bagai mana pak ustad.

      BalasHapus
    110. 'Alaikum salam wr. wb.
      Saudara Muh Rizal yang dirahmati Allah.
      Jika tante anda juga sudah tidak mempunyai orang tua lagi, maka harta warisannya untuk para saudara. Dan karena syarat ahli waris itu dia masih hidup ketika si pewaris meninggal, maka hanya saudara yang masih hidup saja yang berhak menerima harta warisan, sementara yang ditakdirkan Allah meninggal lebih dulu, dia tidak beroleh bagian dan tidak diturunkan kepada para anaknya, hanya Al-qur'an menganjurkan agar mereka diberi sekedarnya (Q.S.An-Nisa: 8).
      Jadi menurut hukum Islam, pembagian harta warisan tante anda adalah:
      - 1 Saudara laki-laki: 1/2
      - 2 Saudara perempuan, masing-masing: 1/4.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    111. Assalamu Alaikum Wr Wb.,maaf pak ustad mohon petunjuk dan bantuan.Abah Saya meninggsl lk 35 th yll.meninggalkan warisan sebidang tanah luasnya lk 1 hektar.kami 3 saudara satu laki laki (meninggal 5 th yll) meninggalkan 3 orang anak laki laki.satu orang isteri yang sudah menikah satu tahun setelah alm meninggal,setelah alm meninggal saya yg membiayai sekolah keponakan.saya punya anak 2 orang satu perempuan dan satu laki laki.adek saya punya satu orang anak laki laki.Ibu kami masih hidup dan tinggal bersama Saya tapi sudah pikun.pertanyaan siapa saja yang berhak mendapat warisan dan pembagiannya bagaimana terima kasih Wassalamu Alaikum Wr Wb

      BalasHapus
    112. 'Alaikum salam Wr. Wb.
      Bapak Allan Sukmanda, ketika abah anda meninggal, maka semua warisan miliknya diberikan kepada isteri (ibu anda)1/8, dan sisanya yang 7/8 diberikan kepada 3 anaknya, sayang anda tidak menyebutkan jenis kelamin masing-masing anak sehingga kami tidak bisa memberitahukan bagian masing-masing anak.
      Untuk adik anda yang meninggal, maka hartanya diberkan kepada:
      1. Isteri: 3/24
      2. 3 Anak laki-laki, masing-masing: 7/24
      Isterinya tetap dapat warisan walau sudah menikah lagi, karena saat alm. meninggal, dia masih sebagai isteri dan sudah berhak atas pemilikan harta peninggalan suaminya.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    113. ASSALAMUALAIKUM, WR.WB
      ADA YANG MAU SAYA TANYAKAN TENTANG PEMBAGIAN HARTA WARISAN TANAH DAN BANGUNAN SERTA UANG TUNAI..DARI AYAH SAYA, IBU SAYA SUDAH MENINGGAL, SAYA HANYA PUNYA SAUDARA KANDUNG 1 (LAKI - LAKI),
      MOHON DI JAWAB TENTANG HAK AHLI WARIS DAN SISTEM PEMBAGIANNYA, TERIMA KASIH.

      BalasHapus
    114. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Inventarisir semua peninggalan orang tua dan kurskan dalam taksiran jumlah rupiah.
      2. Sebelum dibagikan, hendaknya lunasi dulu hutang almarhum (jika ada) dan wasiatnya (jika ada) dengan harta warisan tsb.
      3. Jika ayah dan ibu sudah tidak memiliki orang tua lagi dan hanya meninggalkan 2 anak laki-laki, maka harta warisan dibagi dua orang sama rata.
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus
    115. Assalamualaikum wr.wb.
      Pa ustad saya ada pertanyaan ayah sudah meninggal 19th yg lalu ibu meninggal baru 4blnan nah ayah sm ibu itu tidak memiliki anak kandung hanya memiliki anak angkat terus ibu saya memiliki adik tiri ayah sudah ga mempunyai adik kandung...itu pembagian hartanya gimana ya pa ustad tolong pencerahannya...terimakasih
      Wassalamuaikum..

      BalasHapus
    116. Untuk bapak Mahmud Haris,
      'Alaikum salam wr.wb. pertanyaan detail begini mestnya bapak menggunakan KONSULTASI WARIS ONLINE sehingga jawabannya detail dan bisa dikirim ke email.
      1. Segera setelah proses pengurusan jenasah dan duka cita selesai.
      2-3. Isteri: 1/8, Anak perempuan: 1/2, sisanya untuk para saudara, dimana saudara laki2 mendapat 2x bagian perempuan.
      4. Q.S. Al-Fajr: 19, Annisa: 14 dll.

      BalasHapus
    117. Assalamu alaikum wr. wb
      pak ustad..
      suami saya meninggal 4 tahun yang lalu, kami mempunyai 1 anak perempuan,

      bagaimana cara membagikan harta warisan suami saya, jika masih ada =
      -ibu ( ibu mertua saya) ,
      -1 kakak kandung laki2 dari suami saya
      - 1 kakak tiri perempuan dari suami saya

      jika harta itu senilai 700 juta.

      semoga Pak ustad bisa membantu menjelaskan, karena selalu terjadi perdebatan di keluarga suami karena minim ilmu tentang pembagian warisan..

      terima kasih
      wassalamu alaikum wr. wb :)

      BalasHapus
    118. aslmkum...wr.wb.pa ustadz
      mohon petunjuk nya dr pa ustadz..
      (Alm)Kakek +(Alm)Nenek dr Bapak sya punya 4 rmh yang di tinggalkan sblum meninggal.dia punya anak 2 ( 1 pr.dan 1 lk)
      trus dr anak permpuan punya anak 2 (1 pr dan 1 lk).status cucu.dan dari yang laki2 punya anak 3 ( 2 lk dan 1 pr) status cucu.
      yang menjadi pertanyaannya..brp bagian buat anak permpuan dan anak laki2..tetapi anak yg prempuan itu dh meninggal dunia dluan sblum kakek+nenek meninggal..mohon petunjuknya pa ustad..

      BalasHapus
    119. Untuk Ibu Marliana Saraswati
      'Alaikum salam Wr. wb.
      Ahli waris dan bagiannya adalah:
      - Ibu: 4/24
      - Isteri: 3/24
      - Anak perempuan: 12/24
      - Saudara kandung laki-laki: 5/24
      Saudara tiri tidak mendapat bagian karena terhalang saudara kandung.

      BalasHapus
    120. Untuk Sdr. Duff Rahman
      'Alaikum salam wr. wb.
      Salah satu syarat menjadi ahli waris adalah "dia masih hidup ketika pewaris meninggal dunia". Berdasarkan hukum Islam, hanya anak yang masih hidup yakni anak laki-laki yang menjadi pewarisnya dengan mengambil semua harta warisan. Adapaun anak perempuannya tidak mendapatkan waris dan tidak pula diturunkan ke cucunya. Tapi Islam menganjurkan ager mereka diberi bagian sekedarnya (uang kerohiman) (Q.S. An-Nisa: 8).
      Semoga bermanfaat.

      BalasHapus