Sabtu, 31 Agustus 2013

Hukum, Keutamaan dan Hikmah Berqurban di Hari Raya I'edul Adha

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk berqurban dengan menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan .
Qurban menurut bahasa, berasal dari kata qaruba-yarqubu-qurban-qurbananan yang berarti dekat atau mendekat. Menurut syar’i, qurban berarti binatang yang disembelih dengan maksud taqarrub atau pendekatan kepada Allah pada hari raya haji dan 3 hari sesudahnya. Binatang Qurban berasal dari kata Al Udhhiyah dan Adh Dhahiyah, adalah nama binatang sembelihan seperti unta, sapi  dan kambing.

1. Disyari'atkannya Qurban

Ibadah qurban disyari'atkan oleh Allah untuk mengenang Nabi Ibrahim a.s., dan sebagai suatu upaya memberikan kemudahan pada hari I'ed, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw :  
انما هي أيآم أكل و شرب و ذكر الله عز وجل
"Hari ini adalah hari makan dan minum dan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla.
Allah Ta'ala berfirman:
                                 إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ (٣ 
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga. (1) Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah  (2) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (3) (Q.S. Al-Kautsar: 1-3).
                                           وَٱلۡبُدۡنَ جَعَلۡنَـٰهَا لَكُم مِّن شَعَـٰٓٮِٕرِ ٱللَّهِ لَكُمۡ فِيہَا خَيۡرٌ۬‌ۖ فَٱذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَيۡہَا صَوَآفَّ‌ۖ 
Artinya : Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya ... (Q.S. Al-Hajj: 36).
Yang dimaksud dengan kata nahar di sini adalah penyembelihan binatang qurban. Dan di dalam Al-Hadits, bahwa Nabi saw. melakukan ibadah qurban dan kaum muslimin ikut berqurban. Mereka berijma' untuk hal itu.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari 'Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا ، وَأَشْعَارِهَا ، وَأَظْلاَفِهَا . وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا 
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu." [1].

2. Hukum Berqurban

Ibadah qurban adalah sunnah muakkadah. Bagi yang mampu melaksanakannya lalu meninggalkan ibadah itu, maka ia dihukumkan makruh. Berdalilkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi saw. pernah mengurbankan dua kambing qibasy, yang sama-sama berwarna putih kehitaman, bertanduk, beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut dan membacakan nama Allah serta bertakbir (sewaktu memotongnya).. Dan Muslim meriwaytkan dari Ummu Salamah, bahwa Nabi saw. bersabda: 
إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَعِنْدَهُ أُضْحِيَّةٌ يُرِيدُ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَأْخُذَنَّ شَعْرًا وَلاَ يَقْلِمَنَّ ظُفُرًا 
"Dan jika kamu telah melihat hilal masuknya bulan Dzulhijjah, dan salah seorang kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya." [2]. Sabda beliau: " ... ingin berqurban..." adalah dalil bahwa ibadah ini sunnah bukan wajib.


3. Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

Kurban tidak disyaratkan disembelih sesudah terbit matahari pada hari ‘Idul Adha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya. 
  • Dari al-Barra’ ra Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Idul adha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.” 
  • Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: ‘Barangsiapa shalat sesuai dengan shalat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kurban sebelum ia shalat’.” 
  • Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam.” (HR Bukhari dan Muslim). 

4. Pembagian Daging Kurban

  • Boleh memakan daging kurban sendiri. Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah saw bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.” 
  • Membagi 3 bagian. Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga. 
  • Tidak boleh dijual. Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. 
  • Pilihan. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan). 
  • Pendapat Abu Hanifah. Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.

5. Kapan Ibadah Qurban Menjadi Wajib ?

Qurban tidak wajib kecuali lantaran dua hal :
1. Bagi seorang yang bernadzar.
Berdalilkan pada sabda Rasulullah saw.  
من نذر أن يطع الله فليطئه
"Siapa yang bernadzar untuk pekerjaan taat kepada Allah, hendaklah ia melakukannya." Bahkan sampai orang yang bernadzar itu meninggal dunia, sesungguhnya boleh diwakilkan oleh orang lain yang ia berikan mandat untuk itu, ketika ia masih hidup.
2. Bahwa seseorang berkata: "Ini milik Allah" atau " Ini binatang qurban". Menurut Malik, jika waktu membeli diniatkan untuk diqurbankan, maka menjadi wajib.


6. Hikmah Berkurban

1. Menjaga Fitrahnya tetap Suci. 
Firman Allah: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan[QS. Asy Syam:8], Seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memperoleh keimanan yang sejati, bila kecintaannya kepada dunia mengalahkan kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasulnya.
2. Menguji Tingkat Ketaqwaan
Allah SWT berfiman: “……..Adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…[QS Al-Baqarah :165]. Jadi, Qurban yang makna dasarnya persembahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu merupakan upaya untuk menggapai kasih sayang-Nya.
3. Memotivasi diri untuk memiliki harta dengan berkeja keras.
Nabi Muhammad SAW sangat mengecam umatnya yang telah mampu berqurban, tetapi enggan untuk menunaikannya, hal ini tergambar dalam sabdanya:  “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).
4. Berjiwa Sosial untuk berbagi dengan sesama.
Dengan Syari'at Qurban ini, kaum muslimin dilatih untuk meningkatkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya. Setiap muslim harus memiliki rasa perhatian, kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antara sesama.
Kesimpulannya adalah ibadah qurban mempunyai nilai ketauhidan yang sangat kental, dimana Nabi Ibrahim as dengan mengorbankan anak satu-satunya yang amat dicintainya mengajarkan umat manusia sikap bertauhid yang sesungguhnya, Beliau membebaskan dirinya dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Jika seseorang telah terbiasa melakukan ibadah qurban dan mengetahui makna sebenarnya maka hatinya akan merasa lebih tentram dan nikmat dalam menjalankannya.
         ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber: 
Fikih Sunnah 11, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
http://shofaabdillah.blogspot.com/2014/09/pengertian-qurban-secara-lengkap-dengan.html
http://www.kembar.pro/2014/09/makna-dan-hikmah-berqurban-di-idul-adha.html
*
[1] H.R. Tirmidzi (1413)
[2] H.R. Muslim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar