Kamis, 29 Agustus 2013

Forum Konsultasi, Informasi Dan Tanya-Jawab Masalah Waris.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Halaman dokumentasi ini dikhususkan untuk berdiskusi, tanya-jawab bagian waris, konsultasi waris keluarga atau komunikasi atau informasi apa saja yang berhubungan dengan masalah waris. Beberapa konten dibiarkan seperti aslinya untuk menjaga otentitas.

Untuk berpartisipasi di halaman ini caranya mudah :
  1. Tulis pertanyaan anda di kotak komentar halaman ini atau halaman lain dengan menu "waris". Blog jadipintar.com akan memindahkan, meng-edit dan mendokumentasikannya di sini, agar bisa dibaca semua pengunjung blog dan bisa sebagai buku rangkuman (bundel).
  2. Tullislah dengan jelas dan lengkap kronologi waris keluarga, daftar ahli waris dan hal-hal lain yang berhubungan.
  3. Jika membutuhkan konsultasi langsung (via telepon) atau jawaban cepat, silakan gunakan fasilitas "Konsultasi Waris Pribadi." (lihat ketentuannya di bawah komentar)
Kesalahan membagi karena faktor data yang anda berikan, diluar tanggung jawab jadipintar.com
Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.
JANGAN LUPA MEMBERI SALAM


1.Bagian Waris Sepeninggal Bapak
Rusydi Adhitia14 Juni 2013 13.07
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Saya mau tanya pembagiannya jika bapak saya meninggal dunia . meninggalkan ibu,anak laki-laki (2) , anak perempuan. karena kakek dan nenek dari kedua orang tua saya sudah meninggal
Wasiun Mika15 Juni 2013 09.25
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Salam kenal Mas Rusydi Adhitia, terima kasih telah berkunjung ke blog jadipintar.com
Jawaban:
1. Ibu dinisbatkan kepada almarhum, statusnya adalah isteri
2. Pertanyaan anda jawabannya ada di dalam Al-Qur'an di Surah An-Nisa ayat 11.
3. Hasil pembagiannya adalah:
Isteri /ibu anda :12,5%
Anak laki-laki (1):35%
Anak laki-laki (2):35%
Anak Perempuan... :17,5%
Keterangan :
-'Ashabah adalah sisa setelah diambil jatah isteri, yakni 7/8.
-Bagian anak laki-laki adalah 2x bagian anak perempuan, maka 7/8 harus dibagi 5, dan supaya hasilnya bulat maka semua pembilang dan penyebut juga dikalikan 5, begitulah cara penghitungannya, mudah-mudahan bermanfaat.

2. Pembagian Waris Bertahap
tani rustani4 Agustus 2013 02.40
Assalamu’alaikum...
Mohon pencerahanya, kasusnya sbb:
Ibu kami meninggal pada tahun 2008, sedangkan Ayah kami meninggal pada tahun 2009. Perlu diketahui orang tua kami (almarhum+almarhumah) merupakan Janda dan duda, masing masing mempunyai anak dengan suami+istri yang pertama. Adapun saudara kami se ibu terdiri dari 1 orang permpuan, sedangkan saudara se bapak terdiri dari 2 orang: 1 orang laki2 dan 1 org perempuan. Sedangkan saudara kami yg se ibu dan se ayah (saudara kandung) asalnya berjumlah 5 orang terdiri dr 3 orang prempuan dan 2 orang laki2. Tetapi tahun 2010 saudara kami yg perempuan meninggal (telah menikah, tetapi blum punya anak). Sebagai informasi tambahan: kakaek/nenek baik dari puhak ibu/ayah sudah meninggal. Sehubungan dengan situasi dan kondisi, pembagian harta waris akan dlaksanakan sekarang. Bagaimanakah cara pembagiannya menurut aturan Islam.. sbelumnya kami ucapkan jazakallohu... 
Wasiun Mika5 Agustus 2013 00.17
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Terima kasih anda telah menanyakan pembagian waris secara syar'i. Satu hal yang saya belum jelas adalah ttg jml saudara kandung yang 5 orang, apakah sudah termasuk anda atau di luar anda. Di sini akan saya asumsikan termasuk anda di dalamnya.
Penjelasan:
1.Setiap harta warisan selayaknya dibagikan setelah adanya peristiwa kematian, agar problemnnya tidak bertumpuk2, dan dikhawatirkan ada ahli waris yang menyusul meninggal sebelum menerima hak warisnya (seperti saudara perempuan kandung anda yang meninggal th 2010). Dalam kasus ini, pembagian harta pusaka akan dikelompokkan menjadi 3 tahap sesuai dengan urutan kematian, yakni 1. kematian ibu 2. kematian ayah, dan 3. kematian saudara permpuan.
2. Yang dimaksud harta pusaka yang akan dibagikan adalah semua harta peninggalan yang menjadi milik sah almarhum/almarhumah saja, tidak dicampur dg harta gono-gini. silakan baca "Pengertian Harta Pusakan."
A.PEMBAGIAN WARIS I saat Ibu meninggal th.2008
Ahli Waris:
1. Suami (ayah anda yg meninggal tahun berikutnya)
2. Anak permpuan (dari suami terdahulu)
3. 3 anak perempuan+2 anak lk (hasil perkawinan dg ayah anda/saudara sekandung anda).
B. PEMBAGIAN WARIS II saat ayah meninggal th. 2009
Ahli Waris:
1. 1 anak lk+1 anak perempuan (dari isteri ayah terdahulu)
2. 3 anak prmpuan+ 2 anak lk (hasil perkawinan dg ibu anda/saudara sekandung anda).
nb.:Saudara perempuan anda yang meninggal 2010 tetap mendapat bagian, karena dia masih hidup ketika ibu dan bapaknya meninggal.
C. PEMBAGIAN WARIS III saat saudara perempuan meniggal 2010
Ahli waris:
1. Suaminya (50%)
2. Sisanya dibagi untuk semua saudara kandung dengan proporsi saudara laki2 mendapat 2x bagian saudara perempuan.
Dengan metode ini, maka ahli waris yang telah meninggal saat pembagian nanti, padahal dia punya hak andai dibagi saat kematian terjadi, maka bagiannya dibagikan kepada ahli warisnya sesuai ilmu fara'idh.
Mudah-mudahan bisa membantu, jika ada hal-hal yang masih perlu ditanyakn, insyaallah saya bersedia menjawab selama memiliki ilmunya. Salam ukhuwah untuk semua keluarga. Wa iyyaakum

3. Menda'wahkan Ilmu Waris Secara Islam 
Idrus Ibrahim20 Agustus 2013 10.40
Di dalam fikiran saya ulasan ini sangat bermanfaat baik bagi yang tak berharta untuk membantu saudara mukminnya yang berharta dalam membagi hartanya, maupun bagi yang berharta untuk membagi hartanya dengan tepat menurut syari'at agama. Namun hati saya prihatin tersebab kefakiran dan kapasitas saya untuk mensosialisasikan hal ini terbatas pada anak, isteri, dan famili saya. Meskipun amar ma'ruf nahi munkar itu diwajibkan bagi setiap diri muslim, bukan berarti saya tak ingin melaksanakannya, namun kebanyakan masyarakat hanya akan mendengarkan dan melaksanakan salah satu syari'at yang diutamakan ini jika yang menyampaikannya tokoh-tokoh agama, ustadz-ustadzah, para da'i, guru-guru agama, dan para pimpinan majelis-majelis ta'lim. Sehingga dalam keprihatinan ini saya hanya dapat berdo'a semoga ada lembaga yang mau dan tulus untuk mengadakan semacam diklat khusus bagi orang-orang yang terpercaya dan dipercaya masyarakat tersebut, sehingga tak ada saudara-saudara mukmin kita yang makan harta yang bukan haknya dengan sengaja maupun tidak sengaja. Semoga...
Wasiun Mika20 Agustus 2013 15.57
Alhamdulillah, hidayah Allah telah menetap di hati Anda, teruslah meningkatkan pengetahuan dan latihan ilmu Farai'id, insyaallah rasa percaya diri akan meningkat jika pengetahuan dan pemahaman makin bertambah, sayapun turut mendo'akan.

4. Hibah Hanya Untuk Salah Satu Anak Saja, Bolehkah?
akbar8 September 2013 07.54
assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya tapi ini masalah bapak saya,bapak saya punya lima saudara kakek saya sudah meninggal 6th lalu tapi nenek baru bilang sama anak2 ya masalah waris 2 hari kemaren,kata nenek untuk hak waris semua sama kakek di hibah kan sama salah satu anak nya.adik bapak tapi bapak tidak setujuh karnah masalah hibah tidak ada yg tau cuma ne2k aja kepengen bapak untuk hak waris dibagi sama,dan adik2 yg lain setujuh dengan masalah hibah tersebut.yang saya tanyakan sebaiknya gimana ?? dan apakah bapak saya benar atau salah .terimah kasih
Jawaban:
Alaikum salam wr.wb. 
Hibah adalah aqad yang pokok persoalannya pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu dia hidup, tanpa ada imbalan. Tentang yang terjadi di keluarga besar anda, perkenankan sy memberi beberapa masukan, sbb.:
1.Islam menekankan agar orang tua berlaku adil terhadap anaknya dalam hal hibah.1.  Rasulullah saw. menolak menjadi saksi (mempersaksikan) ayah Nu'man bin Basyir  yang memberikan hibah hanya kepada seorang anaknya saja, sementara yang lain tidak. 2. Dar,i Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw.bersbda: "Persamakanlah diantara anak-anakmu di dalam pemberian. Seandainya akau hendak melebihkan seseorang, tentulah akau lebihkan anak-anak perempuan (H.R.Bukhari).
2. Hibah sah dengan ijab dan qabul (ada pernyataan memberi dan Pernyataan menerima).
3. Orang boleh memberi hibah dari hartanya berapapun besarnya dia suka, tetapi sebaiknya janganlah ia berikan lebih dari 1/3, karena Rasulullah. melarang berwashiat melebihi 1/3, sedang hibah ini tidak beda dari washiyat buat kerugian ahli waris.
4. Hibah tidak diperkenankan dimaksudkan untuk menyiasati hukum waris, agar memberi lebih kepada salah satu anak, dengan mengurangi bagian anak-anak yang lain.
5. Hibah diberikan (dimiliki penerima) ketika si pemberi masih hidup, jika ijab hibah tidak terjadi hingga si pemberi mati, maka harta berubah menjadi harta waris.


Demikian yang dapat saya bantu, kesimpulannya, jika dulu hibahnya ada aqad ijab-qabul, hibahnya sah, walaupun itu dinilai tidak adil/curang.. Tetapi jika hibah itu tanpa ijab-qabul, sebaiknya dijadikan sebagai harta waris yang dibagikan kepada ahlinya; lebih syar'i, lebih adil dan lebih bisa menjaga silaturahim.
5. Pembagian Waris Keluarga
JRR-CELL27 Oktober 2013 09.45
assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya, ayah saya meninggal, dengan mewarisi istri(ibu),3 anak laki laki dan 2 anak perempuan.
beliau meninggalkan sebuah rumah dengan perkiraan nilai nya 800jt,tetapi rumah itu diperoleh, setelah beliau menikah dengan ibu saya,
saya mau tanya bagaimana pembagian warisnya,harap bantuannya,terimakasih
Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Harta yang dibagikan adalah semua harta perolehan dari Ayah (alm) yang masih menjadi milik alm. dan belum dihibahkan kepada siapapun, bukan hanya terbatas pada rumah saja. Sebelum waris dibagi coba dicek apakah alm. ada hutang ataupun wasiat? Jika ada bayarkan dulu dengan harta peninggalannya sebelum dibagikan. Untuk kasus keluarga Anda, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sebagai berikut:
Semoga dikuatkan untuk melaksanakan hukum-hukum Allah ini, salam untuk keluarga.

6. Warisan Orang Yang Tidak Memiliki Anak
ozzy_pbk@yahoo.co.id30 Oktober 2013 16.54
ozzy_pbk@yahoo.co.id
Assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya... Apabila kedua orang tuanya meninggal tanpa memiliki anak dan mereka memiliki harta yang banyak, pertanyaan saya, siapa yang menjadi pewaris dari harta mereka ????
Tolong di jelaskan,,, Terima kasih
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.  
Terima kasih telah berkunjung ke blog jadipintar.com
Jika kasusnya seperti pertanyaan Anda, maka sistimatika penyelesaiannya berurutan sbb.:
Untuk ahli waris selain anak (kalau ada). misalnya: bapak, ibu, saudara, kakek, nenek, keponakan (dari saudara laki-laki), paman...dari almarhum.
Jika nomor 1 tidak ada, maka hartanya untuk "Ulul Arham" atau kerabat yang bukan ahli waris. tata urutannya, sbb.:
Kakek dari garis ibu (bapaknya ibu).
Neneknya ibu (ibu punya bapak punya ibu).
Cucu dari anak perempuan; baik jenisnya cucu laki-laki ataupun perempuan.
Keponakan perempuan (anak saudara laki-laki sekandung, sebapak ataupun se-ibu).
Keponakan perempuan (anak saudara perempuan sekandung atau se-ibu).
Paman se-ibu (saudaranya bapak satu ibu lain bapak).
Saudaranya kakek se-ibu.
Sepupu perempuan (anak dari paman: sekandung, sebapak/se-ibu).
Bibi / tante (saudara perempuannya bapak, bibinya bapak, bibinya kakek, seterusnya ke atas.)
Mamak dan mami (saudara laki-laki dan perempuan dari ibu; baik sekandung, sebapak, atau se-ibu).
Mamak dan mami-nya bapak, mamak dan mami-nya kakek.
Anaknya paman se-ibu, sampai ke bawah.
Anaknya bibi walaupun jauh.
Anaknya mamak dan mami walaupun jauh.
 3. Jika nomor 2 juga tidak ada, maka Anda bisa lihat pembahasannya di artikel berikut http://www.jadipintar.com/2013/08/cara-membagi-harta-orang-yang-tidak-memiliki-ahli-waris.html
Keterangan: jika almarhum tidak meninggalkan anak juga bapak, dalam Al-Qur'an disebut: Kalalah.
Semoga bermanfaat. Salam untuk keluarga.

7. Waris Sudah Dibagi Tidak Secara Islam
iwan4 November 2013 11.00
Assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya... Apabila kedua orang tua sudah meninggal dan mewarisi sebuah rumah yang bernilai 675 jt, adapun anak ada 5 (3 laki-laki dan 2 perempuan). sebenarnya kejadiannya sudah 1 tahun yang lalu, pada saat itu saya meminta pembagian disesuaikan dengan hukum islam tetapi adik saya yang perempuan ngotot meminta supaya di bagi rata bahkan mengancam tidak akan setuju menjual rumah tsb (tidak jadi) kalau dibagi sesuai aturan agama islam yaitu laki2 mendapat 2 bagian lebih besar dari perempuan,padahal adik saya tsb tergolong kaya. karena saya tidak mau ribut/perselisihan antar saudara walaupun saya sangat membutuhkan uang tsb ( pada saat itu saya belum bekerja dan pnya istri dan 2 anak) apalagi saya juga butuh untuk berobat krn saya ada penyakit jantung coroner, akhirnya saya setujui saja dan dibagi ratalah warisan senilai 675 jt tadi, walaupun masih sangat mengganjal di hati saya, 2 saudara laki2 saya juga stujua kalau warisan tsb dibagi rata.
Yang mau saya tanyakan :
1. Sebenarnya hukum waris secara Islam yang benar bagaimana?
2. Apakah bila hukum waris Islam tidak dijalankan akan berdosa?
3. Dalam hal ini, apakah saya dan saudara2 saya berdosa krn tidak menjalankan hukum waris?
4. Kalau seandainya saya dan saudara2 salah bagaimana solusi/jalan keluarnya?
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb. 
Semoga anda dalam keadaan sehat dan tawakkal dalam segala hal. Sehubngan dengan pertanyaan Saudara, perkenankan saya memberikan jawaban:
1.Pembagian warisan dalam keluarga anda yang secara islami adalah sbb:
   faktor pembagi adalah 8, dimana Bagian anak laki-laki = (2) x3 + bagian anak perempuan= (1) x 2; maka nilai nominal per satu bagian andalah Rp. 84,375.000, sehingga:
a. Bagian anak laki-laki masing-masing= 2x84,375.000= Rp. Rp.168, 750.000.
b. Bagian anak perempuan masing= 1 x 84.375,000= Rp. 84,375.000.
Jika warisan dibagi rata untuk 5 orang, maka jumlah hak anda yang luput adalah : Rp.168,750 juta-135 juta= 33,75 juta.

2 dan 3. Berdosa, bahkan diancam dengan neraka. lihat Q.S. An-Nisa (4) ayat 14:" Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan."
Kecuali orang yang tidak setuju dengan cara pembagian Non-islami tetapi  tidak punya kekuatan untuk melawannya. (Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 286: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya."
4. Solusinya menurut saya: keluarga berembug ulang dan perlihatkan pembagian yang sah ini, lalu:
1. Jika saudara-saudara anda ikhlas dan berkenan mengembalikan sesuai hukum islam, insyaallah ada barakah untuk semuanya.
2. Jika saudara-saudara anda tetap ngotot dengan pembagian yang telah lalu, sebaiknya anda ikhlaskan jumlah yang luput sebagai infaq/shadaqah kepada saudara-saudara, karena di dalam hadits dinyatakan shadaqah kepada saudara memiliki keutamaan ganda; yakni pahala shadaqah dan pahala silaturahim. Tentang rezeki yang luput jangan terlalu dipikirkan, Allah Maha Kaya, jika anda ikhlas, insyaallah akan mendapat ganti yang lebih baik, amin.
Mudah-mudahan bermanfaat. Salam untuk semua keluarga.

8. Anak Yang Meninggal lebih Dulu, Apakah Tetap Dapat Bagian ?
Budi8 November 2013 20.06
sy mau share sbb: bapak & ibu meninggal kan 3 anak laki2 dan 2 anak perempuan dan satu anak perempuan sdh meninggal sebelum kedua orang tua meninggal namun mempunyai anak 1 orang laki2,untuk pembagian waris nya bagai mana...? apakah anak laki2 dari saudara perempuan yg sdh meninggal lebih dulu itu mendapat hak waris ....?
Jawaban:
Saudara Budi, pertanyaan anda jawabannya adalah sbb:
1, Salah satu syarat ahli waris adalah: dia hidup ketika pewaris meniggal dunia. Maka saudara perempuan anda yang meninggal terlebih dulu, dia tidak berhak mendapat bagian, dan tidak pula bagiannya diturunkan kepada anaknya (cucu almarhum).
2. Jadi ahli waris ada 4 orang dengan jumlah bagian= 7, berasal dari (3 anak laki x2) + (1 anak prmp.x1); sehingga semua harta dibagi 7 bagian = 14,28 %,  maka perolehannya setiap ahli waris memperoleh: anak laki-laki (2x14,28) = 28,57 % sementara anak perempuan mendapat 14,28 % dari total harta waris yang siap dibagikan. Ini adalah kaidah hukum.
3.Namun demikian, untuk menjaga silaturahim keluarga, ada baiknya cucu yang tidak beroleh bagian itu juga diberi semacam "uang kasih sayang" yang besarannya tidak mengikat, sepantasnya, dan se-ikhlasnya. (lihat Q.S. An_Nisa: 8 "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
Mudah-mudahan bermanfaat.

9. Bagian Waris Untuk Isteri, Keponakan dan Anak Angkat
Anonim22 November 2013 14.05
assalamu'alaikum wr wb
kami mohon dibantu utk kasus waris sbb : ayah kami meninggal thn 2011 lalu, meninggalkan seorang istri, 2 anak angkatperempuan, keponakan laki laki dari saudara laki2 sekandung 1. kami mohon pencerahannya, berapakah bagian masing2? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalamu'alaikum
Jawaban:
Alaikum salam wr.wb.
Secara hukum waris Islam, kasus dalam keluarga anda ahli warisnya hanya isteri dan keponakan laki-laki; dengan perincian sbb.:
Isteri mendapat 1/4 bagian (karena suami tidak punya anak- lihat Q.S. An-Nisa: 12)
keponakan laki-laki mendapat 3/4 bagian sebagai 'Ashabah (sisa).
Adapun anak angkat. dia tidak beroleh bagian warisan.(lihat keududukan hukum dan hak waris anak angkat) namun dia bisa dapat jika ada hal-hal sbb.:
Adanya wasiat dari almarhum untuk anak angkat.
Adanya pemberian sukarela dari ahli waris yang mendapat bagian, hal ini disyari'atkan (lihat Q.S. An-Nisa: 8).
Mengadopsi Hukum Kompilasi Islam, dimana jika anak angkat tidak mendapat wasiat, dia diberikan "Wasiat Wajibah" maksimal 1/3 bagian untuk keduanya. Sistim ini juga dianut oleh NU dan Muhammadiyah.
Semoga keluarga bisa membaginya secara bijak tanpa melanggar syari'ah, amin.***

10. Membagi Harta Nenek; JIka Ada Anak, Apakah Cucu Dapat Bagian ?
Pertanyaan:
Anonim29 November 2013 10.05
nenek meninggal-punya anak 3 laki-laki 3 perempuan-satu anak perempuan nenek telah meninggal sebelum nenek dan punya anak satu perempuan dan dua laki-laki-dari anak nenek yang lain nenek punya cucu 3 laki-laki dan 5 perempuan-nenek alm punya harta warisan rp.157 juta.-bagaimana pembagiannya .
Jawaban:
1. Salah satu syarat menjadi ahli waris adalah: dia hidup ketika pewaris meninggal. Anak yang meninggal lebih dulu dari nenek (alm.), dia tidak beroleh bagian - dan jatahnya tidak bisa diturunkan kepada anaknya (cucu nenek).
2. Semua cucu nenek terhalang mendapat waris (mahjub) karena ada anak laki-laki sebagai ahli waris.
3. Berdasarkan Hukum Waris Islam, maka pembagian waris dikeluarga anda adalah, sbb.:
- Jumlah ahli waris adalah semua anak yang masih hidup berjumlah 5 orang.
- Harta warisan dibagi 8, yakni: (3 anak laki x2) + (2 anak perempuanx1), maka hasilnya:
1. Anak Laki-laki (I)      : Rp.  19.625.000,00
2. Anak Laki-laki (II)     : Rp.  19.625.000'00
3. Anak Laki-laki (III)    : Rp.  19.625.000.00
4. Anak Permpuan (I)   : Rp.    9.812.500,00
5. Anak Permpuan (II)  : Rp.    9.812.500,00  +
Jumlah : 5 orang ........Rp. 157.000,000,00            
4. Adapun cucu, dia bisa mendapat bagian jika ada salah satu jalan di bawah ini:
Adanya wasiat dari almarhum untuk si cucu (besaran max. 1/3).
Adanya pemberian sukarela dari ahli waris yang mendapat bagian, hal ini disyari'atkan (lihat Q.S. An-Nisa: 8).
Semoga bisa dilaksanakan dengan sebenarnya, semoga bermanfaat, insyaallah barakah, amin.

12. Jenis-Jenis Harta Yang Dibagikan Sebagai Warisan
Pertanyaan:
Anonim1 Desember 2013 08.54
Seorang istri meninggal dunia,punya suami dan seorang anak perempuan serta dua anak lali-laki.Ibu alm.masih ada dan pernah menghibahkan sebuah rumah dan tanahnya.Ketika istri itu masih hidup suaminya membangun baru rumah istrinya (uang suami).Alm. punya dua saudara perempuan dan tiga saudara laki-laki.Bagaimana pembagian warisnya apabila harga tanah dan rumah waktu hibah berharga Rp.500 juta.
Jawaban:
1. Yang dimaksud harta warisan adalah yang menjadi milik si mati saja,- baik berupa uang, simpanan, tanah, kendaraan, atau apa saja -  bukan gono-gini. Karena Hibah telah menjadi milik istri, berarti masuk harta yang dibagikan. adapun rumah, karena biayanya dari suami, maka manjadi milik suami, atau berbagi secara proporsional tergantung berapa persentase pembiayaan waktu membangun.
2. Ahli waris ada 5 orang, yakni: Ibu (-nya alm.), suami, 1 anak perempuan + 2 anak laki-laki. Adapun saudara perempuan dan suaudara laki-laki, mereka terhalang (mahjub) menjadi ahli waris karena adanya anal laki-laki.
3. Perolehan para ahli waris adalah, sbb.:
   - Ibu: 10/60 ( 16,67%).
   - Suami: 15/60 (25%).
   - Anak Perempuan:7/60 (11,66%).
   - Anak laki-laki: 14/60 (23,33%)
   - Anak laki-laki: 14,60 (23,33%)

12. Istiqamah dan Apresiatif dengan Hukum Waris Secara Islam
Anonim2 Desember 2013 11.22
Assalamualaikum wr,wb.
Alhamdulillah Blog jadipintar.com menyediakan Forum Konsultasi,Informasi dan Tanya-Jawab tentang waris Islam sehingga umat Islam tidak akan salah dalam membagi waris yang benar dan yang sesuai dengan hukum waris yang diatur dalam al Quran..Dulu saya pernah dengar bahwa salah satu hal yang akan dilupakan(sebagian) umat Islam adalah hukum waris Islam.Hal ini mungkin pengaruh budaya Barat yang melanda dunia Timur terutama Indonesia yang rapuh terhadap pengaruh budaya Barat.contohnya budaya tatoo,valentine,thankgiving,haloween,emansipasi dan HAM serta demokrasi yang salah kaprah dll.Dalam hal waris orang terpengaruh oleh hukum waris perdata atau adat atau oleh perasaan pribadi.tentang adil dan tidak adil,padahal sumber hukum tertinggi bagi umat Islam adalah al Quran.Semoga dengan adanya FORUM ini kita selalu berjalan di jalan yang benar dan terimakasih kepada para pengasuh FORUM yang selalu memberi layanan yang cepat,singkat ,tepat ,mudah dipahami dan ada dasar hukumnya.
Wasiun Mika3 Desember 2013 02.40
'Alaikum salam wr. wb. 
syukur alhamdulillah, anda termasuk orang yang istiqah dengan syari'at Islam, mari kita saling berdo'a dan saling bantu, dan tolong bantu sebarkan juga forum ini ke mana saja anda punya akses. Jazaakumullaahu khaira.

13. Apakah Hukum Waris Islam Masih Berlaku (Relevan) Sampai Sekarang ?
Pertanyaan:
Anonim2 Desember 2013 21.18
Assalamu'alaikum..
saya mau tanya perihal warisan..
apakah pembagian harta warisan itu masih berlaku sampai sekarang melihat kondisi zaman sekarang yangtelah berlakunya persamaan gender.??
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Hukum Allah tetap berlaku sampai hari Kiamat. Rasulullah saw. sebagai Nabi terakhir diutus hingga akhir zaman. Al-qur'an tidak mengenal amandemen (perubahan), tidak lekang dimakan zaman, tidak berubah karena perubahan selera manusia. Manusialah yang seharusnya selalu berpegang pada Al-Quran dan sunnah.Akan halnya orang yang tidak berhukum dengan Al-Qur'an, padahal sudah jelas tertera masalahnya, Allah mengancamnya dengan neraka jahannam, (silakan baca Q..S. Al-Ma'idah: 44, 45, 47 dan 50). Adapun khusus mengenai pelaksanaan hukum waris, balasan dan ancamannya silakan lihaat di Q.S. An-Nisa: 13 dan 14. Mudah-mudahan bermanfaat.

14. Bagian Waris Orang Yang Menyusul Meninggal, Bisakah Diturunkan ?
Pertanyaan:
Rumah Makan Amanda4 Desember 2013 10.49
Arief
Assalamualaikum wr wb. Saya mau bertanya sbb : Alm kakek saya meninggalkan sebidang tanah, saat kakek wafat nenek masih ada dengan 5 anak perempuan. Kemudian nenek wafat maka para ahli warisnya adalah 5 anak perempuan yang masih hidup. Dalam upaya pembagian waris salah satu anak wafat dan meninggalkan 2 anak laki-laki. Apakah otomatis bagian dari anak yang wafat (ibu kandung dari 2 anak laki-laki) ini besarannya dapat diberikan kepada 2 anaknya tsb? Terima kasih
Jawaban
Alaikum salam Wr. Wb. 
Saudara Arief, 1. Ibu dari 2 cucu laki-laki telah sah memiliki bagian waris; karena dia masih hidup   tatkala pewaris (kakek dan nenek) meninggal dunia. Besaran bagian warisnya adalah 20% (dibagi rata untuk 5 anak).2. 2 cucu laki-laki tsb. mempunyai hak waris bagian (milik) ibunya yang belum sempat dibagikan sebagaimana point. 1.3. Ini hanya perkara: Hak waris yang tertunda atau terlambat dibagikan.
Hikmahnya, jika ada pewaris meniggal dunia, hendaklah segera diurus pembagian warisnya. Hal ini bisa menghindari (jejak pusaka yang makin sulit dilacak + ahli waris tidak sempat menikmati bagian warisnya karena satu dan lain hal).Terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi, semoga bermanfaat.

15. Perbedaan Derajat Antara Cucu dari Anak Laki-laki dan Cucu dari Anak Perempuan
Pertanyaan:
Anonim11 Desember 2013 12.25
Dalam hukum waris Islam sering disebut cucu perempuan dari ANAK LAKI-LAKI atau cucu laki-laki dari ANAK LAKI-LAKI dan hampir tidak pernah disebut cucu perempuan dari ANAK PEREMPUAN atau cucu laki-laki dari ANAK PEREMPUAN . Mengapa demikian, apakah ada perbedaan derajat atau kedudukan ahli waris.Terima kasih atas balasannya =
Jawaban:
Anda benar. dalam kaidah waris Islam ada perbedaannya sbb:
1. Cucu dari anak laki-laki adalh termasuk AHLI WARIS yang berhak memperoleh bagian, baik itu jenis kelamin si cucu laki-laki ataupun perempuan.
2. Cucu dari anak perempuan bukanlah ahli waris, tetapi disebut ULUL ARHAAM (kerabat yang tidak mewarisi). artinya: dia hanya akan beroleh bagian jika tidak ada golongan ahli waris.
Semoga bermanfaat.

16. Status Rumah Bapak di atas tanah Nenek
Pertanyaan:
Anonim16 Desember 2013 14.07
Assalamua'alaikum Wr. Wb
Sejak kecil saya dan orang tua saya hidup bahagia di salah satu Kota di Jawa Timur. Sejak bayi saya tinggal bersama ayah dan ibu saya yang masih tinggal di rumah nenek saya (ibu dari ayah). Jelang beberapa tahun ayah saya akhirnya membuat rumah sendiri tidak jauh dari rumah nenek saya. Namun musibah datang ketika saya duduk di Bangku kelas 4 SD, orang tua saya bercerai dan akhirnya saya ikut dengan Ibu (ibu pulang ke rumah orang tua nya, sedangkan ayah masih tinggal di rumah baru) (setelah cerai ibu saya juga tidak minta harga gono gini). Ketika saya kelas 1 SMP ayah dan ibu sama-sama menikah lagi. Ibu dengan ayah baru saya mempunyai satu orang anak laki-laki, dan ayah saya dengan istri barunya tidak mempunyai anak di pernikahannya.
Tepat saya kelas 3 SMP, ayah saya meninggal dunia akibat diabetes. Selang beberapa bulan istri barunya menikah lagi. Rumah orang tua saya akhirnya kosong dan ditinggali oleh paman saya. Ketika sekarang saya sudah bekerja, saya baru mengurus hak milik tentang rumah dan tanah tersebut, keluarga besar ayah saya tidak terima. Mereka ingin rumah tersebut jatuh ke tangan mereka (padahal nenek saya/ibu dari ayah sudah meninggal). Info dari mereka jika ketika ayah membeli pekarangan tanah tersebut, ayah menjual salah satu rumah keluarga yang di ada di Surabaya (versi dari adik adik ayah saya). Namun sertifikate rumah tersebut masih atas nama ayah saya. Namun semua berkas-berkas tanah dan rumah di bawa adik ayah yang ada di Jakarta.
Yang saya pertanyakan, saya harus bagaimana. Hak tanah tersebut sebenarnya milik siapa. Sedangkan hukum ahli waris yang saya ketahui adalah harta warisan akan jatuh ke tangan anak-anak yang ada pembagiannya sendiri antara anak laki-laki dan perempuan. Namun di sini saya kan anak tunggal, ayah tidak punya anak lagi di pernikahan baru nya dan istri barunya sudah menikah lagi. Apakah saya juga harus membagi hak tanah tersebut dengan adik-adik ayah saya, jika iya berapa persen nya dari total semua peninggalan ayah saya. Kenapa saya dipersulit sekali dengan adik-adik ayah saya. Mohon jawabannya sekiranya benar benar bisa membantu saya dalam hal agama ataupun hukum yang berlaku juga.
Terimakasih sebelumnya
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Fio Safugi
Jawaban:
"Alaikum salam wr. wb.
Sdr. Fio Safugi, saya turut bersimpati atas apa yang telah anda alami selama ini. Perkenankan saya memberi jawaban sesuai dengan sedikit ilmu yang saya miliki, sbb.:
1. Dalam hukum Islam tidak dikenal istilah gono-gini; maka orang yang bercerai hanya membawa apa yang telah diperoleh dan atau telah sah dimilikinya saja. Akan tetapi si suami diwajibkan untuk memberikan mut'ah (semacam uang pesangon) yang pantas kepada bekas isterinya. (lihat Q.S. Al-Baqarah; 241).
2. Kepemilikan rumah tergantung bagaimana perolehannya. Jika secara bukti sah bahwa tanah itu sah menjadi milik bapak anda, maka adik-adiknya telah kehilangan hak, tetapi jika ternyata terbukti bahwa itu masih milik nenek anda, maka taksirlah berapa harga rumah berapa harga tanah. nilai harga rumah menjadi hak ahli waris bapak anda dan nilai harga tanah menjadi ahli waris nenek anda (termasuk bagian adik2 (alm.) bapak.
3. Siapa yang meninggal terlebih dahulu antara bapak anda dengan ibunya (nenek)?
 A.Jika bapak anda meninggal duluan, berarti nenek punya bagian 1/6 dari harta (alm.) bapak anda, dan karena belakangan nenek juga meninggal, maka yang 1/6 hak ahli warisnya nenek (termasuk adik-adik bapak).
Pembagiannya untuk ahli waris bapak::
1. ibu (alm.) atau nenek anda: 1/6--------------------- 4/24 atau 16, 66%    (Q.S. An-Nisa:11)
2. Isteri muda (ibu tiri anda ) : 1/8--------------------- 3/24 atau 12,5 %      (Q.S.An-Nisa: 12)
3. Anak laki-laki (anda )      : "ashabah (sisanya)------ 17/24 atau 70,83 %  (Q.S. An-Nisa: 11)
B. Jika nenek yang meninggal terlebih dahulu dari bapak, maka rumah itu menjadi hak waris ahlinya bapak saja, malah ahli waris bapak juga dapat bagian dari warisan nenek, karena waktu meninggalnya nenek bapak anda masih hidup, hanya belum dibagikan saja.
Pembagiannya untuk ahli waris bapak menjadi:
1. Isteri muda : 1/8 atau 12,5 %
2. Anda         : 7/8 atau 87,5 %
4. Hikmah: Sebaiknya harta warisan jangan ditahan terlalu lama, menghindari kehilangan jejak, bukti, atau ada ahli waris yang tidak sempat menikmati bagiannya karena menyusul meninggal duni.
Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.dan selamat berikhtiar, semoga lancar, mulus tapi penuh kekeluargaan. amin....

17. Cara Pembagian Waris Keluarga Saya
Pertanyaan:
Anonim18 Desember 2013 20.24
Rani
Assalaamualaikuam wr.wb. 
saya mau bertanya kakak laki2 saya meninggal dunia dua minggu setelah isterinya meninggal.Mereka meninggalkan 3 orng anak lk2 dan 5 orng anak perempuan dan waktu itu ibu saya masih ada, 3 tahun kemudian ibu saya meninggal juga,bagaimana cara membagi warisannya,misalkan nilai warisannya Rp.600.000.000,- berapa bagian masing2? mohon dijawab terima kasih.
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Mbak Rani, hikmah dari kasus ini adalah, hendaknya jika ada keluarga yang meninggal dunia, harta warisannya tidak ditahan-tahan terlalu lama, takut kehilangan jejak, bukti, atau menyusulnya ahli waris lain yang seharusnya dapat menikmati bagian yang sudah menjadi haknnya.
Setiap orang meninggal (secara umum) memiliki harta dan ahli waris. Dalam kasus keluarga anda, karena diceritakan yang meninggal ada 3 orang, maka akan saya jabarkan pembagiannya secara berurutan juga, sbb.:
1. Saat Isteri kakak meninggal dunia.
Dibagikanlah semua harta milik isteri kakak kepada ahli warisnya, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada).
Ahli warisnya:
- Suami (kakak laki-laki mbak Rani)
- 8 orang anaknya
- Orang tua almarhumah (jika masih ada)
2. Saat Kakak Laki-laki meninggal dunia:
Dibagikanlah semua harta milik  kakak kepada ahli warisnya, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada). Dengan jumlah warisan 600 juta, maka pembagiannya adalah, sbb.:
HASIL TELAH DIKOREKSI, LIHAT GRAFIK DI BAWAH
3. Saat Ibunya Mbak Rani meninggal dunia
Dibagikanlah semua harta milik  ibu kepada ahli warisnya (termasuk bagian waris ibu dari kakak yang Rp. 100 jt, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada).
Ahli warisnya:
- Semua anak-anak ibu
- Orang tuanya ibu (jika masih ada).
Demikianlah yang dapat saya bantu, terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi di blog jadipintar.com. Semoga bermanfaat. salam untuk keluarga.
Koreksi Jawaban:
Anonim19 Desember 2013 19.49
Rani
Assalaamualaikum wr.wb.sebelumnya minta ma'af di jawaban no 18. warisan ibu saya dari kakak saya yg meninggal itu 1/8 apa 1/6? terus terang kemarin anak2nya kakak saya menyelesaikan warisannya di Pengadilan Agama Cibinong Bogor hasilnya ibu mendapat 1/6 dari harta kakak saya setelah di bagi dua dulu dg isterinya yg sdh meninggal ktnya harta gono gini.padahal isteri kakak saya itu hanya sbg ibu rumah tangga.malah klo beli apa2 dulu selalu kerja sama dg ibu saya ,tapi anak2nya sepertinya keberatan membagi 1/6 langsung dari harta kakak saya seperti yg di sarankan oleh bpk kyai setempat,malah ingin ke pengadilan.Pertanyaan saya apa cara paengadilan itu sudah sesuai dg syariat islam? apa boleh seperti itu?
'Alaikum salam Wr. Wb.
1. Subhanallaah, koreksi anda benar, saya telah menjawab dengan kurang teliti, bagian waris ibu memang 1/6 seperti yang tertera di Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 11. "... Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. ..."
2. Dalam kaidah waris Islam, tidak dikenal istilah gono-gini. Istilah itu adalah kebiasaan adat masyarakat di jawa. Di beberapa tempat di jawa, ada berlaku adat bahwa apabila suami meninggal, maka sebelum di fara'idh dipisahkan dahulu 1/3 harta untuk isteri yang mereka namakan gono-gini , raja-kaya di Sunda, dan seguna-sekaya di Sumatera, lalu 2/3 lagi dibagi dan dalam 2/3 ini isteri dapat lagi sebagai isteri menurut syari'at. Asal mulanya dilakukan adat ini, karena isteri turut bekerja buat mendapatkan kekayaan itu, tetapi lama kelamaan walaupun isteri itu tidak turut bekerja, ia dapat 1/3 itu dari kekayaan suami yang terdapat sesudah kawin dengannya, tidak dari kekayaan sebelum kawin dengannya.
3. Cara pembagian yang menyalahi hukum Islam bathil hukumnya darimanapun datangnya, suruh merujuk pada  Surat An-Nisa ayat  14 (hukumannya kekal di neraka jahannam).

18. Pembagian Waris Harta Kakek
Pertanyaan:
Anonim24 Desember 2013 14.12
Assalamuallaiku Ustadz,
saya mau bertanya tentang pembagian warisan yang ditinggalkan oleh kakek saya.
jadi kakek saya punya sebidang tanah (beserta rumah),
kakek saya hanya mempunyai 2 anak perempuan yaitu anak 1 (ibu saya) dan anak 2 (tante saya).
kakek dan nenek sudah meninggal, ibu dan bapak saya sudah meninggal. dan tante saya sudah meninggal (oom masih hidup).
 saya 4 bersaudara (3 laki, 1 perempuan), sedangkan tante saya mempunyai 2 anak perempuan.
info tambahan :
tanah tersebut diurus , ditempati dan dipelihara oleh ibu saya dan anak2nya (termasuk saya selalma 40 thn lebih) sedangkan keluarga tante tinggal di sulawesi.
pertanyaan saya,
1. siapa sajakah yg termasuk ahli waris
2. bagaimanakah pembagian warisannya menurut islam
3. ada yang bilang warisan tersebut langsung dibagi 2 kubu (yaitu keluarga ibu dan keluarga tante), ada yg bilang warisan tersebut dibagi semua cucu2 dengan pembagian cucu laki 2 kali dari cucu perempuan. yang mana kah yang benar menurut sariat islam
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Saudara Anonim yang dirahmati Allah, jika seseorang mati dan hanya meninggalkan 2 orang anak perempuan saja atau lebih, mereka mendapat 2/3 bagian waris atau masing-masing anak mendapatkan 1/3 bagian waris (silakan lihat Q.S. An-Nisa: 12. " ...Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. ...") Sayang sekali anda tidak menyebutkan apakah pada saat meninggalnya kakek-nenek ada mempunya orang tua, saudara laki-laki atau saudara perempuan sekandung atau se-ayah, atau keponakan dari saudara laki-laki sekandung/se-ayah, karna hal ini berguna untuk mengetahui kemana sisa bagian yang 1/3 akan diberikan.
Tapi baiklah saya berasumsi bahwa memang hanya meniggalkan 2 anak perempuan saja sebagai ahli warisnya tanpa ada yang lain seperti yang anda tulis.  Maka jawaban pertanyaan anda, sbb.:
1. Yang termasuk ahli waris kakek-nenek adalah:
  - Anak perempuan 1   (ibu anda) mendapat 1/3 harta atau 33,33%
  - Anak perempuan 2 (tante anda) mendapat 1/3 harta atau 33.33%
Adapun sisanya yang 1/3 (jika tidak ada ahli waris lain), terjadi perbedaan pendapat :
a. Sisanya diberikan kepada baitulmal, jika tidak ada ahli waris 'ashabah (Pendapat Zaid bin Tsabit, 'Urwah, Az-Zuhri dan Asy-Syafi'i).
b. Sisanya diberikan kepada semua ahli waris menurut kadar bagian masing-masing. (pendapat Utsman), Dalam istilah waris, harta bersisa disebut: RADD.
c. Sisanya diberikan kepada semua ahli waris, kecuali suami-isteri, ayah dan kekek,(Pendapat 'Umar, Ali, Jumhur sahabat dan Tabi'in). Dan pendapat inilah yang terpilih, dan inilah madzhab Abu Hanifah, Ahmad, dan pendapat yang dipegangi bagi aliran Syafi'i, serta sebagian pengikut Malik, ketika baitulmal telah rusak, dan undang-undang Mesir pun mengambil pendapat ini.  Allahu a'lam.
2. Pembagian warisnya:
Hak warisnya diberikan kepada masing-masing penerima, yakni kepada ibu dan tante anda. dan karena keduanya telah meninggal juga, maka bagiannay menjadi harta pusaka masing-masing ahli waris keduanya.
3. Cucu (generasi anda) beroleh bagian, bukan karena status "cucu" tetapi karena anda adalah "anak" dari almarhumah ibu. maka sistim pembagiannya adalah, sbb.:
1.Bagian pusaka dan ahli waris ibu anda:
- Anak Laki-laki    1: 2/7 atau 28,57%
- Anak Laki-laki    2: 2/7 atau 28,57%
- Anak Laki-laki    3: 2/7 atau 28,57%
- Anak perempuan:  1/7 atau 14,28%
2. Bagian pusaka dan ahli waris tante anda:
- Suami........................ : 1/4   atau 25%                
- Anak perempuan  1  ;  1/3  atau 33,33%
- Anak perempuan 2 :  1/3  atau 33,33% ; adapun sisanya yang 1/12 atau 8,33% , diperlakukan seperti nomor 1.a,b atau c  di atas.(tentang sisa)
Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.

19. Bagian Waris Ibu Tiri
Pertanyaan:
Aska Srg25 Desember 2013 12.19
Assalamua'alaikum Wr. Wb.
Mohon pencerahan tentang HAK WARIS IBU TIRI.
Ayah saya telah meninggal sebulan yang lalu meninggalkan istri ( ibu tiri saya ), 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan ( dari ibu tiri tidak mempunyai keturunan )
Harta yang ditinggalkan adalah tanah warisan dari kakek saya dan rumah .
Selama perkawinan ayah dengan ibu tiri saya tidak menghasilkan harta, semua harta yang digunakan adalah harta ayah saya warisan dari kakek saya.
Yang ingin saya tanyakan :
Apakah ibu tiri saya berhak mendapatkan warisan tanpa adanya harta gono gini.?
Mohon penjelasan.
Terimakasih sebelumnya
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Sdr. Aska srg yang dirahmati Allah, status ahli waris hendaklah dilihaat dari kacamata si mati. Yang dimata anda "ibu tiri" jika dinisbatkan kepada almarhum Ayah, dia statusnya adlah "isteri", dan dalam kaidah Islam, isteri mendapat bagian waris manakala suaminya meninggal. Hanya ada beberpa hal yang perlu diperhatikan sebelum peninggalan ayah dibagikan, yakni:
Yang dimaksud harta warisan ayah adalah semua harta yang menjadi/sah milik ayah saja, tidak termasuk harta bersama/kumpulan. Dalam waris Islam tidak dikenal istilah gono-gini atau gini-gitu.
Bagilah terlebih dahulu harta warisan kakek kepada ahli warisnya, agar diketahui berapa bagian ayah anda, yang kemudian ditambahkan sebagai harta pusaka ayah.
Sebelum harta warisan ayah dibagikan, coba teliti dulu siapa tahu ada hak yang perlu ditunaikan seperti membayar hutan-hutang ayah (jika ada), menunaikan wasiat /nadhar ayah waktu hidup (jika ada). Barulah  sisanya dinamakan harta warisan yang siap dibagikan.
Demikianlah yang dapat saya bantu, terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi di blog jadipintar.comSemoga bermanfaat, salam untuk keluarga.

20. Sahkah Hibah Ayah Untuk Ibu Tiriku ?
Pertanyaan:
Aska Srg26 Desember 2013 11.39
Terimakasih Pak Ustadz atas pencerahannya.
Memang saya menghendaki apa yang sudah ditetapkan Allah dalam firmanNya Dan bagaimanapun uuga ibu tiri saya adalah benar seperti yang Bapak jelaskan bahwa ibu tiri adalah istri syah ayah dan itu berarti ibu saya juga.
Namun saya dalam posisi bingung menghadapi saudara-saudara saya yang mungkin tidak akan setuju dengan aturan itu.
Karena mereka beranggapan bahwa pertama harta itu harta warisan kakek dan alasan kedua bahwa ibu tiri kami sudah diberangkatkan menunaikan ibadah Haji dengan biaya dari ayah kami ( menjual sebidang tanah ) dan alasan ketiga ibu tiri kami telah dihibahkan sebuah rumah oleh ayah semasa hidup.
1. Bagaimana saya menghadapi saudara saya..?
2. Syahkah ayah menghibahkan rumah ke ibu tiri kami...?
Dengan permasalahan ini, saya mohon dengan sangat pencerahan lanjut dari Bapak, agar saya tidak salah dalam mengambil keputusan atau mengambil hak saya.
Saya takut seandainya ada yang bukan hak saya yang saya terima.
Terimakasih...
Jawaban:
Sdr. Aska srg,
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرً۬ا كَمَا حَمَلۡتَهُ ۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَٮٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. [Mereka berdo’a]: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".(Q.S.Al-Baqarah: 286).
1. Cobalah anda beri pengertian dan penjelasan dengan penuh kesabaran. Jika mereka setuju, insyaallah itu hidayah buat semuanya. Akan tetapi jika mereka tetap menolak, jangan berputus asa, asal hati anda tetap lebih mantap dengan hukum Allah, apabila keputusannya mereka tetap tidak setuju, anda terlepas dari tanggung jawab, karena sudah menjalankan kewajiban mengingatkan. Perolehan yang lebih dari hak anda yang sebenarnya, sedekahkanlah, dan berapa yang kurang dari semestinya, ikhlaskanlah, rejeki Allah terhampar luas di dunia ini.
2. Hibah dari pemilik semasa hidupnya, adalah dibenarkan selama tidak ada paksaan. Hanya Hibah seharusnya ada keadilan dan memperhatikan kehidupan ahli waris di kemudian hari. Nabi saw. pernah menolak menjadi saksi ketika orang menghibahkan budak hanya kepada satu anaknya dan tidak pada semuanya.
Perbanyaklah amal ibadah dan dzikir anda, kepada Allahlah kita berserah diri.
Terima kasih kembali, semoga bermanfaat.

21. Hak Waris Ibu Kandung
Pertanyaan:
Anonim31 Desember 2013 10.55
seorang istri wafat meninggalkan suami ,satu anak perempuan dua anak laki-laki dan ibu kandungnya.-suami almarhum membuat surat ahliwaris dimana ibu kandung alm.tidak dimasukkan sebagai ahli waris padahal masih hidup-dan alm.ketika masih hidup pernah diberi /hibah oleh ibunya tsb sebidang tanah dan rumah
.PERTANYAANNYA -1.berdosakah suami yang tidak segera membagi waris harta peninggalan isterinya/alm.(lebih dari dua tahun) 2.berdosakah suami yang menghapus/menghilangkan ibu kandung alm (mertua suami )dari daftar ahli waris padahal ibu itu telah brumur 83 tahun. .-terima kasih atas pencerahannya.
Jawaban:
Sdr. Anonim, alangkah baiknya jika pertanyaan anda diawali dengan salam.
Surat atau wasiat atau apapun wajib dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan kaidah agama, jika bertentangan maka hukumnya batal. Karena pembagian harta waris itu bukan sekehendak pemilik harta atau sekehendak sebagian ahli warisnya, akan tetapi berdasarkan kehendak dan ketetapan Allah sebagai pemberi rezeki dan penguasa manusia.
1. Agama menganjurkan agar waris segera dibagikan setelah urusan kematian sudah selesai, hal ini untuk mencegah hilangnya barang bukti, saksi-saksi, dan kemungkinan adanya ahli waris yang menyusul meninggal hingga tak menikmati bagian yang menjadi haknya.
2. Tentang Ibu Kandung (alm) atau mertua suami, beliau mendapat hak waris 1/6 dari harta yang siap dibagikan sebagai waris secara mutlak, baik pernah memberi hibah atau tidak !
Semoga bermanfaat.

22. Hak Waris Anak Kandung dan Anak Angkat
Pertanyaan:
Anonim5 Januari 2014 00.23
Ass.wr.wb .
Kami mohon dibantu kasus waris : ayah saya telah meninggal, beliau meninggalkan 1 org istri, 4 org anak sekandung (3 laki2 dan 1 perempuan) dan 5 anak tiri (3 laki2 dan 2 perempuan) bawaan ayah saya dari istri terdahulu, yg selama ini diurus dan dibesarkan oleh ibu saya.kami mohon pencerahan dan bagaimana pembagiannya? Walaikum salam...
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Dari kacamata isteri kedua, 5 anak bawaan ayah adalah "anak tiri", artinya jika isteri kedua ayah meniggal, kelimanya tidak mendapatkan hak waris. Akan tetapi, dari kacamata ayah, kelimanya adalah "anak kandung", artinya manakala ayah meninggal dunia, mereka adalah ahli waris.
Maka pembagian warisnya adalah sebagai berikut)

Semoga bermanfaat dan dapat dilaksanakan dengan mengharapkan ridha Allah Ta'ala.
Terima kasih telah berkunjung ke jadipintar.com, salam untuk keluarga.

23. Pembagian Waris Anak Bawaan Diantara Anak Kandung
Pertanyaan:
asep hendra8 Januari 2014 16.11
saya mau tanya hak waris anak bawaan bapak dan anak bawaan ibu dengan hak waris anak kandung///
asep hendra8 Januari 2014 16.16
saya mau tanya hak waris..ayah aya duda membawa anak 2 ibu saya janda membawa anak 3 dari perkawinan ayah dan ibu saya lahir anak 5,bagaimanak cara pembagiannya..kedua orang tua saya telah meninggal..mohon beri jawaban agar saya dapat berlaku adil!
Jawaban:
Sdr. Asep Hendra, alangkah baiknya jika pertanyaannya diawali dengan salam.
Jawaban pertanyaan anda adalah tergantung bagaimana kronologis kematiannya, artinya siapa yang menginggal terlebih dulu diantara ibu dan bapak karena hak waris itu hanya akan di dapat oleh anak kandung, bukan anak bawaan/anak tiri.
1. Jika bapak meninggal lebih dulu, maka ahli warisnya: Isteri, 5 anak kandung dan 2 anak bawaan bapak, Jika kemudian ibu menyusul, ahli warisnya adalah: 5 anak kandung dan 3 anak bawaan ibu.
2. Jika ibu meninggal lebih dulu, maka ahli warisnya adalah: bapak, 5 anak kandung dan 3 anak bawaan ibu. Jika kemudian bapak menyusul, ahli warisya adalah: 5 anak kandung dan 2 anak bawaan bapak.
Mudah-mudahan bisa dipraktekkan secara istiqamah.

24. Cara Membagi Rumah dan Sebidang Tanah
Pertanyaan:
Anonim8 Januari 2014 16.28
Assalamualaikum.. 
Saya mau tanya, sebidang tanah beserta rumah kira 600 m2.pembagiannya gimana? Anak2 ada 7 orang. Anak pertama laki2 dan yg lainya perempuan semua. Wassalam.
Jawaban
'Alaikum salam Wr. Wb.
1. Pertama, taksir dulu berapa kira-kira jumlah harga rumah dan tanah pusaka.
2. Jumlah yang didapat langsung dibagi 8 (anak laki-laki 2 x) *
Atau rinciannya, sbb:

Gampang kan ? selamat berbagi......
* jika tidak ada ahli waris lain seperti orang tua almarhum (dari bapak dan ibu), Pastikan sudah dibayarkannya hutang, wasiat, nadzar kedua orang tua, dll. (jika memang ada)

25. Pembagian Warisan Paman yang Membujang

Pertanyaan:       
setiawan adi9 Januari 2014 19.41
Assalamualaikum.wr.wb.
Saya mau bertanya untuk masalah kewarisan sebagai berikut.
Ayah saya adalah 7 bersaudara, yang terdiri dari 3 pria (termasuk ayah saya) dan 4 wanita.
Ayah saya sudah meninggal lebih dahulu begitu juga 2 orang bibi saya sudah meninggal.
Saat ini adik ayah saya (paman saya) meninggal, dan beliau tidak menikah dan ada meninggalkan harta warisan sejumlah 100 bagian.
Saya hendak bertanya siapa sajakah pewaris beliau. Ayah saya mempunyai anak 2 orang yaitu saya dan kakak perempuan saya.
Sementara kedua bibi saya yang sudah meninggal juga ada meninggalkan anak-anak yaitu yang seorang mempunyai 3 anak lelaki sedang bibi saya yang lain yang sudah meninggal mempunyai 2 anak laki dan 3 anak perempuan.
Bagaimana pula cara menghitungnya. Serta bagian2nya. Terima kasih atas jawabannya.
BalasHapus
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Sdr. Setiawan Adi yang dirahmati Allah, paman anda yang meninggal dunia, disebut "kalalah" yakni orang yang meninggal tanpa meninggalkan ahli waris bapak dan anak. Sayang sekali anda hanya menceritakan 4 dari 7 bersaudara, sementara yang 3 lainnya tidak diceritakan kabarnya, apakah masih hidup atau sudah meninggal , karena menurut kaidah ilmu waris, merekalah (saudara-saudara almarhum) yang lebih berhak mendapatkan warisannya, demikian juga jenis kelamin saudaranya turut memperngaruhi besaran penerimaan harta warisan "kalalah". Hal ini sesuai dengan firma Allah dalam Surah An-Nisa ayat 176:
يَسۡتَفۡتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفۡتِيڪُمۡ فِى ٱلۡكَلَـٰلَةِۚ إِنِ ٱمۡرُؤٌاْ هَلَكَ لَيۡسَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أُخۡتٌ۬ فَلَهَا نِصۡفُمَا تَرَكَۚ
وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ۬ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَۚ وَإِن كَانُوٓاْ إِخۡوَةً۬
 رِّجَالاً۬ وَنِسَآءً۬ فَلِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَڪُمۡ أَن تَضِلُّواْۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمُۢ
Mereka meminta fatwa kepadamu [tentang kalalah . Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah [yaitu]: jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai [seluruh harta saudara perempuan], jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka [ahli waris itu terdiri dari] saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan [hukum ini] kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Adapun tentang keponakan almarhum, hukumnya sbb.:
1. Mereka menjadi ahli waris jika almarhum tidak memiliki saudara laki-laki (artinya masih ada sisa setelah bagian untuk saudara perempuan).
2. Keponakan yang jadi ahli waris, bahkan 'ashabah hanyalah keponakan laki-laki dari saudara laki-laki almarhum.
3. Adapun keponakan perempuan dan keponakan dari saudara perempuan almarhum, statusnya adalah ulul arhaam atau kerabat yang tidak mewarisi, atau dengan kata lain dia mewarisi jika tidak ada golongan ahli waris.
Mohon maaf tidak bisa menguraikan besaran bagian waris paman anda karena kurang lengkapnya data. tapi jika keterangan di atas sudah dianggap cukup, maka bertawakkallah kepada Allah, laksanakanlah syari'at tanpa memikirkan apa yang luput. insyaallah barakah, amin.

                       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ          
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

226 komentar:

  1. assalamualaikum.wr.wb.saya mau tanya tapi ini masalah bapak saya,bapak saya punya lima saudara kakek saya sudah meninggal 6th lalu tapi nenek baru bilang sama anak2 ya masalah waris 2 hari kemaren,kata nenek untuk hak waris semua sama kakek di hibah kan sama salah satu anak nya.adik bapak tapi bapak tidak setujuh karnah masalah hibah tidak ada yg tau cuma ne2k aja kepengen bapak untuk hak waris dibagi sama,dan adik2 yg lain setujuh dengan masalah hibah tersebut.yang saya tanyakan sebaiknya gimana ?? dan apakah bapak saya benar atau salah .terimah kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan lihat jawabannya di Forum Konsultaasi.....

      Hapus
  2. assalamualaikum.wr.wb.saya mau tanya, ayah saya meninggal, dengan mewarisi istri(ibu),3 anak laki laki dan 2 anak perempuan.
    beliau meninggalkan sebuah rumah dengan perkiraan nilai nya 800jt,tetapi rumah itu diperoleh, setelah beliau menikah dengan ibu saya,
    saya mau tanya bagaimana pembagian warisnya,harap bantuannya,terimakasih

    BalasHapus
  3. Silakan lihat jawabannya di "Forum Konsultasi Waris"

    BalasHapus
  4. ozzy_pbk@yahoo.co.id30 Oktober 2013 02.54

    ozzy_pbk@yahoo.co.id
    Assalamualaikum.wr.wb.saya mau tanya... Apabila kedua orang tuanya meninggal tanpa memiliki anak dan mereka memiliki harta yang banyak, pertanyaan saya, siapa yang menjadi pewaris dari harta mereka ????

    Tolong di jelaskan,,, Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan lihat jawabannya di "Forum Konsultasi Waris"

      Hapus
  5. Assalamualaikum.wr.wb.saya mau tanya... Apabila kedua orang tua sudah meninggal dan mewarisi sebuah rumah yang bernilai 675 jt, adapun anak ada 5 (3 laki-laki dan 2 perempuan). sebenarnya kejadiannya sudah 1 tahun yang lalu, pada saat itu saya meminta pembagian disesuaikan dengan hukum islam tetapi adik saya yang perempuan ngotot meminta supaya di bagi rata bahkan mengancam tidak akan setuju menjual rumah tsb (tidak jadi) kalau dibagi sesuai aturan agama islam yaitu laki2 mendapat 2 bagian lebih besar dari perempuan,padahal adik saya tsb tergolong kaya. karena saya tidak mau ribut/perselisihan antar saudara walaupun saya sangat membutuhkan uang tsb ( pada saat itu saya belum bekerja dan pnya istri dan 2 anak) apalagi saya juga butuh untuk berobat krn saya ada penyakit jantung coroner, akhirnya saya setujui saja dan dibagi ratalah warisan senilai 675 jt tadi, walaupun masih sangat mengganjal di hati saya, 2 saudara laki2 saya juga stujua kalau warisan tsb dibagi rata.
    Yang mau saya tanyakan :
    1. Sebenarnya hukum waris secara Islam yang benar bagaimana?

    2. Apakah bila hukum waris Islam tidak dijalankan akan berdosa?

    3. Dalam hal ini, apakah saya dan saudara2 saya berdosa krn tidak menjalankan hukum waris?

    4. Kalau seandainya saya dan saudara2 salah bagaimana solusi/jalan keluarnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam Wr. Wb. Silakan lihat jawabannya di atas (Forum Konsultasi......)

      Hapus
  6. Assalamualaikum wr,wb.Alhamdulillah Blog E TALIM menyediakan Forum Konsultasi,Informasi dan Tanya-Jawab tentang waris Islam sehingga umat Islam tidak akan salah dalam membagi waris yang benar dan yang sesuai dengan hukum waris yang diatur dalam al Quran..Dulu saya pernah dengar bahwa salah satu hal yang akan dilupakan(sebagian) umat Islam adalah hukum waris Islam.Hal ini mungkin pengaruh budaya Barat yang melanda dunia Timur terutama Indonesia yang rapuh terhadap pengaruh budaya Barat.contohnya budaya tatoo,valentine,thankgiving,haloween,emansipasi dan HAM serta demokrasi yang salah kaprah dll.Dalam hal waris orang terpengaruh oleh hukum waris perdata atau adat atau oleh perasaan pribadi.tentang adil dan tidak adil,padahal sumber hukum tertinggi bagi umat Islam adalah al Quran.Semoga dengan adanya FORUM ini kita selalu berjalan di jalan yang benar dan terimakasih kepada para pengasuh FORUM yang selalu memberi layanan yang cepat,singkat ,tepat ,mudah dipahami dan ada dasar hukumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alakum salam wr. wb. silakan lihat jawabannya di ata, no 13.

      Hapus
  7. Dalam hukum waris Islam sering disebut cucu perempuan dari ANAK LAKI-LAKI atau cucu laki-laki dari ANAK LAKI-LAKI dan hampir tidak pernah disebut cucu perempuan dari ANAK PEREMPUAN atau cucu laki-laki dari ANAK PEREMPUAN . Mengapa demikian, apakah ada perbedaan derajat atau kedudukan ahli waris.Terima kasih atas balasannya =

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan lihat jawabannya di atas, no. 16

      Hapus
  8. Assalamua'alaikum Wr. Wb.


    Sejak kecil saya dan orang tua saya hidup bahagia di salah satu Kota di Jawa Timur. Sejak bayi saya tinggal bersama ayah dan ibu saya yang masih tinggal di rumah nenek saya (ibu dari ayah). Jelang beberapa tahun ayah saya akhirnya membuat rumah sendiri tidak jauh dari rumah nenek saya. Namun musibah datang ketika saya duduk di Bangku kelas 4 SD, orang tua saya bercerai dan akhirnya saya ikut dengan Ibu (ibu pulang ke rumah orang tua nya, sedangkan ayah masih tinggal di rumah baru) (setelah cerai ibu saya juga tidak minta harga gono gini). Ketika saya kelas 1 SMP ayah dan ibu sama-sama menikah lagi. Ibu dengan ayah baru saya mempunyai satu orang anak laki-laki, dan ayah saya dengan istri barunya tidak mempunyai anak di pernikahannya.

    Tepat saya kelas 3 SMP, ayah saya meninggal dunia akibat diabetes. Selang beberapa bulan istri barunya menikah lagi. Rumah orang tua saya akhirnya kosong dan ditinggali oleh paman saya. Ketika sekarang saya sudah bekerja, saya baru mengurus hak milik tentang rumah dan tanah tersebut, keluarga besar ayah saya tidak terima. Mereka ingin rumah tersebut jatuh ke tangan mereka (padahal nenek saya/ibu dari ayah sudah meninggal). Info dari mereka jika ketika ayah membeli pekarangan tanah tersebut, ayah menjual salah satu rumah keluarga yang di ada di Surabaya (versi dari adik adik ayah saya). Namun sertifikate rumah tersebut masih atas nama ayah saya. Namun semua berkas-berkas tanah dan rumah di bawa adik ayah yang ada di Jakarta.

    Yang saya pertanyakan, saya harus bagaimana. Hak tanah tersebut sebenarnya milik siapa. Sedangkan hukum ahli waris yang saya ketahui adalah harta warisan akan jatuh ke tangan anak-anak yang ada pembagiannya sendiri antara anak laki-laki dan perempuan. Namun di sini saya kan anak tunggal, ayah tidak punya anak lagi di pernikahan baru nya dan istri barunya sudah menikah lagi. Apakah saya juga harus membagi hak tanah tersebut dengan adik-adik ayah saya, jika iya berapa persen nya dari total semua peninggalan ayah saya. Kenapa saya dipersulit sekali dengan adik-adik ayah saya. Mohon jawabannya sekiranya benar benar bisa membantu saya dalam hal agama ataupun hukum yang berlaku juga.

    Terimakasih sebelumnya

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb

    Fio Safugi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr.wb. silakan lihat jawabannya di atas, nomor 17.

      Hapus
  9. Berarti liat dari tulisan anda diatas gono gini gak boleh toh....jadi pengadilan gak bener, mana yg bener nih, jadi bengong

    BalasHapus
  10. Assalamua'alaikum Wr. Wb.
    Mohon pencerahan tentang HAK WARIS IBU TIRI.
    Ayah saya telah meninggal sebulan yang lalu meninggalkan istri ( ibu tiri saya ), 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan ( dari ibu tiri tidak mempunyai keturunan )
    Harta yang ditinggalkan adalah tanah warisan dari kakek saya dan rumah .
    Selama perkawinan ayah dengan ibu tiri saya tidak menghasilkan harta, semua harta yang digunakan adalah harta ayah saya warisan dari kakek saya.
    Yang ingin saya tanyakan :
    Apakah ibu tiri saya berhak mendapatkan warisan tanpa adanya harta gono gini.?
    Mohon penjelasan.

    Terimakasih sebelumnya

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb. silakan lihat jawabannya di atas, nomor 20.

      Hapus
    2. Terimakasih Pak Ustadz atas pencerahannya.

      Memang saya menghendaki apa yang sudah ditetapkan Allah dalam firmanNya Dan bagaimanapun uuga ibu tiri saya adalah benar seperti yang Bapak jelaskan bahwa ibu tiri adalah istri syah ayah dan itu berarti ibu saya juga.
      Namun saya dalam posisi bingung menghadapi saudara-saudara saya yang mungkin tidak akan setuju dengan aturan itu.
      Karena mereka beranggapan bahwa pertama harta itu harta warisan kakek dan alasan kedua bahwa ibu tiri kami sudah diberangkatkan menunaikan ibadah Haji dengan biaya dari ayah kami ( menjual sebidang tanah ) dan alasan ketiga ibu tiri kami telah dihibahkan sebuah rumah oleh ayah semasa hidup.

      1. Bagaimana saya menghadapi saudara saya..?
      2. Syahkah ayah menghibahkan rumah ke ibu tiri kami...?

      Dengan permasalahan ini, saya mohon dengan sangat pencerahan lanjut dari Bapak, agar saya tidak salah dalam mengambil keputusan atau mengambil hak saya.
      Saya takut seandainya ada yang bukan hak saya yang saya terima.

      Terimakasih...

      Hapus
    3. Saya jawab di atas lagi, sekalian untuk dokumentasi dan pengetahuan seluruh pembaca blog, terima kasihkembali.

      Hapus
    4. Pak Ustadz, alhamdulillah kini saya lega dengan pencerahan Bapak.
      Terimakasih banyak pak Ustadz, semoga Allah membalasan kebaikan pak Ustadz yang telah sudi membalas semua pertanyaan saya.
      Salam saya dan keluarga.

      Hapus
  11. Amin, semoga jalinan kita terus tersambung, semoga Allah merahmati anda dan keluarga, salam kembali untuk keluarga besar anda,

    BalasHapus
  12. seorang istri wafat meninggalkan suami ,satu anak perempuan dua anak laki-laki dan ibu kandungnya.-suami almarhum membuat surat ahliwaris dimana ibu kandung alm.tidak dimasukkan sebagai ahli waris padahal masih hidup-dan alm.ketika masih hidup pernah diberi /hibah oleh ibunya tsb sebidang tanah dan rumah
    .PERTANYAANNYA -1.berdosakah suami yang tidak segera membagi waris harta peninggalan isterinya/alm.(lebih dari dua tahun) 2.berdosakah suami yang menghapus/menghilangkan ibu kandung alm (mertua suami )dari daftar ahli waris padahal ibu itu telah brumur 83 tahun. .-terima kasih atas pencerahannya.
    .

    BalasHapus
  13. Silakan lihat jawabannya di atas, (nomor 22)

    BalasHapus
  14. saya mau tanya hak waris..ayah aya duda membawa anak 2 ibu saya janda membawa anak 3 dari perkawinan ayah dan ibu saya lahir anak 5,bagaimanak cara pembagiannya..kedua orang tua saya telah meninggal..mohon beri jawaban agar saya dapat berlaku adil!

    BalasHapus
  15. Silakan lihat jawabannya di atas (nomor 24)

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum.wr.wb.saya mau bertanya untuk masalah kewarisan sebagai berikut.

    Ayah saya adalah 7 bersaudara, yang terdiri dari 3 pria (termasuk ayah saya) dan 4 wanita.

    Ayah saya sudah meninggal lebih dahulu begitu juga 2 orang bibi saya sudah meninggal.

    Saat ini adik ayah saya (paman saya) meninggal, dan beliau tidak menikah dan ada meninggalkan harta warisan sejumlah 100 bagian.

    Saya hendak bertanya siapa sajakah pewaris beliau. Ayah saya mempunyai anak 2 orang yaitu saya dan kakak perempuan saya.

    Sementara kedua bibi saya yang sudah meninggal juga ada meninggalkan anak-anak yaitu yang seorang mempunyai 3 anak lelaki sedang bibi saya yang lain yang sudah meninggal mempunyai 2 anak laki dan 3 anak perempuan.

    Bagaimana pula cara menghitungnya. Serta bagian2nya. Terima kasih atas jawabannya.

    BalasHapus
  17. 'Alaikum salam wr.Wb. silakan lihat jawabannya di atas (nomor 26)

    BalasHapus
  18. Pertanyaan...
    Assalamualaikum WrWb...
    Bagaimana pembagian & perhitungan harta waris sebidang tanah dan manfaat / hasil dari warisan tsb...Warisan dari kakek kami yg diteruskan / dirawat oleh ibu kami...
    * Kakek kami mempunyai 2 anak perempuan ( ibu saya & tante)..
    Ibu saya mempunyai 4 anak : 3 laki + 1 perempuan..(tnggl di jambi)
    Tante saya mempunyai 2 anak perempuan...(tnggl di medan)
    *Namun sebelumnya kakek mempunyai 5 bidang tanah dan 3 diantaranya memiliki bangunan rumah..(a).2 lahan kosong serta (1 lahan dgn bngn rumah ..ini yg akan dibagi atau yg msh tersisa sampi sat ini)ada di jambi ... (b).2 lahan dng rmh ada di medan sdh dijual oleh tante saya setelah kakek saya meninggal pd thn 1997...(c)1lahan kosong yg ada dijambi juga sdh dijual oleh tante saya..tp setahun kemudian tante meninggal pd thn 2008..(d).1 lahan kosong dijambi dijual oleh ibu saya krn butuh utk biaya rmh skt..sampai beliau wafat pd thn 2009..
    *Sisa hasil penjualan (200 jt)
    lahan ini saya pergunakan modal membangun setengah rmh tsb krn kondisi yg sdh tdk layak huni..Namun biaya membangn (285 jt)dan kurangnya (85jt)alhamdullilah bs sy tutupi..
    *dan sekarang saya fungsikan /sewakan oleh sebuah company ternama utk mess karyawan..dan menjadi produktif..hasil dari uang sewa tsb saya buat 1 kamar + gudang yg kmrnya digunakan oleh adik saya yg laki2...
    *di tahun berikutnya saya buat 2 kamar berderet ,dan saya berinisiatif utk menyewakan kamr2 ts..(krn 2 orng adik saya yg laki2 nmr 2 & adik permpuan saya yg bungsu sdh menikah dan sdh mempunyai rmh msng2 oleh pasangannya )..
    *Lahan / halaman yg tersisa digunakan tetangga utk memarkir mobil2 mrk ..dan ada 1 counter kecil...hasil dari parkir mbl ini rata2 Rp 200 ribu/unit/bln ..jumlah mobil sekitar 6 unit..
    *seiring berjalannya waktu & mungkin melihat lahan dan bngnan yg saya kelola semakin maju dan produktif..skr adik2 saya ingin mengelola 2/3 bisnis ini dan ingin membuat serificate atas tanah dan bngn..namun kami butuh kebenaran cara pembagian warisan serta manfaat yg sy kelola selama ini ( hampir +- 2thn berjalan bisnis ini)..karena adik2 saya ingin membuat sertificate dngn hasil sewa rmh di kontrak yg akan dtng...sedangkan saya diberikan manfaat/hasil dari 2 kamar yg disewa...
    Mohon jawaban dari masalh ini...Trima kasih...Wassalam...
    ****NOTE*****
    1.Semasa hidup kakek mewasiatkan harta2nya(ada saksinya yg msh hidup) adalah sbb :
    a.Tanah serta bangunan yg ada di jambi milik ibu saya
    b.tanah serta bangunan yg ada di medan milik tante saya
    2.Setelah kakek meninggal wasiat milik tante saya sdh dijual serta 1 lahan kosong yg diwasiatkan milik ibu saya pun dijual oleh tante saya (ibu saya hanya dikasih kompensasi dari hasil penjualan tsb)
    3.Tante saya meninggalkan 2 orng anak perempuan srta 1 orng suami yg msh hidup...
    4.Setelah ibu bercerai dgn ayah kami pd thn 2003 kami dinafkahi / dibiayai oleh ayah tiri kami
    5.Sekarang saya yg merwat &menempati rmh tsb sendri..krn adik laki2 saya yg ketiga bekerja diluar negri yg 8 bln sekali baru kembali ke indonesia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr.wb.
      1. Wasiat berbeda dengan hibah, kalau sesuatu diberikan dan dimiliki sipenerima saat pemberi masih hidup,berarti itu hibah. tapi kalau wasiat, dimiliki si penerima jika si pemberi sudah meninggal. Wasiat kakek anda rancu, karena wasiat (materi) tidak boleh diberikan kepada ahli waris. kalau non materi seperti pesan, nasihat, informasi, bolehlah. Pembagian objek waris oleh kakek dibolehkan selama nilainya sebanding dengan perolehan hak ahli waris,atau diantara ahli waris saling tukar tambah kurangannya atau saling rela.
      2.Ahli waris kakek : 1. anak perempuan (i) dapat 1/3 bagian, dan 2. anak perempuan (II) dapat 1/3 bagian.(Q.S.An-Nisa; 11); sisanya yang 1/3 coba diteliti lagi apakah waktu itu ada ortu kakek? atau saudara kakek (laki/permpuan), jika ada, sisanya hak mereka.
      3. Objek waris adalah nilai harga tanah+bangunan+pendapatan uang sewa, dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk renovasi dan biaya operasional.
      4. Ahli waris tante anda adalah: suami, 2 anak perempuan dan saudara perempuan (ibu anda).
      Demikianlahpenjelasan saya, semoga bermanfaat, Jika ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, silakan berkonsultasi pribadi via telpon, (lihat ketentuannya di running teks di atas).

      Hapus
  19. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Saya mau tanya pak,kakek dan nenek meninggal(duluan kakek yang meninggal) meninggalkan warisan rumah seharga 1 M dia mempunyai anak 5 (4 ank laki" dan 1 permpuan) pd saat meninggal lengkap 5 anaknya selang berapa tahun 1ank lelaki meninggal dilanjukan anak perempuan dan nenek saya lalu meninggal!!!saya anak lk" dari anak perempuan kakek,satu saudara (2laki" dan 1 perempuan)
    1. Sapa saja yang berhak atas rumah warisan itu jika dijual?
    2 apakah saya juga mendapat bagian?berapa besaranya?

    BalasHapus
  20. 'Alaikum salam Wr. Wb.
    Sdr. Nikko T. yang dirahmati Allah swt.
    Pembagian waris seyognyanya disegerakan setelah ada pewaris yang meninggal dunia, agar tidak ada harta pusaka yang dijual, berkurang nilainya, atau menyusulnya ahli waris lain sebelum menerima bagian warisnya. Untuk kasus anda, maka susunan ahli warisnya mengikuti urutan siapa yang meninggal, sbb.:
    1. Saat Kakek meninggal, ia meninggalkan ahli waris dan bagian-bagiannya, sbb: 1.Istri (nenek anda): 12.5%, 2. Empat anak laki-laki @ :19.44%, dan anak perempuan: 9.72 %.
    2. Untuk yang meninggal berikutnya saya tidak dapat menghitung bagian warisnya, karena data anda tidak lengkap siapa saja ahli warisnya, juga apakah sudah si mati sudah menikah atau belum, punya anak atau belum. tapi secara umum kalau sudah berkeluarga, ahli warisnya adalah: suami/isteri + ibu (nenek anda) + anak-anaknya, jika belum punya anak, saudara-saudaranya berpeluang beroleh bagian.
    3. Untuk harta dari kakek dan nenek, anda bukanlah ahli waris, karena anda adalah cucu dari anak perempuan, kedudukan anda adalah ulul arhaam (kerabat yang bisa mewarisi hanya kalau tidak ada ahli waris).
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  21. assalamualaikum wr.wb.-kasus ; suami meninggal dunia meninggalkan isteri,dua anak kandung dan dua anak tiri bawaan isterinya.- bagaimana bagi warisnya jika suami punya harta tanah dan rumah di atasnya serta mobil dan motor misalnya seharga 400 juta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr.wb.
      1.Anak tiri (bawaan isteri) bukanlah ahli waris; mereka jadi pewaris jika isteri (ibu kandungnya) meninggal dunia.
      2.Bagian isteri=1/8, sementara 2 anak tergantung jenis kelamin; jika laki-laki mereka menghabiskan sisa, jika perempuan, mereka berserikat dalam 2/3.

      Hapus
  22. assalamu alaikum wr.wb.- supaya tidak membingungkan para pemerhati acara kita,mungkin perlu diperbaiki jawaban kasus nomor 11 membagi harta nenek seharunya bagian anak laki-laki rp.39.250.000 dan anak perempuan rp.196.250.000-semoga perhitungan saya tidak salah-wassalamu alaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb. terima kasih telah sumbang komentar.
      Tolong diperiksa lagi, apakah angka anda tidak keliru ? rasanya terlalu besar angka koreksinya, padahal jumlah harta peninggalan nenek cuma 157 jt.

      Hapus
  23. Assalamu'alaikum wr.wb.
    kakek nenek sudah meninggal. Meninggalkan harta katakanlah sebesar 100 juta rupiah.
    memiliki 7 anak laki2 dan 4 anak perempuan. Yang masih hidup 3 anak laki2 dan 3 anak perempuan.
    4 anak laki2 dan 1 anak perempuan sudah meninggal, masing2 memiliki anak dan masih ada suami/istri yang masih hidup.
    Bagaimana pembagiannya?Apakah suami/istri dan anak2 (mantu dan cucu) dari anak2 kakek/nenek yang sdh meninggal itu juga memiliki hak waris?mohon penjelasannya. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
      Sebaiknya membagi waris itu sesuai kronologis kematian, tidak digabung sekaligus, karena setiap si mati ahli warisnya bisa berbeda-beda. Data anda tidak lengkap. maka kakek nenek saya anggap saja satu pusaka tanpa memperhatikan siapa yang meninggal duluan dan siapa saja ahli waris lain selain anak-anaknya.
      Pertanyaannya: antara kakek+nenek dan anak-anaknya, duluan siapa yang meninggal?
      [A]. Jika duluan anaknya; maka harta warisan hanya dibagikan kepada anak-anaknya yang masih hidup saja. (3 anak laki-laki masing-masing 22,22 % dan 3 anak perempuan masing-masing 11,11%)
      - Mantu bukan ahli waris
      - Cucu terhalang beroleh bagian karena ada anak laki-laki.
      [B]. Jika duluan kakek/nenek meninggal: maka semua anaknya mendapat bagian waris (7 anak laki-laki masing-masing 11,11 % dan 4 anak perempuan masing-masing 5,55 %)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  24. Assalamu alaikum Wr.Wb.Komentar atas kasus no.11-Perhitungan jadipintar.com 3 anak laki-laki 3x rp.19.625'000=rp.58.875.000 anak perempuan 2x rp.9.812.500.000 = rp.19.625.000 jumlah rp.70.500.000 -----perhitungan saya anak laki-laki 3x rp.39.250.000 =rp.117.750.000 anak perempuan 2x rp.196.250.000 =rp.392.500.000 jadi jumlah keseluruhannya rp.157,000.000.Semoga saya tidak keliru
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb. koreksi kedua anda mungkin cuma salah ketik saja. setelah saya teliti ulang, maka yang shahihnya adalah:
      [1] 3 anak laki-laki = 3 x (19.625.000 x 2)
      ............................= 3 x (39.250.000) ........= Rp. 117.750.000
      [2] 2 anak perempuan = 2 x 19.625.000.......= Rp. 39.250.000 +
      JUMLAH ..................................................= Rp. 157.000.000
      Terima kasih anda berkenan meluangkan waktu.

      Hapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Asalamualaikum wr wb..
    Dulu ayah dan ibu saya janda dan duda
    Masing masing punya 2 anak

    Anak ayah a = laki laki
    b= perempuan
    Anak ibu c= perempuan
    d=perempuan
    Mereka kemudian menikah dan lahirlah saya dan adik saya
    Saya = e = laki laki
    Adik = f = perempuan
    Dan mereka membeli rumah.
    Dan skrng ayah saya meninggal
    Rumah djual seharga 400 juta..
    Siapa saja yg berhak dan tolong pak uztad bagikan berapa bagiannya per hak waris..
    Trus barang sluruh prabotan apakah itu lantas milik ibu saya smuanya?
    Karna yg bli bapak saya.
    Dan ayah saya mewarisi harta kakek saya
    Skitar 50jt. Siapa saja yg berhak dan berapa bagiannya.
    Trimakasih wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
      Yang dimaksud harta pusaka yang dibagikan adalah semua yang menjadi milik almarhum; baik lewat pembelian, pemberian, bawaan ataupun perolehan. Rumah jika murni pembelian ayah, maka itu adalah termasuk harta warisan,+50 jt dari kakek. adapun perabot, jika dulu ayah membelikannya untuk ibu/ada aqad diberikan kepada ibu, maka jadi milik ibu. tetapi jika tidak ada pemberian dimaksud, maka tetap dihitung milik ayah.
      AHLI WARIS AYAH DAN BAGIANNYA (jika ayah tidak punya orang tua) :
      [1] Isteri (Ibu anda)-------------:12,5 %
      [2] Anak laki-laki (a)-----------: 29,16 %
      [3] Anak perempuan (b)------: 14,58 %
      [4] Anak Laki-laki (e/anda)--: 29,16 %
      [5] Anak perempuan (f)-------: 14,58 %
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  28. Assalamu'alaikum Wr, Wb

    Mohon pencerahannya, ibu saya meninggal dengan meninggalkan suami, 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki, ibu saya memiliki 1 bidang tanah yang baru saja di jual dengan harga sekitar kurang lebih 500 juta, sepengetahuan saya tanah tersebut dibeli oleh ibu saya karena mendapatkan warisan dari orang tuanya dahulu, hasil warisannya beliau belikan tanah ini, saat ini ayah saya mengatakan bahwa beliau ikut menambahkan pembelian tanah tersebut dulu sebesar 50 juta, yang ingin saya tanyakan bagaimana pembagiannya apakah 500 juta - 50 juta dahulu (dikembalikan ke ayah) dan sisanya 450 juta baru kemudian dibagi waris?

    dan bagaimana dengan hasil investasi dari uang yang di tambahkan oleh ayah saya dahulu apakah harus diperhitungkan juga berapa besarnya baru dikurangi dengan hasil penjualan saat ini dan sisanya baru dibagi waris atau bagaimana?

    Terima kasih sebelumnya atas pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Apa saja milik/ apa yang dibeli dari uang ibu, adalah pusaka ibu yang harus dibagikan kepada ahli warisnya. Jika bapak anda dulu ada ikut andil dalam perolehan tanah, menurut saya yang paling adil adalah metode besaran persentase, Yakni:
      - Hitunglah berapa persen proporsi andilnya.
      - Hasil penjualan sekarang, dipotong untuk mengembalikan kepada bapak sebesar proporsi andilnya dulu (dalam persen).
      - Kecuali jika dalam andil ada aqad berbentuk pinjaman yang akan dikembalikan sebesar jumlah yang sama.
      Wallaahu a'lam.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  29. Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
    Admin Yth,
    Saya dan keluarga/ sauadara akan membagi warisan yg telah ditinggalkan oleh almarhum kakak laki-laki kami (se-Ibu, lain Bapak). Perlu admin ketahui bahwa almarhum kakak kami selain bersaudara 4 dari satu ibu (3 laki-laki dan 1 perempuan) punya saudara se-bapak, karena sebelum nikah dengan ibu kami, ayah almarhum kakak kami punya anak dari ibu yang lain entah itu kakak atau adik dan berapa orang bersaudara kami juga tidak tahu dan sampai sekarang pun keberadaannya tidak kami ketahui (orang tua bapak/ibu kami gak pernah bercerita tentang hal ini). Pernah pada saat sedang sakit kami betanya tentang saudara se-bapak beliau, dengan harapan bisa menghubungi saudara-saudara beliau agar mengetahui kondisi kesehatannya, namun beliau tidak berkenan/melarangnya dengan nada kurang senang.
    Kami memang tinggal lain kota dengan saudara/keluarga dari pihak bapak kakak kami , sejak kecil kakak kami tinggal bersama kakek/nenek & keluarga kami yg lain dari pihak ibu.
    Semasa berkeluarga kakak kami hanya tinggal berdua dengan istri, mereka belum dikarunia keturunan/anak. Sekitar 2 tahun yg lalu istri kakak kami meninggal, mulai saat itu kakak kami hidup sendiri itupun dalam kondisi tidak sehat/sakit, sehingga kami berdua (saya bersama adik perempuan saya) yg merawat sampai beliau wafat.
    Harta warisan yg ditinggalkan kakak kami senilai Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), hasil pembagian harta dengan pihak keluarga istri beliau.
    Yang kami tanyakan, bagaimana cara pembagian warisan tersebut agar adil dan barokah sesuai hukum Islam..?
    Demikian pertanyaan kami, mohon pencerahannya.
    Jazakumullah Khoiron Katsiran….
    Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
    Catatan :
    • Salah satu adik laki-laki kami telah wafat, meninggalkan seorang isteri dan 2 anak perempuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Bapak Warisman yang dirahmati Allah,
      Pertanyaan anda berliku dan kurang dapat saya fahami, saya khawatir dan takut salah memberi advis pembagian warisnya, jika anda berkenan, silakan menggunakan fasilitas "Konsultasi Pribadi" agar kita dapat berkomunikasi 2 arah (lihat aturannya di running teks).
      Terima kasih.

      Hapus
  30. Assalamualaikum wr wb
    kepada Bapak yg terhormat

    Saya punya petanyaan mengenai hak waris
    skitar 3 minggu yg lalu ayah saya meninggal
    ayah mempunyai anak 1 laki laki dan 2 perempuan
    serta 1 istri (ibu saya)
    saya adalah anak laki2 dan anak sulung dan sudah beristri namun belum diberi keturunan,
    adik2 saya dua2nya perempuan dan belum menikah.
    Dan 1 anak perempuan dari istrinya yang dulu yang telah
    lama dicerai
    anak perempuan bapak ( kaka tiri saya) dari istrinya yg dulu telah mempunyai
    1 anak perempuan, tetapi telah lama bercerai dengan suaminya
    Sekarang dia tinggal dengan ibunya, dan tidak pernah sekalipun
    mau tinggal sama ayah saya sekalipun, ayah hanya memberikan biaya kuliah
    dan menikahkannya sekali waktu itu.
    sekarang saya dan ibu saya meneruskan usaha (toko) bapak yg sudah dirintis dengan ibu saya dulu
    Harta peninggalan ayah saya adalah satu buah toko
    satuu kontrakan kecil dibelakangnya
    dan satu rumah
    yg sekarang saya tinggali bersama ibu dan adik2 saya
    dan sebagian uang tabungan hasil usaha ayah dan ibu saya selama ini.
    Dan suatu saat saya memang merencanakan untuk mengontrakan toko ini
    dan menjual rumah tersebut untuk pindah ke tempat lain.
    mohon penjelasannya dan saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya
    assalamualaikum wr wb

    Galih Purnama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, secara pribadi saya menghaturkan duka cita atas meninggalnya ayah anda.
      [1]. Sebelum warisan dibagi, hitunglah apa saja peninggalan yang menjadi milik ayah, pisahkan dengan milik ahli waris lain, misalnya usaha dengan ibu, hitung mana saham ayah, mana saham/kontribusi ibu, hitunglah dengan cermat, jika tidak ada catatan, pakai taksiran dengan dasar niat baik. Jika ada hutang, bayarlah dengan mengurangi harta penginggalan ayah. Yang dibagikan hanya harta milik ayah saja.
      [2]. AHLI WARIS DAN BAGIANNYA:
      - Isteri (Ibu anda)-----------------------:12,5 %
      - Anak Laki-laki (anda)-------------- :35 %
      - Anak Perempuan--------------------:17,5 %
      - Anak Perempuan--------------------:17,5 %
      - Anak Perempuan (kakak tiri) ---:17,5 %
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  31. rini.kpbr@gmail.com.
    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Admin Yth.
    suami saya meninggal dunia, beliau meninggalkan sebuah rumah, dan kami tidak mempunyai anak dan ahli waris yang ada selain istri ada dua saudara kandung almarhum satu laki-laki dan perempuan. Yang kami tanyakan bagaimana cara pembagian warisan tersebut agar adil dan berkah sesuai hukum islam?
    Demikian kami mohon penjelasannya.
    Jazakumullah khoiron katsiran..
    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Balas

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. eb.
      Ibu Rini Sulistiyo yang dirahmati Allah, alhamdulillah anda berkeinginan membagi waris secara Islam, insyaallah akan menjadi barakah bagi anda dan keluarga.
      AHLI WARIS DAN BAGIANNYA:
      - isteri.........................: 1/4(Q.S. An-Nisa: 12)
      - Saudara laki-laki......: 2/4 (Q.S. An-Nisa: 176)
      - Saudara perempuan: 1/4 (Q.S. An-Nisa: 176)
      Semoga bermanfaat.
      wa iyyaakum.

      Hapus
  32. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh , Saya mau tanya pembagiannya jika bapak saya meninggal dunia . meninggalkan ibu,anak laki-laki (5) , anak perempuan (2). karena kakek dan nenek dari kedua orang tua saya sudah meninggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
      Bpk Azis yang dirahmati Allah, pembagian warisnya adalah sbb.:
      - Isteri (Ibu anda)...............................: 12,5 %.
      - (5) Anak laki-laki, masing-masing:....: 14,58 %
      - (2) Anak Perempuan, masing-masing: 7,29 %
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  33. assalamuallaikum wr wb,
    saya mau bertanya Pak tentang ahli waris, siapa sajakah ahli waris dari seorang janda ( yg sudah menikah 2 kali) wafat meninggalkan:
    -.3 anak yakni 1 laki+2perempuan dari pernikahan pertama (mantan suami pertama masih hidup)
    -.1 anak laki dari pernikahan ke-dua (dr suami terakhir yg sudah almarhum)
    -.1 anak laki angkat (keponakan dari garis janda yg meninggal ini)

    Bagaimana urutan hak dari kelima anak yang ditinggalkan tsb?
    Terimakasih Pak, wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam Wr. Wb.
      Bagikan harta warisnya untuk semua anaknya, baik dari perkawinan pertama maupun kedua, yakni:
      - (2) Anak laki-laki, masing-masing.....: 1/3
      - (2) anak Perempuan, masing-masing: 1/6
      - Anak angkat dalam hukum waris Islam tidak mendapat hak waris, karena tidak ada hubungan nasab (keturunan) ataupun perkawinan, hakikatnya dia adalah orang lain.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  34. Assalamuallaikum wr wb,

    Saya mau bertanya, Bagaimana ahli waris dari Saudara Laki-laki tiri (seibu tapi beda ayah) yang telah Almarhum tanpa memiliki keturunan dan istri pun telah Almarhumah, Mempunyai satu rumah. Saudara terdekat terdiri dari:
    3 Adik laki-laki dan 1 Adik perempuan, urutannya sbb:
    Adik pertama : laki-laki
    Adik kedua : laki-laki (Almarhum)
    Adik ketiga : laki-laki
    Adik keempat : Perempuan

    Terimakasih, Wassalam



    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      [1].Karena yang meninggal dunia 2 orang; saudra laki-laki se-ibu dan isterinya, maka pisahkanlah harta keduanya, dan bagikan kepada ahli waris masing-masing.
      [2]. Tentang adik kedua almarhum; jika ia meninggal lebihdulu dari saudara laki-laki anda, maka dia TIDAK mendapat bagian waris, tetapi jika saudara se-ibu anda yang meninggal lbih dulu, dia beroleh bagian waris untuk ahli warisnya.
      [3]. Bagian waris untuk saudara se-ibu lebih dari 1 orang adalah 1/3 dibagi rata, tanpa membedakan jenis kelaminnya (Q.S.An-Nisa: 12)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  35. 'Alaikum salam wr. wb.
    Menurut saya, sebaiknya keluarga melakukan beberapa tahapan/prosedur dalam pembagian warisnya, sbb.:
    [1]. MENGHITUNG AHLI WARIS DAN BAGIANNYA
    - 4 Anak laki-laki masing-masing 2/11 bagian (18,18 %).
    - 3 Anak perempuan masing-masing 1/11 bagian (9,09 %)
    [2]. PERIHAL HIBAH:
    - Silakan menghibahkan bagian warisnya kepada siapa yang dikehendaki.
    - Tidak menghibahkan kepada orang yang sudah meninggal, karena sudah tidak bisa menerima pemberian anda. Orang mati hanya menerima pahala dari amalannya di dunia dan pahala ibadah anak-cucunya.
    Allaahu a'lam.
    -

    BalasHapus
  36. Setia adi subekti21 Februari 2014 16.57

    Assalamualaikum wr wb
    kepada Bapak yg terhormat

    Saya punya petanyaan mengenai hak waris
    ayah saya meninggal
    ayah mempunyai anak 1 laki laki dan 2 perempuan
    serta 1 istri (ibu saya)
    saya adalah anak laki2 dan anak sulung dan sudah beristri
    adik2 saya dua2nya perempuan dan sudah menikah
    Bagaimana pembagian warisannya ?
    mohon penjelasannya dan saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya
    assalamualaikum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Terima kasih anda telah berkonsultasi dengan kami.
      PEMBAGIAN WARIS KELUARGA ANDA ADALAH SBB.:
      [1]. Isterl.....................: 4/32 atau (12,5 %)
      [2]. Anak laki-laki........: 14/32 atau (43,75 %)
      [3]. Anak perempuan...: 7/32 atau (21,87 %)
      [4]. Anak perempuan...: 7/32 atau (21,87 %)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  37. Assalamuallaikum wr.wb

    Nenek saya dalam hidupnya pernah menikah sebanyak dua kali. Dari suaminya yang pertama memiliki keturunan yaitu satu orang laki-laki dan satu orang perempuan (ibu saya). Kemudian mereka bercerai dan kemudian nenek menikah lagi dengan seorang laki-laki perjaka. Di pernikahannya yang kedua tidak memiliki keturunan sampai akhir hayatnya mereka berdua. Yang meninggal duluan adalah suaminya kemudian baru nenek.

    Dengan demikian, ketika nenek meninggal beliau meninggalkan dua anaknya yang berasal dari suaminya yang pertama. Disinilah hal yang saya ingin tanyakan.
    1. Apakah nenek saya dari pernikahannya yang kedua mendapatkan hak waris ?? (kakek meninggal, saat itu meninggalkan seorang istri, dua anak tiri (laki dan perempuan), serta saudari perempuan kandung)
    2. Apakah ibu dan paman saya (anak dari nenek) dapat hak waris dari jatah hak waris nenek yang telah meninggal ??
    3. Mohon dijelaskan secara detil berdasarkan hukum waris agama islam, beserta dengan besar bagiannya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Benar, nenek mendapat hak waris dari peninggalan suaminya sebesar 1/4 atau 25 %. Ketika kakek meninggal, ahli warisnya adalah:
      [1]. Isteri (nenek anda)...: 1/4
      [2]. Saudara perempuan: 1/2 + sisa

      2. Ketika nenek anda meninggal, mereka berdua menghabishkan peninggalan nenek, sbb.:
      [1]. Anak perempuan (ibu anda).: 1/3
      [2]. Anak laki-laki (paman anda): 2/3
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  38. assallamuallaikum wr wb
    saat ini keluarga kami sedang dalam masalah pembagian harta warisan. kami mohon pencerahannya. kami memiliki 5 saudara 3 laki laki dan 2 perempuan. yg menjadi masalahnya adalah ayah kami memiliki 2 istri. istri ayah kami yg pertama memiliki 2 anak laki laki. dan istri yg ke dua memiliki 2 anak ( laki laki dan perempuan) dan setelah 1 tahun sepeninggalan ayah saya istri yg kedua memiliki anak perempuan lagi namun lain ayah. bagaimana cara membagi harta warisan ayah kami yg adil menurut hukum islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. BalasHapus

      jadipintar.com3 Maret 2014 13.25
      'Alaikum salam wr. wb.
      [1]. Harta warisan aya diberikan kepada:
      - Isteri...........................................: 12,5 %
      - 3 Anak laki-laki, masing-masing .: 25 %
      - 1 Anak perempuan....................: 12,5 %
      [2]. Anak perempuan hasil perkawinan isteri dengan lelaki lain, bukanlah ahli waris ayah, tidak ada hubungan nasab (keturuan), maka tidak mendapat bagian warian harta ayah anda.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  39. Assalamuai'alaikum Wr.Wb. Semoga Anda dan pengurus web ini beserta keluarga selalu dilindungi Allah SWT. Tanya: Sepupu Ayah saya meninggal dunia tanpa meninggalkan saudara kandung karena beliau anak tunggal dan suaminya telah meninggal terlebih dahulu. Anak dari suami ( anak tiri cukup banyak) Beliau meninggalkan warisan yang diperoleh dari Ibunya ( bibi/tante dari ayah saya). Sedangkan ayah saya sendiri memiliki saudara 5 orang ( yang masih hidup 2 orang).
    Mohon pencerahan bagaiman hukum waris / harta pusaka dari Sepupu ayah saya ini.
    Billahi taufik wal hidayah, wassalamu'alaikum WR.Wb.
    Faturaja@gmail .com.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Sdr Faturrohman Hamzah, terima kasih atas do'anya, amin... wa iyyaakum. Ini web pribadi yang dikelola personal. Terhadap pertanyaan anda, jawbannya adalah sbb.:
      [1]. Semua harta waris almarhumah diberikan kepada sepupu laki-laki yang masih hidup (sepupu perempuan bukan ahli waris).
      [2]. Anak-anak tirinya tidak mewarisi milik almarhumah, tetapi mewarisi milik bapak kandungnya saja.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  40. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    Orang tua angkat saya yg mengurusi saya sejak saya umur 6 bulan tidak mempunyai anak. Ibu angkat saya meninggal pada tahun 2003, dan ayah angkat saya saat ini masih hidup namun terkena serangan stroke. Ibu angkat saya yg sudah meninggal dunia tsb masih mempunyai ibu yg masih hidup sampai sekarang, punya keponakan-keponakan dari adik laki-lakinya yg sudah meninggal dan saudara-saudaranya yg seibu. Sedangkan bapak angkat saya masih mempunyai 1 kakak kandung laki-laki yg masih hidup juga 2 adik perempuan yg masih hidup. Pertanyaan saya bagaimanakah pembagian warisannya nanti seandainya bapak saya tidak panjang umur lagi atau meninggal dunia? Mohon penjelasannya dari pengasuh forum konsultasi ini. Jazakulloh khoiron katsiron, wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatu.

    Dahrinto
    Di Jakarta Utara

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr.wb.
      Sdr. Dahrinto Seno yang dirahmati Allah, pertama-tama bagilah dulu harta pusaka ibu angkat anda karena alm. juga punya ahli waris yang punya hak bagian, sbb.:
      1. KETIKA IBU ANGKAT MENINGGAL, ahli waris dan bagiannya:
      [1]. Suami:........................................... 3/6 (50 %)
      [2]. Ibu............................................... 1/6 (16,66 %)
      [3]. 2 Saudara (laki&perempuan) se-ibu: 2/6 (33,33 %) dibagi rata, laki dan prmpuan sama.
      [4]. Keponakan laki-laki.......................: 0 (sudah tidak ada sisa)

      2. JIKA BAPAK ANGKAT MENINGGAL ahli warisnya:
      [1]. Saudara laki-laki........: 1/2
      [2]. Saudara perempuan..: 1/4
      [3]. Saudara perempuan,: 1/4
      Dalilnya Q.S.an-Nisa: 176 (bab kalalah)
      Semoga bermanfaat, wa iyyaakum.

      Hapus
  41. assalamu'alaikum
    saya ingin bertanya nih masalah harta warisan.
    saya punya seorang kakek dan nenek dari sebelah ayah. kakek dan nenek saya sudah meninggal sejak 6 tahun yang lalu. kakek dan nenek mempunyai 4 orang anak laki-laki, dan semuanya sudah berkeluarga. ayah saya adalah anak pertama mereka. anak ketiga sudah meninggal 2 tahun yang lalu, dan ayah saya meninggal 2 bulan yang lalu.
    sampai sekarang harta warisan kakek dan nenek belum dibagi
    pertanyaan saya, bagaimana cara pembagiannya yang benar menurut islam ?
    terimakasih sebelumnya
    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Harta kakek dan nenek dibagi rata untuk ke-4 anaknya, msing-masing mendapat 1/4 bagian.
      2. Anak yang sudah meninggal, bagian warisnya diserahkan kepada ahli waris masing-masing.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  42. Assalamualaikum WrWb, Mohon penjelasan atas pembagian warisnya, Orang tua ( Bapak ) meninggal, meninggalkan Istri ( Ibu ) dengan 6 ( Enam ) orang anak terdiri dari, 4 ( empat ) orang laki-laki dan 2 ( dua ) orang perempuan bagaimana pembagian warisnya ? terima kasih Wassalam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Bagian warisnya adalah, sbb.:
      [1]. Isteri,,,,,,,,,...................................: 10/80 (16,66 %).
      [2]. 4 Anak laki-laki, masing-masing.....: 14/80 (17,5 %).
      [3]. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/80 (8,75 %).
      Maaf terlambat menjawab, semoga bermanfaat.

      Hapus
  43. Assalamualaikum wr wb, mohon bantuannya : Kakek saya memiliki 3 org istri, saat istri 1 dan kedua sudah meninggal, kakek membeli sebidang tanah saat beliau menikah dengan istri ke 3. saat ini tanah itu akan dijual dengan perkiraan nilai jual 2 milyar. pertanyaan : bagaimana pembagian warisan sesuai agama islam? saat kakek meninggal, beliau memiliki: 2 anak perempuan dr istri pertama; satu anak laki2 dr istri kedua; dari istri ketiga beliau meninggalkan 3 org anak laki-laki, dan 3 org anak perempuan. Saudara kandung kakek sudah meninggal semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN KAKEK DENGAN 9 ANAK DARI 3 ISTERI
      'Alaikum salam wr. wb. Sdrs. Murniantik
      Ahli waris kakek anda adalah, sbb.:
      [1]. Isteri (ketiga)............................: 13/104 (12,5 %)
      [2]. 4 Anak laki-laki masing2..:......: 14/104 (13,46 %)
      [3]. 5 Anak perempuan masing2..: 7/104 (6,73 %).
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. syokran atas jawabannya... boleh diperjelas sampai dpt penyebutnya 104 ??

      Hapus
    3. 'Afwan, 104 adalah angka persamaan matematik yang dihitung melalui proses yang rumit, di sini saya hanya menulis jawaban secara singkat. Jika anda ingin jawaban yang detail dan bisa di kirim ke email/telpon langsung, silakan gunakan fasilitas KONSULTASI WARIS PRIBADI (silakan lihat ketentuannya).
      Terima kasih.

      Hapus
  44. Assalaamualaikum Wr,Wb, Mohon penjelasannya apakah yang disebut harta bersama? Karena pada saat menikah dulu saya dan isteri saya (alm) sama- sama tidak membawa apa-apa. Bolehkah harta tersebut dibagi dua dulu sebelum dibagikan sebagai harta warisan seperti yang tercantum dalam Undang-undang Perkawinan? Mohon penjelasan bagaimana cara pembagiannya karena isteri saya sudah meninggal dunia 3 thn yang lalu, anak saya semuanya 3 orang perempuan. Pada saat isteri saya meninggal masih ada kakak / adiknya laki-laki 3 orang, 2 orang lagi sudah meninggal dunia sebelum isteri saya, orang tua kami semuanya sudah meninggal, saya sendiri masih punya kakak/adik laki-laki 4 orang dan perempuan 1 orang.. Sebagai tambahan saya sekarang sudah nikah lagi, oleh sebab itu saya khawatir kalau ada harta isteri (alm) yang terpakai oleh isteri sekarang.. Terimakasih atas penjelasannya Dzazakumullohukhoironkatsiro. Wassaalumualaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      [1].Harta bersama atau harta yang diperoleh selama masa perkawinan, dalam hukum waris negara dibagi antara suami dan isteri dengan kadar tertentu; dalam hukum adat juga dikenal istilah "gono-gini" dimana isteri mengambil 1/3 bagian atau 1/2 sebelum dibagikannya warisan.
      [2]. Hukum waris Islam mengakui adanya harta bersama ini, namun besaran pembagiannya berdasarkan PROPORSI SAHAM masing-masing dalam harta bersama itu. Saran saya, dari total aset anda bersama isteri pertama, berapakah saham milik istri anda dan berapa proporsi saham anda. Saham isteri bisa diperoleh dari : harta bawaan, harta pendapatan isteri, harta simpanan, harta pemberian dll. yang telah sah menjadi milik isteri. Harta milik isteri inilah yang mesti dibagikan ketika dia telah meninggal dunia.
      [3]. Ahli waris isteri dan bagiannya adalah sbb.:
      - Suami....................... : 3/12 (25 %)
      - 3 Anak perempuan.....: 8/12 (masing-masing 22,22 %)
      - Saudara laki-laki.......: 1/12 (jika lebih dari 1 orang, dibagi rata)
      wa iyyaakum
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  45. Assalamualaikum,
    Mohon bantuan penjelasan,
    Ibu saya meninggal pada tahun 1997, sebelum ibu meninggal beliau dan bapak saya mempunyai 2 rumah. Satu atas nama ibu dan satu lagi atas nama bpak. Saya mmpunyai 1 orang abang. Pada tahun 2001 bapak menikah lagi dan mempunyai 1 orang putra. Sekarang bapak akan menjual 2 rumah tersebut. Bagaimanakah pembagian dari hasil penjualan 2 rumah tersebut dngan kondisi sbb :
    - 2 rumah tersebut dibeli jauh sebelum ibu saya meninggal. Satu rumah atas nama ibu dan satu rumah atas nama bapak.

    Mohon bntuannya untuk penjelasan mengenai waris dari rumah tersebut.

    Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Pisahkan mana rumah/harta milik ibu dan mana yang milik bapak anda.
      2. Penjualan milik ibu hasilnya dibagikan kepada ahli waris ibu (saja); sementara penjualan milik bapak itu belum dinamakan harta waris karena bapak masih hidup, jadi terserah bapak bagiamana penggunaannya.
      3.Ahli waris ibu adalah:
      1. Suami (bapak anda)
      2. Anak-anaknya (anda dan abang)
      3. Bapak atau ibunya ibu/ortu almarhumah jika masih ada.
      (Maaf tidak bisa menuliskan bagian masing-masing karena data ahli waris kurang lengkap, bahkan saya tidak tahu apakah anda laki-laki atau perempuan (anonim).

      Hapus
  46. 'Alaikum salam wr.wb..
    Sdr Rudi Yasin,
    1. Setiap orang meninggal mempunyai ahli waris yang bisa berbeda. Untuk ayah dan ibu anda, ahli waris dari golongan anak sama tetapi ahli waris dari golongan orang tua alm. tentu beda. Orang tua yang masih hidup kala alm./almh meninggal, mereka mendapat bagian waris.
    2. Hitunglah atau taksir berapa kirai-kira prosentase harta yang milik ayah dan berapa yang milik ibu (untuk perolehan rumah juga dihitung dengan metode yang sama). pembagian proporsi ini penting kalau ahli warisnya ada berbeda.
    3. a. Untuk ahli waris ayah, bagikan harta yang milik ayah, ahli warisnya sbb.:
    - Ibu (nenek anda dari ayah) : 1/6 ( 16,66 %)
    - 2 Anak laki-laki (masing-masing): 2/6 (33,33 %)
    - 1 Anak perempuan : 1/6 (16,66 %)
    b. Untuk ahli waris ibu, bagilah harta yang milik ibu (sesuai proporsinya dalam perolehan rumah, dulunya)
    - Ayah (kakek anda dari ibu) : 5/30 (16,66 %)
    - Ibu (nenek anda dari ibu) : 5/30 (16,66 %)
    - 2 Anak laki-laki (masing-masing): 8/30 (26,66 %)
    - 1 Anak perempuan : 4/30 (13,33 %)
    Keterangan: jika ada ahli waris yang saat ini sudah meninggal dunia, berikanlah bagiannya kepada ahli warisnya.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  47. assalamu'alaikum wr, wb

    saya 3 bersaudara, 2 laki-laki, satu perempuan, kami semua sudah berkeluarga.
    bapak kami meninggal pada tahun 2001 tetapi warisannya tidak di bagikan.
    tahun 2009 adik saya (laki-laki) meninggal dan meninggalkan 2 orang anak.
    tahun 2013 ibu saya meninggal. sekarang kami akan membagikan warisan yang ditinggalkan bapak ibu kami.
    berapa bagian warisan untuk anak alm adik saya?

    BalasHapus
  48. Assalamu,alaikum Ustad, Mohon bantuannya.saya isteri mempunyai anak perempuan dua umur 17 dan 14 tahun.suami saya sudah meninggal 3 tahun yang lalu meninggalkan rumah 200 meter dan tanah 90 meter tetapi rumah masih atas nama ibunya dan tanah masih nama adiknya.saya tidak berani meminta karena mereka sejak suami sakit sudah kejam terhadap anak dan saya hingga keluar dari rumah itu.mohon bantuanya bagaimana saya bisa mengambil warisan suami saya.tapi gak ada buktipembelian

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Ibu, hal-hal seperti itu semestinya dibicarakan dengan keluarga besarnya, pakailah pendekatan kekeluargaan. Kalau perlu minta bantuan orang yang disegani untuk membantu membicarakan masalah kepemilikan peninggalan suami, hanya itu saran yang dapat saya berikan, tidak lebih.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  49. Assalamu,alaikum Ustad, mohon bantuannya, Ayah saya meninggal tepatnya 21 April 2013, beliau mempunyai Istri, 4 Anak laki-laki, 2 anak perempuan, 1 cucu dari anak laki-laki. mempunyai Bapak, ibu, dan 2 saudara laki-laki, 5 sodara perumpuan. ayah saya mempunyai 2 buah rumah yang masih digunakan. 6 bulan setelah ayah saya meninggal, ibu (nenek saya) dari ayah saya meninggal. dan tepat di bulan ini salah satu anak laki-laki (adik saya) dari ayah saya meninggal. sebelum adik saya meninggal sempat menjual salah satu rumah seharga 100jt untuk biaya berobat. masih ada satu rumah yang masih di tempati, diperkirakan seharga 300jt. yang saya mau tanyakan apakah rumah yang masih ditempati harus dijual dahulu agar dapat di bagi-bagi? dan siapa saja yang berhak harta warisan ayah saya dan bagaimana cara membagi harta warisan ayah saya yg adil menurut hukum islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Sdr Shidhiq, banyak cara yang bisa ditempuh untuk membagi warisan sebuah rumah yang masih ditempati, diantaranya:
      1. Dijual dulu
      2. Dibeli oleh satu atau beberapa ahli waris, kemudian dipotong dari bagian warisnya
      3. Dibagi dulu secara tertulis, eksekusinya menyusul kemudian, yang penting sudah ada kejelasan bagian masing-masing apa dan berapa.
      Ahli waris dari ayah anda adalah:
      1. Kakek.................................................: 40/240 (16,66 %)
      2. Isteri................................................: 30/240 (12,5 %)
      3. 4 anak laki-laki, masing-masing.......: 34/240 (14,16 %)
      4. 2 Anak perempuan, masing-masing: 17/240 (7,83 %)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  50. 'Alaikum salam wr. wb.
    Ini masalah yang pelik dan sering terjadi pada keluarga besar, dimana anak paling tua merasa berkuasa. Dengan mengucap bismillaahirrohmanirrohim saya jawab pertnyaan anda:
    [1]. Definisi waris itu pembagian harta kalau si pemilik SUDAH MENINGGAL. pemberian di kala hidup itu dinamakan HIBAH/HADIAH, itupun harus adil atau seizin ahli waris yang lain.
    [2]. Orang tua tidak boleh membagikan hartanya dikala masih hidup laksana waris; dikecualikan mengatur besaran bagiannya kelak, seperti si A nanti sekian persen, si B nanti sekian persen (menurut hukum waris Islam)- Proses membagikannya setelah ortu meninggal.
    [3]. 10 Anak berhak mendapatkan bagian warisan harta pusaka, laki-laki masing-masing 13,33 % dan perempuan masing-masing 6,66 %. Rumah yang akan dibagikan adalah hak 10 anak, bukan 1 atau 2 anak saja. Kalau dilelang/disita berarti yang yang menjaminkan rumah harus mengganti bagian waris saudaranya yang lain; kecuali kalau saudaranya pada ikhlas.
    [4]. Bukan dikurangkan bagian kakak anda itu, tapi dia bayar hutangnya agar status rumah kembali menjadi milik ahli waris 10 anak.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  51. assalamu'alaikum wr, wb

    saya 3 bersaudara, 2 laki-laki dan 1 perempuan, kami semua sudah bersaudara.
    tahun 2001 bapak saya meninggal tetapi warisannya tidak di bagikan.
    tahun 2009 adik saya (laki-laki) meninggal, meninggalkan 2 orang anak, anak yang pertama perempuan yang ke dua laki-laki.
    tahun 2013 ibu saya meninggal.
    sekarang kami akan membagikan warisan yang di tinggalkan bapak ibu kami.
    berapa bagian warisan untuk anak alm. adik saya??

    mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      A.Pembagian waris milik ayah dan ibu, sbb,:
      1. 2 Anak laki-laki, masing-masing: 40 %.
      2, 1 Anak perempuan mendapat : 20 %
      B. Bagian waris untuk anak adik anda, jika ahli warisnya hanya 2 orang anak saja, adalah:
      1. Anak laki-laki........ : 2/3 bagian
      2. Anak perempuoan: 1/3 bagian.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  52. assalamu 'alaikum wr. wb. mohon penjelasan untuk warisnya : Bapak saya (almarhum) punya dua orang istri, istri pertama (almarhumah) punya anak sepuluh orang (4 laki-laki, 6 wanita), istri kedua tidak punya anak , yang saya tanyakan : istri kedua mempunyai rumah sendiri (rumah dan tanah a/n istri kedua) dan tinggal bersama keponakan (anak dari kakaknya - (masih hidup ) yaitu satu orang laki-laki, 2 orang wanita) bila istri kedua wafat apakah keponakannya mendapat hak waris juga atau seluruh warisan jatuh pada kesepuluh anak istri pertama, atau kakak dari istri kedua juga mendapatkan hak waris, karena keponakannya mengklaim merekalah yg membayar pajak rumah, membetulkan rumah , bayar listrik, pam dll. mohon penjelasannya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      1. Jika isteri kedua meninggal, maka harta warisnya diberikan kepada:
      - Orang tuanya (jika ada)
      - Saudaranya (kakak+adik)
      jika saudaranya itu 1 perempuan, dia dapat 1/2, jika 2 orang= 2/3
      jika saudaranya laki-laki, dia ambil semua harta.
      jika saudaranya laki-laki dan perempuan, dibagi dengan komposisi 2 : 1.
      2.Keponakan akan mendapat waris dengan catatan:
      - Isteri kedua tidak memiliki saudara (sekandung, sebapak atau se-ibu)
      - Si keponakan adalah anak dari saudara laki-laki , dan berjenis kelamin laki-laki, (Dalam Hukum waris Islm, keponakan perempuan atau anak dari saudara perempuan tidak dihitung sebagai ahli waris).
      3. Pembagian waris tidak ada kaitannya dengan pembayaran pajak, listrik dll. tetapi berdasarkan hubungan nasab dan perkawinan. Kecuali jika sebelum membayar diniatkan sebagi hutang, maka sebelum dibagi warisannya, dipotong dengan hutang-hutang isteri kedua.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  53. 'Assalaaamu'alaikum wr.wb.
    Para pengunjung blog yang dirahmati Allah, karena tanya-jawab dianggap sudah mewakili tema terkati, seta saya kewalahan dalam menjawab pertanyaan yang masuk, maka untuk sementara komentar untuk tema ini DIHENTIKAN, sampai saya merasa cukup punya waktu untuk menjawabnya. Disamping itu banyak pertanyaan sejenis yang ditanyakan ulang tanpa membaca komentar sebelumnya. Tapi saya masih melayani "KONSULTASI WARIS PRIBADI"
    HARAP MAKLUM.

    BalasHapus
  54. Assalamu'alaikum wr.wb
    bagaimana membagi tanah seluas 950 m2 untuk 2 anak laki dan 6 anak perempuan
    terima kasih

    BalasHapus
  55. PEMBAGIAN TANAH WARIS UNTUK 8 ANAK
    'Alaikum salam wr. wb.
    Karena anak laki-laki memiliki bagian 2x anak perempuan, maka dibagilah menjadi 10 bagian, rinciannya:
    -Anak perempuan masing-masing mendapat: 95 m2.
    -Anak laki-laki masing-masing mendapat : 190 m2
    Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  56. Assalamu'alaikum wr.wb
    Kakek dan nenek sy telah meninggal dunia, dari pernikahan tsb lahir 3 org anak, kesemuanya laki-laki, tetapi anak Pertama juga telah meninggal dunia, jadi 2 anak laki-laki tsb masih hidup... dari anak pertama (alm) mempunyai 3 org anak (1 laki-laki, 2 prempuan), anak yg kedua mempunyai 1 org anak perempuan, anak yg ketiga mempunyai 8 anak (3 laki-laki, 5 perempuan). sementara semasa hidupnya, kakek saya mempunyai byk tanah dan rumah .... bgmn cara menghitung dan brp byk pembagian harta utk masing2 ahli waris ? syukron atas penjelasannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMBAGI WARISAN KAKEK
      'Alaikum salam wr. wb.
      1. Bagi 3 seluruh harta kakek dan nenek, sesuai jumlah anaknya.
      2. Setiap bagian anak kakek dan nenek, dibagikan sbbl:
      - Bagian anak pertama dibagikan kepada anak laki-laki 1/2 dan 2 anak perempuan masing-msing 1/4.
      - Bagian anak ke-2 dan ke-3 diberikan kepada ahli warisnya (anak kakek) langsung. Terserah dia mau diapakan, tetapi itu memang itu hak mereka berdua. Dan tidak turut dibagi sebagai warisan bagi anak-anaknya, kecuali mereka (anak kakek) sudah mati.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  57. Assalamualaikum Ustadz.
    Saya mau bertanya, saya anak bungsu dari 7 bersaudara. Anak 1 (kakak laki2) merupakan anak bawaan dari ibu sebelum menikah dgn ayah saya. sedangkan anak ke 6 (kakak prmpuan) di adopsi oleh adik kandung ibu saya shingga akta lahir dan KK ikut tante saya. Semua anak pd saat setelah menikah diberi hibah rumah oleh ayah saya. sebelum ayah saya meninggal, karena saya belum menikah, ayah saya memberikan amanah/wasiat/pesan bahwa rumah yang ditempati beliau akan dihibahkan sebagian u/ saya dan sebagian u/ ibu saya. pd saat itu ibu memutuskan bagian saya adalah 1 milyar dari penjualan rumah dan ayah saya menyetujui. kemudian pd feb 2013 lalu ayah saya telah meninggal, dan di tahun yg sama saya berencana u/ menikah. tetapi ibu saya kurang setuju dgn calon suami saya. bahkan ibu saya yg mudah terpengaruh mulai dipengaruhi oleh kakak2 saya sehingga 2 mggu sbelum saya menikah, saya dipaksa oleh kakak2 saya untuk melakukan perjanjian pranikah dgn calon suami (karena takut suami saya merebut harta saya kelak). berhubung saya tidak mau akhir nya ibu saya memutuskan tidak jadi memberi bagian saya yg 1 milyar, tetapi saya dibelikan rumah yg kondisi, harga ato letaknya ditentukan oleh ibu. tetapi ibu tidak menyebutkan nominal nya. dan disetujui oleh semua, akhirnya karena saya tidak mau membantah ibu, saya menyetujui jg, mengingat ibu saya pasti akan membelikan saya rumah yang pantas, paling tidak hampir setara dgn rumah kakak2 saya. tetapi selang 11 hari setelah saya menikah (nov 2013) ibu saya meninggal dan belum menjual rumah yg ditempati oleh ayah dan ibu. akhirnya kakak2 saya berkumpul dan menyepakati u/ rumah dijual, bagian saya adalah 350 jt, karena kata kakak2 saya ibu pernah mau membelikan saya rumah seharga itu (tp saya tidak pernah dengar sendiri). sisa nya akan dibagi 2, yg satu dibagi menjadi 8 (anak kandung ayah ibu, 4 prmpuan dan 2 laki) sedangkan yg satu lg dibagi mjd 10 (anak bawaan dan kandung, 4 prmpuan dan 3 laki). saya sebetul nya merasa tidak terima dgn bagian saya yg 350 jt, karena rumah kakak2 saya yg lain jika dijual skitar 600 jt lebih, sedangkan saya hanya diberi kurang dr mereka. itupun proses menjual nya berkesan terlalu lama, karena harga jual nya ada yg minta tinggi, ato pngurusan surat2 (surat ket. waris, surat balik nama waris, dll masih belum di urus). apakah pembagian tersebut sudah benar pak ustadz? jika memang yg saya terima menurut islam sudah wajar, bagaimana agar kakak2 saya bisa segera memberikan bagian saya, karena hanya saya saja yg belum punya rumah, tetapi mereka seolah tidak peduli... mohon tanggapan nya pak Ustadz. terima kasih. Assalamualaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN, HIBAH DAN NIKAH
      'Alaikum salam wr. wb.
      Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembagian harta waris sbb.:
      1.Hibah adalah pemberian dikala pemberi masih hidup; maka hibah ayah kepada kakak-kakak anda dipandang sah secara hukum.
      2.Wasiat adalah pembagian harta dikala pemberi sudah meninggal. Jika ayah anda memberikan sebagian nilai rumah sebagai hibah yang bisa dimiliki anda dan ibu saat itu, maka hibahnya sah, tetapi jika akad ayah akan memberikannya setelah beliau meninggal, maka itu dihitung wasiat. dan anda serta ibu tidak berhak untuk wasiat itu karena anda berdua termasuk ahli waris.
      3. Anak pertama hanya mendapat bagian waris jikalau ibu anda yang meninggal dunia (karena keturunan ibu), tetapi pada harta ayah anda, dia tidak ada hak sama sekali.
      4. Kakak perempuan nomor 6 dia anak angkat, menurut hukum waris islam, dia tidak mendapat bagian waris dari ayah atau ibu, karena hakekatnya adalah orang lain (bukan ahli waris).
      5.Mintalah bantuan kepada ustadz setempat yang mengerti kaidah waris dan tokoh berpengaruh lokal untuk menyelesaikan persoalan waris keluarga anda yang "melenceng" dan jauh dari berkah.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  58. Assalamu'alaykum wrwb.
    Ayah, Ibu, seorang anak laki2(sudah berkeluarga dengan dua anak perempuan) dan dua anak perempuan. Ayah masih memiliki saudara laki2 dan saudara perempuan seibu-sebapak.
    Kronologi wafat :
    1. Anak laki-laki (meninggalkan istri dan dua anak perempuan)
    2. Ibu
    3. Ayah.
    Bagaimana pembagian waris menurut Islam? Apakah paman dan bibi juga mendapatkan warisan?
    Bagaimana sikap saya jika hal ini ditetapkan oleh pengadilan agama yang mengambil keputusan berdasarkan kompilasi hukum islam dimana disitu disebutkan adanya pewaris pengganti (dalam hal ini dua cucu perempuan)? Terima kasih. Wassalam, Fahmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARTA WARISAN ANAK LAKI, IBU DAN AYAH.
      'Alaikum salam wr. wb.
      Pertama sekali, piashkan mana saja harta miliki anak laki, mana milik ibu dan mana milik ayah, karena kepemilikan sejumlah itulah yang akan dibagikan ketika ybs. meninggal dunia.
      1.Ketika anak laki-laki meninggal, ahli waris dan bagiannya adalah sbb.:
      -Ayah: 4/27 (14,8 %)
      -Ibu: 4/27 (14,8 %)
      -Isteri: 3/27 (11,11 %)
      -Anak perempuan (alm.): 8/27 (29,6 %)
      -Anak perempuan (alm.): 8/27 (29,6 %)
      Ini masalah "Radd", jika belum paham silakan baca artikel blog ini tentang itu, atau anda menggunakan fasilaitas konsultasi pribadi.
      2. Ketika Ibu anda meninggal, ahli waris dan bagiannya adalah sbb.:
      -Suami (ayah anda): 1/4 (25 %)
      -Anak perempuan:1/3 (33,33 %)
      -Anak Perempuan: 1/3 (33,33 %)
      Sisanya 1/12 dicek dulu apakah ibu punya orang tua atau saudara ? jika sama sekali tidak ada, maka dibagi dengan cara di'aulkan (Silakan baca artikel jadipintar.com tentang 'Aul).
      3. Ketika Ayah anda meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya, sbb.:
      -Anak perempuan:1/3 (33,33 %)
      -Anak perempuan:1/3 (33,33 )
      -Saudara laki-laki ayah: Sisanya, yakni 1/3 (33,33 %).
      4. Saya hanya mengerti waris hukum Islam, mengenai Hukum kompilasi Islam, itu terserah anda.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  59. Assalamualaikum...
    mohon maaf saya mau bertanya dan bantuannya, kedua orang tua telah meninggal dunia dari keduanya, meninggalkan 1 anak perempuan, 1 anak laki-laki dan 1 cucu perempuan dari anak perempuan.
    pada saat almarhumah ibu meninggal dunia mempunyai harta warisan berupa perhiasan dan sebuah rumah atas nama almarhumah yang belum sempat di bagikan, namun tanpa sepengetahuan almarhum bapak dan saudara perempuannya harta berupa perhiasan tersebut di ambil oleh anak laki-lakinya. tapi harta berupa rumah masih ada dan ditempati oleh anak perempuan.
    belum lama ini almarhum bapak meninggal dunia dan meninggalkan harta berupa rumah atas nama almarhum yang akan di jual dan hasil penjualannya akan di bagikan kepada kami.
    pertanyaannya :
    - apakah anak laki-lakinya masih mempunyai hak waris
    - jika masih dan anak laki-lakinya bersedia mengganti, nilai perhiasannya diganti dengan nilai pada saat anak laki-lakinya mengambil atau nilai pada saat sekarang.
    - bagaimana perhitungannya
    atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih...
    wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARTA WARISAN DIJUAL ANAK LAKI-LAKI
      'Alaikum salam wr. wb.
      Sebelum pembagian warisan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sbb.:
      1.Karena ayah dan ibu meninggal tidak bersamaan, dan masing-masing mempunyai harta pusaka, maka;
      - saat ibu meninggal, bagilah harta milik ibu.
      - saat bapak meninggal, bagi pula harta yang menjadi milik bapak.
      2. Jika almarhum ibu dan ayah tidak memiliki orang tua saat mereka meninggal, maka harta warisannya jatuh kepada anak saja, adapun cucu cucu perempuan dari anak perempuan bukanlah ahli waris (kecuali cucu dari anak laki-laki, itupun jika tidak ada ahli waris anak laki-laki).
      PEMBAGIAN WARISANNYA, SBB:
      A. Saat ibu meninggal, bagilah harta ibu dengan komposisi sbb.:
      [1]. Suami :1/4 (25 %).
      [2]. Anak laki-laki : 1/2 (50 %).
      [3]. Anak perempuan : 1/4 (25 %).
      B. Saat bapak meninggal dunia, bagilah harta bapak dengan komposisi sbb.:
      [1]. Anak laki-laki : 2/3 (66,66 %).
      [2]. Anak perempuan : 1/3 (33,33 %).
      Tentang perhiasan yang sudah dipakai anak laki-laki, hitunglah nilainya pada saat sekarang (saat pembagian waris), dan perhitungkan dengan bagian yang seharusnya diterima anak laki-laki, jika kurang agar di bayar, jika ada lebih, berikan kelebihannya,
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. trima kasih banyak atas jawaban dan nasehatnya...

      Hapus
  60. Assalammu ‘alaikum Wr. Wb.
    Saya ingin menanyakan hukum waris sebagai berikut.
    Harta waris berupa harta bersama suami (A) dan istri (B), (B) meninggal tahun 1990, dari perkawinan (A)&(B) lahir 3 anak laki-laki (C,D,E) dan 2 anak perempuan (F,G). Lalu (F) meninggal tahun 2000 dengan meninggalkan 2 anak perempuan kandung (H,I). Pada tahun 2005, (A) meninggal dunia. Berapa bagian masing-masing anak & Cucu (H,I) menurut hukum islam?
    Terima kasih
    Wassalammu ‘alaikum Wr.Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMBAGI WARIS IBU, BAPAK DAN ANAK
      'Alaikum salam wr. wb.
      Sebelum dibagikan mohon diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
      1.Harta yang dibagi-bagi sebagai harta warisan adalah harta almarhum (ah) saja, bukan harta bersama.
      2.Sebelum dibagi ambillah dulu sekiranya almarhumah ada wasiat atau hutang, barulah setelah itu dibagi.
      Pembagian warisnya adlah sbb.:
      [1]. Ketika Isteri (B) meninggal dunia:
      - Suami (A): 25 %
      - Anak laki-laki (C): 18,75 %
      - Anak laki-laki (D): 18,75 %
      - Anak laki-laki (E): 18.75 %
      - Anak Perempuan (F): 9,37 %
      - Anak Perempuan (G):9,37 %

      [2]. Ketika Anak perempuan (F) meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya, sbb.:
      - Bapak (A) : 1/3
      - Anak prempuan (H) : 1/3
      - Anak perempuan (I): 1/3

      [3]. Ketika Suami/bapak (A) meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya, sbb.:
      - Anak laki-laki (C): 2/7
      - Anak Laki-laki (D): 2/7
      - Anak laki-laki (E): 2/7
      - Anak perempuan (G): 1/7
      Adapun cucunya tidak beroleh warisan karena terhalang (mahjub) oleh anak laki-laki almarhum.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  61. Assalamu'alaykum wrwb.
    Saya mau bertanya dan mohon bantuannya, bapak (mertua) saya meninggal dunia, meninggalkan 1 orang istri, 3 orang anak laki-laki, 1 orang anak perempuan (anak tiri), pada saat almarhum bapak meninggal, masih ada orang tua nya (ibu / nenek), bapak mempunyai harta waris berupa rumah, 4 buah kontrakan.pada saat 100 hr almarhum bapak, sdr laki-laki bapak (paman) meminta 1 buah kontrakan dengan alasan untuk orang tua nya yg masih ada (nenek), kontrakan yang diminta itu untuk biaya hidup sehari-hari nenek kata paman suami, sedangkan nenek mempunyai anak 7 orang termasuk bapak. selang 2 tahun kemudian nenek meninggal, tetap saja kontrakan tersebut masih dipegang oleh keluarga besar suami. padahal mereka janji setelah 100 hr nenek kontrakan tersebut akan dikembalikan, tapi sudah lewat dari 100 hr suami saya meminta kontrakan tersebut dengan alasan untuk adik dan ibu.. tapi paman dari suami saya marah katanya sampai 1 tahun (haul, untuk merapihkan kuburan nenek)..
    Yang ingin saya tanyakan : apakah suami saya salah meminta hak nya (kontrakan tersebut), kalau saya berpikir berarti selama ini dari nenek masih ada sampai meninggalnya nenek tetap saja orang tua saya yang menghidupi nenek bukan anak-anaknya yg lain..Kami sekeluarga ikhlas kalau untuk menghidupi nenek. Saya sekeluarga termasuk orangtua dan kakak, ga bisa berbuat apa-apa. mereka marah suami saya meminta haknya.apa yang harus keluarga saya lakukan.
    wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN BAPAK DIKUASAI PAMAN (?)
      'Alaikum salam wr. wb.
      Kalau hendak membaginya menurut kaidah Islam yang halal dan barakah, sebaiknya dikembalikan dulu pada posisi semula, yakni bahwa semua harta bapak dikalkulasi berapa total jumlahnya, lalu bagikan kepada ahli warisnya yang berhak, yakni:
      1. Ibu (nya bapak) : 16,66 %
      2. Isteri : 12,5 %
      3. Anak laki-laki: 23,6 %
      4. Anak laki-laki (II): 23,6 %
      5. Anak laki-laki (III): 23,6 %
      - Adapun anak tiri bapak, dia bukan ahli waris, dia mewarisi jika isteri bapak (ibunya si anak tiri) yang meninggal.
      - Coba hitung bagian ibu yang 16. 66 % itu realnya dapat berapa, ketika ibu meninggal dunia, tambahkan itu sebagai harta warisan ibu yang akan dibagikan kepada ahli warisnya.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  62. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Ustad saya mau tanya : Seorang ayah meninggal, meninggalkan 1 orang istri, 2 orang anak perempuan (kandung) tidak ada anak laki2, bagaimana pembagian warisnya? dan apakah saudara laki2 atau saudara perempuan dari Almarhum mendapatkan warisan, mengingat almarhum tidak punya anak laki2?
    terima kasih atas jawabannya, Wasalamu alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. PEMBAGIAN WARIS TANPA ANAK LAKI-LAKI
      'Alaikum salam wr. wb.
      1. Pembagian warisnya adalah sbb.:
      - Isteri : 1/8 (3/24)
      - Anak Perempuan: 1/3 (8/24)
      - Anak Perempuan: 1/3 (8/24)
      - Sisa: 5/24
      2. Jika tidak ada ahli waris anak laki-laki atau ayah, maka saudara (alm.) akan menghabiskan sisanya ('Ashabah), jika saudara itu ada laki-laki dan perempuan, maka saudara laki-laki mendapat 2 x bagian saudara perempuan.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. terima kasih atas jawabannya Ustadz, n apakah ahli waris berdosa bila tidak menjalankan ketentuan di atas, karena mereka merasa bahwa harta yang di dapat adalah murni jerih payah Almarhum (mohon maaf sekali lagi, apakah ada hadist atau ayat Alqur'an untuk ketentuan di atas) mohon penjelasannya

      Hapus
    3. MEMBAGI WARIS TIDAK SESUAI HUKUM ISLAM, APAKAH BERDOSA?
      1. Jika membagi tidak sesuai dengan hukum Islam, silakan anda lihat surah an-Nisa [4] ayat 13 dan 14.
      2.Untuk bagian isteri (an-Nisa: 12)
      3.Untuk bagian anak perempuan (an-Nisa: 11)
      4. Untuk bagian sisa yang diberikan kepada saudara adalah berdasarkan hadits yang tidak bisa saya tampilkan di sini.

      Hapus
  63. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saya anak terakhir dari lima bersaudara. Saya seorang perempuan dan memiliki 1 abang kandung, 1 abang tiri dan 2 kakak perempuan tiri. Masalah warisnya adalah abang kandung saya meninggal dan tidak mempunyai anak, akan tetapi meninggalkan seorang istri dan 2 anak dari pernikahan dengan laki-laki sebelumnya. Kakak-kakak perempuan dan abang tiri saya juga telah meninggal terlebih dahulu dari pada abang kandung saya dan meninggalkan anak-anak bahkan cucu mereka. Saya sendiri memiliki anak semata wayang yang juga seorang perempuan serta 5 cucu yang terdiri 3 laki-laki dan 2 perempuan. Nah, inti masalah warisnya anak-anak dan cucu-cucu dari saudara dan saudari tiri saya menyatakan bahwa sebidang tanah dan sebuah bangunan rumah diatasnya sepeninggalan abang kandung saya adalah milik mereka. Bahkan tanpa ada pembicaraan mereka telah menguasainya, padahal dirumah tersebut masih ada istri almarhum abang kandung saya dan seorang anak perempuannya.

    Pertanyaan saya :
    1. Siapa sajakah yang dapat warisan dari harta peninggalan abang kandung saya tersebut dan berapa besar bagiannya ?
    2. Pada saat saya menulis ini, istri dari abang kandung saya juga telah meninggal. Dengan demikian siapa saja dan berapa besar bagiannya bagi para ahli waris atas harta tersebut ?
    3. Mohon penjelasan dan saran dari pak ustad atas masalah waris keluarga saya ini, terlebih mengenai hal 'Ashabah. Karena saudara dan saudari tiri saya merasa mutlak mewarisi itu semua karena adanya 'Ashabah. Kalau bisa diterangkan juga dalil al quran dan hadist-hadist sohihnya.

    Catatan tambahan :
    Urutan-urutan orang tua dan saudara/i saya yang meninggal.
    1. Istri pertama bapak (Ibu tiri)
    2. Bapak
    3. Ibu Kandung
    4. Anak perempuan pertama (Saudari tiri nomor 1)
    5. Anak perempuan kedua (Saudari tiri nomor 2)
    6. Anak laki-laki ketiga (Saudara tiri nomor 3)
    7. Anak laki-laki keempat (Saudara kandung)
    8. Istri saudara kandung

    Itu saja dari saya, terima kasih atas kesempatan dan jawabannya.

    Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. PEMBAGIAN WARIS ABANG YANG MENINGGAL
      'Alaikum salam wr. wb.
      Bahwa yang disebut ahli waris menurut kaidah islam adalah orang yang MASIH HIDUP ketika pewaris meninggal dunia, maka ahli waris abang anda (abang anda disebut KALALAH: orang yang meninggal tidak memiliki anak dan ayah), adalah: isteri, saudara perempuan (anda sendiri) dan 'ashabah (sisa) dengan perincian sbb.:
      - Isteri : 1/4 (Q.S.an-Nisa: 12).
      - Saudara perempuan (anda): 1/2 (Q.S.an-Nisa: 176)
      - Adapun sisanya, harus meneliti daftar yang masih hidup dan menimbang kedekatan hubungannya dengan si mayit, urut-urutannya (secara prioritas):
      1.Keponakan laki-laki (dari saudara laki-laki alm.)/anak laki-laki saudara ke-3.
      2. Paman alm. (saudara laki-lakinya bapak alm.)
      3.Sepupu laki-laki (anak dari paman/anak dari saudara laki-lakinya bapak).

      Bagian waris isteri abang yang menyusul meninggal, diberikan kepada ahli warisnya (2 anak+ orang tuanya (kalau masih ada) atau saudaranya sebagai ashabah)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  64. Kepada Yth.Jadipinter.com
    Maaf sebelum dan sesudahnya. Saya mau tanyakan pembagian warisan Bapak saya sebelum di bagiakan. Bapak saya mendapat warisan saat masih bujang dari orang tuanya 100 juta adik-adik perempuannya 50 juta. Bapak sekarang telah meninggal dunia. Bagaimana pembagian warisan Bapak saya itu? pada istrinya, 2 anak laki-laki, 3 anak perempuan dan pada saudara-saudara Bapak saya 3 perempuan, 2 muslim dan 1 nonmuslim. Kakak Bapak saya meninggal 6 tahun yang lalu.
    Tolong Jelaskan.
    Terima kasih semoga allah meridoi.Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. PEMBAGIAN WARIS MILIK BAPAK
      'Alaikum salam wr. wb.
      1. Harta perolehan dari warisan yang 100 jt dan semua harta yang menjadi milik bapak anda adalah objek waris yang harus dibagikan kepada ahli warisnya bapak.
      2.Ahli waris dan bagiannya adalah sbb.:
      - Isteri: 7/56 (12.5 %)
      - 3 Anak perempuan masing-masing 7/56 (12,5 %)
      - 2 Anak laki-laki msing-masing 14/56 (25 %)
      3. Saudara-saudara alm. bapak tidak ada yang mendapat bagian warisan karena terhalang (mahjub) oleh anak laki-laki.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  65. Assalamu'alaikum Wr. Wb
    Ustadz/ustadzah,
    mohon pencerahannya..
    nenek saya beragama islam dan sudah meninggal beliau mempunyai 4 anak dan semua beragama islam.( 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.) anak pertama laki-laki dan anak kedua perempuan sudah meninggal SEBELUM nenek saya meninggal dan anak ketiga laki-laki sudah meninggal juga tapi SETELAH nenek saya meninggal. sekarang yang tersisa anak laki-laki yang ke empat yang masih hidup. yang saat ini menguasai rumah peninggalan nenek saya dan berniat mau menjualnya.
    PERTANYAANNYA : berhak kah saya atas peninggalan rumah dari nenek saya sementara posisi saya adalah cucu dari anak ke 3. ... Trims.​

    BalasHapus
  66. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Saya anak I pertama dari 3 bersaudara, Saya laki-laki dan ke2 adik saya adalah perempuan. Saya telah berkeluarga dan adik-adik saya masih lajang. Paa tahun 2011 sebelas yg lalu Ayah saya meninggal dan tahun lalu ibu saya juga meninggal. Saat ayah wafat beliau memiliki harta waris sebuah rumah (di Jakarta) dan begitu pula saat ibu saya meninggai beliau meninggalkan sebuah rumah (di Bogor).
    Saat setelah ayah meninggal kami tidak membagi harta waris karena rumah yg ayah wariskan menjadi tempat tinggal kami bersama-sama (ibu , saya dan adik2). Ketika saya menikah saya keluar rumah dan memiliki rumah sendiri untuk saya istri dan anak2 saya bertempat tinggal.
    Sedangkan ibu dan adik2 saya yang perempuan tinggal dirumah peninggalan ayah. Setelah tahun lalu ibu saya meninggal, tinggalah ke2 adik perempuan saya yg menempati rumah ayah tsb. Seperti yg saya katakan diatas ibu juga memiliki harta berupa rumah yg selama ini tidak pernah ditinggali dan minim perawatan.
    Pertanyaan:
    1. Salahkah saya jika saya meminta membagi semua harta waris peninggalan kedua orang tua saya untuk di jual dan dibagi sesuai syariah Islam?
    2. Kedua adik saya yg tinggal dirumah ayah tidak setuju untuk menjual rumah ayah dgn alasan tidak yakin akan dapat membeli rumah yg dekat dg tempat kerjanya yg sekarang dan takut terlunta-lunta. Bagaimana meyakinkan adik2 saya (meskipun mereka sering ikut pengajian) bahwa langkah yg saya ambil untuk membagi waris itu sudah tepat sesuai ajaran islam?
    3. Sebagai kakak laki2 saya menawarkan untuk tinggal sementara bersama keluarga saya agar tidak terlunta2 (meskipun rumah kami kecil) dan jika mau saya akan carikan rumah yang pantas untuk masing2 adik saya dari hasil penjualan rumah waris yang mereka peroleh. Apakah cara saya sudah benar?
    4. Seberapa segera kah kami harus membagi harta waris ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERASAAN KHAWATIR JIKA WARIS DIBAGIKAN
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Jawaban:
      1.Keputusan anda sudah benar dan tepat.
      2.Yakinkan bahwa membagi waris secara syari'ah akan meringankan almarhum dan almarhumah di alam kuburnya, dan pasti akan memberi keberkahan bagi ahli warisnya. Bacakanlah surah An-Nisa ayat 7, 11, 13 dan 14.
      3.Anda sudah benar dan menunjukkan sebagai kakak yang bertanggung jawab, semoga Allah merahmati dan memudahkan upaya anda.
      4.Secepatnya setelah urusan pengurusan jenasah dan berduka selesai. Untuk menghindari adanya sebagian atau semua harta pusaka dijual sepihak, atau adanya ahli waris yang menyusul meninggal sebelum menikmati bagian warisnya.
      Semoga Allah memberi jalan yang mudah dalam anda menegakkan syari'ah dan menjaga silaturahim keluarga.

      Hapus
  67. WARISAN UNTUK ANAK YANG MASIH HIDUP
    'Alaikum salam wr. wb.
    Bahwa yang disebut ahli waris ialah orang yang ketika pewaris meninggal dunia, dia masih hidup.. Dalam kasus anda, maka ahli warisnya nenek anda hanya 2 orang anak laki-laki (anak ke-3 dan ke-4) yang saat nenek meninggal dia masih hidup.
    -Pembagiannya masing-masing 1/2 atau 50% dari total peninggalan nenek.
    -Jatah bapak anda yang 1/2, dibagikan kepada ahli waris bapak anda.
    - Anda berhak mendapat bagian karena jatah bapak anda, bukan karena anda sebagai cucu.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  68. Assalamu’alaikum WrWb.
    Ustadz/ ustadzah ysh.
    Ibu dan bapak saya telah meninggal dunia, mempunyai 5 orang anak : 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan ( 1. Anak laki-laki, 2. Anak perempuan, 3. Anak laki-laki, 4. Saya (anak perempuan) dan 5. Anak laki-laki ). Bapak meninggal tahun 1984, kemudian adik laki-laki tahun 2000 (belum menikah dan tidak mempunyai anak), selanjutnya ibu meninggal dunia pada bulan Juni 2005.
    Ibu meninggalkan/ mewariskan sebidang tanah berikut bangunannya ( atas nama ibu ). Rumah tersebut sampai saat ini masih saya tempati bersama suami dan anak2. Pada bulan September tahun 2005, kakak laki-laki tertua saya meninggal ( mempunyai 3 anak : 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan ), kemudian pada tahun 2006 kakak laki-laki (anak ke 3 ) meninggal ( mempunyai 1 orang anak perempuan ) lalu pada bulan April 2014 kemarin kakak perempuan ( anak ke 2 ) meninggal dunia ( mempunyai 1 orang anak perempuan ). Kakek dan Nenek dari Ayah dan ibu saya telah meninggal sebelum Ayah dan ibu saya meninggal.
    Pertanyaan saya : Bagaimana pembagian waris dari rumah ibu tersebut ?, saya ingin membagikan waris tersebut secara adil menurut hukum islam, karena saya dan keponakan-keponakan saya sekarang ini berencana menjual rumah tersebut, in sya Allah waris ini berkah untuk semua ahli warisnya. Jazakalloh Khoiron Katsiron, terimakasih dan wassalamu’alaikum WrWb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AHLI WARIS TINGGAL SATU ORANG
      'Alaikum salam wr. wb.
      1. Mbak/ibu, Semua objek waris, termasuk tanah/rumah peninggalan orang tua dibagikan kepada ahli warisnya dengan pembagian sbb.:
      [1]. Anak laki-laki (1):........... 1/3 (33,33%)
      [2]. Anak perempuan (2).......:1/6 (16,66%)
      [3]. Anak laki-laki (3)............: 1/3
      [4]. Anak Perempuan (anda)..:1/6
      [5]. Anak laki-laki.................: (X, tidak mendapat bagian karena meninggal lebih dulu dari pewaris).
      2.Bagian-bagian milik ahli waris yang telah meninggal dunia, dibagikan kepada ahli warisnya lagi sesuai dengan hukum Islam.
      Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan untuk keluarga besar anda, salam untuk keluarga.

      Hapus
  69. 'Alaikum salam wr. wb.
    Ustadz/ustadzah,
    Bagaimana ketentuan hukum waris Islam tentang ahli waris (perempuan) yg telah meninggal dunia, apakah beralih ke keturunannya ataukah putus.
    Mohon pencerahannya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAGIAN AHLI WARIS YANG TELAH MENINGGAL DUNIA.
      Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
      Salah satu syarat ahli waris adalah: DIA HIDUP DIKALA PEWARIS MENINGGAL DUNIA, maka konsekuensinya:
      1. Jika dia meninggal dunia lebih dulu dari pewaris, maka haknya gugur dan tidak bisa diturunkan.
      2. Tapi jika dia meninggal setelah meninggalnya pewaris, dia berhak mendapat bagiannya yang HARUS diberikan kepada ahli warisnya lagi.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  70. Ass.WW
    Apakah Harta waris yg belum dibagikan , boleh dipergunakan untuk berbisnis ?
    Mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  71. HARTA WARIS DIPAKAI BERBISNIS ?
    'Alaikum salam wr. wb.
    1. Dijelaskan dalam al-Qur'an surah An-Nisa ayat 6, diperbolehkan untuk berbisnis adalah harta anak yatim yang belum siap diserahkan hartanya karena belum dewasa. Agar pokoknya tetap utuh, dan keuntungannya untuk biaya hidup termasuk membeli pakaian si anak yatim.
    2. Adapun warisan yang ahlinya orang sudah dewasa, sebaiknya diserahkan dengan segera atau dibagi-bagikan atau minimal masing-masing mengetahui besaran bagiannya. setelah itu mau dipakai berbisnis atau yang lain, terserah saja, Alasannya bisnis itu bisa untung bisa rugi. Jika mengalami kerugian sudah barang tentu akan mengurangi bagian para ahli waris sebagaimana mestinya.
    Allaahu a'lam.

    BalasHapus
  72. Assalamu’alaikum WrWb.
    Ustadz/ ustadzah ysh.

    Kakek/Nenek saya meninggal dan meninggalkan warisan beberapa bidang tanah ke anak anaknya, yaitu 3 orang laki laki 1 orang perempuan (paman & bibi saya), namun anak-anaknya sampai meninggal juga belum sempat warisan harta Kakek/Nenek di bagi juga, tapi semua anaknya mempunya istri/suami dan anak. termasuk saya cucu dari anak laki-laki nenek saya dan sekarang cucu-cucunya yang membagi-bagi warisan tersebut. saya laki-laki dari lima saudara 3 laki-laki 2 perempuan. kakak saya laki-laki meninggal dan meninggalkan 2 laki-laki dan 2 perempuan yang saya sebut keponakan,

    susunan keluarga sbb :
    Kakek & Nenek
    |
    Anak 1(laki2) Anak 2(laki2-Ayah saya) Anak3 (Laki2) Anak 4 (Perempuan)
    |
    Anak 1(Perem)
    Anak 2 (laki2 Almarhum) punya 2 laki2 & 2 Perempuan
    Anak 3 (Laki2)
    Anak 4 (Peremp)
    Anak 5 ( Saya - Laki)

    Petanyaan saya adalah apakah pembagian warisan dari Kakek/Nenek sama rata haknya antara keponakan saya dengan saya sendiri selaku pamannya. Ibu saya masih hidup sekarang.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. CUCU TERHALANG JIKA ADA ANAK LAKI-LAKI
      'Alaikum salam Wr. wb.
      Sebagai cucu, anda dan cucu-cucu yang lain tidak berhak mendapat bagian waris dari peninggalan harta nenkek dan kakek, para cucu terhalang karena nenek dan kakek mempunyai anak laki-laki.
      Prosedur yang benar ialah bagi dulu harta beliau kakek dan nenek kepada para anaknya:
      - 3 orang anak laki-laki, masing-masing: 2/7
      - 1 orang anak perempuan mendapat...: 1/7
      Setelah itu, bagi ahli waris di atas yang sudah menyusul meninggal, harta warisannya dibagikan kepada ahlinya. (jadi cucu mendapat bagian dari warisan bapak/ibunya; bukan dari kakek / nenek)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  73. Mohon pencerahan
    Assaallamualaikum wr.wb
    Mohon penjelasan,, Saya adalah anak ke dua dari lima bersaudara
    Kakak perempuan kami telah berpulang ke rahmatullah dengan meninggalkan harta,dengan kondisi belum memiliki suami dan anak, sehingga keluarga yang ditinggalkan adalah:
    1. Ayah
    2. Ibu
    3. tiga orang Saudara kandung laki laki
    4. satu orang Saudara kandung perempuan.
    sejak kakak kami baru berumur 6 tahun,ayah dan ibu kami bercerai,,sedangkan kami lima bersaudara terpisah dengan kondisi :
    1. Almarhumah, saya dan satu Saudara laki laki ikut dengan Saudara kandung dari ibu (bibi) dan kami di urus, dididik, dibiayai oleh beliau hingga kami SMA, selanjutnya kami bekerja dan kuliah secara mandiri. (ayah kandung maupun ibu kandung tidak memberikan nafkah kepada kami sejak mereka bercerai.)
    2. Satu saudara kandung perempuan ikut dengan ayah kandung
    3. Satu Saudara laki laki ikut dengan saudara dari ayah kandung.
    kami bertiga (poin 1 di atas) saling membantu,, almarhumah membiayai kuliah saya dan saya membiayai kualiah adik saya. kami membantu membangun rumah a.n almarhumah untuk ditempati almarhumah dan bibi (saudara kandung dari ibu).
    berdasarkan kondisi tersebut di atas,pertanyaannya :
    1. Siapa saja yang berhak menjadi ahli waris?
    2. berapa komposisi pembagiannya?
    3. apakah ayah kandung maupun ibu kandung tetap berhak mendapatkan harta waris,meskipun mereka sama sekali tidak pernah memberikan nafkah kepada kami bertiga ?
    4.Apakah bibi (Saudara kandung perempuan dari ibu) berhak mendapatkan harta waris, karena beliau lah kami bisa mandiri ?
    demikian,, mohon pencerahannya..
    Terima kasih
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARTA WARIS ANAK YANG BELUM MENIKAH
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      1. Pembagian waris dalam hukum Islam diatur berdasarkan hubungan nasab (keturunan) dan perkawinan; tidak menghitung besaran kontribusi atau jasa seseorang terhadap si mati dikala hidup. Untuk kasus anda, harta waris saudara yang meninggal dibagikan kepada:
      1. ibu : 1/6
      2. Ayah: sisanya (5/6)
      Dalilnya adalah surah An-Nisa ayat 11:
      وَلِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡہُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَوَرِثَهُ ۥۤ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُ ۥۤ إِخۡوَةٌ۬ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ‌ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ يُوصِى بِہَآ أَوۡ دَيۡنٍ‌ۗ
      Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya [saja], maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. [Pembagian-pembagian tersebut di atas] sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau [dan] sesudah dibayar hutangnya.
      2. Saudara kandung almarhumah terhalang (mahjub) oleh bapak.
      3. Bibi tidak mendapat bagian karena bukan ahli waris, apa yang sudah diberikannya jika diniatkan dengan ikhlas, insyaaallah akan dihitung sebagai shadaqah. Lain cerita kalau niat dan akadnya menghutangkan, maka harus dibayarkan dengan harta peninggalan alm. sebelum dibagikan kepada ahli warisnya.
      4. Tentang orang tua yang tidak bertanggung jawab kepada anaknya, biarlah itu urusan Allah.
      5. Jika ayah dan ibu anda "tahu-diri" hendaknya dia membagikan harta perolehannya kepada para anak dan saudara-saudara yang telah mengasuh anaknya.
      Wallaahu a'lam.

      Hapus
  74. Assalaamu'alaikum Wr Wb.
    Mohon Info dari Ustadz / Ustadzah.
    Saya mempunyai buyut ( orang tua dari nenek saya) telah meninggal dunia. buyut saya mempunyai 12 orang anak yang salah satunya adalah nenek saya. nenek saya ini mempunyai 3 orang anak kandung dengan perincian :
    a. anak yang pertama adalah perempuan mempunyai 4 orang anak ( 2 laki laki dan 2 perempuan).
    b. anak yang kedua adalah laki laki mempunyai 3 orang anak ( 2 laki laki dan 1 perempuan).
    c. anak yang ketiga adalah perempuan dan tidak mempunyai anak.
    Anak perempuan dari nenek saya yang pertama meninggal dunia duluan sebelum nenek saya meninggal dunia.
    Yang ingin saya tanyakan adalah buyut saya mempunyai warisan berupa tanah dan rumah.
    Apakah 4 orang anak dari anak perempuan pertama dari nenek saya tadi mendapatkan warisan dari buyut saya tersebut ?
    Mohon penjelasannya.. terima kasih.
    Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. APAKAH BUYUT ADA MEMPUNYAI HAK WARIS ?
      'Alaikum salam wr. wb.
      - Ini adalah pembagian waris yang kadaluwarsa pembagiannya, sudah turun temurun belum juga dibagikan, sehingga mempersulit pembagiannya.
      - Cucu dan buyut tidak ada yang mendapat waris jika alm/almh buyut anda ada mempunyai anak laki-laki (kakek anda).
      - Prosedurnya:
      1.Bagikan harta warisan buyut anda untuk 12 anaknya dulu - kakek-nenek anda -v(tahap 1)
      2. Jika dari 12 anaknya ada yang meninggal, bagikan kepada para ahli warisnya- ortu dan paman/bibi anda- (tahap 2)
      3. Jika dari golongan generasi ke-3 di atas ada yang meninggal, bagikan kepada ahli warisnya - (tahap 3).
      Begitulah harus secara kronologis, tidak "Potong kompas" dari nenek buyut ke buyut.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  75. Asslm Ustadz, Yang ingin saya tanyakan adalah masalah uang duka, apakah ada dalil yang tegas mengatakan bahwa uang tersebut termasuk/tidak termasuk waris?apakah uang duka bila dicampur dengan harta yang meninggal dan dibagikan menurut Islam hukumnya benar/salah?Dan kalau tidak dibagikan secara Islam bagaimana membaginya atau siapa yang lebih berhak?jazakaullah katsiron atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. APAKAH UANG DUKA TERMASUK HARTA WARISAN?
      'Alaikum salam wr. wb.
      Pada hakikatnya uang duka diberikan bukan untuk orang yang sudah meninggal, tapi untuk meringankan beban keluarganya yang masih hidup; oleh sebab itu, UANG DUKA BUKAN BAGIAN DARI HARTA WARISAN.
      - Pembagiannya tidak ada nash yang jelas mengenai masalah ini, karena ini masalah kontemporer, tapi menurut sebagian ulama, ada baiknya diprioritaskan hal-hal sbb.:
      1. Biaya pengurusan jenasah, termasuk sewa lahan kubur (jkia ada)
      2. Membayarkan hutang si mati (jika ada).
      3. Jika poin 1 dan 2 tidak ada, silakan bermusyawarah sesama ahli waris ; apakah akan dibagikan atau disedekahkan atau diapakan sesuai kesepakatan saja.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  76. Assalamu'alaikum wr.wb
    Ustad, pernikahan ayah dan ibu saya dikaruniai 4 orang anak dengan rincian 2 laki-laki dan 2 perempuan. tahun 2011 ibu saya meninggal dunia lalu tahun 2012 ayah saya menikah lagi tanpa dikaruniai anak. Sepeninggalan ibu kandung saya, sesuai amanat ibu kandung saya bahwa rumah yang ditempati oleh ayah, ibu tiri dan saya, diberikan kepada saya sebagai anak bungsu. karena itu ayah saya berniat menghibahkan rumah tersebut kepada saya. Permasalahannya tidak semua saudara2 saya setuju dengan hibah tersebut. 2 orang saudara laki-laki saya sepakat untuk menghibahkan rumah tersebut kepada saya namun saudara perempuan saya tidak sepakat. Lalu saudara laki2 saya menyarankan untuk membagi waris rumah tersebut. ayah dan saudara laki2 saya sepakat untuk waris mereka dihibahkan kepada saya sedangkan untuk saudara perempuan saya bila dia tidak setuju dengan hibah maka hak waris saudara perempuan saya tersebut akan dikeluarkan sesuai perhitungan waris. Benarkah rincian waris tersebut untuk bagian ayah saya itu adalah 1/2, saudara laki2 saya 2/3 (2 org) dan 1/3 untuk bagian perempuan? mohon bantuannya ustad, terima kasih, Wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAHKAH HIBAH IBU SAYA ?
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Pertanyaannya: Milik siapakah rumah tersebut ?
      A. Jika itu milik ibu (100%); maka tidak dikatakan itu hibah, tetapi harta warisan, karena niat ibu memberikannya kalau beliau sudah meninggal.
      B. Jika itu milik ayah (100%).hibahnya sah; hanya saja hibah yang curang, karena tidak memberikan merata pada semua anaknya, atau minimal ada keikhlasan dari semua ahli warisnya.

      * Jika hendak membagi waris menggunakan HUKUM ISLAM, maka bagiannya adalah sbb.:
      - Ayah: 6/24 (25%)
      - 2 Anak laki-laki masing-masing: 6/24 (25%)
      - 2 Anak perempuan masing-masing: 3/24 (12,5%)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  77. Assalamualaikum Ustadz,

    Saya DWI mempunyai mertua laki-laki yang sudah meninggal, beliau meninggalkan :
    1) 3 orang anak perempuan dari istri pertama. Istri pertama sudah almarhum.
    2) Istri kedua namun tidak memiliki anak
    3) anak angkat laki-laki (adopsi ketika menikah dengan istri kedua)
    4) 5 orang saudara laki-laki dan 3 orang saudara perempuan (masing-masing sudah berkeluarga)

    dari ke empat kelompok diatas, mana sajakah yang berhak untuk menjadi ahli waris dan berapa besar bagian dari ahli waris?
    Lalu apakah warisan ada masa kadaluarsanya untuk dibagikan? Misalnya dibagikan setelah 1 tahun kematian alm mertua saya apakah masih diperbolehkan.

    Mohon penjelasannya.. terima kasih.
    Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAPAN WAKTU MEMBAGIKAN WARISAN ?
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Ahli waris ayah mertua anda dan bagiannya adalah sbb.:
      - 3 Anak perempuan masing-masing 70/312 (22,22%).
      - Isteri (kedua): 39/312 (12,5%).
      - 5 Saudara laki-laki masing-masing: 10/312 (3,20%).
      - 3 Saudara perempuan masing-masing : 5/312 (1,60%).
      Catatan:
      1. Anak angkat bukanlah ahli waris menurut hukum Islam, tapi bolehlah diberi sekedarnya.
      2. Saudara-saudara ayah mendapat bagian karena tidak ada ahli waris 'ashabah yang menghabiskan sisa.
      3. Pembagian warisan tidak ada ketentuan kapan harus dibagikan, tetapi kaidahnya menyegerakan kebaikan itu lebih baik, untuk menjaga agar tidak ada pusaka yang berkurang atau dijual; juga mengantisipasi ada ahli waris yang menyusul meninggal sebelum menikmati bagiannya.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  78. Assalamualaikum Wr Wb Ustadz, mohon petunjuknya. Begini ceritanya, Keluarga Istri saya telah ditinggal Ayahanda Tercinta ( Ibu telah meninggal dahulu 5 tahun yang lalu ), sedangkan Beliau (Ayahanda Isti - Ayah Mertua) mempunyai 3 orang anak :
    1. Istri saya (Anak tertua) sudah berumur 30 tahun
    2. Adik Perempuan sudah berumur 25 tahun dan sudah menikah (Meskipun pernikahan hanya bertahan 4 tahun karena Suami meninggal dunia)
    3. Adik Laki - Laki sudah berumur 22 tahun dan sudah menikah
    Beliau meninggal tanpa sempat membuat surat wasiat / warisan dan meninggalkan rumah dinas yang sudah dibeli tapi masih belum lunas, yang mau saya tanyakan adalah :
    1. Nilai untuk melunasi rumah tersebut masih tergolong tinggi jadi dalam rapat keluarga diputuskan untuk dikontrakkan terlebih dahulu, dan sudah ada yg mau mengontrakkan selama 2 tahun. Bagaimana cara pembagian uang itu (uang kontrak 2 tahun) agar sesuai dengan syariat islam atau uang tersebut tidak boleh dibagikan dan hanya untuk mengurus pelunasan rumah saja ? (karena setelah rapat keluarga diputuskan 50 % untuk pelunasan rumah kemudian 50 % dibagikan dengan hitungan 2 : 1 : 1 = Adik Laki - Laki : Adik Perempuan : Istri saya, apakah salah ?)
    2. Apabila rumah tersebut berhasil dilunasi, apakah boleh untuk dijual karena saya dengar2 kalau dijual uangnya malah bisa tidak barokah atau cepat habis dengan adanya musibah yg menghadang
    3. Apakah boleh acara 1000 hari Beliau hanya dilaksanakan di masjid saja ? tidak tahlilan dikarenakan rumah sudah dikontrak oleh orang lain ?
    Mohon Petunjuknya, Terima Kasih Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN DAN UANG KONTRAKKAN;
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Menyelesaikan masalah ini harus komprehenship (menyeluruh), tahapannya:
      1.Bagilah dulu harta warisan dari orang tua alm. (mertua anda), rinciannya;
      [1]. 2 Anak perempuan masing-msing mendapat 25 %
      [1] Anak laki-laki mendapat 50 %.

      2. Bagian waris anak laki-laki yang 50% diatas+uang kontrakkan 2 tahun, apakah masih belum lunas ?
      -Jika sudah lunas, silakan dibagi kepada ahli warisnya.
      -Jika belum lunas juga, silakan kalau mau dijual, atau ada yang meminjami kekurangannya dulu, dll.
      -Ahli waris alm. adik laki-laki anda adalah:
      - Isterinya (kalau ada)
      - Anaknya (kalau ada)
      - Saudara-saudaranya (jika alm. tidak punya anak laki-laki)

      * Kalau rumah hendak dijual untuk dibagikan kepada ahli warisnya, boleh-boleh saja, yang tidak barokah adalah yang membagi tidak dengan hukum Allah, karena tidak halal.
      * Tahlilan 7 hari, 1000 hari bukan dari agama Islam, sebaiknya mulai ditinggalkan. Inilah akidah Islam yang lurus, tidak ribet, tidak mempersulit, kecuali kalau masih mengikuti adat-istiadat yang tidak Islami.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  79. Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ustadz
    Mohon pencerahannya masalah harta waris, pertengahan april yang lalu kakak kami meninggal dunia, ia memiliki isteri tetapi tidak mempunyai anak maupun mengangkat anak. Mendiang kakak saya memiliki beberapa peninggalan, salah satunya adalah sepetak tanah SHM atas nama almarhum dengan luasan 700m2 dari pemberian waris orang tua kami. yang kami tanyakan apakah hak waris serta merta hanya jatuh kepada isteri alamarhum atau ada hak waris bagi ibu kami selaku orang tua yang masih hidup atas tanah yang pernah diberikan kepada mendiang kakak saya? seandainya ada hak bagi ibu saya tapi haknya diabaikan oleh isteri mendiang kakak saya, bisa kah kami mengajukan gugatan melalui peradilan negara untuk mendapatkan hak tersebut??? atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih. wassalamu'alaikum wr. wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAGIAN WARIS IBU BISA LEBIH BESAR DARI ISTERI
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Sayang sekali anda tidak menuliskan siapa saja ahli warisn yang lain, misalnya saudara alm.
      - Bagian waris isteri : 1/4 (Q.S. An-Nisa: 12).
      - Bagian ibu :1/3; kecuali jika alm. punya saudara minimal 2 orang, maka ibu mendapat 1/6.
      Sebelum ke pengadilan, sebaiknya dahulukan cara kekeluargaan, bisa juga meminta ustadz atau tokoh sesepuh untuk menengahi.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  80. Assalamualaikum Wr... Wb...


    Saya mohon penjelasan ustadz mengenai pembagian harta waris berikut ini :
    1. Ibu saya meninggal dunia Tahun 1979 meninggalkan seorang suami (ayah), 3 anak laki, 2 anak perempuan, ayah dan ibu.
    Ketika hidup almarhum ibunda bekerja sebagai pedagang dan ayahanda pegawai swasta, atas jerih payah mereka berdua berhasil mengumpulkan beberapa unit rumah.
    Note : orang tua almarhumah ibunda meninggal dunia setelah ibunda mendahului, namun saat ini meninggalkan 1 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan yang masih hidup yang merupakan saudara sekandung almarhumah ibunda.
    2. Ayah saya menikah kembali dan kemudian isteri kedua ayah meninggal dunia Tahun 2003 meninggalkan seorang suami (ayah), 2 anak perempuan, 1 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan sekandung.
    Ketika menikah dengan isteri kedua hanya ayah yang bekerja memperoleh sebuah mobil.
    3. Ayah saya menikah kembali dengan isteri ketiga hingga akhir hayatnya dan meninggal dunia pada Tanggal 10 Oktober 2014 yang baru lalu tanpa dikaruniai seorang anakpun.
    Ketika menikah dengan isteri ke 3 hanya ayah yang bekerja, ayah dan ibu membongkar dan membangun baru 3 unit rumah lama )ketika dengan isteri pertamanya), namun sebagian biaya yang digunakan menggunakan penjualan harta berupa emas peninggalan dari almarhumah isteri ke 2.

    Berdasarkan kasus di atas bagaimana pembagian harta waris yang ada saat ini sesuai hukum faraid agar seluruh ahli waris tidak ada yang merasa terzolimi.

    Ahli waris yang masih hidup :
    - Ibu (isteri ketiga ayahanda)
    - 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan dari isteri pertama
    - Adik almarhumah dari isteri pertama ayahanda, yaitu 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan
    - Adik dari almarhumah isteri kedua ayahanda dan anak-anak dari adik laki-laki almarhumah istri kedua ayahanda.

    Demikian pak Ustadz, saya mohon penjelasannya, atas perhatian ustadz saya haturkan banyak terima kasih.

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SILAKAN DAFTAR KWP
      'Alaikum salam wr. wb.
      Pertanyaan berganda seperti ini sulit bisa di jawab di media kotak komentar, bisa keliru bahkan membuat salah faham, sebaiknya anda menggunakan fasilitas "Konsultasi Waris pribadi" silakan baca cara dan syaratnya di bagian atas kanan blog ini.
      Mohon maaf.

      Hapus
    2. Assalamualaikum …


      - Kami sekeluarga beragama Islam . Kedua orang tua masih hidup baik ayah dan ibu , memiliki 3 anak (1 laki laki dan 2 perempuan) Sewaktu kami masih muda .... ibu kami telah membagi2kan waris / hibah / apalah namanya kepada kami bertiga sbb :

      - Saya ( anak ke 2 ) laki laki dibelikan rumah SHM dengan waris/hibah/apalah namanya ....dan atas nama saya sendiri di sidoarjo berasal dari harta gono-gini atau harta bersama.

      - Kakak perempuan ( anak ke 1 ) diberi waris /hibah / apalah namanya , di surabaya / SHM dan atas nama kakak berasal dari harta asal ayah.

      - Adik perempuan ( anak ke 3 ) di beri waris/hibah / apalah namanya , di surabaya / SHM dan atas nama adik berasal dari harta asal ayah.

      ( mereka ber2 menempati 2 rumah yang bersebelahan rumah tersebu berasal dari harta asal dari ayah , berupa 2 buah rumah dan ditempati bersama kedua orang tua kami menempati ke 2 rumah tersebut.

      - Ke dua rumah di Surabaya tersebut dijual / terjual dengan harga mahal sekali ( dg persetujuan orang tua ) dan nilainya nominalnya berbeda dengan harga jual rumah saya di Sidoarjo perbedaan nilai jual sekitar 20 x lipat lebih besar daripada rumah saya.

      - Kedua orangtua saya yang sudah tua ( 75 th bapak dan 70 th ibu ) yang menghadapi dilemma ini krn orang tua merasa telah memberikan hak waris dan atas nama shm ke dua anak perempuannya

      - Ke dua saudara saya ingin memiliki / menikmati semua hasil penjualan tersebut dengan asumsi sebagai harta waris telah dibagi padahal ke dua orang tua masih hidup sedangkan Saya adalah anak laki2 dari 3 bersaudara .

      Permasalahannya :

      1. Bagaimanakah pengaturannya hukum waris tersebut bila kedua orangtua masih hidup ?

      2. Bagaimanakah orang tua harus menyikapi serta berbuat bijaksana dan adil dalam masalah ini ?

      3. Bila kondisi kedua orang dianggap tidak cakap/ tidak mampu krn sudah tua bolehkah saya mewakili sbg wakil / wali dari ke2 orang tua saya krn saya laki2 dan lebih mengetahui hukum waris drpd kedua saudara saya ?

      4. Bila kedua saudara perempuan saya menolak bila telah dilakukan musyawarah dan mufakat mengingat hukum waris belum terjadi karena orang tua masih hidup. Apakah yang harus saya lakukan ?

      5. Landasan dan Dasar Hukum apakah yang kami gunakan dan bersifat mengikat dalam masalah ini , Hukum Adat , Kompilasi Hukum Islam atau Hukum Perdata ?
      Bila dikatakan hibah , apabila mempunyai nilai jual yang berbeda pada akhirnya dan sudah bersetifikat SHM , bisakah ditangguhkan atau dibatalkan ( musyawarah mufakat dg keluarga )
      dan dengan dasar hukum apa ?

      Mohon penjelasan dan pencerahannya

      Terimakasih atas perhatiannya …. Wassalam

      HM

      Hapus
    3. HIBAH ITU MENJADI HAK PENERIMANYA
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Pemberian dari orang tua kepada anaknya di saat ortu masih hidup, disebut HIBAH, kalau orangtua sudah meninggal, disebut WARISAN.
      - Objek yang sudah diberikan sebagai hibah, itu sudah menjadi hak si penerima, termasuk harga jual objek tsb.
      - Warisan sudah bisa dibagi jika salah satu dari orang tua anda meninggal dunia, yang dibagikan adalah harta milik yang meniggal saja. setelah dikurangi bagian salah satu (bapak/ibu anda) maka sisanya dibagikan kepada anak-anaknya, dengan komposisi anak laki-laki mendapat 2x bagian anak perempuan.

      Hapus
  81. sebelumnya saya meminta hormat kepada semua yang hadir hiidfhifhik
    dengan adanya perseteruan hak waris ini saya sebagai
    Assalamualaikum ustadz....
    saya mau bertanya, bagaimana pembagian warisan di dalam rumah tangga saudara saya ini.
    paman (sudarso) menikah dengan istri pertama (rasih) 6 tahun tidak mempunyai anak lalu menikah sirih dengan istri kedua (eti) mempunyai 2 anak (asep & angih) pada umur 1tahun asep di asuh oleh istri 1(rasih) dan umur 8 bulan angih diasuh oleh beliau juga yang kesemuanya hingga besar dan AKTE keduanya atas nama sudarso dan rasih,paman bercerai pada istri 2 pada umur angih 2 tahun,pada tahun 1998 paman meningal dan istri 1 (rasih) tahun 2014,pada bulan kemaren adik dari istri pertama diam2 mengambil sertifikat rumah dan mengadakan perjanjian jual beli rumah dengan mengatakan hanya dia yang berhak atas warisan.
    Tolong saya pak ustad saya menunggu jawabanya secepatnya karena adik istri 1 telah membabi buta warisan ini dan membuat sepupuh saya sters.ini no hp saya 081298027527 pka ustad wakil kedua anak itu hanya saya sendiri dan saya yang paling tua.
    terima kasih jawabannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARTA WARISAN PAMAN DAN BIBI MILIK SIAPA ?
      'Alaikum salam Wr. Wb..
      Untuk membagi harta warisan paman dan bibi yang telah meninggal, maka pisahkan dulu, apa saja dan berapa yang milik masing. masing.
      1. Harta milik paman, diberikan kepada Isteri (I), 2 anak + orang tua paman (jika ada).
      2. Harta milik isteri (I) diberikan kepada orang tuanya + saudara-saudaranya (saja).

      Hapus
  82. Assalamu'alaikum, wr, wb. Pak ustadz
    Saya mau nanya, kedua orang tua kami sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebidang tanah 20 x 20 meter kami 5 saudara (3 laki-laki dan 2 perempuan), kata kakak perempuan saya jika di jual memang d bagi rata tapi dia tidak mau menjual tanah tersebut dan jikalau tanah tersebut tidak d jual apakah benar cuma milik anak perempuan saja dan mereka berdua saja yang dapat membangun rumah d atas tanah tersebut. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALLAHLAH YANG MENENTUKAN BESARAN BAGIAN WARIS.
      'Alaikum salam Wr. Wb.
      Ingatkanlah kakak perempuan anda akan siksa Allah bagi yang menyelisihi hukum waris Islam, bacakan surah An-Nisa ayat 11,:"Allah mewasiatkan untuk anak-anakmu, bahwa bagian (waris) anak laki-laki adalah dua kali bagian anak perempuan...."
      Pembagian warisan ortu anda adalah:
      -. 2 Anak perempuan, masing-masing: 1/8.
      - 3 Anak laki-laki, masing-masing: 2/8 atau 1/4
      (Dengan catatan, waktu meninggal keduanya sudah tidak mempunyai orang tua).

      Hapus
  83. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Mau tanya pa ustad
    Ayah sy nikah dg ibu sy (janda 2 anak. 1laki 1perempuan)
    pernikahan ayah dan ibu , mempunyai anak 5 (3 laki 2perempuan)
    Tahun 2007 ayah meninggal
    Tahun 2014 ibu meninggal
    Harta peninggalannya berupa 1 rumah dg taksiran uang sekitar 350 jt.
    Yg sy mau tanya bagaimana cara pembagian hak waris tsb?
    Cat: ayah yg bekerja ibu sbg ibu rumah tangga.
    Terima kasih. Mohon penjelasannya pa ustad.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN AYAH DAN IBU ALMARHUM
      'Alaiikum salam wr. wb.
      - Sebelum dibagi, pisahkan dulu berapa yang milik ayah dan berapa yang milik ibu.
      - 2 anak bawaan ibu tidak mewarisi harta ayah anda.
      Pembagian warisannya adalah, sbb.:
      A. Ketika Suami Meninggal, ahli waris dan pembagiannya adalah:
      1.Isteri: 8/64
      2. 3 Anak laki-laki, masing-masing: 14/64
      3. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/64

      B. Ketika ISteri meninggal dunia, maka ahli waris dan bagiannya adalah:
      1. 4 Anak laki-laki, masing-masing: 2/11.
      2. 3 Anak perempuan, masing-masing: 1/11
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  84. Assalamu'alaikum wr wr Pak Ustadz
    Saya mau nanya, kedua orang tua sudah meninggal dunia dan meninggalkan warisan 100 juta
    kami 6 saudara (5 laki-laki dan 1 perempuan). Bagaimana ketentuan warisnya menurut islam?
    Mohon penjelasannya pak Ustadz. Terima kasih
    Wassalamu'alakum wr wr

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAGIAN WARISAN PARA ANAK
      'Alaikum salam wr. wb.
      Jika kedua orang tua anda, saat meninggalnya sudah tidak mempunyai orang tua, maka ahli waris dan pembagiannya adalah:
      1. 5 Anak laki-laki, masing-masing: 2/11 (Rp.18,18 jt).
      2. 1 Anak perempuan : 1/11 (Rp.9,09 jt).
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  85. Assalamualaikum wr.wb
    Ada kasus sbb.ibu meninggal dunia meninggalkan ahli waris 2 orang laki-laki dan 7 perempuan.
    Harta peninggalan ibu berupa tanah tegal 1000 m2 dan kebun bambu 450 m2. Bagaimana pembagian warisnya..Terima kasih atas petunjuk pak usztad.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN UNTUK 2 ANAK LAKI DAN 7 PEREMPUAN.
      'Alaikum salam wr. wb.
      Apakah ibu saat meninggal masih mempunyai suami dan/orang tua ? jika tidak maka peninggalan itu sebaiknya dikonversi menjadi harga jual saat pembagian, atau bisa juga dibagi berdasarkan proposrsi meter sesuai kesepakatan. Kami hanya akan memberikan nilai prosentase, karean lebih aplikatif dengan cara manapun.
      Pembagian warisnya:
      - 2 Anak laki-laki, masing-masing: 2/11 atau 18,18%.
      - 7 Anak perempuan, masing-masing: 1/11 atau 9,09%.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  86. Assalamualaikum warahmatulahhiwabarakatuh..pak ustad..
    Saya mau tanya , bapak saya meninggal tahun 1990 , meninggalkan seorang istri , 1 anak laki - laki dan 6 orang anak perempuan...bapak dan ibu saya berdagang..dan mereka membeli sebuah rumah ..dan hanya rumah itulah peninggalan bapak...yang di tempati oleh ibu saya sampai sekarang..

    Abang saya sudah meninggal 1 tahun yang lalu

    Beberapa waktu yang lalu ibu saya ingin menjual rumah tersebut dan sudah ditawar orang seharga 350 jt, dan uang hasil penjualan rumah tersebut akan diserahkan kepada adik saya yang paling kecil ( Kami semua sudah berkeluarga , dan Alhamdulillah kehidupan kami cukup baik walau tidak terlalu berada )

    Bagaimana menurut bapak Ustad terhadap hak anak - anak ibu yang lain..??? Apakah secara hukum Islam hal yang dilakukan ibu saya itu diperbolehkan ? Karena ada juga diantara kami yang tidak rela kalau uang tersebut hanya untuk adik saya saja..

    Terima kasih banyak atas jawaban Ustad..

    Wassalamu'alakum wr wr

    BalasHapus
    Balasan
    1. HIBAH KEPADA ANAK TERTENTU SAJA.
      'Alaikum salam wr. wb.
      -Harta perolehan bersama, adalah menjadi milik masing-masing bapak-ibu berdua.
      -Pisahkanlah semampunya atau dengan kespakatan, berapa yang milik bapak, dan berapa yang milik ibu.
      -Yang milik bapak dibagikan kepada ahli warisnya dengan rincian:
      1.Isteri :8/64 atau 12,5%.
      2.1 Anak laki-laki: 14/64 atau 21,87%.
      3. 6 Anak perempuan masing-masing: 7/64 atau 10,93%.
      - Adapun harta yang masih milik ibu tidak diwariskan, karena ibu masih hidup; ibu boleh menghibahkan hartanya kepada siapapun, tetapi menghibahkan kepada anak tertentu saja, hukumnya DILARANG ! karena akan menimbulkan permusuhan antar saudara (Silakan anda baca artikel kami: http://www.jadipintar.com/2014/11/hukum-menghibahkan-semua-harta-dan-Melebihkan-Untuk-Anak-Tertentu.html)
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Assalamualaikum.wr wb...

      Terima kasih atas jawaban Ustad , tetapi bagaimana dengan Hak abang saya 21.87 % itu , karena beliau ssudah meninggal , apakah harus di serahkan kepada anak dan istrinya ? ( abang saya meninggalkan 1 istri , 3 anak laki - laki dan 1 anak perempuan , kehidupan mereka juga cukup berada )..

      Terima kasih atas jawaban Ustad

      Wassalamualaikum wr.wb.

      Hapus
    3. Maaf Ustad , ada tambahan pertanyaan lagi , bagaimana hukumnya dalam agama kita kalau salah satu dari kakak saya menghalangi penjualan rumah tersebut dengan alasan dia tidak mau harta peninggalan bapak di bagi - bagi

      Terima kasih sekali lagi Ustad

      Hapus
  87. Assalamualaikum Wr... Wb
    maaf sebelumnya bagaimana hukumnya jika seorang istri meninggal dunia dan memiliki suami dan 2 orang anak perempuan, jika suami ingin menjual peninggalan almarhumah berapakah yg di dapat untuk masing2.

    dan bagaimana hukumnya jika suami ingin menjual peninggalan namun salah satu anak tidak setuju?
    # peninggalan berupa rumah #
    bagaimana hukum islam dan hukum negaranya

    atas jawaban yg pa ustad berikan saya mengucapkan banyak terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. BOLEHKAH MENJUAL HARTA WARISAN ?
      'Alaikum salam wr. wb.
      Saya hanya membantu menurut kaidah waris Islam saja.
      Pertanyaannya:
      1. Rumah itu milik siapa ? (suami / isteri/ saham keduanya) ?
      - Jika itu mutlak hasil pembelian suami, maka itu menjadi haknya, mau diapakan rumah tsb.
      - Jika milik berdua, maka pisahkan kepemilikannya, yang hak isteri dibagikan sebagai warisan dan hak suami dipegang suami.
      - Jika itu mutlak milik isteri, maka dibagikan sebagai warisan (suami: 1/4; 2 anak perempuan, masing-masing 1/3 + orang tua ibu (jika ada) Dengan kata lain siapapun tidak bisa menjual secara sepihak,
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  88. assalamualaikum. wrwb.
    pak ustad, saya mau tanya mengenai hukum waris.
    bapak (kandung) saya meniggal tahun 2010 dan ibu (kandung) saya meninggal tahun 2011. beliau meninggalkan waris rumah senilai 380 juta. beliau memiliki 2 orang anak. 1 laki-laki (saya sendiri) dan 1 orang perempuan (adik saya). sebelum menikah dengan bapak (kandung) saya, ibu saya pernah menikah dan mendapat 1 orang anak laki-laki. kemudian mereka bercerai dan ibu saya menikah dengan bapak (kandung) saya. anak laki-laki tersebut dinafkahi total oleh bapak (kandung) saya semenjak kecil dan dianggap sebagai anak kandungnya. nah, rumah waris ini pembelian bapak (kandung) saya tapi atas nama ibu saya. sewaktu renovasi rumah saudara (seibu) tersebut ikut membiayai. dan sekarang rumah ini sudah dijual. lalu, celakanya saudara seibu tersebut lebih mengakui ayah yg dulu sebagai bapaknya (kacang lupa kulit)
    nah, kalau menurut hukum waris saudara (seibu) saya itu terhalang hak warisnya. jadi, bagaimana pembagian hak waris yang sebaiknya dan sebenarnya menurut islam melihat kondisi tersebut.
    saya sendiri memilih untuk mengikuti pembagian secara islam saja biar adil dan tidak ikut berdosa (insya Allah).
    saya mohon bantuannya dalam menganilisa karena dalam waktu dekat sudah harus terbagi.
    terima kasih, wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAUDARA SEIBU TIDAK MEWARISI PUSAKA BAPAK.
      'Alaikum salam wr. wb.
      Semoga Allah merahmati Anda yang istiqamah dengan syariat Islam.
      Dalam kasus semacam ini, perlu dipisahkan dulu, mana saja dan berapa yang milik bapak danu mana saja dan berapa yang milik ibu. Mengenai rumah milik bapak, itu adalah pusaka bapak, adanya biaya renovasi dari saudara se-ibu, harap dihitung berapa persen komposisinya, itu sebagai milik saudara (seibu). Setelah jelas batasnya, maka bagilah warisannya sbb.
      A. Ketika bapak meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya:
      1. Isteri: 3/24 (12,5%)
      2. Anak laki-laki (anda):14/24 (58,335)
      3. Anak perempuan: 7/24 (29,16%)

      B. Ketika ibu meninggal dunia, ahli waris dan bagiannya adalah:
      1. Anak laki-laki (S.seibu):2/5 atau 40 %
      2. Anak laki-laki (anda):2/5 atau 40%
      3. Anak perempuan:1/5 atau 20%
      Ditambah bagian waris ibu anda (isteri pada poin A); yakni 2 anak laki-laki masing-masing 40% bagiannya + anak perempuan 20% bagiannya,
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  89. Assalamualaikum Wr.Wb. Mohon pencerahan pembagian waris sbb. Suami meninggal dunia meninggalkan isteri.,seorang anak lakilaki dan dua anak perempuan.dan 8 saudara perempuasn dari almarhum.Harta yang ditinggalkan berupa rumah dan tanahnya seharga 500 juta.Bagaimana pembagiannya. dan bolehkah anak-anaknya bersepakat rumah itu tidak dijual dulu mengingat ibunya masih ada dan tak punya rumah sendiri, demikian pula anak-anak jadinya belum punya rumah sendiri.
    dan tinggal bersama di rumah itu. Wassalamualaikum.Wr.Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATOKANNYA PERSENTASE
      'Alaikum salam wr. wb.
      Ahli waris dan bagiannya adalah:
      1. Isteri: 4/32 (12,5%)
      2. Anak laki-laki: 14/32 (43,75%)
      3. 2 anak perempuan masing-masing: 7/32 (21.87%).
      Semua saudara terhalang (mahjub) karena adanya ahli waris anak laki-laki.

      Boleh tidak dijual dulu atas pertimbahang tertentu, yang penting masing-masing setuju sudah tahu dan paham berapa besar bagiannya dalam rumah itu, hanya, perlu juga dipikirkan sampai kapan, jangan sampai ada ahli waris (selain ibu) yang meninggal tanpa sempat menikmati bagian warisnya.
      Salam untuk keluarga.

      Hapus
  90. Assalamualaikum wr.wb
    Mohon pencerahan terhadap kasus berikut.
    Seorang laki-laki menikah dengan seorang janda yang memiliki anak 5. kemudian dari perkawinan laki-laki dan janda tersebut dikaruniai 2 anak perempuan. jika sekarang laki-laki dan janda tersebut sudah meninggal dunia (laki-laki terlebih dahulu meninggal dunia), bagaimanakah pembagian waris nya?
    Terimakasih sebelumnya atas jawaban pak ustad nantinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Ketika si bapak meninggal dunia, maka ahli waris dan bagiannya adalah:
      1. Isteri:1/8 atau 3/24
      2. 2 anak perempuan, masing-masing:1/3 atau 8/24
      3. 'Sisa 5/24 (coba cari, apakah ketika meninggal si bapak ada masih punya orang tua atau saudara ?)

      Bagian isteri, dibagikan kepada ahli warisnya yakni 5 orang anak sebagai pusaka dari orang tuanya.
      Terima kasih kembali.

      Hapus
  91. Asalamualaikum..mohon bantuannya
    Seorg meninggalkan ahli waris ayah,ibu,dan suami berapa bagian masing2 yg diterima ahli waris..jika pewaris memiliki hutang bisnis 75 juta,memiliki wasiat kepada x 25 juta...jelaskan cara penghitungannya dong agar saya bisa menjelaskannya kembali.terimkh

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR HUTANG DAN WASIATNYA SEBELUM WARISAN DIBAGIKAN
      'Alaikum salam wr. wb.
      Sebelu dibagikan warisnya, bayarkan hutang alm. dan wasiatnya. Untuk wasiat ada 2 syarat sahnya, yakni: 1. tidak untuk ahli waris, 2. maksimal hany 1/3 harta peninggalan.
      Ahli waris dan bagianya adalah:
      1. Ayah: 2/6
      2. Ibu: 1/6
      3. Suami: 3/6
      Gampang kan ?

      Hapus
  92. assalamualaikum...ijinkan saya bertanya pak,suami ibu saya yg pertama sdh meninggal.dan dr suami pertama pnya 4 orang anak. setlh suami pertama meninggal,ibu membeli sebidang tanah.dan setelh beli tanh ibu nikah lagi.dr suami kedua ibu punya 3 orang anak.dan ibu memberikan tanah itu kepada 3 anak dr suami kedua dg alasan anak dr suami pertama tdk mengurus ibu.pertanyaanya bisakah anak dari suami pertama menuntut warisan tanah itu kepada ibu ?sekian pertanyanyaan saya dan terimakasih sebelumnya ats jawaban yg diberikan.wassalamualaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUKUM HIBAH UNTUK ANAK-ANAK TERTENTU SAJA.
      'Alaikum salam wr. wb.
      Ingatkan ibu anda, bahwa hibahnya dianggap hibah yang tidak dihalalkan dan curang, minta kepada ibu untuk menarik kembali hibahnya, dan membaginya untuk semua anak secara proporsional. Untuk lebih jelasnya, silakan anda baca artikel blog ini : http://www.jadipintar.com/2014/11/hukum-menghibahkan-semua-harta-dan-Melebihkan-Untuk-Anak-Tertentu.html

      Hapus
    2. Trimakasih pak atas jawaban yg menambah wawasan saya ini.dan mdh2an mslh kami ini bs terselesaikan secara kekeluargaan.amin

      Hapus
  93. Assalamualaikum wr.wb. ijikan saya bertanya. Bapak sayah telah meninggal 10 th yg lalu, beliau meninggalkan istri, 1 anak lakilaki, 3 anak perempuan. Menurut paman dari ayah saya bahwa mereka (paman dr baka) mendapat kan hak waris jg benarkah seperti itu sedangkan ayah dr bapak sudah meninggal dunia sebelum beliau. Terimakasih sebesar2 sebelum dan sesudah terjawabnya pertanyaan ini. Wasalammualaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. PAMAN TERHALANG (MAHJUB) OLEH ANAK LAKI
      'Alaikum salam wr. wb.
      Menurut Hukum Waris Islam, paman anda tidak mendapatkan bagian waris karena terhalang adanya anak laki-laki, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
      1.Isteri : 5/40 (12,5%)
      2. Anak laki-laki: 14/40 (35%).
      3. Dan 3 anak perempuan masing-masing: 7/40 (17,5%).
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  94. Assalamualaikum Wr.Wb. Pak ustad saya ingin pencerahan pembagian waris sbb.seoang suami meninggal duinia. meninggalkan seorang isteri satu anak laki-laki dan tiga anak prp.i Jika almarhum meninggalkan harta berupa rumah dan tanahnya misalnya seharga 500 juta bagaimana pembagiannya..Terima kasih dan wassalamual;aikum Wr.wB.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WARISAN KELUARGA
      'Alaikum salam wr. wb.
      Bagian dan ahli warisnya adalah:
      1. Isteri : 5/40 atau 12,5% atau Rp. 62,5 juta.
      2. 1 Anak laki-laki: 14/40 atau 35% atau Rp. 175 juta.
      3. 3 Anak perempuan masing-masing: 7/40 atau 17,5% atau Rp. 87,5 juta.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  95. Ass...saya mau bertanya masalah waris.... bgini pertanyaan nya,ayah saya sudah meninggal terlebih dahulu dari pada kakek saya pemberi waris... nah sekarang kakek saya sdh meninggal... bagaimana hukum nya? Sdg kan selama ini sy tinggal hanya d rumah kakek sy smp sy beranjak dewasa... apakah ada bagian waris untuk saya? Klo mmg ada apa jawaban nya klo mmg tdk berarti alangkah tidak beruntung nya nasib org yg sdh meninggal terlebih dahulu... karena kan umur tidak ada yang tahu... klo bisa memilih kan pasti tidak ada manusia yang mau meninggal terlebih dahulu.. terima kasih... wass...

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAPAK MENINGGAL MENDAHULUI KAKEK.
      'Alaikum salam wr. wb, Sdr. Myman, menurut hukum waris Islam,:
      - Orang yang meninggal lebih dulu, tidak menjadi ahli waris orang yang meninggal kemudian.
      - Anda mendapat bagian waris kakek atau tidak tergantung siapa saja ahli waris kakek, jika kakek memiliki anak laki-laki lain selain ayah anda (dan dia masih hidup ketika kakek meninggal), maka anda tidak mendapat bagian waris. Tapi jika kakek anda hanya memiliki anak perempuan, maka anda mendapat bagian waris sebagai 'ashabah (menghabiskan sisa).
      - Umur dan nasib adalah kehendak Allah, Keberuntungan tidak selalu diukur dari materi. boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal itu baik dimata Allah, atau boleh jadi kita meyukai sesuatu padahal itu buruk di mata Allah.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  96. Asslamualaikum wr wb

    Saya mau b tanya,ayah sy mninggal tahun 2004 saat sy masi klas 4sd... dan beliau meninggalkan harta 2bh rumah 1kebun sawit 2hk dan 1tanah, dan saya terdiri dari 3 besaudara 2 kakak pr dan saya sendiri laki2 anak paling kecil... selama ayah meninggal ibu saya udh menikah lagi slma 3 kali, bagaimana hukum nya pak?? Apa iya ibu saya tdk mendapatkan waris dr alm bapak sya? Kalaulah saaya mndapatkan waris dr alm bapak saya,bolehkah saya meminta utk dibagi2kan,karena saya kesal sama sikap ibu saya kpd suaminya yg sekarang beliau menghidupkan keluarga dgn hasil dr sawit alm bapak saya ,sementara suaminya tidak bekerja belakangan ini, suaminya mempunyai anak yg masi sekolah sma... krna saya merasa tidak berhak ibu saya bersikap bgtu kpd suaminya ,smntara saya dan kk saya ga dikasi apa2 dr hasil peninggalan alm bpk saya tsb.... mohon penjelasannya pak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. MENUNTUT WARISAN AYAH
      'Alaikum salam wr. wb.
      Sdr. Muhammad Arizal, ketika seseorang meninggal dunia, maka harta peninggalannya harus segera dibagikan sebelum berkurang atau hilang nilainya, karena hekekatnya itu adalah milik para ahli waris sesuai bagiannya. Dalam kasus keluarga anda, hitunglah berapa peninggalan yang asli milik ayah anda, setelah dikurangi hutang dan wasiat (kalau ada), maka bagilah sbb.:
      1. Isteri (ibu anda): 4/32 atau (12,5%).
      2. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/32 atau (21,87%).
      3. 1 Anak laki-laki 14/32 atau (43, 75%).
      Ingatkan ibu anda dosa memakan sesuatu yang bukan haknya, atau mempersulit pemilikan hak orang lain.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Assalamualaikum Wr wb
      Saya 3 bersaudara, satu wanita dan dua laki-laki. Setelah ibu meninggal, ayah menikah lagi dg janda beranak 3. Sekitar 3 bulan sebelum ayah meninggal, ayah bercerai dg istrinya. Keluarga istrinya datang ke rumah sakit ayah dirawat untuk meminta tanda tangan persetujuan gugatan cerai. Setelah meninggal, instansi ayah bekerja tidak bisa memutuskan hak ahli waris. Karena mantan istri juga menuntut haknya secara hukum.
      Mohon pencerahan Bpk/Ibu atas pembagian warisan.
      Trims....

      Hapus
  97. APAKAH BEKAS ISTERI MENDAPAT WARIS ?
    'Alaikum salam wr. wb.
    Sdr. Yovi Kambang yang dirahmati Allah, Saya akan menjawab sesuai dengan informasi anda yang terbatas:
    1. HAK WARIS ISTERI YANG DICERAI; mengenai hali ini, ada beberapa pendapat para ulama, tetapi yang paling afdhal harus diperhatikan adalah:
    - Apakah si isteri yang menghendaki perceraian?
    - Apakah ketika ayah meninggal sudah habis iddahnya? atau sudah cerai putus?
    Jika jawabannya "Sudah" maka jawabannya lebih condoh bahwa si bekas isteri tidak berhak atas warisan bekas suaminya.
    Silakan baca: http://www.jadipintar.com/2013/08/hak-warisan-bagi-isteri-yang-dicerai.html
    2. UANG DARI INSTANSI: Yang dimaksud harta warisan ayah anda adalah semua yang dimiliki ayah anda dan belum diberikan kepada pihak lain. Adapun uang dari instansi seperti: uang duka, uang santunan, uang asuransi dan uang pensiunan, menurut para ulama, bukanlah termasuk harta warisan, karena tidak dimiliki ketika bapak masih hidup, maka pembagiannya adalah berdasarkan kesepakatan anggota keluarga; tidak berdasarkan besaran hukum waris.
    Silakan baca: http://www.jadipintar.com/2014/10/Apakah-Uang-Duka-Santunan-Pensiun-dan-Klaim-Asuransi-Termasuk-Harta-Warisan-Bagaimana-Membaginya.html
    3.AHLI WARIS DAN BAGIANNY
    a. Jika isteri dimasukkan sebagai ahli waris, maka:
    - Isteri: 5/40 (12,5)
    - 2 anak laki-laki, masing-masing:14/40 (35%)
    - Anak perempuan:7/40 (17,5%).
    b.Jika isteri bukan ahli waris, pembagiannya adalah:
    - 2 Anak laki-laki, masing-masing: 2/5 (40%)
    - Anak perempuan: 1/5 (20%).
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya trm kasih atas pencerahannya.
      Memang istri yang meminta cerai. Pihak istri (ibu dan paman istri) meminta tanda tangan surat persetujuan cerai ke RS ayah dirawat. Mereka datang 2 kali, pertama ayah tidak mau menandatangani. Datang yang kedua kami bujuk ayah untuk tandatanganinya, agar mengurangi beban dimasa sakitnya.
      Instansi ayah (Polri) ragu untuk memutuskan ahli waris, apakah anak tau istri. Karena belum cerai secara hukum. Ahli warislah yg akan menerima santunan serta pensiunan.

      Hapus
    2. Itulah pelaksanaan 2 sumber hukum berbeda.
      Hukum negara mendasarkan pada bukiti tertulis, sementara hukum Islam mendasarkan pada niat dan aqad. Secara hukum Islam, ayah anda sudah bercerai, Mantan isteri tidak ada hak pada warisan, tapi itulah, kalau ada bau duit, orang bisa berubah.
      Saran saya, sebaiknya menemui pihak yang kompeten di intansi tempata ayah anda, ceritakan apa adanya, jika tidak berhasil juga, coba cari jalan lain yang baik, atau keluarga ikhlaskan. hanya itu yang bisa saya bantu.
      Semoga Allah memberikan jalan pada Ujian ini, amin.

      Hapus
  98. Assalamu'alaikum wrwb.
    Istri saya minunggal 1 bulan lalu, selama menikah 32 tahun kami mempunyai rumah, beberapa bidang tanah dan kendaraan dan 3 orang anak, 1 orang anak laki-laki dan 2 perempuan. Yang menjadi hak istri saya untuk diwariskan kepada anak-anak adalah harta yang mana? Apakah setengah dari bagian dari harta berdua (gono-gini)? dan bagaimana pembagiannya. Apakah harus segera dibagikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. YANG TERMASUK HARTA ISTERI
      'Alaikum salam wr. wb.
      Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un, saya turut bela sungkawa atas meninggalnya isteri anda.
      - Karena isteri yang meninggal, maka yang diwariskan adalah harta milik isteri (saja), bukan dipukul rata 50% layaknya gono-gini, karena kaidah tersebut tidak dikenal dalam hukum waris Islam.
      - Harta milik isteri adalah semua yang meliputi 4 pintu (perolehan, pembelian, pemberian dan harta bawaan) yang telah sah sebagai miliknya.
      -Pembagian harta isteri tersebut adalah:
      1. Suami: 4/16 (25%).
      2. 2 anak perempuan, masing-masing: 3/16 (18,75%).
      3. 1 Anak laki-laki:6/16 (37,5%).
      - Menyegerakan pembagian lebih diutamakan dan lebih baik.
      Semoga bermanfaat dan membawa barakah untuk keluarga anda, amin.

      Hapus
  99. assalmu alaikum wr.wb
    mohon bantuanya pak ustas kakek dan nenek suda meninggal memiliki 3 orang anak hartanya belum di bagi ,,,(2 laki laki 1 perempuan )bapak saya anak pertama tapi juga suda meninggal setelah kakek meninggal dan meninggalkn 2 orang anak,,1 laki laki( saya )dan adek permpuan lain ibu ,dan tante juga suda meninggal meninggalkn 5 orang anak,bagaimana pembagianya terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr.wb.
      1. Jika orang tua (kakek-nenek) meninggal lebih dulu dari anak-anaknya, maka harta pusakanya dibagikan segera kepada ahli warisnya dengan ketentuan sbb.:
      - 2 Anak laki-laki (termasuk bapak anda) masing-masing: 2/5 (40%).
      - 1 Anak perempuan mendapat 1/5 (20%).

      2. Untuk ahli waris yang telah meninggal, segeralah dibagikan hartanya kepada masing-masing ahlinya. Untuk keluarga anda, jika ibu anda sudah tidak ada, maka hartanya dibagi 3 bagian, sbb.:
      - Anak laki-laki (anda) : 2/3 (66,66%).
      - Anak perempuan (adik anda): 1/3 (33,33%).

      3. Demikian pula harta saudara-saudara bapak anda, dibagikan kepada ahlinya sesuai dengan kedudukan dan jenis kelaminnya sebagaimana diatur dalam hukum waris Islam.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  100. Assalamu'alaikum....mhn bantuannya...semasa mertua masih hidup telah menghibahkan sebidang tanah seluas 75 m2..dan di SPPT atas nama saya, ketika beliau wafat...anak laki2 menuntut supaya tanah saya tersebut dibagi sebagai harta warisan dan dihitung dengan harta lainnya sesuai hukum islam. pertanyaannya...bagaimana tanah saya tersebut..apakah harus di bagi sebagai harta warisan...terima kasih....wassalamu'alaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Bapak Mulyadi, jika hibah kepada anda dapat dibuktikan dengan misalnya kesaksian dan bukti pencatatan, maka pemberian kepada anda dinyatakan sah dan sudah menjadi milik anda, Dan barang yang sudah berpindah kepemilikannya dari almarhum, maka ia tidak lagi dihitung sebagai harta pusaka (warisan).
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  101. 'Alaikum salam wr. wb.
    Bapak Hendro, perkenankan saya mengucapkan belasungkawa, semoga almarhum diterima amal ibadahnya, dan anda sekeluarga tabah, istiqamah dan tawakkal menerimanya, amin.
    Dalam kasus waris keluarga anda, menurut kaidah hukum Islam, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
    1. Isteri (ibu anda): 8/64 (12,5%).
    2. 3 Anak laki-laki masing-masing 14/64 (21,87%).
    3. 2 Anak perempuan, masing-masing: 7/54 (10,93%).
    Salam untuk keluarga,

    BalasHapus
  102. assalaamualaikum, mohon bantuannya pemecahan tentang pembagian waris menurut agama islam. pertanyaannya: sipulan tlah meninggal dunia dengan harta warisan 500jt yg akan dibagikan kepada ahli waris diantaranya seorang istri dari sipulan (almarhum), 3 orang anak laki2 (anak kandung) dan 4 orang anak perempuan ( anak kandung). berapakah bagian dari masing2 harta waris yg diterimanya dengan harta 500 jt itu. mohon penjelasan yg sedetainya, trima kasih sebelumnya. wassalaamu alaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
      1. Isteri: 8/80 (12,5%)
      2. 3 Anak laki-laki, masing-masing: 14/80 (17,5%).
      3. 4 Anak perempuan, masing-masing: 7/80 (8,75%).

      Hapus
  103. 'Alaikum salam wr. wb.
    1. Dalam masalah pemilikan, hukum Islam dan hukum negara bisa berbeda cara penanganannya, hukum Islam mendasarkan pada akad, sementara hukum negara pada bukti legalitas (surat).
    2. Ahli waris bapak hanya:
    - 1 orang isteri (mertua anda)
    - 1 Anak laki-laki (dari isteri pertama)
    - 1 Anak perempuan (dari isteri kedua).
    Cucu dan semua saudara terhalang oleh anak laki-laki. Tapi jika saat meninggal bapak masih mempunyai orang tua, ortuanya tetap dapat bagian.

    BalasHapus
  104. assalamualaikum saya punya bibi tapi gak punya keturunan hanya dari kecil mengasuh anak sampai deawasa , kemarin meninnggal dunia , kemarin belum genap 7 hari anak tersebut sudah buru buru akan balik nama sertfikat rumah , padahal bibi punya suadar 5 perempuan 3 2 laki laki termasuk ayah saya, menurut jalurnya bisa nngak saya berontak untuk mempertahankan diri dari harta bibi saya tersebut , memang dari pihak keluarga terpecah jadi 2 ada yang pro dan kontra gimana baiknya pemecahan permasalhan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Alaikum salam wr. wb.
      Menurut hukum waris Islam, anak angkat tidak berhak atas harta warisan, karena bukan ahli waris.
      Jika bibi anda sudah tidak memiliki orang tua lagi, maka warisannya diberikan semua kepada 5 saudaranya, dengan komposisi saudara laki-laki mendapat 2 kali bagian saudara perempuan.

      Hapus
  105. Alaikum salam Wr. Wb.
    1. Sebelum dibagikan warisan kedua orang tua anda, hendaklah dipisah dulu mana harta yang milik ibu dan mana yang milik ayah, jika semua harta merupakan hasil kerja bersama yang sama besar, maka boleh ditaksir bahwa bagian keduanya masing-masing 50:50.
    2. Sebelumnya bagikan dulu warisan dari ayah, di situ ibu dapat 1/8 yang mesti ditambahkan sebagai harta ibu yang mesti dibagikan kepada ahlinya.
    2. Bagian warisan dari ibu dibagikan kepada:
    - 7 Anak perempuan, masing-masing: 1/13 (7,69 %).
    - 3 Anak laki-laki, masing-masing :2/13 (15,38 %).
    Keterangan:
    1. Semua anak dari ibu mendapatkan bagian waris ibu, tetapi ketika membagi waris ayah, anak bawaan ibu tidak dapat.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  106. assalamualaikum wr.wb
    saya anak tunggal dari hasil perkawinan sambung bapak dan ibu saya, sebelum menikah dengan bapak saya, ibu saya sudah pernah menikah dan punya 2 orang anak ,sudah menikah dengan bpk saya +- 45 thn, ibu saya sudah memilik rumah tanah sebelum menikah dengan bapak saya,tp belum bersertifikat, baru bersertifikat thn 2010 kemarin,ibu saya sudah meninggal, yang jadi pertanyaan:
    1.apakah bpk saya mendapat hak waris dari ibu saya?
    2.apakah saya mendapat hak waris dari ibu saya?
    3. misal dapat bagaimana pembagiannya?
    karena kakak tiri pertama saya berusaha menguasai rumah tsb dan mau mengusir bpk saya
    terima kasih atas pencerahannya
    wassalamualaikum. wr.wb

    BalasHapus
  107. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda adalah:
    1. Ya, bapak anda dapat waris dari peninggalan isterinya, besarnya 1/4 (25%).
    2. Ya, anda sebagai anak dapat warisan juga apalagi anak laki-laki sebagai 'ashabah (mengambil sisa), pasti dapat.
    3. Ahli waris ibu anda, jika beliau ketika meninggal sudah tidak mempunyai orang tua, adalah: suami dan para anaknya. Sayang anda tidak menginformasikan jenis kelamin 2 kakak tiri anda, sehingga tidak bisa dituliskan berapa bagian masing-masing anak, karena anak perempuan dan laki-laki perolehannya berbeda.

    BalasHapus