Kamis, 15 Agustus 2013

Ayat dan Hadits Sumber Rujukan Pembagian Waris Secara Islam

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Sampai kini persoalan pembagian harta waris masih menjadi penyebab timbulnya keretakan hubungan keluarga, disamping karena keserakahan dan ketamakan manusianya, kericuhan itu sering disebabkan oleh kekurang-tahuan ahli waris akan ilmu pembagian waris. Allah Yang Maha Adil tidak melalaikan dan mengabaikan hak setiap ahli waris. Bahkan dengan aturan yang sangat jelas dan sempurna Dia menentukan pembagian hak setiap ahli waris dengan adil serta penuh kebijaksanaan. Maha Suci Allah. Dia menerapkan hal ini dengan tujuan mewujudkan keadilan dalam kehidupan manusia, meniadakan kedzaliman di kalangan mereka, menutup ruang gerak para pelaku kedzaliman, serta tidak membiarkan terjadinya pengaduan yang terlontar dari hati orang-orang yang lemah. Semuanya dijelaskan untuk manusia di dalam beberapa ayat Al-Qur'an, Sunnah-Sunnah Rasul, kemudian para ulama menyusunnya dalam satu kitab yang disebut Kitab Fara'idh yang artinya kitab pembagian waris.

1. Kewajiban Membagi Waris Secara Hukum Islam

Cara membagi waris dalam Islam itu mengikat semua muslim, baik yang bertaqwa atau yang tidak. Maka bila secara sengaja dan dengan kemampuannya tidak menerapkannya dalam kehidupannya, jelaslah merupakan pelanggaran agama. Maka dosa dan siksa neraka menjadi ancamannya. Tujuan untuk menjaga kerukunan tidak bisa menjadi alasan bagi diabaikannya pembagian waris secara Islam. Sebab tidak ada yang lebih adil dan lebih bijak daripada pembagian yang diajarkan oleh Allah Swt. Karena itu, para ahli waris harus diberikan pemahaman yang benar tentang hal ini. Namun bila upaya untuk membagi waris secara Islam telah dilakukan namun mereka tetap menolak, maka Allah befirman dalam Alquran: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala yang diusahakannya dan ia mendapat siksa yang dikerjakannya..." (Q.S. Al-Baqarah: 286).

2. Rincian Pembagian Berdasarkan Ayat dan Hadits

1. Bagian Waris Untuk Anak dan cucu
يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوۡلَـٰدِڪُمۡ‌ۖ لِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ‌ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً۬ فَوۡقَ ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ‌ۖ وَإِن كَانَتۡ وَٲحِدَةً۬ فَلَهَا ٱلنِّصۡفُ‌ۚ
Allah mensyari’atkan bagimu tentang [pembagian pusaka untuk] anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan;  dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua , maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta.  (Q.S.An-Nisa: 11).
 لِلاِبْنَةِ النِّصْفُ وَلاِبْنَةِ الاِبْنِ السُّدُسُ تَكْمِلَةً لِلثُّلُثَيْنِ وَمَا بَقِيَ فَلِلأُخْتِِ
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW menetapkan bagi anak tunggal perempuan setengah bagian, dan buat anak perempuan dari anak laki seperenam bagian sebagai penyempurnaan dari 2/3. Dan yang tersisa buat saudara perempuan .(HR. Jamaah kecuali Muslim dan Nasai).
Intisari Ayat :
Bagian Anak Laki-Laki:
- 'Ashabah; Jika sendirian ia mengambil semua bagian dan jika ada ahli waris lain, ia   mengambil sisa bagian.
- Bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian 2 orang anak perempuan.
Bagian anak perempuan:
- 2/3; jika semua ahli waris adalah perempuan, 2 orang atau lebih.
- 1/2; jika ia sendirian dan si mati tidak meninggalkan anak laki-laki.
Bagian Cucu perempuan dari anak laki-laki:
(قَضَى النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّدُسَ لِبِنْتِ الاِبْنِ مَعَ بِنْتِ الصُّلْبِ (رواه البخارى
“ Nabi SAW. telah menetapkan seperenam bagian untuk cucu perempuan dari anak laki-laki, jika bersama dengan anak perempuan”. (H.R. Bukhari ).

2. Bagian Waris Untuk Bapak dan Ibu 
 وَلِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡہُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَوَرِثَهُ ۥۤ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُ ۥۤ إِخۡوَةٌ۬ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ‌ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ يُوصِى بِہَآ أَوۡ دَيۡنٍ‌ۗ 
Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya [saja], maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. [Pembagian-pembagian tersebut di atas] sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau [dan] sesudah dibayar hutangnya. (Q.S.An-Nisa: 11).
Intisari Ayat:
Bagian Bapak:
- 1/6; jika (anaknya) yang meninggal ada mempunyai anak.
- 'Ashabah (sisa) setelah diambil untuk bagian ibu, jika ahli waris hanya bapak dan ibu saja.
Bagian Ibu :
- 1/3; Jika ahli waris hanya bapak dan ibu, dan yang meninggal tidak mempunyai saudara.
- 1/6; 1. Jika (anaknya) yang meninggal ada mempunyai anak atau cucu.         2. Ahli waris hanya bapak dan ibu, dan yang meninggal mempunyai lebih dari satu saudara.
Contoh kasus:
Soal : Jika seorang bapak meninggal dunia dengan meninggalkan ahli waris 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan, berapakah bagian masing-masing?
Jawab: Karena bagian waris anak laki-laki sama dengan bagian 2 anak perempuan, maka anak laki-laki mendapat separuh bagian (50%) dan anak perempuan masing-masing seperempat (25%).

3. Bagian Waris Untuk Suami dan Isteri
۞ وَلَڪُمۡ نِصۡفُ مَا تَرَكَ أَزۡوَٲجُڪُمۡ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ۬ فَلَڪُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَڪۡنَ‌ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ يُوصِينَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ۬‌ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكۡتُمۡ إِن لَّمۡ يَڪُن لَّكُمۡ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَڪُمۡ وَلَدٌ۬ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَڪۡتُم‌ۚ مِّنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ تُوصُونَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ۬‌ۗ۬
Dan bagimu [suami-suami] seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau [dan] sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau [dan] sesudah dibayar hutang-hutangmu. ..(Q.S.An-Nisa: 12).
Intisari ayat:
Bagian Suami:
- 1/2; Jika isteri tidak meninggalkan anak atau cucu.
- 1/4; Jika isteri meninggalkan anak atau cucu.
Bagian Isteri:
- 1/4; Jika suami tidak meninggalkan anak atau cucu.
- 1/8; Jika suami meningglkan anak atau cucu.


4. Bagian Waris Untuk Saudara Se-Ibu
وَإِن كَانَ رَجُلٌ۬ يُورَثُ ڪَلَـٰلَةً أَوِ ٱمۡرَأَةٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أَخٌ أَوۡ أُخۡتٌ۬ فَلِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡهُمَا ٱلسُّدُسُ‌ۚ فَإِن ڪَانُوٓاْ أَڪۡثَرَ مِن ذَٲلِكَ فَهُمۡ شُرَڪَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ‌ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ يُوصَىٰ بِہَآ أَوۡ دَيۡنٍ غَيۡرَ مُضَآرٍّ۬‌ۚ وَصِيَّةً۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ
Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki [seibu saja] atau seorang saudara perempuan [seibu saja], maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat [kepada ahli waris.  Allah menetapkan yang demikian itu sebagai] syari’at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Q.S.An-Nisa: 12).
Intisari Ayat:
Bagian Saudara se-ibu (Jika si mati tidak memiliki ayah dan anak atau KALALAH :
- 1/6; Jika jumlah saudara se-ibu hanya satu orang.
- 1/3; Jika jumlah saudara se-ibu itu dua orang atau lebih, laki-laki atau perempuan, maka    mereka dapat 1/3 dibagi rata.
Contoh kasus:
Soal :
Seorang isteri meninggal dunia dengan hanya meninggalkan ahli waris : suami, ibu dan 2 orang saudara se-ibu, berapa bagian masing-masing ahli waris ?
Jawab :
Suami    : 1/2; landasannya : Surah An-Nisa: 12
Ibu          : 1/6; landasannya: Surah An-Nisa:  12
Saudara se-ibu : 1/3 (dibagi 2 orang, merata); landasannya : Surah An-Nisa: 12.

5. Bagian Waris Untuk Saudara Kandung atau Se-bapak
يَسۡتَفۡتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفۡتِيڪُمۡ فِى ٱلۡكَلَـٰلَةِ‌ۚ إِنِ ٱمۡرُؤٌاْ هَلَكَ لَيۡسَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أُخۡتٌ۬ فَلَهَا نِصۡفُ مَا تَرَكَ‌ۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ‌ۚ وَإِن كَانُوٓاْ إِخۡوَةً۬ رِّجَالاً۬ وَنِسَآءً۬ فَلِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ
Mereka meminta fatwa kepadamu [tentang kalalah. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah [yaitu]: jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai [seluruh harta saudara perempuan], jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka [ahli waris itu terdiri dari] saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan(Q.S. An-Nisa: 176).
Intisari Ayat:
Bagian Saudara perempuan (Kasus Kalalah):
- 1/2; Jika dia sendirian
- 2/3; Jika saudara perempuan berjumlah lebih dari 1.
Bagian Saudara Laki-Laki (Kasus Kalalah):
- 'Ashabah atau mengambil seluruh harta saudara perempuan.
Bagian Saudara perempuan dan laki-laki (bersama):
- Bagian saudara laki-laki adalah 2 kali bagian saudara perempuan.
Contoh kasus:
Soal: Seorang isteri telah meninggal dunia tanpa memiliki anak maupun orang tua, dia hanya meningglkan suami dan saudara perempuan sekandung, berapa bagian masing-masing ?
Jawab: Suami : 1/2 (50%) landasannya Surah An-Nisa:12
             Saudara perempuan sekandung: 1/2 (50%) landasannya Surah An-Nisa: 176.


6. Bagian Waris Untuk Kakek
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِيِّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِفَرِيضَةٍ فِيهَا جَدٌّ فَأَعْطَاهُ ثُلُثًا أَوْ سُدُسًا حَدَّثَنَا أَبُو حَاتِمٍ 
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami Syababah; telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ishaq dari Abu Ishaq dari 'Amru bin Maimun dari Ma'qil bin Yasar Al Muzani, ia berkata; "Aku mendengar Rasulullah saw. didatangi oleh seseorang yang menanyakan pembagian harta warisan yang di dalamnya terdapat seorang kakek dimana ia memberi sepertiga atau seperenam." Telah menceritakan kepada kami Abu Hatim; telah menceritakan kepada kami Ibnu Ath Thabba'; telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Yunus dari Al Hasan dari Ma'qil bin Yasar, ia berkata; 'Rasulullah saw. menetapkan hukum harta warisan bagi seorang kakek yang ada pada kita sebesar seperenam.' (H.R. Ibnu Majah).
Intisari Hadits:
Bagian Kakek:
- 1/6; Jika si mati meninggalkan ahli waris anak laki-laki atau cucu laki-laki, tetapi tidak
meniggalkan bapak. (kalau ada bapak, kakek terhalang mendapat waris).
- 1/6 + 'Ashabah (kalau ada sisa); Jika si mati meninggalkan ahli waris anak perempuan atau cucu perempuan dan ahli waris lain selain anak laki-laki atau cucu laki-laki dan bapak.
Contoh kasus:
Soal: Seseorang meninggal dunia dengan meninggalkan ahli waris: isteri, anak laki-laki (1) dan seorang kakek. Berapa bagian masing-masing ?
Jawab: Isteri: 1/8, kakek: 1/6, dan sisanya ('Ashabah) untuk anak laki-laki.

7. Bagian Waris Untuk Nenek
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ عَنْ شَرِيكٍ عَنْ لَيْثٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَّثَ جَدَّةً سُدُسًا
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abdul Wahhab; telah menceritakan kepada kami Salam bin Qutaibah dari Syarik dari Laits dari Thawus dari Ibnu'Abbas; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi bagian warisan kepada nenek seperenam." (H.R. Ibnu Majah).
(اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ لِلْجَدَّةِالسُّدُسَ اِذَالَمْ يَكُنْ دُوْنَهَااُمٌّ ( رواه ابودود والنّساء 
“Bahwasanya Nabi SAW. telah memberikan bagian seperenam kepada nenek, jika tidak terdapat (yang menghalanginya), yaitu ibu”.(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i ).
  قَضَى لِلْجَدَّتَيْنِ مِنَ الِمْيراَثِ بِالسُّدُسِ بَيْنَهُمَا
Dari Ubadah bin As-Shamith radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW menetapkan buat dua orang nenek yaitu 1/6 diantara mereka.(HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).
Intisari Hadits:
Bagian nenek:
- 1/6 : Jika si mati menginggalkan ahli waris lain selain ibu. (Ibu menghalangi nenek dapat warisan).
- 1/6: Jika tidak ada ibu, maka nenek dapat 1/6 saja. Jika  nenek itu seorang atau lebih, dari pihak ibu atau bapak, nenek dapat 1/6 dibagi sama rata.
Contoh kasus:
Soal: Jika seseorang mati dengan meninggalkan ahli waris: bapak,  anak perempuan dan nenek, berapa bagian masing-masing ?
Jawab: anak perempuan : 1/2, nenek: 1/6 dan bapak: 'ashhabah (sisanya).

8.  Ashabah (Sisa)
 أَلْحِقُوا الفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَلأَِوْلَى رَجُلٍ ذَكَر.قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ 
Dari Ibnu Abbas radiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda"Bagikanlah harta peninggalan (warisan) kepada yang berhak, dan apa yang tersisa menjadi hak laki-laki yang paling utama. " (HR Bukhari).

9. Pembagian jika tidak ada ahli waris dan ulul arhaam
 اِنَّمَا الْوَلاَءُ لِمَنْ اَعْتَقَ (متفق عليه
Sesungguhnya hak menerima harta pusaka itu bagi orang yang memerdekakan." (H.R. Bukhari dan Muslim).
اَناَ وَارِثُ مَنْ لاَوَارِثَ لَهُ (رواه احمد وابو داوود
"Saya adalah ahli waris bagi orang yang tidak mempunyai ahli waris (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.
Mudah-mudahan bermanfaat.

          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ     
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Cobalah berlatih membagi waris sendiri dengan download di Microsoft excel anda, klik Software Pembagi Waris..
Sumber: 
Fikih Sunah, Sayyid Sabiq
Al-Fara'idh, A. Hassan, dan telah diedit untuk keselarasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar