Kamis, 27 Juni 2013

Keutamaan Puasa dan Rukun-Rukunnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Marhaban Yaa Ramadhan...
Sambutlah dan persiapkanlah diri kita menyongsong tibanya bulan Ramadhan, bulan yang penuh ampunan, rahmah dan barakah ini, beberapa hari lagi. Selama Ramadhan blog jadipintar.com akan memperbanyak materi postingan tentang shalat, puasa dan ZIS, insyaallah. Mudah-mudahan Allah berkenan memanjangkan umur kita, serta memberikan kekuatan, kemudahan dan kelancaran dalam beribadah di bulan Ramadhan, amin.
Ash-shiyam atau berpuasa secara bahasa berarti menahan diri, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
 فَكُلِى وَٱشۡرَبِى وَقَرِّى عَيۡنً۬ا‌ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدً۬ا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَـٰنِ صَوۡمً۬ا فَلَنۡ أُڪَلِّمَ ٱلۡيَوۡمَ إِنسِيًّ۬ا 
"... Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: ’Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusiapun pada hari ini.’" (Q.S. Maryam: 26).
Maksudnya shaumaa atau berpuasa di sini  ialah menahan diri dari berbicara. Sedang menurut istilah, ash-shiyaam ialah menahan diri dari segala apa yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan disertai niat.

1. Keutamaan Puasa

  1. Merupakan benteng. Dari Abu Hurairah r.a.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: " Puasa itu merupakan benteng, maka jika salah seorang diantaamu berpuasa janganlah ia berkata keji dan mencaci maki! Seandainya ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencaci-makinya, hendaklah dikatakannya: ' Saya ini berpuasa' dua kali. Demi Allah yang nyawa Muhammad berada dalam tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari bau kesrturi, -firman-Nya-: 'Ditinggalkannya makan-minum dan nafsu syahwatnya karena Daku, Puasa itu adalah untuk-Ku, dan akau akan memberinya ganjaran, sedang setiap kebajikan itu akan menjdapat ganjaran sepuluh kali lipat'." (H.R.Bukhari dan Abu Daud).
  2. Pemberi syafa'at. Dari Abdullah bin "Amr bahwa Nabi saw. bersabda: "Puasa dan Al-Qur'an itu akan memberi syafaat bagi hamba, pada hari kiamat, Berkata puasa: 'Ya Allah, Engkau larang ia makan dan memuaskan syahwat di waktu siang, dan sekarang ia meminta syafaat padaku karen itu'. Dan berkatalah pula Al-Qur'an: 'Engkau larang ia tidur di waktu malam, sekarang ia meminta syafaat padaku mengenai itu'. Maka syafaat kedua merekapun diterima oleh Allah." (Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sah).
  3. Memasukkan ke Surga. Diterima dari Abu Umamah, katanya: "Saya datang kepada Rasulullah saw. lalu saya katakan : 'Suruhlah aku dengan semacam amal yang akan dapat memasukkan aku ke surga'." Maka sabda Nabi saw. :"Hendaklah kamu berpuasa, karena tak ada tandingannya berpuasa itu!" Lalu saya datangi Nabi kali kedua, maka sabdanya: "hendaklah kamu berpuasa!" (Riwayaat Ahmad dan Nasa'i, juga Hakim yang menyatakan sahnya).
  4. Menghindarkan dari neraka. Diterima dari Abu Said Al-Khudri r.a. bahwa nabi saw. bersabda: "Setiap seorang hamba berpuasa satu hari dalam Perang Sabil, maka dengan hari itu Allah akan menghindarkan dirinya dari neraka selama tiga puluh tahun." (Diriwayatkan oleh Jama'ah hadits, kecuali Abu Daud).
  5. Ada surga khusus. Dari Sahl bin Sa'ad, bahwa Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya surga itu mempunyai sebuah pintu, disebut 'Raiyan' -artinya basah melimpah -, Dipanggil pada hari kiamat. 'Hai, mana orang-orang yang berpuasa '? lalu bila orang yang terakhir dari mereka telah masuk, mak pintu itu pun ditutupkanlah." (H.R. Bukhari dan Muslim).

2. Rukun Puasa


Rukun puasa ada dua, yang masing-masingnya merupakan unsur terpenting dari hakikatnya, yaitu: 
1. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari.   Firman Allah Ta'ala :
  فَٱلۡـَٔـٰنَ بَـٰشِرُوهُنَّ وَٱبۡتَغُواْ مَا ڪَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ‌ۚ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِ‌ۖ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِ‌ۚ
" ... Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai [datang] malam ... (Q.S.Al-Baqarah: 187).
Yang dimaksud dengan benang putih dan benang hitam, ialah terangnya siang dan gelapnya malam.
2. Berniat. Berdasarkan firman Allah Ta'ala :
                                                                                         وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya (Al-Bayyinah: 5).
Juga sabda Nabi saw, yang artinya : "Setiap perbuatan itu hanyalah dengan niat, dan setiap manusia akan beroleh apa yang diniatkannya."
  • Beda waktu niat puasa Ramdhan dan puasa sunnah. Berniat hendaklah sebelum fajar, pada tiap malam bulan Ramadhan. Berdasarkan hadits Hafsah, katanya: "Telah bersaabda Rasulullah saw. : "Barang siapa yang tidak membulatkan niatnya buat berpuasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ash-habus Sunan dan dinyatakan sah oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban). Kecuali niat puasa tathawwu' (sunah) cukup bila waktu siang yakni jika seseorang belum lagi makan minum.
  • Niat dengan hati, bukan diucapkan lisan. Niat itu sah pada salah satu saat di malam hari, dan tidak disyaratkan mengucapkannya, karena itu merupakan perkerjaan hati, tak ada sangkut-pautnya dengan lisan. Hakikat niat ialah menyengaja suatu perbuatan demi mentaati perintah Allah Ta'ala dalam mengharapkan keridhlaan-Nya. 
  • Bertekad hati. Maka siapa yang makan di waktu sahur dengan maksud akan berpuasa, dan dengan menahan diri ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, berarti ia telah berniat. Begitu pun orang yang bertekad akan menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa di siang hari dengan ikhlas karena Allah, juga berarti telah berniat, walaupun ia tidak makan sahur.

3. Pembagian Puasa

Puasa terbagi menjadi dua jenis: yakni puasa fardhu dan puasa tathawwu' (sunat).
Puasa fardhu ada tiga macam:
   2. Puasa kafarat.
   3. Puasa Nadzar.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber: 
Fikih Sunnah jilid 3, Sayyid Sabiq. telah diedit untuk keselarasan.

5 komentar:

  1. "Puasa dan Al-Qur'an itu akan memberi syafaat bagi hamba" dalam maksudanya, luas maknanya.

    namun akan menjadi tidak tepat jika Puasa & Al Qur'an-lah yang memberi syafaat. Karena Allah hanya menghadiahkan, yang hak dapat memberi syafaat kepada hamba selain Allah yaitu hanya Rasulullah. Esensinya jika kita mengikuti Perintah+Ajaran Rasulullah yang datangnya dari Allah Insya Allah kita termasuk orang yang mendapatkan syafaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puasa itu suatu kenikmatan jika dasarnya adalah Iman Kepada Allah. Jika karena Iman itu tentunya syarat dan rukun bukan masalah. Tetapi kita harus mengetahuinya.

      Hapus
  2. Tks Bang atas kunjungan dan tambahan penjelasannya, jazaakallaahu khaira.

    BalasHapus
  3. Semoga dibulan puasa nanti kita bisa melaksanakan ibadah puasa secara ikhlas ya sob :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, sama-sama sob, terima kasih atas kunjungannya, jazaakallaahu khaira.

      Hapus