Rabu, 12 Juni 2013

Kamus Istilah Islam Model Scrollbar (Layar Gulung)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
1. Pengertian Kamus
Kamus adalah sejenis buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata. Ia berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan baru. Selain menerangkan maksud kata, kamus juga mungkin mempunyai pedoman sebutan, asal usul (etimologi) sesuatu perkataan dan juga contoh penggunaan bagi sesuatu perkataan. Untuk memperjelas kadang kala terdapat juga ilustrasi di dalam kamus. Biasanya hal ini terdapat dalam kamus bahasa Perancis.
Kata kamus diserap dari bahasa Arab qamus (قاموس), dengan bentuk jamaknya qawamis. Kata Arab itu sendiri berasal dari kata Yunani Ωκεανός (okeanos) yang berarti 'samudra'. Sejarah kata itu jelas memperlihatkan makna dasar yang terkandung dalam kata kamus, yaitu wadah pengetahuan, khususnya pengetahuan bahasa, yang tidak terhingga dalam dan luasnya. Dewasa ini kamus merupakan khazanah yang memuat perbendaharaan kata suatu bahasa, yang secara ideal tidak terbatas jumlahnya.


2. Jenis-jenis kamus

1. Berdasarkan penggunaan bahasa
Kamus bisa ditulis dalam satu atau lebih dari satu bahasa. Dengan itu kamus bisa dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Kamus EkabahasaKamus ini hanya menggunakan satu bahasa. Kata-kata(entri) yang dijelaskan dan penjelasannya adalah terdiri daripada bahasa yang sama. Kamus ini mempunyai perbedaan yang jelas dengan kamus dwibahasa karena penyusunan dibuat berdasarkan pembuktian data korpus. Ini bermaksud definisi makna ke atas kata-kata adalah berdasarkan makna yang diberikan dalam contoh kalimat yang mengandung kata-kata berhubungan. Contoh bagi kamus ekabahasa ialah Kamus Besar Bahasa Indonesia (di Indonesia) dan Kamus Dewan di (Malaysia).
  • Kamus DwibahasaKamus ini menggunakan dua bahasa, yakni kata masukan daripada bahasa yang dikamuskan diberi padanan atau pemerian takrifnya dengan menggunakan bahasa yang lain. Contohnya: Kamus Inggris-Indonesia, Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu;Melayu-Inggris).
  • Kamus Aneka BahasaKamus ini sekurang-kurangnya menggunakan tiga bahasa atau lebih. Misalnya, kata Bahasa Melayu Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin secara serentak. Contoh bagi kamus aneka bahasa ialah Kamus Melayu-Cina-Inggris Pelangi susunan Yuen Boon Chan pada tahun 2004.

2. Berdasarkan isi
Kamus dapat muncul dalam berbagai isi. Hal ini dikarenakan kamus diterbitkan dengan tujuan untuk memenuhi keperluan golongan tertentu. Contohnya, golongan pelajar sekolah memerlukan kamus berukuran kecil untuk memudahkan mereka membawa kamus ke sekolah. Secara umumnya kamus dapat dibagi kepada 3 jenis ukuran:

  • Kamus Mini. Kamus ini sekarang sukar untuk dijumpai. Ini juga dikenal sebagai kamus saku karena kamus ini dapat disimpan dalam saku. Kamus ini memiliki ketebalan kurang dari 2 cm.
  • Kamus KecilKamus berukuran kecil yang biasa dijumpai. Ini merupakan kamus yang mudah untuk dibawa.Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu;Melayu-Inggris).
  • Kamus BesarKamus ini memuat segala leksikal yang terdapat dalam satu bahsaa. Setiap perkataannya dijelaskan secara lengkap. Biasanya ukurannya besar dan tidak sesuai untuk dibawa-bawa. Contohnya Kamus Besar Bahasa Indonesia.

3. Kamus istimewa
Kamus bahasa Jerman dan bahasa Romawi
Kamus istimewa merujuk kepada kamus yang mempunyai fungsi khusus. Contohnya:

  • Kamus IstilahKamus ini berisi istilah-istilah khusus dalam sebuah bidang tertentu. Fungsinya adalah untuk kegunaan ilmiah. Contohnya Kamus Istilah Fiqh.
  • Kamus Etimologi. Kamus yang menerangkan asal usul sesuatu perkataan dan maksud asalnya.
  • Kamus Tesaurus (perkataan searti)Kamus yang menerangkan maksud sesuatu perkataan dengan memberikan kata-kata searti (sinonim) dan dapat juga kata-kata yang berlawanan arti (antonim). Kamus ini fungsinya ialah untuk membantu para penulis untuk meragamkan penggunaan diksi. Contohnya Tesaurus Bahasa Indonesia.
  • Kamus Peribahasa/Simpulan BahasaKamus yang menerangkan maksud sesuatu peribahasa/simpulan bahasa. Selain digunakan sebagai rujukan, kamus ini juga sesuai untuk dibaca dengan tujuan keindahan.
  • Kamus Kata Nama KhasKamus yang hanya menyimpan kata nama khas seperti nama tempat, nama tokoh, dan juga nama bagi institusi. Fungsinya adalah untuk menyediakan rujukan bagi nama-nama ini. 
  • Kamus TerjemahanKamus yang menyedia kata searti bahasa asing untuk satu bahasa sasaran. Kegunaannya adalah untuk membantu para penerjemah.
  • Kamus KolokasiKamus yang menerangkan tentang padanan kata, contohnya kata 'terdiri' yang selalu berpadanan dengan 'dari' atau 'atas'.

Artikel ini adalah pembaruan dari artikel serupa yang semula saya letakkan di menu "Kamus Pintar". Setelah saya menemukan metode scrollbar (layar gulung), saya berketetapan bahwa Kamus Istilah Islam layak untuk diletakkan di menu "Aplikasi Pintar" bergabung bersama aplikasi-apllikasi lain yang sudah ada sebelumnya.
Metode scrollbar memiliki keunggulan-keunggulan sbb:
1. Menghemat halaman.
2. Pencarian lebih efektif dengan tombol gulung, dibanding artikel manual yang murni   mengandalkan pengamatan mata menjelajah ke seluruh isi artikel.
3. Lebih simpel.
         Namun demikian, saya tetap merasa ini belum sempurna sampai saya dapat membuat model yang lebih baik lagi, yakni kotak pencarian (searching box) dan menambah isi/konten lebih banyak lagi. Saya mohon saran, dukungan dan do'a restu untuk lebih baik lagi melayani pembaca.
jazaakumullahu khaira.

Kamus ini telah diurutkan secara alphabetic, silakan cari arti, arti kata, makna, pengertian, maksud, tafsir,  definisi dan istilah yang anda inginkan dengan menggulung layar ke bawah atau ke atas.
****************************************************************************************************
A
ain      :Penyakit dari jin, terjadi seizin Allah pada orang yang terkena ‘ain, sebabnya karena memuhi dan mengagumi si pelaku ‘ain ketika saat para setan hadir ketika itu, tanpa adanya tameng/penangkis (seperti shalat, dzikir, dsb.)

‘Amm : saudara laki-laki ayah. 

‘Ammah : saudara perempuan ayah. 

‘Ariyah : Pinjam meminjam. 

‘Ashabah bi Ghairih : Perempuan yang bagiannya separuh bila sendirian, dan 2/3 bila bersama perempuan lain, kemudian dibarengi dengan laki-laki yang sederajat nasabnya. 

‘Ashabah bi Nafsih :Semua laki-laki yang nasabnya dengan si mayit tidak diselingi oleh perempuan.

‘Ashabah ma’a Ghairih ; Perempuan yang memerlukan peempuan lain untuk menjadi ‘ashabah. 

‘Ashabah Sababiyah: orang yang menjadi ‘ashabah karena memerdekakan si mati

‘Ashabah :mereka yang mendapatkan sisa sesudah ashhabul furudh mengambil bagiannya. atau mereka yang berhak atas semua peninggalan bila tidak ada
seorangpun ashhabul furudh.

‘Aul : Bertambahnya saham dzawul furudh dan berkurangnya kadar penerimaan mereka. 

‘umra : menghibahkan sesuatu selama orang yang dihibahi hidup. Ab : ayah.

Adzan :Pemberitahuan tentang masuknya waktu shalat dengan lafadh-lafadh tertentu; disyari’atkan pda tahun pertama atau kedua hijriyah. 

Ahli Dzimmah :Orang-orang nonmuslim yang tinggal di dalam dan tunduk kepada pemerintahann Islam. 

Ahli Kitab :orang yang percaya kepada adanya kitab suci dahulu kala seperti Taurat dan Injil 

Ahli Waris : orang-orang yang berhak menrrima warisn dari si mayit 

Air Makruh :Air yang suci dan mensucikan tapi makruh dipakai bersuci, misalnya air yang dijemur pada matahari (Musyammas). 

Air Musta’mal :Air yang telah terpisah dari anggota-anggota orang yang berwudhu dan mandi (bekas wudhu), Hukumnya suci dan menyucikan seperti air mutlaq. 

Air Mutanajjis : Air yang kena najis, kecuali jika air itu lebih dari 2 qullah (216 liter) dengan syarat tidak berubah sifatnya.

Air Mutlaq : air suci lagi menyucikan; maksudnya ialah bahwa ia suci pada dirinya dan menyucikan bagi lainnya. Misal: air hujan, salju, es, air laut, air telaga, air embun, air yang berubah disebabkan lama tergenang atau tidak mengalir atau disebabkan bercampur dengan apa yang menurut galibnya tak terpisah dari air seperti kiambang dan daun-daun kayu. 

Air Suci tapi Tidak Mensucikan :Air yang brubah karena tercampur barang suci lainnya, misalnya air teh, air kopi, air limun dll. 

Akal – iqaal : Artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bebas bergerak; fungsi akal yaitu: memberikan pertimbangan, pendapat, atau memilih sesuatu. 

Akh :Saudara laki-laki. 

Al- Ukht li Umm : Saudara perempuan seibu. 

Al-Akh Asy-syaqiiq/li abawain : Saudara laki-laki sekandung. 

Al-Akh li abb : Saudara laki-laki seayah. 

Al-Akh li umm : Saudara laki-laki seibu. 

Al-Naza’ir : lafazh-lafazh yang berhampiran maknanya. 

Al-Qadha (Peradilan) : Memutuskan persengketaan di antara manusia untuk menghindarkan perselisihan dan pertikaian. 

Al-Qur’an :Adalah kalamullah, membacanya sebagai ibadah, datang dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Allah mmengatakannya dengan sebenar-benarnya, dengan huruf dan suara. Didengar oleh jibril, kemudian Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW. 

Al-Ukht Asy-syaqiiq/li abawain : Saudara peempuan sekandung. 

Al-Ukht li abb : Saudara perempuan seayah. Al-wujuh : Lafazh yang digunakan untuk beberapa makna. 

Anak Li’an : Anak yang tidak diakui nasabnya oleh dan dari suami yang sah. 

Anak Zina : Anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah. 

Aqad : Akad, perjanjian. Ijab-qabul. 

Aqiqah :Menyembelih kambing untuk anak yang baru lahir sedangkan umurnya telah tujuh hari, kemudian anak tersebut diberinya nama yang baik serta digunting rambutnya. Aqiqah bagi anak laki-laki adalah 2 ekor kambing, bagi anak permpuan 1 ekor kambing. 

Ashhabul furudh :Mereka yang mempunyai bagian yang telah ditentukan seperti: ½, ¼, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6. Mufradnya(singel) :shahibul fardh

Ashl : pokok, leluhur yang menurunkan. Jamaknya : ushuul. 

Aurat : Anggota-anggota tubuh yang tidak baik jika kelihtan orang lain. Aurat wanita yaitu semua tubuhnya haus ditutup kecuali muka dan kedua telapak tangan, adapun aurat laki-laki setidak-tidaknya harus menutupi badannya muali dari pusar hingga lutut. 

Aurat :Bagian dari tubuh manusia yang bila tampak akan menimbulkan rasa malu. 



B

Banaatul Ibn : Cucu perempuan dari anak laki-laki. 

Banci : orang yang diragukan statusnya, tidak diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan. 

Bathal : tidak sah, misalnya laki-laki kafir menikah dengan wanita muslimah. 

Bint : Anak perempuan. 

Bintun Shulbiyah : Anak perempuan kandung. 

Birrul Walidain :Berbuat baik kepada kedua orang tua, kecuali jika mereka mengajak kepada perbuatan maksiat atau berdosa kepada Allah.



 D

Dakwaan :Menghubungkan hak yang ada pada atau menjadi tanggungan orang lain kepada dirinya sendiri. Orang yang mendakwa : Mudda’i; orang yang didakwamudda’a ‘alaih, yaitu yang diminta haknya. 

Dosa :Pelanggaran seorang yang beriman kepada yang memiliki peraturan, 

perintah dan larangan dan yakin bahwa atas perbuatannya akan dihukum. Orang yang tidak beriman, setiap pelanggaran akan dihitung sebagai penambah kedholiman; karena kalau dosa bisa dihapus dengan bertaubat. 

Dzawul Arhaam : Semua kerabat yang bukan dzawul furudh dan bukan pula ‘ashabah

Dzawul Furudh : Mereka yang mempunyai bagian yang telah ditentukan seperti: ½, ¼, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6. Mufradnya(singgel) shahibul fardh



Faqih : seseorang yang ahli ilmu fiqih; jamaknya fuqaha
Far’u : cabang keturunan yang diturunkan. Jamaknya : furu’. 
Fardh : bagian yang telah ditentukan bagi ahli waris, jamaknya furuudh
Fardhu ‘Ain : kewajiban bagi semua ummat islam, yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa, misalnya shalat dan puasa. 
Fardhu Kifayah : kewajiban bagi sebagian ummat Islam, yang jika dikerjakan berpahala dan jika sebagian ummat Islam meninggalkannya maka berdosa semuanya. Misalnya shalat jenazah, dll. 
Fardhu/Rukun/Wajib : sesuatu yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa; misalnya shalat 5 waktu, Ruasa Ramadhan, dll. 
Faridhah : fardh. Jamaknya faraaidh. 
Fashilah : kata akhir suatu ayat. 
Fasiq (perusak): orang yang memutuskan hubungannya kepada Allah, kepada Rasul dan kepada sesama manusia. Misalnya melakukan perbuatan-perbuatan seperti : berzina, berjudi, minum-minuman keras, dll. 
Fiqih Islam : Bagian dari syari’at Islam yang memuat : hukum-hukum peribadatan, hukm perdat (muamalat) dan hukum pidana (jinayat) dengan dasar wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad. 
Fiqih : pengetahuan, yakni pengetahuan hukum Islam seperti ibadah, jinayah dan muamalah dan hukum-hukum Islam yang lain. 

G
Ghashab : Merampas barang orang lain dengan paksaan, jika perampasan itu dialakukan dengan sembunyi bisa disebut pencurian/pencopetan. Contoh lain adalah korupsi, mencurangi berat timbangan, membuat sumur/galian tanpa ijin pemilik tanah, duduk di atas kursi atau kendaraan seseorang tanpa ijin pemiliknya. 
Ghibah : artinya menggunjing; yaitu menyebut hal ihwal saudaara mukmin sesuatu yang olehnya merasa tidak senang bila didengar orang. 

Hadiah : hibah yang menuntut imbalan. 
Hadiah : Pemberian dengan tujuan untuk menghormati orang yang diberi atau mengharapkan imbalan dari orang yang diberi. 
Haid : Mengalir; adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita sewaktu ia sehat, bukan disebabkan karena melahirkan atau luka. 
Hajbu (Hijab) : terhalangnya seseorang dari semua atau sebagian warisannya karena adanya orang lain. 
Hajbu Hirman : terhalangnya seseorang dari semua warisan karena adanya orang lain. 
Hajbu Nuqshan : berkurangnya warisan seseorang karena adanya orang lain. 
Haji Ifrad : Berhajilebih dulu baru mengerjakan umrah. Cara ini tidak diwajibkan membayar denda (dam). 
Haji Qiran : Mengerjakan haji dan umrah dalam satu niat. Diwajibkan membayar denda (dam). 
Haji Tamattu’ : Mendahulukan umrah daripada haji dalam musim haji diantara tanggal 1 Syawal hingga 9 Dzulhijjah. Cara ini diwajibkan membayar denda (dam). 
Haji : Mengunjungi ka’bah (Baitullah/Baitul Haram) dengan tujuan melakukan beberapa amal ibadah, baik dalam bentuk thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan amalan manasik haji dalam masa tertentu (bulan haji). 
Hajib : Orang yang kedudukannya menghalangi orang lain beroleh harta warisan, atau mengurangi perolehan warisan orang lain. Misalnya Bapak menghalangi perolehan waris kakek, anak menghalangi perolehan waris cucu; Bapak dan anak disebut hajib (penghalang). 
Hajru (Pembatasan) : membatasi seseorang dalam penggunaan hartanya sendiri. 
Hajru : Menahan harta seseorang karena ada sangkut pautnya dengan hutang atau karena pemegang harta tidak bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena gila, bangkrut, dll. larangan itu berasal dari wali atau hakim. 
Hakikat : melaksanakan apa yang disyari’atkan sesuai tujuan yang dikehendki Allah 
Hakim : orang yang memutuskan pertikaian/persengketaan antara dua orang atau lebih. 
Hamlu : anak yang dikandung di dalam perut ibu. 
Haqeqat : setiap lafazh yang tetap pada makna aslinya dan tidak ada taqdim dan ta’khir di dalamnya. 
Haram : sesuatu jika dikerjakan menjadi berdosa (terlarang), dan jika tidak dikerjakan akan mendapat pahala. Misalnya mencuri, merampok, berjudi, dll. 
Hasr/qashr : mengkhususkan sesuatu dengan yang lainnya melalui cara tertentu. 
Hibah : memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa imbalan. 
Hibah : Pemberian sesuatu kepada orang lain tanpa mengharap ganti dari orang yang diberi. Hibah tidak bisa ditarik lagi kecuali pemberian ayah kepada anaknya. 
Hijamah : Mengambil darah dari kepala dengan tujuan berobat; pengobatan jenis ini tidak membatalkan puasa jika sedang berpuasa. 
Hirman : terhalangnya seseorang dari warisan karena adanya o rang lain. 
Hiwalah : Pemindahan hutang seseorang yang akan dibayr oleh orang lain karena terikat oleh perjanjian atau persetujuan. Misalnya A berhutang kepada B, kemudian kedua pihak setuju bahwa hutang itu akan dibayarkan oleh C karena terikat oleh satu perjanjian hutang pula. 
Hujjah : dasar, alasan, keterangan. Hukum baru : ketetapan baru, keputusan baru yang berbeda dari keputusan sebelumnya.
Hukum syara’ : hukum Islam yang terdiri dari hukum wajib. Sunnah, mubah, makruh dan haram. Hunafa (lurus) : orang-orang saleh yang tidak mau mengikuti segala perilaku kotor dan tata cara peribadatan jahiliyah 

 I 
I’rab : ilmu yang membahas kedudukan setiap kata dalam suatu kalimat. I’tikaf : berdiamnya seorang muslim yang berakal di dalam masjid untuk melakukan ketaatan. 
I’tikaf : Tinggal di dalam masjid melakukan aneka amal ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dilakukan pada bulan Ramadhan mulai tanggal ke-21. 
Ibadah : segala gerak hidup yang ditujukan untuk kebaikan orang lain (termasuk dirinya sendiri). 
Ibham : tidak menyebutkan nama secara jelas dan tegas; karena sudah dikenal, sudah dijelaskan di tempat lain, karena hendak menutupinya, dll. 
Ibn/walad : anak laki-laki. 
Ibnu Shulbi : anak laki-laki kandung. 
Ibnul Ibn : cucu laki-laki dari anak laki-laki. 
Ibnus Sabil : Orang-orang musafir yang bertujuan untuk kebaikan yang baginya berhak diberi zakat.
Ibraa : menghibahkan hutang kepada orang yang berhutang. 
Ibtida’ : memulai bacaan. 
Iftirasy; Duduk : Duduk dengan melipat kaki kiri, lalu mengembangkan dan duduk di atasnya dengan menegakkan telapak kaki kanan sambil menghadapkan ujung-ujung jarinya ke arah kiblat. 
Ihdad : Masa berkabung bagi seorang isteri sesudah suaminya meninggal dalam masa 4 bulan 10 hari. Dalam masa berkabungnya dilarang berhias yang mencolok atau memakai wangi-wangian atau memakai baju yang menarik perhatian laki-laki, sedangkan keluarganya yang dibolehkan berkabung hanya selama 3 hari. Ini Semata-mata untuk menunjukkan suasana berkabung dan penghormatan terakhir  atas jasa-jasa suami (almarhum). 
Ihram : Niat untuk mengamalkan haji/umrah dengan berpakaian putih sebanyak 2 helai tanpa berjahit untuk laki-laki, sedangkan bagi wanita seluruh tubuhnya harus ditutup kecuali muka dan kedua telapak tangannya. 
Ihsan : menyembah Allah seolah-olah kita melihat-Nya, apabila kita tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat kita. 
Ihyaul Mawat : Menghidupkan tanah mati/membuka lahan baru untuk ditanami atau untuk dibangun dan tanah tersebut bukan milik seseorang atau milik orang lain tetapi mendapat ijin daripadanya. 
Ijarah : Mengupahkan seseorang dalam tugas sesuatu, misalnya untuk mengajari anak-anak membaca Al-Qur’an, hukumnya boleh. 
Ijma’ : persetujuan atau kata mufakat diantara para ulama Islam tentang maslah hukum yang digali dengan ijtihad dan rasional untuk hukum Islam.
Ijtihad : pemikiran yang sesungguhnya terhadap satu hukum yang dilaksanankan oleh seorang ulama dengan mempergunakan qiyas(analogi) yang tepat berdasar qur’an dan sunnah. Hukum tersebut dijelaskannya tanpa mengikut pad satu mazhab dan tidak dibatasi oleh masa. 
Ikraah (Paksaan) : membawa orang lain kepada apa yang tidak disenanginya dengan ancaman. 
Ikrar : pengakuan terhadap apa yang didakwakan. 
Ila’ : Sumpah suami kepada istrinya yang tidak akan menggaulinya dalam batas waktu 4 bulan atau lebih. Jika sebelum 4 bulan si suami kembali kepada istrinya dia harus membayar kafarat (denda) sumpah dengan memberi makanan atau pakaian kepada 10 fakir miskin; jika lebih dari 4 bulan tidak kembali kepada istrinya maka hakim dapat menetapkan dengan paksa adanya satu keputusan talaq ba’in (tidak dibenarkan rujuk dan jika mau kembali harus melalui akad nikah yang baru).
Ilaa’(kelebihan) : sumpah suami bahwa ia tidak akan menggauli istrinya. 
Ilhad (sekuler) : memisahkan kehidupan dunia dari kehidupan akhirat; dan puncak sekuler adalah atheisme. 
Ilmu Faraidh : ilmu tentang pembagian harta warisan. 
Iman : meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lidah, dan mengamalkan dengan anggaota tubuh. Bertambah dengan ketaatan dna berkurang dengan kemaksiatan. 
Iqrar : Pengakuan dari seseorang dengan sebenarnya terhadap apa yang dinyatakan oleh dirinya dalam suatu tindakan hukum misalnya pengakuan berhutang kepada orang lain atau sebagai seorang pencuri dan lain-lain. 
Islam : berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepadNya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya. 
Istihadhah : Keluarnya darah terus-menerus dan mengalirnya bukan pada waktunya.
Isti’adzah : Ucapan atau bacaan ‘audzu billahi minasy syaitonir rojim.
Istihadhah : darah penyakit yang mengalir dari urat yang berada di bawah rahim, namanya ‘azil. Istinja : Penyucian setelah kencing atau buang kotoran dengan menggunakan air atau batu.
Ittiba’ : mengikuti satu ajaran yang antara lain hukum Islam (fiqih) dengan ditunjukkan sumber pengambilan hukum itu oleh orang yang mengajarkannya, dan cara inilah yang dibenarkan.

Jadd : kakek (laki-laki). Jaddah : nenek. 
Jallalah : Binatang-binatang yang memakan kotoran, baik berupa onta, sapi, kambing, ayam, itik dan lain-lain sampai baunya berubah.
Ji’alah : Permintaan upah tertentu terhadap pekerjaan yang telah dikerjakan atau permintaan dari seseorang kepada orang lain untuk menemukan barang yang hilang dengan perjanjian akan diberi upah. 

K 
Kafalah : Memberikan jaminan untuk menghadirkan seseorang atau barang ke suatu tempat atau segala jaminan yang merupakan hak manusia. Jaminan diadakan karena sangat diperlukan baik dalam bentuk hutang, harta atau badan. 
Kafir : laki-laki menolak Islam, dan jika perempuan disebut kafirah. 
Kakek Fasid : kakek yang nasabnya dengan si mayit diselingi oleh perempuan. 
Kakek Shahih : kakek yang nasabnya dengan si mayit tidak diselingi oleh perempuan. 
Kalalah : Seseorang yang meninggal dunia tanpa mninggalkan bapak ataupun anak. 
Keluarga Muhammad : 1.Golongan Bani Hasyim dan Bani Mutholib yang tidak diperbolehkan menerima zakat, 2.Anak cucu dan para istrinya, 3. Umat dan pengikutnya sampai hari kiamat, 4.Golongan yang taqwa diantara umatnya. 
Khaal : saudara laki-laki ibu. Khaalah : saudara perempuan ibu 
Khitan : Memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan untuk menjaga agar di sana tidak berkumpul kotoran, juga agar dapat menahan kencing dan supaya tidk mengurangi kenikmatan dalam bersenggama. 
Khithbah : (Peminangan); dimana calon suami boleh melihat calon istri dalam batas-batas kesopanan Islam yaitu melihat muka dan telapak tangannya, disaksikan oleh sebagian keluarga kedua pihak dengan tujuan untuk saling kenal dan saling lihat. 
Khuf : Sepatu yang menutupi dua mata kaki. 
Khuntsa Ghairu Musykil : banci yang bisa diketahui laki-laki atau perempuannya, karena adanya tanda-tanda. 
Khuntsa Musykil : banci yang tidakk bisa diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan, karena tidak adanya tanda-tanda. 
Khuntsa : banci. 
Kufu’ : Kesamaan/kesetaraan antara calon suami dan calon isteri dalam perkawinan. 
Kufu’ yang dimaksud adalah dalam segi agama dan akhlak semata, bukan perbedaan kelas sosial dan yang sebangsanya. 
Kufur : artinya menutupi; menutup-nutupi wujud Allah. 

L
LailatulQadar : Malamketetapan atau malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa beribadah pada malam itu akan diberi balasan yang berlipat dan diampuni dosa-dosanya. 
Li’an : Kutukan atau sumpah dari suami kepada istrinya yang dituduhnya berzina dengan laki-laki lain ; suami dapat mengajukan 4 orang saksi yang menguatkan tuduhannya, jika tidak bisa mendapatkannya maka suami harus mengadakan tuduhan di depan hakim yang disertai sumpah demi Allah 4 kali disertai kutukan jika dirinya berdusta. 
Luqathah : Mengambil barang terccer di jalanan umum atau di suatu tempat. Barang yang ditemukan harus diumumkan dalam waktu 1 tahun dengan berulang kali, jika tidak ada yang mengklaim, maka bolehlah dimilikinya. 

Ma’rifat : tertentu. 
Madaniyah : ayat atau surat yang turun seduah hijrah; baik ia turun di Makkah ataupun di Madinah, ataupun di dalam salah satu perjalanan. 
Madzi : Air putih bergetah yang keluar sewaktu mengingat senggama atau ketika sedang bercanda, kadang-kadang keluarnya tidak terasa. Jika ia menimpa badan wajib dicuci, dan jika menimpa kain, cukuplah dengan memercikkan air. 
Mafhum : hukum yang tidak ditunjukkan oleh ucapan lafad itu sendiri, tetapi dari pemahaman terhadap ucapan lafazh tersebut. 
Mafquud : orang yang pergi dan terputus kabar beritanya, tidak diketahui dimana dia, masih hidup atau sudh mati. 
Mahjub : Orang yang terdinding atau terhalang mendapatkan harta warisan karena adanya ahli waris lain yang nasabnya lebih dekat kepada si mati (karena adanya hajib).
Mahjuub : orang yang terhalang dari warisan karena adanya orang lain. Mahruum : orang yang tidak berhak untuk memperoleh warisan. 
Majusi : orang yang menyembah api atau cahaya: Mazdaisme. 
Makiyah : surat atau ayat yang diturunkan di Makkah (sebelum hijrah). 
Makruh : sesuatu yang jika dikerjakan tidak berdosa dan jika ditinggalkan mendapat pahala, sehingga larangan yang tidak keras itu sebaiknya ditinggalkan. Misalnya merokok. 
Manthuq : hukum yang ditunjukkan oleh ucapan lafazh itu sendiri. Mashlahah : kepentingan, manfaat. mayit. 
Mu’allaq; hadits : Hadits yang tanpa menyebutkan sanad (rangkaian orang-orang yang meriwayatkannya). 
Mu’jizat : perkara luar biasa yang disertai tantangan dan tidak ada yang sanggup menjawab tantangan tersebut. 
Muallaf : Orang yang perlu dijinakkan hatinya kepada Islam akibat keislamannya masih lemah atau agar tidak berbuat durhaka kepada kaum muslimin. 
Muamalat : Segala sesuatu yang berkenaan dengan jual beli, tukar-menukar, dll. yang dapat bermanfaat kepada orang lain dengan hukum-hukum yang ditetapkan syari’at. 
Mubah/ja’iz : sesuatu yang jika dikerjakan tidak berpahala dan tidak berdosa, dan betitu pula jika ditinggalkan. Mislanya makan yang halal, menulis, dll. 
Mubayyan : lafazh yang jelas dan tegas penunjukannya. 
Mudda’i (Pendakwa) : orang yang meminta hak. 
Muflis (Bangkrut) ; orang yang tidak memiliki apa-apa yang dapat dipergunkan untuk menutupi kebutuhannya. 
Mugholazhah;Najis : Adalah najis berat brupa anjing, babi dan anak dari keduanya. Cara menyucikannya dengan membasuh sebanyak 7 x dan salah satunya dicampur dengan tanah. Muhkam-ayat : ayat yang terang, tegas maksudnya dan dapat dipahami dengan mudah. 
Mujmal : lafazh yang kurang tegas penunjukannya 
Mukhaffafah; Najis : Adalah najis ringan berupa kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan selain ASI. Cara mencucinya cukup menyiramkan air di atas benda yang kena najis itu atau memercikkannya. 
Musaqah : Perjanjian antara dua pihak , pihak pertama menyerahkan tanahnya kepad pihak kedua untuk ditanami dengan syarat bagi hasil atau berdasar perjanjian lain yang disetujui bersama; hukumnya jaiz (boleh). 
Musyakalah : menyebutkan sesuatu dengan lafazh lainnya karena terjadinya sesuatu itu padanya; baik secara tahqiq ataupun taqdir. 
Musyrik : laki-laki yang menyekutukan Allah, dan jika perempuan disebut musyrikah. 
Musytarak; kata : Mempunyai beberapa makna. Mutasyabih-ayat : ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak 
Mutawassithah; Najis : Adalah najis pertengahan; misalnya darah, kotoran manusai,dll. Cara mencucinya dengan mencuci rupa najis itu dengan air. 
Mutlaq : lafazh yang menunjukkan kepada satu satuan tertentu tetapi tanpa pembatasan. 
Mutrif : orang/pihak/rezim sebagai pemegang dan penghambur harta rakyat/negara. 
Muushaalah : penerima wasiat. 
Muushaa : barang yang diwasiatkan. 
Muushii : pemberi wasiat. 
Muwalat : Berturut-turut membasuh anggtota demi anggota; tidak menyela wudhunya dengan pekerjaan lain. 
Muzara’ah : Kerjasama antara pemilik tanah dengan pemilik benih untuk mengolah tanah pertanian atau ladang atau sawah, sedangkan benihnya dari petani yang bekerja kemudian diadakan persetujuan bersama yang diatur dalam bagi hasil. Jika benih berasal dari pemilik tanah, maka disebut Mukhabarah. 

Najis (Kotoran) : Kotoran yang harus disucikan karena menyebaabkan tidak sahnya shalat. 
Nakirah : tidak tertentu. 
Namimah : memindah membuka amanat rahasia kepada orang lain yang berakibat timbulnya fitnah. 
Nenek Shahihah : nenek yang nasabnya dengan si mayit tidak diselingi oleh kakek yang fasid. 
Niat : (menyegaja) dengan sungguh-sunggguh untuk melakukan sesuatu, demi mengharap keridhaan Allah dan mematuhi peraturannya. Niat merupakan perbuatan hati semata, tidak ada sangkut pautnya dengan lisan, dan mengucapkannya tidaklah disyari’atkan. 
Nifas : Darah yang keluar dari kemaluan disebabkan melahirkan anak, walaupun itu berupa keguguran. 
Nikah Muhallil : (Kawin Rekayasa) adalah perkawinan seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang telah ditalak 3 oleh bekas suaminaya, setelah kawin istrinya tidak dikumpuli tetapi dicerai agar bisa balik (secara hukum) kepada suami pertama. Rasul mengutuk 
Muhallil (laki-laki yang menghalalkan nikah) dan muhallal (minta dihalalkan nikah) HR. Turmudzi. Nikah Mut’ah : (Kawin Kontrak) adalah pernikahan sementra untuk jangka waktu tertentu. Rasul telah mengharamkannya hingga hari kiamat. 
Nikah Sighar : (Kawin Silang) adalah pernikahan yang dalam peminangan dikatakan : kawinkanlah aku dengan anak perempuanmu (saudara perempuanmu) maka aku akan kawinkan engkau pula dengan anak perempuanku (saudara perempuanku)- tanpa mas kawin. Menurut riwayat Ibn Umar, Rasul melarang nikah syighar ini. 
Nusyuz : meninggalkan kewajiban bersuami istri; nusyuz dari pihak suami misalnya bersikap kasar dan keras terhadap istri, tidak mau menggaulinya dan tidak memberikan hak-haknya. Nusyuz dari pihak istri misalnya meninggalkan rumah tanpa seizin suami. 

Pakaian Haram : pakaian dari sutera dan emas bagi laki-laki, pakaian perempuan yang dipakai laki-laki, pakaian laki-laki yang dipakai perempuan, pakaian kemegahan dan kesombongan (syuhrah), pakaian yang berlebiihan. 
Pakaian Sunnat : pakaian yang mengandung hiasan dan keindahan. 
Pakaian Wajib : pakaian yang menutupi ‘aurat, melindungi dari panas dan dingin dan menjauhkan bahaya. 
Pemelihara : orang yang diserahi untuk mengurus orang yang berada dalam pembatasan (hajru). 

Qadaf : Tuduhan tidak terbukti kepada seseorang bahwa ia telah melakuakn perzinahan sedangkan 4 oang saksi tidak ada yang melihatnya dengan jelas satu bentuk coitus (senggama). Islam telah menetapkan adanya hukuman kepada penuduh yang tidak benar itu dengan pukulan cambuk sebanyak 80 kali. 
Qardh : Perjanjian sesuatu kepada orang lain dalam bentuk pinjaman yang akan dibayar dengan nilai yang sama, misalnya pinjaman 100.000 harus dibayar dengan 100.000 juga. 
Qiradh : Pemberian pinjaman modal kepada orang lain untuk diperdagangkan yang bentuk keuntungannya diatur dalm suatu perjanjian bersama. 
Qiyas : membandingkan satu masalah kepad apa yang pernah terjadi dengan mempergunakan analisa yang lebih tepat dengan mengambil contoh kepada pokok terdekat. Misalnya beras dapat digolongkan kepada gandum dengan alasan sebagai bahan makanan yang mengenyangkan. 
Qodar : ketentuan yang bersifat alternatif (pilihan); misalnya: mau kaya atau miskin, mau sehat atau sakit, mau pandai atau bodoh, dll. 
Qodho : ketentuan yang tidak mampu manusia memilihnya (menerima atau menolak); misalnya: sakit, mati, hujan, gempa bumi, angin topan. Semuanya mutlak kehendak dan ketentuan Allah. 
Qunut : Do’a yang dibaca pada raka’at terakhir sesudah ruku’/i’tidal baik pada shalat shubuh maupun pada shalat fardhu lainnya. 

Radd : pengembalian apa yang tersisia dari bagian dzawul furudh nasabiyah kepada mereka, sesuai dengan besar-kecilnya bagian mereka. 
Rahan (Gadai) : Penitipan barang kepada orang lain dengan tujuan untuk beroleh satu pinjaman dan barang tersebut digadaikan seperti titipan untuk memperkuat jaminan pinjamannya. 
Riba Fadhal : Jual-beli atau tukar-menukar terhadap satu barang yang zatnya sama tapi lualitasnya berbeda. misalnya barang 1 kilo ditukar dengan 2 kilo karena beda mutu; atau pinjam 15.000 bayar 20.000; kedua cara tersebut hukumnya haram. 
Riba Nasi’ah : Pinjaman dengan keharusan untuk memberikan tambahan (riba) atau bunga ketika akan membayarnya, hukumnya haram. 
Riba : Sesuatu yang bertambah, terjadi dalam bentuk tukar-menukar, hutang-piutang, pinjam-meminjam dsb. Hukumnya haram.
Rikaz : (Harta Temuan) adalah; 1. harta terpendam/harta karun yang ditanam oleh orang-orang dahulu yang isinya antara lain emas dan perak. 2. Segala hasil benda-benda tambang yang baru diketemukan dan semua hasil yang berasal dari lautan baik dalm bentuk ikan, emas, perak, kuningan, besi, minyak tanah, garam, kayu, dll. Besaran zakatnya adalah 20%. 
Riya (pamer) : orang yang berbuat hanya sekedar untuk mendapat pujian dari orang lain. 
Rujuk : mencabut, menarik kembali pendapat, ucapan, dsb. 
Rujuk : kembali kepada perkawinan semula tanpa melalui akad nikah baru dengan syarat tidak melewati batas waktu iddah yang telah ditetapkan. 
Rujukan : tempat kembali, sumber, referensi. 
Ruqba : Pemberian suatu benda kepada orang lain dengan perjanjian: jika penerima sudah mati maka barang itu kembali kepada si pemberi. tetapi jika pemberi mati terlebih dahulu maka barang itu menjadi milik penerima, hukumnya jaiz (boleh). 
Ruqbaa : pemilikan barang bagi siapa yang masih hidup diantara dua orang. 

S 
Sabilillah : Segala bentuk kebaikan yang berguna untuk umum, juga penuntut ilmu, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. 
Safah (Dungu) : tidak sempurna akal, tidak mempunyai kecerdasan untuk memelihara dan mempergunaknan harta menurut cara yang benar. 
Shadaqah : menghibahkan apa yang diinginkan pahalanya di akherat. 
Shadaqah : Pemberian yang bermanfaat kepada orang lain, misalnya makanan, minuman atau harta dengan tidak mengharap balasan kecuali ridha Allah semata. 
Shalat Dhuha : Shalat sunah 2 raka’at atau 8 raka’at atau 12 raka’at yangwaktunya mulai terbitnya matahari setinggi tombak (sekitar jam 8 pagi) hingga menjelang waktu dzuhur. 
Shalat Hajat : Shalat sunah 2 raka’at yang waktunya tidak ditentukan, sesudah bersalam maka berdo’alh kepada Allah sesuai dengan hajatnya. 
Shalat Istikharah : Shalat sunah 2 raka’at minta pilihan terbaik kepad Allah, waktu mengmalkannya tidak ada ketentuan. Sesudah shalat maka memohonlah do’a kepada Allah akan segala apa yang menjadi pilihan dari hajatnya. 
Shalat Istisqa' : Shalat sunah 2 raka’at untuk meminta hujan yang dikerjakan dengan berjama’ah. 
Shalat Khauf : Shalat ketika dalam keadaan ketakutan, misalnya peperangan. 
Shalat Khusuf : Shalat sunah 2 raka’at jika terjadi gerhana bulan, jika terjadi gerhana matahari disebut shalat kusuf
Shalat Musafir : Shalat sunah 2 raka’at ketika akan bepergian atau pulang dari bepergian. 
Shalat Rawatib : Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu (qobliyah dan Ba’diyah). 
Shalat Tahajjud : Shalat sunah 2 raka’at yang jumlahnya tidak dibatasi, diahiri dengan shalat witir. Waktunya setelah bangun tidur pada waktu Isya atau sedudah larut malam hingga menjelang shubuh. 
Shalat Tahiyatul Masjid : Shalat sunah 2 raka’at ketika telah memasuki masjid. 
Shalat Tarawih : Shalat sunnah yang dikerjakan secara berjama’ah pada bulan Ramadhan. 
Shalat Thuhur : Shalat sunah 2 raka’at sesudah selesai berwudhu’; sering disebut shalat sunah wudhu’. 
Shalat Witir : Shalat yang bilangan roka’atnya ganjil, mislanya satu, tiga, lima, tujuh, sembilan atau sebelas raka’at. 
Shalat : Ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir bagi Allah dan disudahi dengan memberi salam. 
Shighah : ucapan, lafazh. 
Shul-hu : Perdamaian atau meniadakan perselisihan karena terikat oleh perjanjian atau hukum. Sihir : jampi dan mantera serta perkataan yang diucapkan, atau menggunakn sesuatu yang dapat berpengaruh pada badan, hati atau akal orang yang terkena sihir secara langsuang.
Silsilatul Baul : Orang yang ditimpa saban-saban kencing. 
Sujud Sahwi : Sujud karena kelupaan atau karena meninggalakn salah satu di antara rukun-rukun shalat, misalnya meninggalkan tasyahud awal; sebagai gantinya maka melakukan sujud 2 kali sebelum salam yang diiringi dengan salam. 
Sujud Syukur : Sujud sebagai ucapan/ungkapan terima kasih kepada Allah sesudah memperoleh keuntungan atau terlepas dari marabahaya atau karena menerima berita yang menggembirakan. Caranya ialah bersujud 1 kali diawali niat dan takbiratul ikhram, dan diahkhiri dengan salam. Bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, tanpa harus wudhu dulu ataupun suci badan. 
Sujud Tilawah : Sujud setelah membaca ayat-ayat sajadah atau mendengar bacaan ayat-ayat sajadah jika pembacanya bersujud. 
Sunnah/hadits : segala perbuatan, percakapan dan segala sesuatu yang dibiarkan oleh Nabi (taqrir); sunnah/hadits adalah sebagai sandaran hukum islam. 
Sunnah/Mustahab/Mandub : sesuatu yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa; misalnya puasa senin-kemis, dll. 
Syarat : Apa yang mengkibatkan tiada hasilnya sesuatu bila ia tidak ada. Syari’at : melakasanakan perintah wajib dengan segala bentuknya 
Syarikah : Perkongsian yang terjadi antara dua pihak atau beberapa pihak untuk menarik keuntungan, misalnya dalam usaha perdagangan, hukumnya jaiz atau mubah (boleh). 
Syirik : mengakui bahwa Allah itu ada tetapi ada yang menyertai dan menyamainya 
Syuf’ah : Hak paksa menguasai suatu barang yang tidak dapat dibagi. Misalnya tanah atau rumah yang dipunyai dengan berserikat. Jika batas-batas atau bagiannya telah jelas maka hak orang tersebut dapat dijual kepada orang lain, tetangganya lebih berhak menerima tawaran lebih dahulu dibanding calon pembeli lain. 

Ta’khir : mengakhirkan. 
Ta’zhim : mengagungkan. 
Tabarruk : mencari berkah. 
Tadabbur : mengkonsentrasikan hati untuk memikirkan makna yang diucapkannya seningga ia mengetahui maksud dan arti setiap ayat yang dibacanya. 
Taghrib : kelompok yang mampu meneruskan pendidikan ke luar negeri (negara barat) 
Takhaaruj : perdamaian antara ahli waris untuk mengeluarkan sebagian mereka dari pewarisan dengan imbalan tertentu. 
Tamyiz : Bisa membedakan yang antara yang baik dan buruk. 
Taqdim : mendahulukan. 
Taqlid : mengikuti satu ajaran yang antara lain hukum Islam tanpa ditunjukkan oleh gurunya dengan cara yang pasti baik dengan bukti maupun dalil sehingga mengarah kepada ikut-ikutan dalam menerima ajaran hukum tersebut. Cara ini tidak dibenarkan. 
Tarjih : Mengambil yang lebih baik. 
Tarjih : memilih yang paling benar diantara yang benar; cara ini dilakukan jika ia memenuhi syarat-syarat ijtihad, dan menguasai ilmu Al-qur’an dan Hadits. 
Tartil : membaca huruf secar tajwid (baik ddan tepat) dan mengetahui waqaf
Tasawuf : sikap dan perilaku hidup sederhana dan menjauhi kesenangan dan kemewahan hidup duniawi. 
Tasyrif : memuliakan. 
Tatswib : Mengucapkan kata “Ashshalatu khoirum minan naum” setelah “Hayya ‘alal Falah” pada adzan subuh. 
Tauhid Asma’ wa Sifat : menetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya berupa nama-nama yang baik, dan sifat yang mulia bagi Allah, tanpa penyelewengan, penafian, bertanya bagaimana dan penyerupaan. 
Tauhid Rububiyah : mengesakan Allah dengan perbuatan-Nya, sepertri penciptaan, memberi rezeki, menghidupkan, dsb. 
Tauhid Uluhiyah ; mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan ibadah, seperti shalat, nazar, sedekah, dll. 
Tawarruk; Duduk : Duduk dengan menegakkan kaki kanan sambil menghadapkan jai-jarinya ke arah kiblat dan melipatkan kaki kiri di bawahnya sambil duduk dengan panggul di atas lantai. 
Tayammum : Bersuci dengan menggunakan debu sebagai ganti wudhu atau mandi karena berhalangan memakai air. Mulai membasuh yang kanan dari yang kiri, kedua tangan maupun kaki. 
Thawaf Ifadhah : (Thawaf Ziarah) adalah thawaf yang dikerjakan pada hari raya haji dan termasuk dalam rukun haji, boleh ditangguhkan pada hari-hari tinggal di Mina. 
Thawaf wada’ : (Thawaf Perpisahan) Kewajiban berthawaf bagi semua orang yang berhaji kecuali wanita-wanita yang haid dan nifas, ketika jama’ah haji akan pulang ke negaranya. 
Thuma’ninah : Ketenangan sementara waktu setelah stabil atau mantapnya kedudukan anggota, yang jangka waktunya oleh ulama ditaksir sekurang-kurangnya selama satu kali bacaan tasbih. 
Tirkah : (Peninggalan) harta dan apa saja yang ditinggalkan oleh si mayit. 

Ukht : saudara perempuan 
Ulul Arham : Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan si mati atau tergolong keluarga dekat tetapi tidak termasuk sebagai ahli waris. Misalnya kakek/nenek dari pihak ibu, keponakan permpuan, dll. 
Umm : ibu 
Umra : Pemberian sesuatu benda atau barang berharga kepada seseorang, hanya untuk selama hidup orang yang diberi itu. 
Ushul Fiqih : Pengetahuan tentang kaidah-kaidah fiqih guna mendapatkan penyelesaian terhadap hukum syari’at ke arah pemikiran yang lebih tepat dengan disertai dalil-dalil pokok. 

Wadi : Air putih kental yang keluar mengiringi kencing. Ia adalah najis tanpa pertikaian. Aisyah: “adapun wadi ia adalah setelah kencing, maka hendaklah seseorang mencuci kemaluannya lalu berwudhuk dan tidak usah mandi.” 
Wadi’ah : Artinya titipan. 
Wakaf Dzurri : wakaf untuk anak cucu atau kaum kerabat dan orang-orang fakir. 
Wakaf Khairi : wakaf untuk kebaikan umum. 
Wakaf : menahan harta dan memberikan manfaatnya di jalan Allah. 
Wakalah : Penyerahan perwakilan misalnya penyerahan satu tugas terhadap orang lain. Termasuk Panitia zakat fitrah atau panitia yang diberi tugas untuk membagi-bagikan daging kurban. 
Wali Allah : orang yang beriman dan selalu bertakwa, taat, patuh, dan dekat kepada Allah. 
Wali : penguasa atau laki-laki yang merestui atau mengijabkan akad-nikah kepada calon mempelai laki-laki atau kepada wakilnya. 
Walimah : Pesta atau kenduri yang diadakan pada acara pernikahan walaupun dengan memotong seekor kambing; hukumnya sunaah. 
Waqaf : menghentikan bacaan. 
Waqaf : Pemberian harta kepada sekelompok tertentu dari umat Islam untuk diambil manfaatnya untuk selamanya. 
Warisan : harta peninggalan yang diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. 
Wasiat : pemberian untuk dimiliki oleh orang yang diberi sesudah pemberinya mati. 
Wasiat : Pesan dari orang yang akan meninggal kepada yang hidup untuk menjalankan sesuatu yang dipesan olehnya, hukumnya sunnah. 
Wasifah/kasifah : artinya ketat menampakkan bentuk badan dan tipis, seningga tampak bagian di bawah bajunya. 
Wudhu : Bersuci dengan air mengenai muka, kedua tangan, kepala, dan dua kaki. Wukuf : Datang, berada atau berhenti di Arafah baik dalam keadaan tidur, bangun, berkendaraan atau berjalan. Waktunya dimulai sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. 

Zakat Fitrah : Zakat dalam bentuk makanan yang mengenyangkan seperti beras atau jagung yang menjadi makanan pokok bagi yang mengeluarkan zakat sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter, boleh pula diganti dengan harga pada waktu itu. Hukumnya mengeluarkannya wajib bagi setiap muslim tanpa kecuali. Waktu mengeluarkan zakat fitrah adalah mulai sejak 1 Ramadhan sampai sebelum shalat idul fitri dimulai. 
Zakat : Keewajiban mengeluarkan harta bagi orang-orang yang mampu menurut hukum syari’at, untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya guna penyucian diri terhadap harta mereka. 
Zauj : suami. 
Zaujah : istri. 
Zhalim : menghakimi perkara antara 2 pihak dengan tidak adil, merampas hak orang lain, dll. 
Zhihar : Ucapan suami yang menyamakan istrinya dengn ibunya. Haram hukumnya bagi suami-istri itu “berkumpul”, kecuali setelah membayar denda kafaran zhihar.



gemar membaca
Gemar Membaca Sejak Dini
Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Blog jadipintar.com menerima sumbangan isi kamus untuk ditambahkan pada kamus di atas, silakan tulis di kotak komentar.
-------------------------------------------------------------------------------------------

                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Koleksi pribadi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kamus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar