Kamis, 23 Mei 2013

Arti Syirik Sebagai Dosa Tak Berampun

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Syirik merupakan bentuk kemaksiatan yang paling besar kepada Allah, syirik merupakan sebesar-besar kezhaliman, sebesar-besar dosa yang tidak akan diampuni Allah. Syirik adalah lawan dari tauhid. Jika yang dimaksud dengan tauhid adalah mengesakan dan mengkhususkan Allah dalam perbuatanNya (rububiyah), dalam hal ibadah (uluhiyah), dan dalam hal nama dan sifatNya (asma’ wa sifat), maka syirik adalah kebalikannya, yaitu menyekutukan Allah dalam hal yang sebenarnya menjadi kekhususan bagi Allah, baik dalam perbuatanNya, ibadah, atau dalam hal nama dan sifatNya. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?”. Maka beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” Abdullah berkata, “Kukatakan kepadanya; Sesungguhnya itu benar-benar dosa yang sangat besar.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Lalu, kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Lalu, kamu berzina dengan istri tetanggamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Sungguh, aku bersumpah dengan nama Allah tapi dusta itu lebih aku sukai daripada bersumpah dengan selain nama Allah meskipun jujur.” Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Kalau sikap seperti itu yang diterapkan terhadap syirik ashghar, lantas bagaimanakah lagi sikap terhadap syirik akbar yang menyebabkan pelakunya kekal di neraka?” (lihat Fath al-Majid, hal. 402).
Syaikh Zaid bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata, “Setiap amal yang dipersembahkan oleh orang tanpa dibarengi tauhid atau pelakunya terjerumus dalam syirik maka hal itu tidak ada harganya dan tidak memiliki nilai sama sekali untuk selamanya. Karena ibadah tidaklah disebut sebagai ibadah [yang benar] tanpa tauhid. Apabila tidak disertai tauhid, maka bagaimanapun seorang berusaha keras dalam melakukan sesuatu yang tampilannya adalah ibadah seperti bersedekah, memberikan pinjaman, dermawan, suka membantu, berbuat baik kepada orang dan lain sebagainya, padahal dia telah kehilangan tauhid dalam dirinya, maka orang semacam ini termasuk dalam kandungan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Kami tampakkan kepada mereka segala sesuatu yang telah mereka amalkan -di dunia- kemudian Kami jadikan amal-amal itu laksana debu yang beterbangan.” (QS. al-Furqan: 23).” (lihat Abraz al-Fawa’id min al-Arba’ al-Qawa’id, hal. 11).

1. Lingkup Syirik

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Syirik itu ada 2 macam:
1. Syirik dalam Rububiyyah :
Yaitu menjadikan sekutu selain Allah yang mengatur alam   semesta, sebagaimana firmannya :
       قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِۖ لَا يَمۡلِڪُونَ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَلَا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَمَا لَهُمۡ فِيهِمَا مِن شِرۡكٍ۬ وَمَا لَهُ ۥ مِنۡہُم مِّن ظَهِيرٍ۬
Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap [sebagai tuhan] selain Allah, mereka tidak memiliki [kekuasaan] seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam [penciptaan] langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya". (QS.Saba':22).
2. Syirik dalam Uluhiyyah : 
    Yaitu beribadan (berdo'a) kepada selain Allah, baik dalam bentuk do'a ibadah maupun  do'a masalah.
Maka barangsiapa menyembah dan berdo'a kepada selain Allah berarti ia meletakkan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, dan itu merupakan kezhaliman yang paling besar.  إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ۬ 
"Sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS.Luqman: 13).
Dari Abu Baktah r.a., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar?" (Beliau mengulanginya tiga kali). Mereka (para sahabat) menjawab: "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua." Ketika itu beliau bersandar lalu duduk tegak seraya bersabda: "Dan ingatlah, (yang ketiga) berkata dusta/menjadi saksi palsu!" Perawi berkata: "Beliau terus mengulanginya hingga kami berharap beliau diam. (HR.Bukhari no.2654, 5976, 6919; Muslim no.88).
Contoh -contoh perbuatatan syirik diantaranya adalah Berdo'a kepada selain Allah, seperti berdo'a meminta suatu hajat, isti'anah (minta tolong), istighatsah (minta tolong disaat sulit) kepada orang mati, baik itu kepada Nabi, wali, habib, kyai, jin maupun kuburan keramat, atau minta rezeki, minta kesembuhan penyakit dari mereka atau kepada pohon dan lainnyaselain Allah adalah syirik akbar (syirik besar).
وَمَن يَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَـٰنَ لَهُ ۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ ۥ عِندَ رَبِّهِۦۤ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS.Al-Mu'minum: 117).


2. Sebab-Sebab Syirik

  1. Mengagumi dan mengagungkan sesuatuSecara fitrah manusia suka mengagumi kepahlawanan, sesuatu yang agung dan luar biasa. Dari rasa kagum ini muncul keinginan untuk mengagungkan. Pada dasarnya mengagumi dan mengagungkan sesuatu itu bukanlah suatu cacat dan tidak membahayakan keimanan. Bahkan dalam beberapa hal mengagumi dan mengagungkan atau menghormati itu diperintahkan, seperti mengagumi dan mengagungkan atau menghormati kedua orang tua, mengagungkan Rasulullah saw. dan mengagungkan ulama. Namun penyimpangan akan terjadi manakala mengagungkan itu dilakukan secara berlebih-lebihan yang membawa kepada kultus, yaitu memberikan sebagian sifat-sifat yang hanya dimiliki Allah kepada makhluk. Dari penyimpangan inilah banyak timbul kemusyrikan dalam sejarah umat manusia. Sebagai contoh kaum Nabi Nuh as. mempunyai beberapa patung berhala yang mereka jadikan tuhan yang disembah, seperti Yaghuts, Ya'uq dan Nasr. Yaghuts, Ya'uq dan Nasr ini dulunya nama orang-orang sholeh yang hidup di antara zaman nabi Adam dan nabi Nuh
  2. Rasionalitas. Cenderung mengimani yang konkrit dan lalai mengimani yang abstrak. Dalam diri manusia terdapat dua kecenderungan fitrah yang sempurna. Pertama, kecenderungan mengimani yang bersifat nyata atau konkrit, yakni yang dapat ditangkap oleh indera baik penglihatan, pendengaran,  ciuman, rasa atau sentuhan. Kedua, kecenderungan mengimani yang ghaib, yakni yang tidak tertangkap oleh indera. Kalau kecenderungan pertama di atas selain  dimiliki oleh manusia,  juga oleh makhluk lain, namun kecenderungan kedua khusus dimiliki oleh manusia. Inilah karunia,  kemuliaan dan sekaligus keistimewaan yang diberikan Allah kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Contoh bentuk di atas adalah orang-orang Arab jahiliyah, mereka mengetahui bahwa Allah itu ada dan sebagai Pencipta, namun mereka menyekutukan Allah dengan jin, malaikat, berhala yang mereka sembah, mereka menyangka bahwa sembahan-sembahan itu dapat mendekatkan diri kepada Allah. Begitu juga orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim bahwa Uzair dan Isa bin Maryam adalah anak Allah.
  3. Dikuasai nafsu. Di antara penyakit yang menimpa fitrah manusia dan membawa kepada kemusyrikan ialah selalu mengikuti kehendak hawa nafsu. Hal ini karena ketika fitrah manusia bersih dan lurus, ia akan menerima segala ajaran Allah denga ridha, dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakannya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah dan mengharapkan ridha-Nya. Namun ketika seseorang dapat dikalahkan hawa nafsunya, maka iapun merasa sempit untuk menerima dan melaksanakan ajaran-ajaran Allah dan lebih cenderung untuk mengikuti hawa nafsunya. 
  4. Sombong. Sombong juga merupakan penyakit yang dapat menimpa fitrah manusia sehingga    ia   menyimpang dari bentuknya yang lurus dan menjatuhkannya dalam kemusyrikan. Sombong ada beberapa derajat, dimulai dari menganggap remeh terhadap manusia dan berakhir dengan tidak mau beribadah kepada Allah.
  5. Kedzaliman penguasaDi antara penyebab syirik yang terpenting dalam sejarah kehidupan manusia adalah adanya para penguasa diktator atau penguasa yang berbuat sewenang-wenang (thaghut), yang ingin memperbudak dan menundukkan manusia untuk kepentingan dan hawa nafsu mereka sendiri. Dengan demikian mereka menolak untuk berhukum dengan hukum dan aturan Allah. Mereka pun membuat hukum dan aturan sendiri yang tidak disyari'atkan Allah, sehingga mereka menentukan halal dan haram sesuai dengan keinginan dan kehendak hawa nafsu mereka. Kemudian hukum dan aturan yang mereka buat itu dipaksakan kepada manusia karena kekuasaan  yang mereka miliki.

3. Ancaman Bagi Orang Yang Berbuat Syirik

1. Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepada-Nya, jika ia mati dalam kemusyrikannya dan tidak bertaubat kepada Allah. 
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua) dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya) dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya dia telah melakukan dosa yang besar. (Q.S.An-Nisa: 48).
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا 
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua) dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya); dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua), maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh. (Q.S. An-Nisa: 116).
2. Diharamkan baginya surga
إِنَّهُ ۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَٮٰهُ ٱلنَّارُ‌ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ۬ 
artinya: Sesungguhnya orang yang mempersekutukan [sesuatu dengan] Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS.Al-Ma'idah: 72). 
3. Syirik menghapuskan pahala seluruh amal kebaikan.
    وَلَوۡ أَشۡرَكُواْ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ   
Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS.Al-An'am: 88). 
4.Orang musyrik itu halal darah dan hartanya.    
فَٱقۡتُلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡ وَخُذُوهُمۡ وَٱحۡصُرُوهُمۡ وَٱقۡعُدُواْ لَهُمۡ ڪُلَّ مَرۡصَدٍ۬‌ۚ
Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. (QS.At-Taubah: 5).

4. Jenis-Jenis Syirik

1. Syirik besar
    Adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti: 
  • Berdo'a kepada selain Allah.
  • Mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan dan lainnya.
  • Seseorang takut kepada orang mati (mayit) yang (menurut pikirannya) akan membahayakan dirinya.
  • Menharapkan/meminta sesuatu kepada selain Allah, yang tiada kuasa memberikan manfaat ataupun mudharat.
Macam-macam syirik besar:
    1. Syirik do'a : yaitu disamping ia berdo'a kepada Allah, ia juga berdo'a kepada selain-Nya.
    2. Syirik niat, keinginan dan tujuan: yaitu ia menunjukkan suatu bentuk ibadah untuk selain Allah.
    3. Syirik ketaatan: yaitu mentaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah.
    4. Syirik mahabbah (kecintaan): yaitu menyamakan Allah dengan selain-Nya, dalam hal kecintaan,
    Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal   di dalam neraka, jika ia menginggal dunia dalam keadaan musyrik dan belum bertaubat darinya.

    2.Syirik Ashghar (kecil)
       Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi kesempurnaan  tauhid dan merupakan wasilah (jalan, perantara) kepada syirik besar.
    Syirik kecil ada 2 macam:
    1. Syirik zhahir (nyata), yaitu syirik kecil dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan selain nama Allah. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik." (HR.At-Tirmidzi(1535), Al-Hakim(I/18,IV/297), Ahmad (II/34, 69, 86) dll.). Syirik dan kufur yang dimaksud di sini adalah syirik dan kufur kecil. Dari Ibnu Abbas r.a.: bahwa Rasulullah bersabda: "Apabila seseorang daari kalian bersumpah, janganlah ia mengucapkan: 'Atas kehendak Allah dan kehendakmu, akan tetapi hendaklah ia mengucapkan: 'Atas kehendak  Allah kemudian kehendakmu'"(HR.Ibnu Majah (no.2117)). Adapun contoh syirik dalam perbuatan, seperti: 
    • Memakai benang, gelang, dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal marabahaya.
    • Menggantungkan jimat (tamimah) karena takut dari 'ain (mata jahat) atau lainnya.
      2.  Syirik Khafi (tersembunyi) yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti Riya', (ingin dipuji orang) dan sum'ah (ingin didengar orang), dan lainnya. Misalnya memperbagus shalatnya (karena dilihat orang) atau bershadaqah agar dipuji orang atau memperindah suaranya dalam membaca Al-Qur'an agar dipuji dan disanjung orang.
    Suatu amalan apabila bercampur dengan riya' maka amal tersebut tertolak, karena Allah memerintahkan kita untuk berlaku ikhlas.
    Mudah-mudahan pengetahuan ini bermanfaat bagi kita, agar terhindar dari bahaya syirik yang mungkin saja tidak kita sadari melakukannya, na'udzu billaahi min dzaalik.
    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sumber:
    Syarah Aqidah ASWJ
    http://abufathirabbani.blogspot.com/2012/11/syirik-pengertian-sebab-sebab-dan-jenis.html

    3 komentar:

    1. Terimakasih atas artikel yang sangat baik ini.

      BalasHapus
    2. Semoga dakwah Islam semakin mengkerucut dengan usaha antum!

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih atas motivasinya, sdr. dari Smk Al-Furqan, mohon do'anya terus dan sesama kita saling mendukung dalam kebaikan dan Taqwa.

        Hapus