Selasa, 02 April 2013

Rekayasa Pada Tanaman Dengan Cangkok, Okulasi dan Kopulasi

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tanaman yang ada di sekitar kita sebenarnya bisa direkayasa agar meberikan hasil yang lebih banyak, lebih kuat atau bahkan mendapatkan varian baru.
Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang teknik-teknik rekayasa yang sebenarnya sudah umum di lakukan oleh masyarakat kita, siapa tahu bisa meng-inspirasi pengunjung untuk melakukannya; bukankah berarti menambah nilai manfaat ?
secara garis besar cara memperbanyak tanaman dibagi kepada 2 golongan besar yaitu secara generatif (dengan biji/cara alami) dan secara vegetatif (rekayasa buatan).

1. Kelebihan secara vegetatif dibandingkan secara generatif adalah:

  1. Identik. Tumbuhan baru yang dihasilkan sama persis dengan induknya.
  2. Cepat berbuah. Untuk Tumbuhan berbuah akan menghasilkan generasi yang cepat dalam berbuah.
  3. Menghasilkan individu baru. Lebih cepat menghasilkan individu baru hasil silangan dibanding mengawinkan secara generatif.
  4. Stok selalu tersedia. Persediaan bahan baku bibit tidak tergantung musim.

2. Beberapa tehnik memperbanyak tanaman secara vegetatif 

  1. Lewat akar. dengan sulur/ rimpang/umbi seperti tanaman Lengkuas, jahe, kunyit, strawberi, bambu, pisang, lidah mertua, talas talasam dls.
  2. Dengan Stek akar seperti tanaman : sukun, anggur, cemara dll.
  3. Lewat daun/pucuk. Memperbanyak dari Tunas daun, beberapa tumbuhan ada yang menumbuhkan tunas tunas baru di ujung daun sepertu cocor bebek.
  4. kultur jaringan, biasanya pengambilan kultur jaringan dilakukan pada bagian daun muda yang merupakan bagian dari tumbuhan yang penuh dengan hormon.
  5. Stek Pucuk, adalah cara memperbanyak melalui pucuk tanaman. dimana teknik ini sangat efisien dibanding dengan stek batang dan akar disebabkan pucuk tanaman lebih banyak dan lebih mudah untuk pengambilannya Lihat Kebun Pangkas.Contoh tanaman yang di stek pucuk : meranti leprosula, meranti balangeran, kapur, gaharu, jambu air, jambu batu, jambu bol, jeruk nipis, jeruk sambel, jeruk manis, mangga, renghas, ficus, jati, gamal dll.
  6. Lewat batang. Misalnya stek batang, Okulasi dan Cangkok. 
Lewat artikel ini penulis akan memaparkan tentang cara vegetatif lewat batang, yakni menjelsakan secara singkat metode mencangkok, Okulasi dan Kopulasi :

1. Mencangkok

Adalah memperbanyak tanaman atau membuat bibit tanaman baru dari suatu pokok tanaman yang telah ada. Tanaman-tanaman yang dapat dicangkok misalnya pohon jambu, rambutan, jeruk, mangga, dll.

Tahapan Mencangkok:
  1. Objek cangkok adalah bagian cabang (dahan); pilih yang berumur sedang (tidak terlalu tua atau terlalu muda), pilih yang berdiameter kira-kira 3 cm.
  2. Keratlah bagian pangkal dahan sepanjang 5 cm lalu kulitnya dikupas.
  3. Bersihkan lendir yang membasahi batang yang telah dikupas sampai kering dan biarkan selama 1 jam.
  4. Balutlah batang yang telah dikupas dengan tanah lalu dibungkus dengan sabut dari luar, ikat kedua ujungnya baik-baik.
  5. Sirami cangkokan setiap hari, terutama jika tidak turun hujan.
  6. Jika cangkokan sudah tumbuh akar artinya proses pencangkokan berhasil; potonglah cangkokan dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  7. Pindahkan/tanam hasil cangkokan ke tempat baru yang disediakan.

2. Okulasi (Menempel)

Adalah memindahkan tunas (entres) dari batang suatu tanaman ke batang tanaman lain yang sejenis.

Tahapannya :
  1. Batang yang dapat diokulasi ialah batang yang telah berdiameter 5 - 6 cm. tunas yang dipindahkan diambil dari pohon yang telah terbukti berbuah dan banyak buahnya; tunas diambil dari dahan (cabang).
  2. Kulit yang bertunas disayat dari pohonnya kira-kira 4 - 5 cm.
  3. Sayat kulit pohon yang diokulasi setinggi 30 cm dari tanah dengan ukuran yang sama dengan tunas tadi.
  4. Tempelkan tunas dengan baik lalu dibungkus dengan kain yang bersih yang telah dicelupkan dalam lilin.
  5. Setelah seminggu bukalah kain, jika tunas telah melekat dan berwarna hijau itu tandanya proses okulasi berhasil.
  6. Setelah okulasi berumur 15 hari, batang di atas tunas dipotong dan bekas potongan dicat.

3. Kopulasi (Menyambung)


Adalah proses rekayasa agar benih-benih tanaman yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat yang sama seperti induknya.
Model menyambung ini banyak dilakukan orang di kebun buah-buahan, tujuannya sama dengan menempel (okulasi), untuk melestarikan sifat induk. Terkadang Benih yang didapat dari biji-biji hasil semaian belum tentu mempunyai sifat yang sama dengan induknya, terutama untuk tanaman hasil perkawinan (tanaman ternyata juga kawin).

Tahapannya :
  1. Pada saat benih telah tumbuh, misalnya batang telah sebesar jari, potonglah kira-kira 1 dm dari tanah.
  2. Carilah ranting tanaman yang baik sifatnya dan besarnya sama dengan batang benih itu.
  3. Potonglah pangkal ranting tanaman itu sedemikian rupa hingga bisa disambung dengan pas pada batang benih.
Semoga bermanfaat, Selamat mencoba.
Sumber:
Trubus
http://persemaian-hutankalimantan.blogspot.com/2012/10/cara-memperbanyak-tanaman.html

1 komentar:

  1. Wait gan,,,
    itu foto mangganya super sekali ya :D
    saya pengen mencangkok rambutan depan rumah tapi masih males, berkat baca postingan ini jadi semangat gan :D
    Hehe. Thnxx

    BalasHapus