Senin, 01 April 2013

Pengertian Penghalang Waris (Hajib) dan Yang Terhalang (Mahjub)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dalam pembagian waris yang sesuai islam ada beberapa aturan yang salah satunya adalah tentang hijab - mahjub.
Prinsip hijab mahjub adalah mengutamakan atau mendahulukan kerabat yang mempunyai jarak lebih dekat daripada orang lain dengan si mati.
Keutamaan itu dapat pula disebabkan oleh kuatnya hubungan kekerabatan seperti saudara kandung lebih kuat hubungannya dibandingkan saudara se-ayah atau se-ibu saja, karena hubungan saudara kandung melalui dua jalur (ayah dan ibu) sedangkan yang se-ayah atau se-ibu hanya melalui satu jalur (ayah saja atau ibu saja).
Di dalam Ilmu Faraidh dikenal istilah hajib  dan mahjub. Arti kata hajib asalnya bermakna "Penjaga Pintu"' secara istilah definisnya adalah keluarga si mati yang meghalangi atau mendinding keluarga lain yang sekerabat untuk beroleh pusaka. Sementara arti Mahjub adalah seseorang yang terhalangi menerima warisan karena adanya ahli waris yang hubungan kekerabatan yang lebih dekat dan lebih kuat kedudukannya.
Dalil yang membenarkan masalah hajib dan mahjub sebagai aturan kewarisan dalam islam adalah surat An-nisa’ : 176: وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَد . . . . . . .
Artinya : Dan dia (saudara lelaki kandung atau seayah) menjadi ahli waris yang dapat warisan apabila yang meninggal itu tidak mempunyai anak.
Berdasarkan ayat ini dapat dipahami bahwa kedudukan saudara adalah mahjub sedang kedudukan anak adalah hajib.


1.  Macam-macam hijab

Hijab terdiri dari dua macam, yaitu :
a.   Hijab Hirman (Tidak mendapatkan)Yaitu terhijabnya seorang ahli waris dalam memperoleh seluruh bagian lantaran ada ahli waris lain yang lebih dekat. Jadi orang yang termahjub tidak mendapatkan bagian apapun karena adanya hajib. Pembagianya adalah sebagai berikut :
1.    Kakek, terhalang oleh :
·      ayah
2.    Nenek dari ibu, terhalang oleh :
·      ibu
3. Nenek dari ayah, terhalang oleh :
·      ayah
·      ibu
4. Cucu laki-laki garis laki-laki terhalang oleh :
·      anak laki-laki
5. Cucu perempuan garis laki-laki terhalang oleh :
·      anak laki-laki
·      anak perempuan dua orang atau lebih
6. Saudara sekandung (laki-laki/perempuan) terhalang oleh :
·      anak laki-laki
·      cucu laki-laki
·      ayah
7. Saudara seayah (laki-laki/perempuan) terhalang oleh :
·      anak laki-laki
·      cucu laki-laki
·      ayah
·      saudara sekandung laki-laki
·      saudara sekandung perempuan bersama anak/cucu perempuan
8. Saudara seibu (laki-laki/perempuan) terhalang oleh :
·      anak laki-laki dan anak perempuan
·      cucu laki-laki dan cucu perempuan
·      ayah
·      kakek
9. Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung terhalang oleh :
·      anak laki-laki
·      cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima ‘asabah ma’al ghair
10. Anak laki-laki saudara seayah terhalang oleh :
·      anak laki-laki atau cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      anak laki-laki saudara laki-laki sekandung
·      saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima ‘asabah ma’al ghair
11. Paman sekandung terhalang oleh :
·      anak atau cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      anak laki-laki saudara laki-laki sekandung atau seayah
·     saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima asabah ma’al ghair
12. Paman seayah terhalang oleh :
·      anak atau cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      anak laki-laki saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima asabah ma’al ghair
·      paman sekandung
13. Anak laki-laki paman sekandung terhalang oleh :
·      anak atau cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      anak laki-laki saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima asabah ma’al ghair
·      paman sekandung atau seayah
14. Anak laki-laki paman seayah terhalang oleh :
·      anak atau cucu laki-laki
·      ayah atau kakek
·      saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      anak laki-laki saudara laki-laki sekandung atau seayah
·      saudara perempuan sekandung atau seayah yang menerima asabah ma’al ghair
·      paman sekandung atau seayah.

b.   Hijab Nuqson (Bagian berkurang). Yaitu penghalang yang menyebabkan berkurangnya bagian seorang ahli waris, dengan kata lain berkurangnya bagian yang semestinya diterima oleh seorang ahli waris karena ada ahli waris lain.

Ketentuan tentang hijab nuqsan ini data terlihat secara nyata dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 11-12. Ahli waris yang menjadi hajib pada hijab Nuqson adalah :
a) Anak laki-laki atau cucu laki-laki
1.  Ibu dari 1/3 menjadi 1/6
2. Suami dari ½ menjadi ¼
3.  Istri ¼ menjadi 1/8
4.  Ayah dari seluruh atau sisa harta menjadi 1/6
5.  Kakek dari seluruh atau sisa harta menjadi 1/6
b) Anak perempuan
1. Ibu dari 1/3 menjadi 1/6
2.  Suami dari ½ mebjadi ¼
3.  Istri ¼ menjadi 1/8
4.  Bila anak perempuan hanya satu orang, maka cucu perempuan dari ½ menjadi ¼
c) Cucu perempuan
1.  Ibu dari 1/3 menjadi 1/6
2.  Suami dari ½ mebjadi ¼
3.  Istri ¼ menjadi 1/8
d) Beberpa orang saudara dalam segala bentuknya mengurangi hakm ibu dari 1/3 menjadi 1/6.
e) Saudara perempuan kandung. Dalam kasus ini hanya seorang diri dan tidak bersama anak atau saudara laki-laki, maka ia mengurangi hak saudara perempuan seayah dari ½ menjadi 1/6.


2. Penjelasan

  • Jenis Penghalang. Penghalang, yang kita kenal dengan istilah Al-Hajib, ini ada dua. 1. Karena sifat, seperti: budak, pembunuh dan berbeda agama. Artinya, meskipun seseorang termasuk ahli anak dari si mayit, tetapi karena anak ini yang membunuh pewaris (yang mewariskan) tadi, anak ini murtad, atau berstatus sebagai budak, tetapi orang tadi tidak berhak mendapatkan harta warisan. 2.Terhalang dengan orang. Artinya, ahli waris-ahli waris tertentu menjadi terkurangi bagiannya atau tidak jadi mendapatkan harta warisan dikarenakan keberadaan ahli waris lain yang lebih berhak. 
  • Ketentuan Allah. Ini bukan masalah kuat dan lemah atau tua dan muda, atau masalah jender; tetapi ini ketentuan dari Allah yang harus ditaati oleh semua kaum muslim, jika tidak ingin dilempar ke neraka. Karena Allah Ta'ala sudah mengancam dalam Al-Qur'an : وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ ۥ يُدۡخِلۡهُارًا خَـٰلِدً۬ا فِيهَا وَلَهُ ۥ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬  " Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat adzab yang menghinakan (QS.An-Nisa: 14).Naudzu billaahi min dzaalik....
  • Tekun dan Sabar. Mempelajari ilmu waris terbilang tidak mudah, selain memerlukan kemampuan dasar ilmu agama juga memerlukan kemampuan dasar matematika dan hapalan yang lumayan encer. Agar pengunjung tidak merasa kesulitan, saya sajikan data lengkap - agar yang banyak terasa sedikit, yang njlimet terasa simpel, dan yang susahpun terlihat jadi mudah.
    Tinggal baca kan lebih mudah, kan ....?
    Atau anda mau belajar menjadi ahli pembagi waris, silakan download Software Pembagi Waris. ini program bisa membagi waris secara otomati, anda tinggal mengisi dafrar ahli warisnya saja. 
    Dan berikut adalah grafik untuk mempermudah mengetahui hajib - mahjub.

                   Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.
                                       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                         
    Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
    Sumber:
    http://bolasantri.blogspot.com/2012/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
    http://www.konsultasisyariah.com/penghalang-untuk-mendapatkan-warisan/

    2 komentar:

    1. nenek meninggal-punya anak 3 laki-laki 3 perempuan-satu anak perempuan nenek telah meninggal sebelum nenek dan punya anak satu perempuan dan dua laki-laki-dari anak nenek yang lain nenek punya cucu 3 laki-laki dan 5 perempuan-nenek alm punya harta warisan rp.157 juta.-bagaimana pembagiannya .

      BalasHapus
    2. Silakan lihat jawabannya di " Forum Konsultasi...." bisa klik dari judul di kotak atas (no.19) atau klik dari teks berjalan di bawah.

      BalasHapus