Selasa, 30 April 2013

Kitab Hadits 9 Imam


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Hadits secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam istilah hadits berarti melaporkan/ mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad saw.
Menurut istilah ulama ahli hadits, hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (taqrîr), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (bi'tsah) dan terkadang juga sebelumnya. Sehingga, arti hadits di sini semakna dengan sunnah.
Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad saw  yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.
Mohon Maaf untuk sementara link haditsnya sedang mengalami perbaikan, harap maklum.

1. Biografi Perawi Hadits

  1. Hadits Shahih Bukhari telah diterima oleh ulama salaf dan Khalaf, yang sebelumnya tidak pernah muncul sebuah buku hadits yang bisa melepaskan diri dari hadits-hadits yang tidak shahih. Dan menurut Dzahabi: "Shahihul Bukhari adalah sebuah buku Islam yang paling agung sesudah al-Qur'an." Kata Syaikhul Islam Ibn Hajar: "Para ulama sepakat menyatakan bahwa Shahih Bukhari lebih istimewa dari Shahih Muslim." Kata Daruquthni: "Tanpa shahih Bukhari maka Shahih Muslim tidak akan muncul." Sedangkan Imam Muslim menyebutnya sebagai Doktor ahli hadits dan kepala para ahli-ahli hadits. Ia berhasil membedakan antara hadits yang shahih dengan yang tidak shahih walaupun dibalik sanadnya dan matannya karena keahliannya.. Karya tulisnya yang bernama 'Aljamiush-Shahih" telah menyita waktunya selama 16 tahun, dan setiap kali akan menulis hadits-hadits itu ia bershalat dua rakaat dan beristikharah kepada Allah. Buku tersebut merupakan buku hadits yang paling shahih diantara buku-buku hadits (sunnah), paling shahih sesudah al-Qur'an, dan para imam ahli hadits mengakuinya untuk diterima umat Islam.  Imam Bukhari terkenal sebagai seorang shaleh, banyak beribadah, dan ahli pengetahuan, sehingga Imam Muslim menyatakan padanya: "Seseorang tidak akan membenci tuan, kecuali yang membenci itu adalah orang dengki, dan saya yakin bahwa di dunia tidak ada yang seperti tuan." yang maksudnya dalam hal kehliannya dalam ilmu hadits. 
  2. Imam Muslim bin Hajjaj menurut Ibnu Shalah lahir tahun 202 H. Dia berasal dari suku Qusyairi (Bani qusyair) yang merupakan golongan suku Arab di Nishapur (Iran), pada wilayah kota Khurasan. Abul Hussein Muslim yang terkenal sebagi ahli hadits ini wafanya pada hari Ahad di Nishapur pada 261 H, dengan berusia selama 55 tahun, dan dimakamkan di Nashar Abad (Nishapur). Beliau adalah penulis Kitab Hadits Shahih (Al-Jami'ush-Shahih) , juga tergolong seorang hafidz (penghafal hadits) terkenal, dan sebagai muhaddits (ahli hadits) yang menonjol. Hal ini terbukti setelah mengadakan penelitian-penelitian hadits Nabi, baik di Hijaz, Irak, Syam dan Mesir. Muslim telah mendengarkan hadits-hadits tersebut dri Imam Bukhari, Yahya bin Yahya an-Naisaburi, Ahmad bin Hanbal, Qutaibah bin Said, Ishak bin Rahawaih, Abdullah bin Maslamah al-Qa'nabi dan mereka yang lain. didatanginya ahli-ahli hadits di Baghdad dengan berulang kali, sedangkan akhir kunjungannya yaitu pada tahun 259 Hijriyyah. Bukunya al-Jamiush-Shahih atau al-Musnadus-Shahih itu setelah mendengarkannya ribuan hadits dari beberapa orang, hingga sejumlah 300.000 hadits.

2. Klasifikasi Hadits Menurut Jumlah Perawi

  1. Mutawatir; adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang.
  2. Hadits Ahad, hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  • Hadits Shahih  yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut: Sanadnya bersambung.  Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik,    tidak fasik, terjaga muruah (kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits. 
  • Hadits Hasan bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh  rawi   yg  adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.  
  • Hadits Dha’if (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh  orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.

3. Klasifikasi Hadits Menurut Macam Periwayatannya


1. Hadits yang bersambung sanadnya.

Yaitu hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi saw. Hadits ini disebut hadits marfu' atau Maushul.

2.Hadits yang terputus sanadnya, antar lain: 

  • Hadits Mu'allaq (Tergantung): Yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya. Contoh: "Seorang pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).
  • Hadits Mursal (Hadits yang dikirim);Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'in dari Nabi saw.tanpa menyebutkan sahabat penerima hadits tersebut. Atau Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3.
  • Hadits Mudallas; (Yang ditutup-tutupi): disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya karena diriwayatkan melalui sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad atau pada gurunya. Jadi, hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.
  • Hadits Munqati (Hadits yang terputus); Yaitu hadits yang hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur 2) mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya).
  • Hadits Mu'dhal (Terputus sanadnya); Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'it dan tabi'in dari Nabi saw. atau dari sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya. Atau bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar