Sabtu, 06 April 2013

Hadits-Hadits Bukti Adanya Pertanyaan Di Alam Kubur

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Menurut kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, setiap manusia akan ditanya setelah ia meninggal, biar ia dikubur atau pun tidak. Maka seandainya ia menjadi mangsa biantang  buas, atau terbakar hingga menjadi abu dan membumbung ke angkasa, atau tenggelam di dasar laut, ia akan tetap ditanya tentang amal perbuatannya, mereka akan ditanyakan oleh malaikat Munkardan Nakir tentang amalnya dikala hidup yang kemudian akan dibalas dengan kebaikan atau keburukan. Balasan itu akan diterima oleh rohani dan jasmaninya dalam bentuk kenikmatan atau azab kubur. 
Walaupun demikian ada pula yang berpendapat bahwa siksa kubur atau kenikmatan di alam kubur itu hanyalah dalam segi  rohaninya semata dan tidak pada jasmaninya. Sedangkan yang mempertahankan adanya siksaan atau nikmat kerohanian dan jasmani di alam kubur adalah beralasan pada hadits-hadists yang menyebutkan “Ia akan mendengar suara sandal mereka,” “terdengarkah suaranya ketika dipukul dengan palu”’ “ Akan dipukul diantara dua telinganya”dll, yang kesemuanya menunjukkan adanya sifat-sifat jasmani atau badan seperti ketika hidupnya.


1. Siksa Kubur Menurut Pendapat Para Ulama

  • Ibnul Qayyim: “Menurut madzhab gologan salaf serta para imam mereka, jika seseorang meninggal dunia, maka adakalanya ia akan berbahagia dan adakalanya pula celaka, hal mana akan dirasakan oleh roh dan badannya. Rohnya itu akan tetap ada setelah ia berpisah dari badan, mengalami kebahagiaan atau kesengsaraan dan sewaktu-waktu ia akan kembali berhubungan dengan badannya, buat menikmati kebahagiaan atau menderitakan kesengsaraan itu bermacam-macam. Kemdian bila datang saatnya kiamat besar, roh-roh itu pun dikembalikan kepada tubuh masing-masing, dan bangkitlah mereka dari kubur untuk menghadap Tuhan Rabbul ‘alamin. Dan mengenai kembalinya badan-badan ini, disepakati bersama baik oleh golongan Muslimin, Yahudi maupun Nasrani.”
  • Merwuzi: “Berkata Abu Abdillah – Yakni Imam Ahmad – ‘Siksa kubur itu suatu hal yang pasti, tiada yang menyangkalnya kecuali orang yang sesat dan menyesatkan’!” 
  • Ahmad bin Qasim: “Saya tanyakan kepada Abu Abdillah: ‘Apakah Anda mengakui Munkar dan Nakir dan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan adzab kubur?”  “Subhanallah”, ujarnya, “memang, kita mengakui dan menegaskannya dengan lisan.” Saya tanyakan pula: “Anda ucapkan kata-kata Munkar dan Nakir, ataukah Anda sebut dua orang Malaikat ?” Ujarnya: “Memang seperti yang tadi – maksudnya Munkar dan Nakir.

2. Beberapa Hadits Yang Menegaskan Situasi Kuburan :

  1. “Berlindunglah kamu pada Allah dari siksaan kubur.(HR.Muslim).
  2. “Sesungguhnya seseorang (yang telah mati) jika telah diletakkan ke dalam kuburnya dan sahabat-sahabat yang mengantarkannya kembali  maka ia benar-benar akan mendengar suara sandal mereka lalu datanglah dua orang malaikat mendudukkannya dan seterusnya.” (HR.Bukhari).
  3. “... Kemudian dibukalah baginya pintu ke surga lalu dikatakan padanya : Inilah tempatmu dan apa-apa yang telah disediakan Allah kepadamu dan seterusnya (Dalam “Musnad Imam Ahmad”).
  4. Sesungguhnya mayat itu mendengar bunyi terompah mereka”, dan sabdanya: “Tulang-tulang rusuknya akan remuk disebabkan gencetan kubur”, dan sabdanya pula; “Akan terdengar bunyinya bila ia dipukul dengan martil, diketok diantara kedua telinganya”, serta sabdanya: “Maka keduanya – Munkar dan Nakir – mendudukkannya.” semua itu merupakan sifat-sifat jasmaniah belaka.

3. Hadits-hadits Bukti Adanya Siksa Kubur 

  1. Adanya perluasan kuburan kaum muslimin sejauh 70 hasta yang diterangi kuburannya dan dikembalikan jasadnya seperti sedia kala, sedangkan rohnya merasakan bau wangi-wangian.....dan seterusnya.
  2. Malaikat bertanya; “Apakah yang engkau katakan pada orang ini ? (Muhammad SAW). Maka orang yang mukmin menjawab: “Aku bersaksi bahhwa dia adalah hamba Allah dan Rasulnya dan seterusnya.
  3. Dan diterima pula dari Ibnu Umar r.abahwa Nabi saw. bersabda:"Inilah dia (Saad bin Muadz) yang menyebabkan bergeraknya Arasy (Singgasana Allah), dan terbukalah pintu-pintu langit dengan disaksikan oleh 70.000 Malaikat, yang ia dihimpit kuburan kemudian dilepaskan" (HR.Bukhari, Nasa'i dan Muslim).
  4. Diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw. bersabda: “Salah seorang dari hamba-hamba Allah dititahkan untuk didera sebanyak seratus kali. Ia selalu meminta dan memohon kepada Allah hingga hukumannya dikurangi sampai hanya menjadi satu kali dera saja. Maka karena itu kuburnya dipernuhi api, dan setelah terangkat, ia siuman dan bertanya: ‘Kenapa saya kamu dera’? Ujar mereka: ‘Engkau biasa shalat tanpa bersuci, dan lewat kepada orang yang teraniaya tapi tak hendak menolongnya’.
  5. Diterima dari Anas r.a : “Bahwa Nabi saw. pernah mendengar suara dari dalam kubur, maka tanyanya: ‘Bilakah orang ini meninggal’? Ujar mereka: ‘Ia meninggal di jaman Jahiliyah’. Mendengar jawaban itu Nabi nampak gembira, lalu katanya: ‘Seandainya kam tak kan lari, akan saya mohonkan kepada Allah agar diperdengarkan –Nya kepadamu adzab kubur’!” (H.R.Nasa’i dan Muslim).
  6. حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا سُئِلَ فِي الْقَبْرِ فَشَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ  Jika seorang muslim ditanya dalam kubur, lalu ia bersaksi bahwa tak ada Tuhan yg berhak disembah selain Allah, & Muhammad adl utusan Allah. Maka itu adl bukti dari firman Allah Azza Wa Jalla: (Allah meneguhkan (iman) orang-orang yg beriman dgn ucapan yg teguh…) -Qs. Ibrahim: 27- [HR. Abudaud No.4125].
  7. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ الْخَفَّافُ أَبُو نَصْرٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ نَخْلًا لِبَنِي النَّجَّارِ فَسَمِعَ صَوْتًا فَفَزِعَ فَقَالَ مَنْ أَصْحَابُ هَذِهِ الْقُبُورِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَاسٌ مَاتُوا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ قَالُوا وَمِمَّ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَإِنْ اللَّهُ هَدَاهُ قَالَ كُنْتُ أَعْبُدُ اللَّهَ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَمَا يُسْأَلُ عَنْ شَيْءٍ غَيْرِهَا فَيُنْطَلَقُ بِهِ إِلَى بَيْتٍ كَانَ لَهُ فِي النَّارِ فَيُقَالُ لَهُ هَذَا بَيْتُكَ كَانَ لَكَ فِي النَّارِ وَلَكِنَّ اللَّهَ عَصَمَكَ وَرَحِمَكَ فَأَبْدَلَكَ بِهِ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ دَعُونِي حَتَّى أَذْهَبَ فَأُبَشِّرَ أَهْلِي فَيُقَالُ لَهُ اسْكُنْ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَيَنْتَهِرُهُ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي فَيُقَالُ لَهُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ فَيُقَالُ لَهُ فَمَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيَضْرِبُهُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا الْخَلْقُ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بِمِثْلِ هَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيَقُولَانِ لَهُ فَذَكَرَ قَرِيبًا مِنْ حَدِيثِ الْأَوَّلِ قَالَ فِيهِ وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ زَادَ الْمُنَافِقَ وَقَالَ يَسْمَعُهَا مَنْ وَلِيَهُ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ "Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa neraka & fitnah Dajjal. Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, memang kenapa? Beliau menjawab: Seorang mukmin jika telah diletakkan dalam kuburnya, maka seorang malaikat akan datang kepadanya seraya berkata, Apa yg kamu sembah? Jika Allah memberinya pentunjuk maka ia akan menjawab, Aku menyembah Allah. Lalu ditanyakan kepadanya, Apa yg kau katakan tentang laki-laki ini (Muhammad)? Lalu ia menjawab, Dia adl hamba Allah & rasul-Nya. Dan ia tak ditanya kecuali pertanyaan tersebut. Lalu ia dibawa menuju rumah yg disediakan untuknya dalam neraka, dikatakan kepadanya, Ini adl rumah yg semula disediakan untukmu di neraka, tetapi Allah telah melindungi & memberimu rahmat lalu Allah menggantikan rumah di surga. Laki-laki mukmin itu pun berkata, Biarkanlah aku mengabarkan berita baik ini kepada keluargaku. Lalu dikatakan kepadanya, Diamlah., Dan seorang kafir jika telah diletakkan dalam kuburnya, maka seorang malaikat akan datang kepadanya seraya menghardiknya, lalu malaikat itu bertanya, Siapa yg kamu sembah? Laki-laki itu menjawab, Aku tak tahu. Lalu dikatakan kepadanya, Engkau tak tahu tapi tak mau membaca! Lalu dikatakan kepadanya, Apa yg kamu katakan tentang ini (Muhammad)? Laki-laki itu menjawab, Aku mengatakan sebagaimana yg dikatakan oleh manusia. Malaikat itu lalu memukulnya dgn palu besi antara dua telinganya hingga ia melolong & menjerit kesakitan dgn jeritan yg dapat didengar oleh para semua makhluk kecuali jin & manusia. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab dgn sanad yg sama; seperti hadits tersebut. Beliau bersabda: Jika seorang hamba diletakkan dalam kuburnya, & orang-orang yg menghantarkannya telah kembali, maka ia dapat mendengar bunyi sandal mereka. setelah itu ada dua malaikat mendatanginya & bertanya kepadanya. …lalu ia menyebutkan redaksi yg hampir sama dgn hadits pertama ia menyebutkan (dalam riwayatnya); Adapun orang kafir & munafik, maka kedua malaikat itu akan berkata kepadanya, - ia menambahkan kaliamat, 'munafik', & ia juga menyebutkan dalam riwayatnya; akan dapat didengar oleh makhluk yg disekitarnya selain jin & manusia. [HR. Abudaud No.4126].
  8. حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَهَذَا لَفْظُ هَنَّادٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْمِنْهَالِ عَنْ زَاذَانَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ وَلَمَّا يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرُ وَفِي يَدِهِ عُودٌ يَنْكُتُ بِهِ فِي الْأَرْضِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ هَاهُنَا وَقَالَ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ حِينَ يُقَالُ لَهُ يَا هَذَا مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ قَالَ هَنَّادٌ قَالَ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ قَالَ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ وَمَا يُدْرِيكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا } الْآيَةُ ثُمَّ اتَّفَقَا قَالَ فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا قَالَ وَيُفْتَحُ لَهُ فِيهَا مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَإِنَّ الْكَافِرَ فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ وَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنْ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا قَالَ وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا قَالَ فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا قَالَ ثُمَّ تُعَادُ فِيهِ الرُّوحُ حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا الْمِنْهَالُ عَنْ أَبِي عُمَرَ زَاذَانَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ "Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur. Beliau ucapkan kalimat itu hingga dua atau tiga kali. Demikanlah tambahan dalam hadits Jarir. Beliau melanjutkan: Sungguh, mayat itu akan dapat mendengar derap sandal mereka saat berlalau pulang; yakni ketika ditanyakan kepadanya, 'Wahai kamu, siapa Rabbmu? Apa agamamu?  Dan siapa Nabimu? ' -Hannad menyebutkan; Beliau bersabda: - lalu ada dua malaikat mendatanginya seranya mendudukkannya. Malaikat itu bertanya, Siapa Rabbmu?  ia menjawab, Rabbku adl Allah. Malaikat itu bertanya lagi, Apa agamamu? ia menjawab, Agamaku adl Islam. Malaikat itu bertanya lagi, Siapa laki-laki yg diutus kepada kalian ini? ' ia menjawab, Dia adl Rasulullah . malaikat itu bertanya lagi, Apa yg kamu ketahui? ia menjawab, Aku membaca Kitabullah, aku mengimaninya & membenarkannya. Dalam hadits Jarir ditambahkan, Maka inilah makna firman Allah: '(Allah meneguhkan (iman) orang-orang yg beriman…) ' hingga akhir ayat. -Qs. Ibrahim: 27- kemudian kedua perawi sepakat pada lafadz, Beliau bersabda: Kemudian ada suara dari langit yg menyeru, Benarlah apa yg dikatakan oleh hamba-Ku, hamparkanlah permadani untuknya di surga, bukakan baginya pintu-pintu surga & berikan kepadanya pakaian surga. beliau melanjutkan: Kemudian didatangkan kepadanya wewangian surga, lalu kuburnya diluaskan sejauh mata memandang. Beliau melanjutkan: Jika yg meninggal adl orang kafir, maka ruhnya akan dikembalikan kepada jasadnya. Saat itu datanglah dua malaikat serya mendudukkannya. Kedua malaikat itu bertanya, Siapa Rabbmu?  ia menjawab, Hah, hah, hah. Aku tak tahu. Malaikat itu bertanya, Apa agamamu?  ia menjawab, Hah, hah. Aku tak tahu. Malaikat itu bertanya lagi, Siapa laki-laki yg diutus kepada kalian ini? ' ia menjawab, Hah, hah. Aku tak tahu. Setelah itu terdengar suara dari langit: Ia telah berdusta. Berilah ia hamparan permadani dari neraka, berikan pakaian dari neraka, & bukakanlah pintu-pintu neraka untuknya. Beliau melanjutkan: Kemudian didatangkan kepadanya panas & baunya neraka. Lalu kuburnya disempitkan hingga tulangnya saling berhimpitan. Dalam hadits Jarir ditambahkan, Beliau bersabda: Lalu ia dibelenggu dalam keadaan buta & bisu. Dan baginya disediakan sebuah pemukul dari besi, sekiranya pemukul itu dipukulkan pada sebuah gunung niscaya akan menjadi debu. Beliau melanjutkan: Laki-laki kafir itu kemudian dipukul dgn pemukul tersebut hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk; dari ujung timur hingga ujung barat -kecuali jin & manusia- hingga menjadi debu. Beliau meneruskan ceritanya: Setelah itu, ruhnya dikembalikan lagi. Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy berkata, telah menceritakan kepada kami Al Minhal dari Abu Umar Zadzan ia berkata; Aku mendengar Al Bara dari Nabi , beliau bersabda…. lalu ia menyebutkan seperti hadits tersebut. [HR. Abudaud No.4127].
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sebarkan !!! insyaallah Bermanfaat.
    Sumber: 
    Fikih Sunnah,4 hal. 221 - 237, Sayyid Sabiq, Penerbit:  Al-Ma'arif -Bandung.
    http://www.mutiarahadits.com/91/68/75/pertanyaan-dan-siksa-dalam-kubur.htm

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar