Senin, 08 April 2013

Cara Mengawetkan Bambu Agar Tahan Lama

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

1. Jenis-Jenis Bambu

Dari sekitar 75 genus terdiri dari 1.500 spesies bambu di seluruh dunia, 10 genus atau 125 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Berdasarkan system percabangan rimpang, genus tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama, genus yang berakar rimpang dan tumbuh secara simpodial, termasuk didalamnya genus Bambusa, Dendrocalamus, Gigantochloa, dan Schizostachyum. Kedua, genus berakar rimpang dan tumbuh secara monopodial (horizontal) dan bercabang secara lateral sehingga   menghasilkan rumpun tersebar,  diantaranya genus Arundinaria (Duryatmo, 2000).

2. Manfaat Bambu

Orang Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak".  Karenanya, pemanfaatan bambu harus diintegrasikan dengan upaya pelestarian agar bambu tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Dengan pengelolaan bambu yang meliputi pembudidayaan, pengelolaan rumpun, dan pengembangan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

3. Tips Agar Bambu Tahan lama

Agar bambu yang kita tebang tidak berkeru-kerut, tidak retak dan pecah serta tahan lama dan bisa dimanfaatakan kapan saja sempatnya (misal untuk bikin kursi, meja pada industri mebel dari bambu, dll.) ada tips yang akan saya bagikan,
1. Penebangan bambu sebaiknya dilakukan pada musim kemarau ketika umur       bambu sudah cukup tua, yaitu antara 3 - 4 tahun.
2. Batang-batang bambu dibersihkan dari ranting-ranting dan daunnya.
3. Dihilangkan getahnya, dengan cara:
     - Didiang atau dipanaskan di atas api.
     - Setelah dipotong-potong, kemudian bambu direbus hingga air mendidih. Untuk mempercepat menghilangkan noda, diberi 3 sendok makan soda setiap 15 liter air.

4. Pengawetan Bambu Cara Alamiah

  1. Bambu direndam dalam air hangat selama lebih kurang 2 bulan.
  2. Bambu dikeringkan dengan menegakkan di tempat panas, selama lebih kurang 1 bulan.



5. Pengawetan bambu secara kimiawi


Metode ini bertingkat, mulai dari yang paling sederhana hingga memakan biaya dan memerlukan instalasi khusus. Prinsipnya sama, yaitu adanya proses difusi di mana minyak/pengawet yang dicerapkan pada batang bambu akan mendesak keluar cairan alami yang terkandung dalam batang bambu hingga bambu relatif lebih padat/kering. Semakin canggih prosesnya, semakin sedikit kadar air yang tersisa dalam batang bambu.

  1. Bambu segar yang baru ditebang didirikan terbalik. Ujung bambu dimasukkan tabung berisi minyak solar, minyak tanah atau oli bekas sebagai bahan pengawet.
  2. Perendaman bambu dalam larutan kimia. Batang dengan ukuran tertentu, direndam selama beberapa hari dalam air yang dicampur bahan pengawet. Lama perendaman tergantung jenis bahan pengawet dan jenis bambu. Bahan pengawet yang digunakan biasanya mengandung arsenik, boraks, antiboriks, dan sejenisnya.
  3. Butt Treatment Method. Bagian bawah batang bambu yang baru dipotong diletakkan di dalam tangki berisi larutan pengawet. Ranting dan daun pada batang tidak dibuang. Larutan pengawet tersebut akan mengalir ke pembuluh batang karena proses metabolisme masih berlangsung. Cara ini dinilai belum efektif. Kapasitasnya masih terbatas. Waktu yang dibutuhkan pun cukup lama.
  4. Boucherie Method. Potongan bambu dimasukkan ke dalam mesin Boucherie. Lewat bagian khusus mesin itu, cairan pengawet dengan konsentrasi terukur dialirkan ke dalam serat bambu dengan tekanan tertentu. Hingga, konsentrasi cairan yang keluar dari bambu sama dengan konsentrasi larutan pengawet. Penggunaan pompa kedap udara (vacuum pressure) bisa mempercepat proses sampai hanya beberapa jam. Cara ini sering dipakai pabrik atau industri besar.


6. Memperlakukan Produk Berbahan Bambu


Bambu yang sudah diawetkan menguarkan aroma khas. Setelah semua proses pengawetan usai dan bambu betul-betul kering, barulah siap digunakan sebagai bahan bangunan atau furnitur. Tanpa pengawetan, bambu hanya bertahan maksimal 5 tahun. Sebaliknya, jika perlakuan bambu berjalan baik, mulai dari proses penebangan, penyimpanan, pengawetan, dan perawatan, semua dilakukan dengan benar, bambu bisa bertahan hingga belasan, bahkan puluhan tahun.

Untuk perawatannya, produk berbahan bambu tidak boleh kontak langsung dengan tanah dan nateri yang sifatnya lembab, karena bambu bisa membusuk. Meskipun telah divernis, tak ada salahnya mengulangnya setiap minimal setahun sekali. Jika bambu bukan produk bambu awetan, cara sederhana adalah direndam dalam minyak tanah. Buang debu yang menempel lalu gunakan ampas kelapa, minyak jelantah, oli bekas, atau materi yang bersifat waterproof untuk membuat tampilan bambu lebih mengilap.

Semoga bermanfaat.

sumber:
https://sites.google.com/site/yandaalinegalery/home/manfaat-dan-fungsi-bambu
http://propertytoday.co.id/teknik-pengawetan-bambu.html
Dan sumber-sumber lain yang telah diedit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar