Minggu, 10 Maret 2013

Ucapan Do'a Syukur dan Minta Husnul Khatimah Dalam Al-Quran Dan Hadits


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Syukur berasal dari kata "syakara" yang berarti membuka sehingga ia lawan kata dari "kafara" yang berarti menutup atau melupakan nikmat Allah, dan menutup-nutupinya berarti tidak mensyukurinya. Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat antara lain menggunakannya pada tempatnya serta sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut pemberinya dengan baik.
Syukur menuntut pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lidah dan pengamalan dengan anggota tubuh. Kegiatan melakukannya -walaupun sekali- dilukiskan dengan kata "yasykur" dan bila hal itu sering dilakukan seseorang maka dia dinamai "syaakir" dan bila telah membudaya dan mendarah-daging dalam kepribadiannya maka dia dinamai "syakuur".
Husnul khatimah merupakan suatu kondisi yang mana seorang hamba diberi taufiq oleh Allah Ta’ala sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala macam perbuatan yang mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala, dan ia diberi taufik oleh Allah ta’ala untuk bertaubat dari segala dosa dan maksiat dan bersegera melakukan ketaatan dan perbuatan baik, kemudian dia menutup usianya diatas kebaikan.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله فقيل كيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال يوفقه لعمل صالح قبل الموت
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah akan memberikan taufik kepadanya untuk beramal shalih sebelum ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad (12036) dan Thirmidzi (2142) dan dishohihkan oleh Al-Hakim, Dhiya' Al-Maqdisi, Al-Arna'ut dan Al-Albani).


1. Adab Supaya Dikaruniai Husnul Khatimah

1. Sebaik-baik umur adalah umur yang panjang dan penuh dengan amal saleh. Dan seburuk-buruk umur menurut Allah adalah yang panjang umurnya tetapi diisi dengan dosa dan maksiyat kepada Allah.
2. Keadaan di akhir hayat seseorang bergantung kepada amalan sehari-hari. Oleh karena itu, isilah hari-hari kita dengan selalu meningkatkan iman dan amal saleh.
3. Selain berusaha untuk selalu meningkatkan ibadah fardhu dan sunnat, maka perlu memperbanyak amalan ihsan, yaitu amalan yang memberi kebaikan kepada orang banyak, baik berupa ajakan untuk kembali kepada Allah (dakwah ilallaah), menyebarkan ilmu, menyebarkan kasih sayang, menyebarkan amal saleh, dan selalu tawa shaubil wa tawaa shaubish-shabr.
4. Tidak meminta mati kacuali karena telah terjadi fitnah yang mengancam keselamatan diri dan agamanya.
5. Jangan sekali-kali berfikir untuk mengakhiri hidup dengan jalan pintaskarena adanya tekanan hidup yang berat. Orang yang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas (bunuh diri) tidak akan diterima amalnya dan dipastikan dia akan masuk neraka.
6. Ajal adalah sebuah misteri, merupakan rahasia Allah. Bisa datang secepat kilat, tetapi bisa tidak datang-datang walaupun telah dinanti-nantikan setiap saat. Namun jika ajal telah datang, tidak bisa ditunda atau dimajukan walaupun sedetik.
7. Mendawamkan doa untuk dijadikan orang yang husnul-khatimah pada setiap akhir shalat fardhu.
8. Selalu menumbuhkan perasaan khauf dan rajaa (takut dan harap), yaitu takut akan tidak diampuninya dosa-dosanya dan berharap bahwa Allah itu Maha Rahman dan Rahim yang akan selalu memberikan rahmat kepada orang-orang yang dikehendakinya.
9. Ketika sudah ada tanda-tanda kan dipanggil oleh Allah, perbanyaklah membaca kalimat thayyibah, karena siapa yang ucapan terakhirnya adalah Laa Ilaaha illallah orang itu dijamin masuk sorga.


2. Do'a Syukur Yang Berasal Dari Al-Qur'an dan Hadits

  1. Doa syukur Nabi Ibrahim ‘alaihis shalatu was salam, setelah doanya memohon keturunan yang shaleh dikabulkan oleh Allah, الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ  ArtinyaSegala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tuaku: Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) doa.(QS. Ibrahim: 39).
  2. Doa Nabi Sulaiman ‘alaihis shalatu was salam, ketika beliau mendengar obrolan semut, beliau memohon agar selalu diarahkan untuk menjadi hamba yang bersyukur, رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ArtinyaYa Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (QS. An-Naml: 19).
  3. Allah juga mengajarkan kepada kita doa syukur dalam Al-Quran, وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ  إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ  ArtinyaKami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15).
  4. Syukur setelah bangun tidur: الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku setelah Dia mematikan aku, dan hanya kepadanya kebangkitan makhluk.” (HR. Bukhari dan Muslim) .
  5. Syukur ketika mengenakan pakaian: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي، وَلَا قُوَّةٍ  Segala puji bagi Allah yang telah memberi aku pakaian ini, dan menjadikannya sebagai rizki tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Abu Daud dan dihasankan Al-Albani). Dalam lanjutan hadis dinyatakan, “Siapa yang membaca doa ini maka akan diampuni dosanya yang telah lewat.” 
  6. Syukur seusai makan: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ Segala puji bagi Allah yang telah memberi aku makanan ini, dan menjadikannya sebagai rizki tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Abu Dauddan dihasankan Al-Albani) Dalam lanjutan hadis dinyatakan,Siapa yang membaca doa ini maka akan diampuni dosanya yang telah lewat.” 
  7. Bacaan Syukur ketika mendengar sesuatu yang menggembirakan: Bacaan syukur ini, bisa anda lantunkan dalam setiap keadaan ketika anda mendengar kabar gembira atau mendapatkan sesuatu yang menggembirakan الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ Segala puji bagi Allah, dimana dengan nikmatnya kebaikan menjadi sempurna.Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat sesuatu yang beliau sukai, beliau membaca kalimat di atas.” (HR. Ibn Majah dan dihasankan Al-Albani).
  8. Doa Syukur Pagi dan Sore: Doa syukur ini dianjurkan untuk dibaca setiap pagi (setelah subuh sampai terbit matahari) dan sore.اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَلَكَ الشُّكْرُ ALLAHUMMA MAA ASHBAHA BII MIN NI’MATIN WA MIN-KA WAHDAK LAA SYARIIKA LAK, FA LAKAL HAMDU WA LAKAS-SYUKRU. Ya Allah! Nikmat yang kuterima atau yang diterima oleh seseorang di antara makhlukMu di pagi ini, semuanya adalah dariMu semata, tiada sekutu bagi-Mu. Karena itu, hanya bagiMu segala puji dan hanya kepadaMu rasa syukur (dari seluruh makhluk-Mu). Keutamaan:Disebutkan dalam hadis dari Abdullah bin Ghannam Al Bayadliradliallahu ‘anhu, bahwa orang yang di pagi hari membaca: Allahumma maa ash-baha bii min ni’matin…berarti dia telah memanjatkan syukurnya pada hari tersebut. (HR. Abu Daud & Ibn Sunni dan sanadnya dihasankan Syaikh Ibn Bazdalam Tuhfatul Ahyar).

3. Do'a Mohon Husnul Khatimah Dalam Al-Qur'an dan Hadits

  1. هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ   Hablii hukmaw wa al hiqniy bish shoolihiin “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh (Q.S. Asy-Sy’araa: 83).
  2. اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك   Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika. “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny).
  3. اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة  Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”

4. Kisah Nabi Yusuf 


Ad-Dahak: Tatkala nikmat Allah kepada Yusuf telah sempurna :
  • Dengan berkumpulnya kembali bersama ibu-bapak dan saudara-saudaranya.
  • DiberikanNya karunia kerajaan dan kenabian, maka Yusuf berdo'a agar tetap diberi nikmat di akhirat dan diwafatkan dalam keadaan muslim dan digabungkan ke dalam kelompok orang yang shalih. Ada yang berpendapat bahwa do'a ini dipanjatkan Yusuf di saat menghadapi sakaratul maut sebagaimana Rasulullahpun mengangkat telunjuknya ketika akan meninggal dunia sambil berdo'a: "Allaahumma firrofiiqi al-a'la" (Ya Allah, letakanlah akau di tempat yang tertinggi). Beliau mengulanginya sebanyak 3x (HR. Bukhari dan Muslim; diriwayatkan oleh A'isyah r.a.).
      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.
Sumber:
1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, Qasim Asyura
www.konsultasisyariah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar