Minggu, 31 Maret 2013

Kamus Istilah Islam Populer (A -J)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

A

‘ain                             :Penyakit dari jin, terjadi seizin Allah pada orang yang terkena ‘ain, sebabnya karena memuhi dan mengagumi si pelaku ‘ain ketika saat para setan hadir ketika itu, tanpa adanya tameng/penangkis (seperti shalat, dzikir, dsb.)
‘Amm                         : saudara laki-laki ayah.
‘Ammah                    : saudara perempuan ayah.
‘Ariyah                       : Pinjam meminjam.
‘Ashabah bi Ghairih            : Perempuan yang bagiannya separuh bila sendirian, dan 2/3 bila bersama perempuan lain, kemudian dibarengi dengan laki-laki yang sederajat nasabnya.
‘Ashabah bi Nafsih  : Semua laki-laki yang nasabnya dengan si mayit tidak diselingi oleh perempuan.
‘Ashabah ma’a Ghairih      ; Perempuan yang memerlukan peempuan lain untuk menjadi ‘ashabah.
‘Ashabah Sababiyah: orang yang menjadi ‘ashabah karena memerdekakan si  
‘Ashabah                   : mereka yang mendapatkan sisa sesudah ashhabul furudh mengambil bagiannya. atau mereka yang berhak atas semua peninggalan bila tidak ada seorangpun ashhabul furudh.
‘Aul                             : Bertambahnya saham dzawul furudh dan berkurangnya kadar penerimaan mereka.
‘umra                         : menghibahkan sesuatu selama orang yang dihibahi hidup.
Ab                               : ayah.
Adzan                         : Pemberitahuan tentang masuknya waktu shalat dengan lafadh-lafadh tertentu; disyari’atkan pda tahun pertama atau kedua hijriyah.
Ahli Dzimmah         :Orang-orang nonmuslim yang tinggal di dalam dan tunduk kepada pemerintahann Islam.
Ahli Kitab                  : orang yang percaya kepada adanya kitab suci dahulu kala seperti Taurat dan Injil
Ahli Waris                 : orang-orang yang berhak menrima warisn dari si mayit
Air Makruh               : Air yang suci dan mensucikan tapi makruh dipakai bersuci, misalnya air yang dijemur pada matahari(Musyammas).
Air Musta’mal          : Air yang telah terpisah dari anggota-anggota orang yang berwudhu dan mandi (bekas wudhu), Hukumnya suci dan menyucikan seperti air mutlaq.
Air Mutanajjis          : Air yang kena najis, kecuali jika air itu lebih dari 2 qullah (216 liter) dengan syarat tidak berubah sifatnya.
Air Mutlaq                : air suci lagi menyucikan; maksudnya ialah bahwa ia suci pada dirinya dan menyucikan bagi lainnya. Misal: air hujan, salju, es, air laut, air telaga, air embun, air yang berubah disebabkan lama tergenang atau tidak mengalir atau disebabkan bercampur dengan apa yang menurut galibnya tak terpisah dari air seperti kiambang dan daun-daun kayu.
Air Suci tapi Tidak Mensucikan   :
                                    Air yang brubah karena tercampur barang suci lainnya, misalnya air teh, air kopi, air limun dll.
Akal – iqaal               : Artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bebas bergerak; fungsi akal yaitu: memberikan pertimbangan, pendapat, atau memilih sesuatu.
Akh                             :Saudara laki-laki.
Al- Ukht li Umm     : Saudara perempuan seibu.
Al-Akh Asy-syaqiiq/li abawain     : Saudara laki-laki sekandung.
Al-Akh li abb                        : Saudara laki-laki seayah.
Al-Akh li umm         : Saudara laki-laki seibu.
Al-Naza’ir                  : lafazh-lafazh yang berhampiran maknanya.
Al-Qadha (Peradilan)         : Memutuskan persengketaan di antara manusia untuk menghindarkan perselisihan dan pertikaian.
Al-Qur’an                  : Adalah kalamullah, membacanya sebagai ibadah, datang dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Allah mmengatakannya dengan sebenar-benarnya, dengan huruf dan suara. Didengar oleh jibril, kemudian Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW.
Al-Ukht Asy-syaqiiq/li abawain   : Saudara peempuan sekandung.
Al-Ukht li abb          : Saudara perempuan seayah.
Al-wujuh                   : Lafazh yang digunakan untuk beberapa makna.
Anak Li’an                : Anak yang tidak diakui nasabnya oleh dan dari suami yang sah.
AnakZina                 : Anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah.
Aqad                           : Akad, perjanjian. Ijab-qabul.
Aqiqah                       : Menyembelih kambing untuk anak yang baru lahir sedangkan umurnya telah tujuh hari, kemudian anak tersebut diberinya nama yang baik serta digunting rambutnya. Aqiqah bagi anak laki-laki adalah 2 ekor kambing, bagi anak permpuan 1 ekor kambing.
Ashhabul furudh     : Mereka yang mempunyai bagian yang telah ditentukan seperti: ½, ¼, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6. Mufradnya(singel) :shahibul fardh.
Ashl                            : pokok, leluhur yang menurunkan. Jamaknya : ushuul.
Aurat                          : Anggota-anggota tubuh yang tidak baik jika kelihtan orang lain. Aurat wanita yaitu semua tubuhnya haus ditutup kecuali muka dan kedua telapak tangan, adapun aurat laki-laki setidak-tidaknya harus menutupi badannya muali daari pusar hingga lutut.
Aurat                        :Bagian dari tubuh manusia yang bila tampak akan menimbulkan rasa malu.

B

Banaatul Ibn                  : Cucu perempuan dari anak laki-laki.
Banci                          : orang yang diragukan statusnya, tidak diketahui apakah dia    laki-laki atau perempuan.
Bathal                        : tidak sah, misalnya laki-laki kafir menikah dengan wanita muslimah.
Bint                            : Anak perempuan.
Bintun Shulbiyah    : Anak perempuan kandung.
Birrul Walidain       : Berbuat baik kepada kedua orang tua, kecuali jika mereka mengajak kepada perbuatan maksiat atau berdosa kepada Allah.
D

Dakwaan                   : Menghubungkan hak yang ada pada atau menjadi tanggungan orang lain kepada dirinya sendiri. Orang yang mendakwa : Mudda’i; orang yang didakwa: mudda’a ‘alaih, yaitu yang diminta haknya.
                                       dapat ditentukan arti mana yang dimaksud.
Dosa                  : Pelanggaran seorang yang beriman kepada yang memiliki peraturan, perintah dan larangan dan yakin bahwa atas perbuatannya akan dihukum. Orang yang tidak beriman, setiap pelanggaran akan dihitung sebagai penambah kedholiman; karena kalau dosa bisa dihapus dengan bertaubat.
Dzawul Arhaam       : Semua kerabat yang bukan dzawul furudh dan bukan pula ‘ashabah.
Dzawul Furudh        : Mereka yang mempunyai bagian yang telah ditentukan seperti: ½, ¼, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6. Mufradnya(singgel) shahibul fardh.

F

Faqih                          : seseorang yang ahli ilmu fiqih; jamaknya fuqaha.
Far’u                          : cabang keturunan yang diturunkan. Jamknya : furu’.
Fardh                         : bagian yang telah ditentukan bagi ahli waris, jamaknya furuudh.
Fardhu ‘Ain              : kewajiban bagi semua ummat islam, yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa, misalnya shalat dan puasa.
Fardhu Kifayah        : kewajiban bagi sebagian ummat Islam, yang jika dikerjakan berpahala dan jika sebagian ummat Islam meninggalkannya maka berdosa semuanya. Misalnya shalat jenazah, dll.
Fardhu/Rukun/Wajib       : sesuatu yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa; misalnya shalat 5 waktu, Ruasa Ramadhan, dll.
Faridhah                   : fardh. Jamaknya faraaidh.
Fashilah                    : kata akhir suatu ayat.
Fasiq (perusak)        : orang yang memutuskan hubungannya kepada Allah, kepada Rasul dan  kepada  sesama manusia. Misalnya melakukan perbuatan-perbuatan seperti : berzina, berjudi, minum-minuman keras, dll.
Fiqih Islam               : Bagian dari syari’at Islam yang memuat : hukum-hukum peribadatan, hukm perdat (muamalat) dan hukum pidana (jinayat) dengan dasar wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad.
Fiqih                          : pengetahuan, yakni pengetahuan hukum Islam seperti ibadah, jinayah dan muamalah dan hukum-hukum Islam yang lain.

G

Ghashab                    : Merampas barang orang lain dengan paksaan, jika perampasan itu dialakukan dengan sembunyi bisa disebut pencurian/pencopetan. Contoh lain adalah korupsi, mencurangi berat timbangan, membuat sumur/galian tanpa ijin pemilik tanah, duduk di atas kursi atau kendaraan seseorang tanpa ijin pemiliknya.
Ghibah                       : artinya menggunjing; yaitu menyebut hal ihwal saudaara mukmin sesuatu yang olehnya merasa tidak senang bila didengar orang.

H

Hadiah                       : hibah yang menuntut imbalan.
Hadiah                       : Pemberian dengan tujuan untuk menghormati orang yang diberi atau mengharapkan imbalan dari orang yang diberi.
Haid                           : Mengalir; adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita sewaktu ia sehat, bukan disebabkan karena melahirkan atau luka.
Hajbu (Hijab)           : terhalangnya seseorang dari semua atau sebagian warisannya karena adanya orang lain.
Hajbu Hirman         : terhalangnya seseorang dari semua warisan karena adanya orang lain.
Hajbu Nuqshan       : berkurangnya warisan seseorang karena adanya orang lain.
HajiIfrad                   : Berhaji lebih dulu baru mengerjakan umrah. Cara ini tidak diwajibkan membayar denda (dam).
HajiQiran                 : Mengerjakan haji dan umrah dalam satu niat. Diwajibkan membayar denda (dam).
Haji Tamattu’           : Mendahulukan umrah daripada haji dalam musim haji diantara tanggal 1 Syawal hingga 9 Dzulhijjah. Cara ini diwajibkan membayar denda (dam).
Haji                            : Mengunjungi ka’bah (Baitullah/Baitul Haram) dengan tujuan melakukan beberapa amal ibadah, baik dalam bentuk thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan amalan manasik haji dalam masa tertentu (bulan haji).
Hajib                          : Orang yang kedudukannya menghalangi orang lain beroleh harta warisan, atau mengurangi perolehan warisan orang lain. Misalnya Bapak menghalangi perolehan waris kakek, anak menghalangi perolehan waris cucu; Bapak dan anak disebut hajib (penghalang).
Hajru (Pembatasan)  : membatasi seseorang dalam penggunaan hartanya sendiri.
Hajru                         : Menahan harta seseorang karena ada sangkut pautnya dengan hutang atau karena pemegang harta tidak bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena gila, bangkrut, dll. larangan itu berasal dari wali atau hakim.
Hakikat                      : melaksanakan apa yang disyari’atkan sesuai tujuan yang dikehendki Allah
Hakim                        : orang yang memutuskan pertikaian/persengketaan antara dua orang atau lebih.
Hamlu                       : anak yang dikandung di dalam perut ibu.
Haqeqat                     : setiap lafazh yang tetap pada makna aslinya dan tidak ada taqdim dan ta’khir di dalamnya.
Haram                       : sesuatu jika dikerjakan menjadi berdosa (terlarang), dan jika tidak dikerjakan akan mendapat pahala. Misalnya mencuri, merampok, berjudi, dll.
Hasr/qashr               : mengkhususkan sesuatu dengan yang lainnya melalui cara tertentu.
Hibah                         : memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa imbalan.
Hibah                         : Pemberian sesuatu kepada orang lain tanpa mengharap ganti dari orang yang diberi. Hibah tidak bisa ditarik lagi kecuali pemberian ayah kepada anaknya.
Hijamah                    : Mengambil darah dari kepala dengan tujuan berobat; pengobatan jenis ini tidak membatalkan puasa jika sedang berpuasa.
Hirman                      : terhalangnya seseorang dari warisan karena adanya o         rang lain.
Hiwalah                     : Pemindahan hutang seseorang yang akan dibayr oleh orang lain karena terikat oleh perjanjian atau persetujuan. Misalnya A berhutang kepada B, kemudian kedua pihak setuju bahwa hutang itu akan dibayarkan oleh C karena terikat oleh satu perjanjian hutang pula.
Hujjah                       : dasar, alasan, keterangan.
Hukum baru            : ketetapan baru, keputusan baru yang berbeda dari keputusan sebelumnya.
Hukum syara’          : hukum Islam yang terdiri dari hukum wajib. Sunnah, mubah, makruh dan haram.
Hunafa (lurus)         : orang-orang saleh yang tidak mau mengikuti segala perilaku kotor dan tata   cara peribadatan jahiliyah

I

I’rab                            : ilmu yang membahas kedudukan setiap kata dalam suatu kalimat.
I’tikaf                         : berdiamnya seorang muslim yang berakal di dalam masjid untuk melakukan ketaatan.
I’tikaf                         : Tinggal di dalam masjid melakukan aneka amal ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dilakukan pada bulan Ramadhan mulai tanggal ke-21.
Ibadah                        : segala gerak hidup yang ditujukan untuk kebaikan orang lain (termasuk dirinya sendiri).
Ibham                        : tidak menyebutkan nama secara jelas dan tegas; karena sudah dikenal, sudah dijelaskan di tempat lain, karena hendak menutupinya, dll.
Ibn/walad                 : anak laki-laki.
Ibnu Shulbi              : anak laki-laki kandung.
Ibnul Ibn                   : cucu laki-laki dari anak laki-laki.
Ibnus Sabil                : Orang-orang musafir yang bertujuan untuk kebaikan yang baginya berhak diberi zakat.
Ibraa                           : menghibahkan hutang kepada orang yang berhutang.
Ibtida’                        : memulai bacaan.
Iftirasy; Duduk        : Duduk dengan melipat kaki kiri, lalu mengembangkan dan duduk di atasnya dengan menegakkan telapak kaki kanan sambil menghadapkan ujung-ujung jarinya ke arah kiblat.
Ihdad                          : Masa berkabung bagi seorang isteri sesudah suaminya meninggal dalam masa 4 bulan 10 hari. Dalam masa berkabungnya dilarang berhias yang mencolok atau memakai wangi-wangian atau memakai baju yang menarik perhatian laki-laki, sedangkan keluarganya yang dibolehkan berkabung hanya selama 3 hari. Ini Semata-mata untuk menunjukkan suasana berkabung dan penghormatan terakhir  atas jasa-jasa suami (almarhum).
Ihram                         : Niat untuk mengamalkan haji/umrah dengan berpakaian putih sebanyak 2 helai tanpa berjahit untuk laki-laki, sedangkan bagi wanita seluruh tubuhnya harus ditutup kecuali muka dan kedua telapak tangannya.
Ihsan                          : menyembah Allah seolah-olah kita melihat-Nya, apabila kita tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat kita.
Ihyaul Mawat           : Menghidupkan tanah mati/membuka lahan baru untuk ditanami atau untuk dibangun dan tanah tersebut bukan milik seseorang atau milik orang lain tetapi mendapat ijin daripadanya.
Ijarah                         : Mengupahkan seseorang dalam tugas sesuatu, misalnya untuk mengajari anak-anak membaca Al-Qur’an, hukumnya boleh.
Ijma’                           : persetujuan atau kata mufakat diantara para ulama Islam tentang maslah hukum yang digali dengan ijtihad dan rasional untuk hukum Islam.
Ijtihad                        : pemikiran yang sesungguhnya terhadap satu hukum yang dilaksanankan oleh seorang ulama dengan mempergunakan qiyas(analogi) yang tepat berdasar qur’an dan sunnah. Hukum tersebut dijelaskannya tanpa mengikut pad satu mazhab dan tidak dibatasi oleh masa.
Ikraah (Paksaan)     : membawa orang lain kepada apa yang tidak disenanginya dengan ancaman.
Ikrar                           : pengakuan terhadap apa yang didakwakan.
Ila’                              : Sumpah suami kepada istrinya yang tidak akan menggaulinya dalam batas waktu 4 bulan atau lebih. Jika sebelum 4 bulan si suami kembali kepada istrinya dia harus membayar kafarat (denda) sumpah dengan memberi makanan atau pakaian kepada 10 fakir miskin; jika lebih dari 4 bulan tidak kembali kepada istrinya maka hakim dapat menetapkan dengan paksa adanya satu keputusan talaq ba’in (tidak dibenarkan rujuk dan jika mau kembali harus melalui akad nikah yang baru).
Ilaa’(kelebihan)       : sumpah suami bahwa ia tidak akan menggauli istrinya.
Ilhad (sekuler)         : memisahkan kehidupan dunia dari kehidupan akhirat; dan puncak sekuler adalah atheisme.
Ilmu Faraidh                        : ilmu tentang pembagian harta warisan.
Iman                          : meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lidah, dan mengamalkan dengan anggaota tubuh. Bertambah dengan ketaatan dna berkurang dengan kemaksiatan.
Iqrar                           : Pengakuan dari seseorang dengan sebenarnya terhadap apa yang dinyatakan oleh dirinya dalam suatu tindakan hukum misalnya pengakuan berhutang kepada orang lain atau sebagai seorang pencuri dan lain-lain.
Islam                          : berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepadNya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya.
Isti hadhah               : Keluarnya darah terus-menerus dan mengalirnya bukan pada waktunya.
Isti’adzah                   : Ucapan atau bacaan ‘audzu billahi minasy syaitonir r          ojim.
Istihadhah                : darah penyakit yang mengalir dari urat yang berada di bawah rahim, namanya ‘azil.
Istinja                        : Penyucian setelah kencing atau buang kotoran dengan menggunakan air atau batu.
Ittiba’                         : mengikuti satu ajaran yang antara lain hukum Islam (fiqih) dengan ditunjukkan sumber pengambilan hukum itu oleh orang yang mengajarkannya, dan cara inilah yang dibenarkan.

J

Jadd                            : kakek (laki-laki).
Jaddah                       : nenek.
Jallalah                      : Binatang-binatang yang memakan kotoran, baik berupa onta, sapi, kambing, ayam, itik dan lain-lain sampai baunya berubah.
Ji’alah                        : Permintaan upah tertentu terhadap pekerjaan yang telah dikerjakan atau permintaan dari seseorang kepada  orang lain untuk menemukan barang yang hilang dengan perjanjian akan diberi upah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar